Home / Fantasi / Ilmuwan Kultivasi / Chapter 7 Lizardman

Share

Chapter 7 Lizardman

Author: ChimungKing
last update publish date: 2026-05-17 12:25:41

Mata merah itu memancarkan intimidasi yang kuat, kelompok bandit melihatnya dengan takut. Mereka ingin melepaskan senjata, tapi Gerard sudah menebas mereka semua dengan cepat.

Tidak hanya Aldi yang memerah karena bubuk merica, tapi Gerard juga terlihat sangat marah karena marah. Setelah mengirim para bandit ke neraka, Gerard berlari seperti orang gila. Ia mencari sisa-sisa keluarganya dengan langkah putus asa.

Frank menepuk pundak Gerard yang hampir kehilangan akal. “Apa yang kau lakukan? Kendalikan dirimu!”

Aldi dan Ronald melihatnya dengan tatapan serius. Gerard mulai tenang dan mengendalikan nafsu membunuhnya.

“Maafkan aku, Tuan Muda.” Gerard meminta maaf sambil menundukkan kepala menyesal.

Aldi tersenyum tipis dan berkata dengan santai. “Itu wajar, sekarang ayo fokus cari keluargamu. Aku yakin mereka tidak akan mati semudah itu.”

Namun rencananya harus terhenti karena suara langkah kaki. Seekor Lizardman muncul sambil membawa sebuah tombak, badannya penuh luka dan matanya terlihat merah. Kondisinya buruk tapi aura intimidasinya masih terpancar jelas.

Gerard melihat pedang yang masih menancap di punggung monster. Wajahnya memerah marah, dua pisau langsung dihunuskan. Tanpa menunggu aba-aba dia langsung menerjang monster.

Aldi melihatnya sekali lagi, emosi Gerard benar-benar meledak. Dengan sedikit observasi ringan, ia dapat menyimpulkan kemarahan Gerard karena pedang di punggung Lizardman.

Tusukan senjata Gerard langsung mengarah ke leher. Meski cepat dan tepat, serangannya dihindari dengan mudah. Kepalan tangan Lizardman langsung menghantam perutnya, Gerard muntah seteguk darah segar dan langsung terbang. Tubuhnya menghantam dinding rumah hingga roboh.

Aldi melihat dengan jelas serangan itu tidak cepat tapi Gerard yang mengandalkan kecepatan bisa terserang.

Ronald dan Frank segera berlari menolong Gerard yang sekarat. Melihat wajah Gerard yang pucat membuat Frank khawatir, sedangkan Ronald langsung memasang badan menghadap Lizardman.

Lizardman yang muncul di Desa Betik adalah monster yang setara dengan Ksatria bintang 3. Meski terluka, dia masih punya fisik yang mengesankan. Namun bukan itu yang istimewa dari Lizardman didepan mereka, monster itu dapat membentuk Prana miliknya menyerupai permen karet transparan.

Aldi yang melakukan observasi sejak tadi sudah mendapat gambaran. Dia mulai melangkah maju, tatapannya tenang dan langkah kakinya pasti. Pedang mulai ditarik dari sarungnya, setiap langkahnya memancarkan dominasi mutlak.

Sang Monster segera membentuk prana di tangan kirinya, ia melemparkan kemampuannya ke arah lawan. Namun tidak dapat menempel dan langsung jatuh, sebelum sempat bereaksi pandangannya melayang ke langit.

Aldi menebas kepala monster dengan satu kali ayunan pedang. Monster itu sudah terluka parah, jadi dia memanfaatkan satu momen saat lawan lengah. Prana lengket itu bisa dipecah dengan zat pemutus rantai polimer atau para ilmuwan menyebutnya Surfaktan. Jadi saat prana lengket mengarah padanya, lengket itu berubah menjadi oli pelumas yang sangat licin. Sehingga ia bisa bergerak dengan sangat cepat dan membuat serangan mematikan.

Pergerakan kilat Aldi membuat tiga rekannya ketakutan. Mereka tau Aldi kuat tapi tidak sampai membunuh Lizardman sekali serang.

“Frank bereskan ini dulu dan sampai kapan kau terus bersembunyi?” tanya Aldi sambil melihat ke atas pohon.

Frank tidak menyadari seorangpun, meski dia langsung menuruti perintah tuannya matanya sempat melihat ke arah pohon dan tidak ada apa-apa.

“Kami datang untuk mencari penduduk di desa ini. Apa kau kenal dengannya?” ucap Aldi sambil menunjuk Gerard yang hampir pingsan

Sosok bayangan hitam muncul dengan pakaian serba hitam. Meski terkejut ia tetap keluar untuk memastikan sesuatu, setelah melihatnya dengan seksama ia langsung melompat ke arah Gerard sambil membentuk Prana di sekitar tubuhnya.

Ronald dengan sigap memasang sikap dan mengarahkan perisainya. Namun matanya terbelalak saat dirinya dilewati tanpa bisa bergerak sedikitpun.

Prana berwarna hijau langsung diarahkan ke Gerard. Luka di tubuh Gerard dengan cepat sembuh, keterampilan penyembuhan yang dilihat itu benar-benar gila.

Satu kesalahan fatal yang dilakukan sosok itu adalah menggunakan keterampilan penyembuhan di depan Aldi. Senyum tipis terlihat di wajahnya dan satu kata keluar dari mulutnya. “Oh, begitu caranya!”

Gerard sadar dia langsung memeluk sosok misterius itu. “Jangan membuatku khawatir.”

Semua orang terkejut termasuk Aldi, situasi ini membuat semua orang bingung.

“Tuan muda, ini istriku, Grave Grace.”

“...” Grace tampak menatap tajam suaminya.

“Keluarga Grave bukannya sudah lama hilang, kenapa masih menggunakan nama itu?”

Grace tampak marah dan langsung menyerang Aldi. Gerakan kakinya sangat lembut sehingga udara disekitarnya tidak terpengaruh, ayunan pedangnya mengarah ke leher. Namun Aldi dengan santai menjentikkan jarinya ke depan dan cairan hijau terbang ke udara.

Cairan hijau itu membeku di udara dalam wujud perisai kristal gelap yang tebal. Bilah pedang menghantamnya dengan keras, mengeluarkan percikan api, namun gagal menembusnya. Aldi tersenyum dibalik perisainya, “Satu hal tentang racun organik... mereka punya struktur karbon yang sempurna untuk membuat perisai anti-peluru,” ucapnya dalam hati.

Diluar tampak seperti menciptakan racun begitu mudah, nyatanya Aldi tidak menyiapkan itu dari ketiadaan tapi membuatnya dari udara. Udara di Dunia ini punya banyak zat seperti oksigen, nitrogen, bahkan hidrogen. Dengan pengetahuannya yang mendalam Aldi membayangkan Mekanika Kuantum dan secara ilmiah menciptakan perisai di udara.

Meski terlihat tenang, Aldi nyatanya mulai kelelahan. Kapasitas otaknya harus ditingkatkan untuk terus menyiapkan sesuatu seperti ini.

Gerard dengan panik berteriak, “Hentikan dia bukan musuh!”

Aldi awalnya tidak mendengar, dia mengangkat pedangnya. Lingkungan disekitarnya tampak membeku dan bahkan Grace tidak bisa bergerak, prana miliknya tampak terkunci dan tubuhnya berhenti bergerak.

Satu ayunan pedangnya bisa langsung membelah dirinya, Grace tampak panik dan matanya bergetar hebat. Aura Aldi jauh melebihi monster Lizardman, tepat saat dia pasrah akan keadaan. Aura mencekam itu menghilang dan perisai Aldi juga menghilang.

“Aku hanya bercanda, Gerard segera selesaikan urusanmu. Aku akan naik ke atas sebentar.” Aldi tampak tenang dan tersenyum tipis tapi di dalam tubuhnya dia merasa sangat lelah.

Suara dengan frekuensi rendah diucapkan. “Frank temani aku naik ke gunung. Biarkan Ronald menemani mereka.” Suara itu langsung dikirim ke otak Frank, jadi tidak ada yang bisa mendengarnya.

Frank mengangguk dan langsung memberi instruksi ke Ronald. Sedangkan dirinya langsung mengikuti Aldi yang terus berjalan naik ke gunung.

Setelah beberapa saat Aldi terjatuh dan nafasnya tak beraturan, tubuhnya lemas dan keringat dingin muncul darinya. “Bantu aku duduk,” ucapnya memberi perintah.

Frank kebingungan tapi langsung menurut. Dia akhirnya melihat sisi tak berdaya tuannya dan hanya dia yang diperlihatkan sisi itu.

Aldi duduk dan mulai mengatur nafas, Prana dialirkan sesuai jalur dan energinya mulai pulih. Tanpa pikir panjang ia juga mulai menerapkan kemampuan penyembuhan milik Grace. Hanya dalam beberapa menit aura hijau menyelimuti dan fisiknya sembuh dengan kecepatan tinggi. Kelelahan pada otaknya juga perlahan mereda.

Hanya dalam 15 menit Aldi siap untuk bertempur lagi. Kemampuan penyembuhan itu sangat membantu, tidak hanya mempercepat pengumpulan prana tapi juga merangsang kemampuan Regenerasinya.

[Super Regenerasi telah menjadi skill pasif.]

Panel biru itu membuatnya semakin jelas, Aldi tersenyum dan segera berdiri.

[Pewarisan Skill telah ditambahkan dalam skill Aktif. Hanya pada pengikut Emas.]

Aldi melihat Frank yang tiba-tiba berubah jadi pengikut Emas. Awalnya hanya menjadi pengikut hijau biasa, sekarang emas yang artinya Frank akan mengikutinya apapun yang terjadi.

Sebelum mencoba skill aktifnya, Aldi bertanya dengan nada suara pelan. “Frank kenapa kamu mengikutiku?’

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Ilmuwan Kultivasi   Chapter 17 Shadow Step

    Regas dan Reymond tidak ada pilihan selain mengakuinya, meski begitu mereka tetap ingin mencari keuntungan dari pelayan Aldi yang sudah menghajar orangnya. Namun niat mereka berdua segera ditarik setelah melihat senyum Aldi yang sangat mengintimidasi.“Siapa sebenarnya rubah ini.” ucap Regas dalam hatinya yang masih tidak percaya salah satu tim elitnya kalah begitu mudah.Reymond segera beradaptasi dengan situasi, meski ia punya kepercayaan diri melawan mereka tapi mundur adalah pilihan terbaik. Tangan kanannya diangkat, energi dalam tubuhnya bersirkulasi pelan dan menciptakan sebuah benang terang, benang itu langsung mengangkat tubuh orang-orangnya. “Sepertinya cukup sampai disini,” ujar Reymond.Regas juga langsung beradaptasi, ia tidak perlu mencampuri urusan Kota Gayam lagi. Niatnya hanya ingin melihat situasi tapi kekalahan Moralez membuat Regas harus menampakkan dirinya.Setelah semua orang meninggalkan tempat, tatapan Aldi langsung mengarah ke Moralez yang masih terbaring di t

  • Ilmuwan Kultivasi   Chapter 16 Mengecewakan

    Moralez melompat mundur, ia terpaksa membuka segel kekuatannya. “Baiklah kau memaksaku!”Tubuhnya bertambah besar dan kulitnya berubah merah. Matanya menyala garang, menyerupai iblis yang ingin menelan semua musuhnya. Sekarang penampilannya sudah seperti iblis yang siap menghancurkan apa saja di depannya.Aldi melihat indikator di atas kepala Moralez berubah menjadi hitam yang artinya mereka akan menjadi musuh sampai mati. Hal yang membuatnya sedikit antusias karena kekuatan yang tercatat dalam sistem.[Moralez, Level : 31 (Bintang 4), Power : 1100 Keterampilan :---]Senyum tipis merekah di wajah Aldi, matanya berkilat penuh antusias. “Ini dia yang aku cari, majulah!” teriaknya sambil menancapkan pedangnya di tanah.Tepat setelah ia menyelesaikan katanya, pukulan keras langsung menghantam dadanya. Aldi diterbangkan hingga puluhan meter, meski begitu dia berhasil berhenti dengan kedua kakinya. Matanya langsung melihat ke arah musuh, itu adalah tatapan kecewa karena pukulan Moralez tera

  • Ilmuwan Kultivasi   Chapter 15 Baron Moralez

    Xorn tertawa terbahak-bahak. “Seperti yang diharapkan dari rivalku. Sebagai pelayan apa kau tidak punya pikiran bergabung dengan kami?”Frank menggelengkan kepala. “Sebenarnya aku cukup terkejut saat melihatmu melakukan semua ini. Ah jika saja Tuan Faisal melihat ini, dia pasti akan sangat terpukul.”Sekali lagi Xorn tertawa. “Dia tidak akan tahu, semua dilakukan dengan baik. Jadi aku akan kembali ke sisinya tanpa ada sedikitpun kecurigaan.”Frank hanya bisa diam karena itu memang fakta, ia mendengar pembicaraan pasukan mereka. Faisal sudah dikondisikan supaya tidak bisa mendengar kejadian disini, ia disibukkan dengan pekerjaan sebagai walikota.“Baiklah-baiklah, jangan membuat ini berlarut-larut. Ayo hilangkan bukti yang bisa membawamu ke neraka ini!” ucap Frank dengan senyum lebar.10 anak mulai ketakutan saat Frank melepaskan Prana berwarna ungu kehitaman. Aura mencekam dan gelap itu seperti kematian yang sedang mengintai targetnya.Xorn mundur selangkah tapi langsung melawan tekan

  • Ilmuwan Kultivasi   Chapter 14 Bandit

    Prinsip Jiwa adalah teknik kultivasi yang masih bisa berkembang, Aldi akan terus memperbaikinya seiring berjalannya waktu. Teknik kultivasi kuno dipadukan dengan pengetahuan modern menciptakan aliran baru.Pemuda yang paling tua berdiri dan bertanya dengan ekspresi serius. “Tuan Muda, bagaimana dengan adik-adik kami?”“Mereka sudah menjadi bagian dari keluarga, bahkan jika kalian menolak dan ingin menjadi anggota biasa aku tidak memaksa.”Pemuda berumur 16 tahun itu langsung berlutut dan melakukan ritual sumpah darah. Jarinya digigit hingga darah mengucur, lalu ia mengusapkannya ke dahi.“Aku tidak akan pernah mengkhianati Tuan Muda Aldi.” Cahaya keemasan menerobos keluar dari tubuhnya. Sebuah benang terhubung antara dirinya dan Aldi yang berdiri tegak.“Aku menghargai keputusanmu. Kau yang paling tua jadi jangan memaksa kehendak adik-adikmu.” Aldi memberi peringatan.Sembilan pemuda lainnya mengangguk setuju, mereka tidak punya orang tua jadi lebih baik mengikuti Aldi Rahmat yang bis

  • Ilmuwan Kultivasi   Chapter 13 Serikat Petualang

    Aldi duduk bersila menghadap matahari pagi yang begitu indah. “Bumi dulu pasti seindah ini.” Kenangan lama mulai muncul di pikirannya. Namun Aldi tidak mau ambil pusing dan fokus memperbaiki tubuhnya.Semua otot tubuhnya sudah mencapai puncaknya, ia hanya menemukan dorongan lebih untuk mendobrak penghalangnya. Prana miliknya tidak terlalu melimpah karena akar spiritualnya hanya tingkat Roh.Akar spiritual adalah pondasi awal setiap manusia di dunia ini berkultivasi. Ada 7 tingkat akar kultivasi yaitu Fana, Roh, Murni, Elemen, Raja, Surgawi, Kekacauan.Kakak ke-6 hingga ke-4 punya akar spiritual Elemen, mereka punya elemen api, angin, dan air. Kakak ketiga dan kedua punya akar spiritual Raja, dan Kakak sulungnya punya akar spiritual Surgawi seperti Duka Rahmat.

  • Ilmuwan Kultivasi   Chapter 12 Semangat Juang

    Gerard yang sudah tak sadarkan diri menyerang membabi buta. Ronald menangkis serangan dengan senyum lebar di bibirnya, meski beberapa serangan kecil menembus penjagaannya itu dapat diabaikan berkat Keterampilan Regenerasi.Grace melihat pertarungan gila itu, ia sudah sebulan berlatih dengan Ronald tapi tidak mengetahuinya. Perisai itu begitu kokoh layaknya sebuah tembok raksasa.Serangan Gerard mulai melemah sebelum dia memulihkan diri perisai penyok itu langsung menyodok wajahnya. Gerard langsung pingsan setelah terkena serangan.Ronald tersenyum di balik perisai, tubuhnya penuh darah yang mengalir tapi staminanya masih terjaga. “Pertarungan yang hebat, Kawan. Lain kali berusahalah lebih kuat.”Rossa, Rina, dan Rini melihat pertarungan hebat itu. Mereka tidak menyangka di balik penampilan konyol Ronald, ternyata tersimpan semangat juang yang begitu membara.Orang yang paling terkejut disini tentu saja Frank, setelah ia melihat pertarunga

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status