Share

Chapter 14 - Pernikahan Daffa

Author: Nabila Irawan
last update Petsa ng paglalathala: 2022-11-02 23:31:22

Kali ini Gina benar-benar menangis di hadapan Endra. Air mata yang sedari tadi ditahannya kini jatuh tanpa bisa dihalangi lagi. “Kenapa kamu bicara seolah-olah aku selalu punya niatan buruk untukmu dan keluargamu?”

Isakan pedih itu Gina keluarkan tanpa pengahalang, ia lampiaskan semuanya di depan Endra. “Aku nggak pernah menuntut kamu buat perlakukan aku sebagai seorang istri. Aku nggak pernah minta kamu buat turuti semua keinginanku segaimana suami lain berlaku seperti itu ke istrinya. Satu-sa
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Inikah Akhir Kisah dari Suami Pilihanku?    Chapter 45 - Kunjungan Darren

    “Kenapa Kak Darren ada di sini?”Di pintu rumahnya Gina menoleh ke kanan dan ke kiri untuk memastikan bahwa Darren tidak datang sendiri, mungkin bersama Daffa atau Lia. Tapi nyatanya tidak. Pria dengan setelan kaus putih yang dibalut kemeja flannel dan dipadupadankan dengan jeans hitam itu hanya datang seorang diri. Tak lupa dengan paperbag yang dijinjingnya. “Maaf aku nggak bilang. Aku–““Kakak dapat alamatku dari mana?”“Kamu pernah kasih waktu aku mau kirim makanan.” Iya juga. Gina merutuki dirinya sendiri karena itu. Di dalam memang ada Bi Asih, tapi tetap saja ia merasa tidak nyaman karena bagaimanapun ia sudah bersuami. Terlebih, Endra akan marah besar jika tahu Darren telah menginjakkan kakinya di rumah itu. Tapi Gina pun tak enak jika harus membiarkan tamunya di luar rumah. “Masuk dulu, Kak.”Ajakan itu disambut senyum sumringah oleh bibir tipis Darren. Ia duduk di kursi ruang tamu dan menyimpan bawaannya di atas meja. “Ini ada sedikit bingkisan buat kamu. Nggak yang aneh

  • Inikah Akhir Kisah dari Suami Pilihanku?    Chapter 44 - Ren?

    Siapapun itu, tolong tenggelamkan Gina sekarang juga.Subuh ini, ia baru keluar dari kamar mandi dekat dapur dengan handuk yang melingkar menutupi rambutnya yang basah. Kamar tidurnya tak memiliki kamar mandi dalam seperti kamar di lantai atas, jadi mau tidak mau ia harus menggunakan kamar mandi dekat dapur.Dan tanpa diduga, saat ia keluar dari sana Irma sudah berdiri di dapur dengan segelas air di tangannya. Beberapa detik mereka lalui dengan keheningan, sebelum Irma menyadari sesuatu dan ia tersenyum menggoda ke arah sang menantu.“Duh, si Endra itu kebangetan, ya. Padahal Mama sama Papa lagi nginep di sini.”Wajah Gina memerah karena malu. Ia berniat berpamitan pada Irma untuk segera kembali ke kamar, namun ucapan Irma belum berhenti. “Baru jam 3 loh, Gin. Padahal nanti aja jam 4 biar bisa langsung sholat subuh.”Gina gelagapan, ia sangat malu.“M-mama kenapa udah bangun?” tanyanya untuk mengalihkan pe

  • Inikah Akhir Kisah dari Suami Pilihanku?    Chapter 43 - Semoga Saja

    “Ndra, gue nggak maksud gitu, gue juga nggak tahu kalau Darren bakal –““Iya, memang semuanya salah gue kok, Daf. Lo nggak salah karena yang lo bilang itu memang faktanya.”“Ndra –““Mungkin si Darren nya aja yang terlalu sayang sama Gina sampai dia begitu. Gue nggak nyalahin lo. ini memang salah gue.”Kali ini Daffa diam dan tidak berusaha menyela. Ia merasa sangat bersalah atas kenyataan yang terjadi saat ini. Ia tidak menyangka bahwa Darren akan sejauh itu. Yang ia pikir Darren hanya akan sedikit menggertak Endra untuk memberikan sahabatnya itu pelajaran.“Lagipula ini juga jadi tantangan buat gue. Proyek itu nilainya nggak main-main. Dan kapan lagi ya kan gue dapat kesempatan buat dapatin tender itu?”Kopi hitam pekat itu Endra seruput dengan nikmat. Ia mengedarkan pandangannya pada setiap sudut café untuk menghindari sorotan kecewa di matanya. Bagaimanapun hu

  • Inikah Akhir Kisah dari Suami Pilihanku?    Chapter 42 - Mulai Membaik

    “Secepat itu?” “Iya, secepat itu.” Endra merinding mendengarnya. Sebenarnya apa yang Gina lihat darinya sampai wanita itu merasa demikian? “Perkembangan kasusnya Andika gimana, Mas?” Mungkin Gina malu untuk terus mengungkit masa lalunya ketika mengenal Endra, jadi ia mengalihkan topik pembicaraannya. “Aku belum tahu. Itu udah bukan ranahku lagi.” Kelegaan seketika menghinggapi hati Gina. Jawaban sang suami secara tidak langsung mengatakan bahwa Endra sudah tidak ikut campur lagi dalam masalah Safira yang masih berupaya untuk membebaskan tunangannya. Keheningan melanda mereka sampai tiba-tiba suara tangis Raka terdengar dan membuat keduanya langsung terburu-buru berlari ke kamar Gina. “Kenapa? Digigit nyamuk?” tanya Endra saat Gina menggendong tubuh mungil itu. “Kan udah pakai kelambu, Mas,” jawab Gina aneh. “Kayaknya cuma haus. Popoknya masih kering.” Tanpa ragu Gina mengeluarkan payudaranya untuk menyus

  • Inikah Akhir Kisah dari Suami Pilihanku?    Chapter 41 - Alasan Putus

    Jarum pendek menunjukkan pukul 10 malam ketika Endra baru menapakkan kakinya di ruang tengah. Ia sudah akan beranjak menaiki tangga, namun pemandangan sang istri yang tengah tidur dengan posisi duduk bersandar pada sandaran sofa cukup menyita perhatiannya. Kebiasaan Gina timbul lagi. Wanita itu kembali menunggunya di ruang tengah ketika ia terlambat pulang. Namun kali ini ada yang berbeda dengan apa yang Endra rasakan. Terbesit rasa iba dan tak nyaman ketika ia harus membiarkan tubuh itu untuk tertidur di sana sampai pagi seperti yang biasa ia lakukan. Jadi dengan ragu, Endra menghampiri sang istri, menyimpan tas kerjanya di sofa yang lain dan berjongkok untuk sekadar menatap wajah manis yang tengah terpejam anggun. “Kalau aja hubungan kita dimulai dengan cara yang baik, mungkin nggak akan seperti ini jadinya,” gumamnya dalam hati. Baru saja Endra akan mengangkat tubuh itu, tiba-tiba mata itu terbuka dengan pelan dan mengerjap beberapa saat. Beruntung Endra hanya baru menyentuh ka

  • Inikah Akhir Kisah dari Suami Pilihanku?    Chapter 40 - Misteri Masa Lalu Gina

    “Gina Kairen yang dulunya anak manajemen bisnis?”“Iya, dia seangkatan sama lo.”“Bentar, bentar…” Wanita berkacamata bulat itu mengisyaratkan ia tengah berpikir. “Gina yang mantannya si Haris, kan?”“Haris siapa?”“Eh, bukan, itu cuma gosip. Yang betul itu mantannya si Renan, ya?’“Astaga, siapa lagi si Renan?”“Eh, mantan gebetan maksudnya.” Ia diam lagi. “Gina ini yang pernah pacaran sama Kak Darren, kan?”Endra menghela napas. Sepertinya kisah percintaan sang istri di masa lalu cukup menyita perhatian publik. Ia sendiri kuliah di tempat yang berbeda, jadi wajar saja ia tidak tahu bagaimana Gina saat kuliah dulu.“Iya, yang itu.”“Dulu gue nggak terlalu aktif di kampus, sih, beda sama dia yang cenderung aktif dan gampang akrab sama orang,” ujarnya sambil mengingat masa-masa kuliahn

  • Inikah Akhir Kisah dari Suami Pilihanku?    Chapter 16 - Cuti

    Pagi ini Gina memutuskan untuk kembali memasakkan sarapan untuk Endra terlepas dari sang suami yang sebenarnya tidak meminta. Hanya saja, aneh rasanya jika kebiasaan yang hampir tiga tahun ia lakukan harus tiba-tiba dihentikan.Yang berbeda kali ini adalah Gina tidak menunggu Endra di meja makan, mel

  • Inikah Akhir Kisah dari Suami Pilihanku?    Chapter 2 - Sarapan dan Pernikahan

    “Sarapan dulu, Mas.” Endra yang baru turun dari tangga sama sekali tidak ingin menanggapi tawaran Gina. Lelaki berperawakan tinggi itu hanya melengos dan terus berjalan menuju pintu untuk segera pergi bekerja. Meski sudah terbiasa, terkadang Gina selalu merasa sedih ketika harus kembali makan seo

  • Inikah Akhir Kisah dari Suami Pilihanku?    Chapter 1 - Hanya Bayangan

    Plak! Tamparan keras mendarat di pipi kiri Endra tepat ketika kalimat terakhirnya terucap. “Di mana nurani kamu, Kak?! Di mana letak nurani kamu sampai kamu tega berkata seperti itu pada Kak Gina?!” Itu adiknya. Adik kandung Endra yang masih duduk di bangku kuliah. Anna namanya. Sedari tadi, ia

  • Inikah Akhir Kisah dari Suami Pilihanku?    Prolog

    “Bukan akhiran seperti ini yang aku inginkan, mas. Bukan dengan menandatangani surat seperti ini lalu diakhiri dengan pertemuan di ruang sidang.” “Ini keputusanku dan kamu harus mengikutinya! Dua tahun ini sudah cukup aku menuruti semua keinginan kamu dan orangtuaku. Nggak lagi, Gina. Sudah cukup.

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status