Share

Chapter 15 - Merasa Bingung

Penulis: Nabila Irawan
last update Tanggal publikasi: 2022-11-10 23:29:19

“Maaf…”

Tampaknya keterdiam Gina membuat Darren tidak nyaman, jadi ia mengucapkan kata maaf itu dengan harapan Gina akan memaklumi perkataannya.

“Bagaimana pun, alasan kita berpisah dulu bukan karena udah nggak saling cinta. Maaf, karena harus tinggalkan kamu dan nggak bisa temani kamu saat kamu sedang berduka.”

Iya, Darren adalah mantan pacar Gina 4 tahun lalu, tepatnya ketika ia masih mengenyam pendidikan sarjana. Mereka terpaksa berpisah karena Darren mendapatkan beasiswa magisternya ke luar
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Inikah Akhir Kisah dari Suami Pilihanku?    Chapter 48 - Yang Sebenarnya Terjadi

    Rasti menutup mulutnya tak menyangka. Ia bergantian memandang Oliv dan Endra yang sama-sama larut dalam pikirannya. Tiba-tiba hatinya berdenyut sakit, membayangkan betapa tersiksanya menjadi wanita yang saat ini tengah mereka bicarakan.“Itu dari pihak ayahnya. Sementara ibunya memang tidak memiliki keluarga kandung karena besar di panti asuhan. Jadi sejak saat itu, mereka hanya hidup berempat. Gina sempat trauma hebat dan depresi karena kejadian itu, tapi akhirnya dia kembali sehat dan bisa lanjutin hidupnya.” Oliv menatap Endra yang menunduk dengan tangan yang mengepal erat di atas meja. “Mas Endra, semuanya sudah berlalu. Mungkin sisa-sisa memori itu masih sangat melekat di ingatan Gina. Asal tidak diingatkan hal yang menjurus ke sana, semuanya bakal baik-baik aja.”Terlambat. Kata demi kata yang ia lontarkan pada Gina mal

  • Inikah Akhir Kisah dari Suami Pilihanku?    Chapter 47 - Masa Lalu Gina

    “Bu Gina sudah tidak apa-apa. Tidak ada trauma kepala yang serius. Hanya saja… luka terbuka dan memar dari kekerasan fisik yang dialami cukup mengkhawatirkan, apalagi dengan kondisi baru melahirkan secara caesar dua bulan lalu.” Dokter itu melirik sang pasien yang tengah menatap ke arah jendela, kemudian kembali menatap lelaki di hadapannya. “Saran saya, penjagaan rumah harus diperketat, Pak, atau mungkin Bu Gina bisa ditemani anggota keluarga lain saat Bapak tidak ada. Kasus perampokan ini memang sedang marak, kita sulit memprediksi pergerakan mereka yang berniat jahat.”Endra mengangguk, kemudian mengucapkan terima kasih. Ia terpaksa mengarang cerita seperti itu karena demi Tuhan, ia tidak bisa mengatakan yang sebenarnya.

  • Inikah Akhir Kisah dari Suami Pilihanku?    Chapter 46 - Trauma

    PLAK!!Hening sesaat. Wajah Gina masih tertoleh ke arah kanan akibat tamparan yang baru ia dapatkan dari sang suami. Rasanya panas dan perih. Ia yakin pipi kirinya sudah memerah.“Apa pernah aku mengizinkan kamu buat masukin lelaki lain ke rumah ini?”Nada bicara itu masih tenang, namun sangat menyiratkan amarah yang luar biasa.“Apa ini bukan yang pertama kali?”Pertanyaan itu ditanggapi gelengan oleh Gina. “Aku nggak kayak gitu, Mas.”“TERUS INI APA?!” Napas Endra naik turun karena emosi. “Bisa-bisanya kamu terima lelaki lain di saat suamimu lagi nggak ada di rumah? Bisa-bisanya kamu lancang dan biarkan dia men

  • Inikah Akhir Kisah dari Suami Pilihanku?    Chapter 45 - Kunjungan Darren

    “Kenapa Kak Darren ada di sini?”Di pintu rumahnya Gina menoleh ke kanan dan ke kiri untuk memastikan bahwa Darren tidak datang sendiri, mungkin bersama Daffa atau Lia. Tapi nyatanya tidak. Pria dengan setelan kaus putih yang dibalut kemeja flannel dan dipadupadankan dengan jeans hitam itu hanya datang seorang diri. Tak lupa dengan paperbag yang dijinjingnya. “Maaf aku nggak bilang. Aku–““Kakak dapat alamatku dari mana?”“Kamu pernah kasih waktu aku mau kirim makanan.” Iya juga. Gina merutuki dirinya sendiri karena itu. Di dalam memang ada Bi Asih, tapi tetap saja ia merasa tidak nyaman karena bagaimanapun ia sudah bersuami. Terlebih, Endra akan marah besar jika tahu Darren telah menginjakkan kakinya di rumah itu. Tapi Gina pun tak enak jika harus membiarkan tamunya di luar rumah. “Masuk dulu, Kak.”Ajakan itu disambut senyum sumringah oleh bibir tipis Darren. Ia duduk di kursi ruang tamu dan menyimpan bawaannya di atas meja. “Ini ada sedikit bingkisan buat kamu. Nggak yang aneh

  • Inikah Akhir Kisah dari Suami Pilihanku?    Chapter 44 - Ren?

    Siapapun itu, tolong tenggelamkan Gina sekarang juga.Subuh ini, ia baru keluar dari kamar mandi dekat dapur dengan handuk yang melingkar menutupi rambutnya yang basah. Kamar tidurnya tak memiliki kamar mandi dalam seperti kamar di lantai atas, jadi mau tidak mau ia harus menggunakan kamar mandi dekat dapur.Dan tanpa diduga, saat ia keluar dari sana Irma sudah berdiri di dapur dengan segelas air di tangannya. Beberapa detik mereka lalui dengan keheningan, sebelum Irma menyadari sesuatu dan ia tersenyum menggoda ke arah sang menantu.“Duh, si Endra itu kebangetan, ya. Padahal Mama sama Papa lagi nginep di sini.”Wajah Gina memerah karena malu. Ia berniat berpamitan pada Irma untuk segera kembali ke kamar, namun ucapan Irma belum berhenti. “Baru jam 3 loh, Gin. Padahal nanti aja jam 4 biar bisa langsung sholat subuh.”Gina gelagapan, ia sangat malu.“M-mama kenapa udah bangun?” tanyanya untuk mengalihkan pe

  • Inikah Akhir Kisah dari Suami Pilihanku?    Chapter 43 - Semoga Saja

    “Ndra, gue nggak maksud gitu, gue juga nggak tahu kalau Darren bakal –““Iya, memang semuanya salah gue kok, Daf. Lo nggak salah karena yang lo bilang itu memang faktanya.”“Ndra –““Mungkin si Darren nya aja yang terlalu sayang sama Gina sampai dia begitu. Gue nggak nyalahin lo. ini memang salah gue.”Kali ini Daffa diam dan tidak berusaha menyela. Ia merasa sangat bersalah atas kenyataan yang terjadi saat ini. Ia tidak menyangka bahwa Darren akan sejauh itu. Yang ia pikir Darren hanya akan sedikit menggertak Endra untuk memberikan sahabatnya itu pelajaran.“Lagipula ini juga jadi tantangan buat gue. Proyek itu nilainya nggak main-main. Dan kapan lagi ya kan gue dapat kesempatan buat dapatin tender itu?”Kopi hitam pekat itu Endra seruput dengan nikmat. Ia mengedarkan pandangannya pada setiap sudut café untuk menghindari sorotan kecewa di matanya. Bagaimanapun hu

  • Inikah Akhir Kisah dari Suami Pilihanku?    Chapter 16 - Cuti

    Pagi ini Gina memutuskan untuk kembali memasakkan sarapan untuk Endra terlepas dari sang suami yang sebenarnya tidak meminta. Hanya saja, aneh rasanya jika kebiasaan yang hampir tiga tahun ia lakukan harus tiba-tiba dihentikan.Yang berbeda kali ini adalah Gina tidak menunggu Endra di meja makan, mel

  • Inikah Akhir Kisah dari Suami Pilihanku?    Chapter 7 - Sedikit Khawatir

    Pagi ini terasa ada yang berbeda. Endra tidak mencium aroma masakan yang biasanya selalu menguar hingga ke setiap penjuru rumah. Ia juga tidak mendengar adanya pergerakan atau tanda-tanda seseorang sedang memasak di dapur. Pun, meja makan yang biasanya sudah terisi kini masih dalam keadaan kosong.

  • Inikah Akhir Kisah dari Suami Pilihanku?    Chapter 6 - Amarah yang Meledak

    “Kenapa, Mas? Ada masalah di kantor?”Hari di mana Endra mengantarkan Gina pulang sampai ke rumah sudah satu minggu yang lalu, dan semenjak itu pula perlakuan Endra kembali kasar dan dingin padanya.Seperti malam ini. Lelaki itu pulang dengan wajah merah menahan amarah. Hal ini membuat Gina sebenar

  • Inikah Akhir Kisah dari Suami Pilihanku?    Chapter 5 - Kejutan Kecil

    “Kamu sudah makan, sayang? Maaf, ya, tadi pagi aku buru-buru jadi nggak sempat sarapan bareng kamu.”Gina yang tadinya berpikir bahwa ia hanya tinggal bersandiwara seperti biasa, kini menjadi sedikit canggung dan sulit mengontrol diri. Pasalnya Safira masih duduk tak jauh darinya, sembari memilah b

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status