Home / Fantasi / Insinyur Termalas Dari Dunia Lain / Chapter 107 Kembali mengejar

Share

Chapter 107 Kembali mengejar

Author: Shoera_moon
last update Last Updated: 2025-11-14 16:11:59

- DI RUANG KERJA PUTRA MAHKOTA -

Lysander memegang erat laporan yang baru saja diterimanya, jari-jemarinya hampir membuat kertas itu kusut. "Chamomile Kaisar milik Lady Felicity mengalami kelayuan tanpa sebab yang jelas," ucapnya keras-keras. Suaranya rendah, mengandung rasa rindu dan kekhawatiran yang dalam. "Oh, Flick..."

Dia berjalan ke jendela dan memandang taman pribadinya, seolah mencari jawaban di antara hamparan bunga. "Chamomile Kaisar... bunga yang kupilih khusus untuknya. Karena kelopaknya yang putih dan sederhana, tapi memiliki ketahanan dan kekuatan penyembuh yang luar biasa. Persis seperti dia."

Seorang ajudan yang setia berdiri di dekat pintu, memberanikan diri bertanya, "Apakah Yang Mulia sedang mengenang sesuatu?"

Wajah Lysander berbinar dengan kenangan manis yang sekaligus terasa pedih. "Ya. Aku masih ingat betul ekspresinya saat pertama kali kuberikan benih itu. Dia tertawa ringan, lalu berkata, 'Lysander, kau tahu aku tidak pan
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Insinyur Termalas Dari Dunia Lain   Chapter 125 serangan balas dendam

    Disisi lain, Lord Septimus menerima surat dari The Grey Gentleman dengan tangan gemetar. Saat membacanya, wajahnya yang biasanya dingin berubah menjadi merah karena kegembiraan. "Akhirnya! Akhirnya Blackwood akan mendapatkan balasannya!"Dia memanggil kapten pengawalnya. "Siapkan semua pasukan kita. Pilih yang terbaik, yang paling kejam, yang paling tak kenal ampun."Kapten itu terlihat ragu. "Tapi, Yang Mulia, wilayah perbatasan itu,""DIAM!" bentak Septimus, matanya berbinar gila. "The Grey Gentleman sendiri yang mendukung kita! Ini bukan sekadar serangan... ini adalah eksekusi!"Dia berjalan mondar-mandir di ruangan kerjanya, merencanakan setiap detail. "Aku ingin Blackwood terluka tapi tidak mati segera. Aku ingin dia menderita, menyaksikan gadis itu direnggut darinya. Aku ingin..." Dia tersenyum keji. "...dia merasakan setiap detik keputusasaannya."Di markas rahasia Septimus, dia sendiri yang mengawasi persiapan pasukannya. "Kita ak

  • Insinyur Termalas Dari Dunia Lain   Chapter 124 perjalanan lambat

    Perjalanan menuju Biara Saint Aethelstan berlangsung sangat lambat, jauh lebih lambat dari perkiraan semula. Kondisi Felicity yang masih sangat lemah memaksa rombongan untuk berhenti setiap beberapa jam. Kereta khusus yang telah dipersiapkan Marcus dengan bantalan ekstra dan suspensi yang ditingkatkan pun tidak cukup untuk mencegah Felicity dari guncangan setiap kali roda melewati lubang atau batu.Theron mengawasi kecepatan dengan cermat. "Lebih pelan lagi," perintahnya kepada kusir ketika melihat wajah Felicity yang semakin pucat. "Kesehatan Felicity adalah prioritas utama."Lysander, yang lebih sering berada di dalam kereta utama untuk memantau kondisi Felicity, melaporkan pada Theron saat mereka berhenti untuk beristirahat. "Demamnya naik turun, dan dia berkeringat dingin meski udara cukup sejuk. Dokter khawatir ini bukan hanya kelelahan fisik."- DI DALAM KERETA UTAMA -Felicity berbaring di atas tempat tidur yang telah disiapkan khusus, dike

  • Insinyur Termalas Dari Dunia Lain   Chapter 123 Perjalanan dimulai

    Fajar baru saja menyingsing ketika Kediaman Ashworth sudah ramai oleh aktivitas persiapan keberangkatan. Udara pagi yang sejuk disibukkan oleh langkah-langkah cepat dan suara perintah yang terdengar di seluruh pelataran.Theron, dengan mantel riding-nya, berdiri di depan enam pengawal terbaiknya. "Kita akan melalui rute paling aman, tapi tetap waspada. The Shadow Syndicate tahu segalanya tentang kita." Tangannya mengecek setiap tali kekang dan roda kereta khusus yang telah dipersiapkan Marcus. Kereta itu telah dimodifikasi dengan pelat baja tersembunyi dan kompartemen rahasia untuk Felicity.Di serambi utama, Lysander dengan cermat memeriksa kotak obat-obatan bersama dokter pribadi kerajaan. "Pastikan kita membawa cukup laudanum untuk menenangkannya jika mimpi buruk itu kembali," instruksinya pada dokter yang mengangguk patuh. "Dan semua ramuan herbal untuk demamnya."Di kamar atas, Beatrice dengan sigap mengemas pakaian hangat untuk Felicity. "Flick, aku

  • Insinyur Termalas Dari Dunia Lain   chapter 122 keputusan berat

    Kereta kuda Theron akhirnya sampai di depan Kediaman Ashworth yang tampak lebih muram dari biasanya. Bahkan di bawah sinar matahari pagi, estate itu seolah diselimuti aura kegelisahan. Sebelum Theron sempat mengetuk, pintu besar sudah terbuka dan kepala pelayan Ashworth, Higgins, menyambutnya dengan wajah yang dipenuhi kelelahan dan kekhawatiran. "Lord Blackwood," sambut Higgins dengan suara rendah sambil membungkuk hormat. "Aku lega Anda datang. Keadaan Nona Felicity..." Suaranya tercekat. "Bagaimana Felicity?" tanya Theron langsung, melangkah masuk ke hall utama yang terasa dingin. Higgins menghela napas berat. "Tidak baik, Tuan. Mimpi buruknya semakin menjadi. Semalam... semalam dia berteriak sampai suaranya parau." Pelayan tua itu mengusap wajahnya yang lelah. "Tapi Yang Mulia Pangeran Lysander, Keberadaannya sedikit menenangkannya setidaknya dia mau makan sedikit." "Di mana mereka sekarang?" "Di perpusta

  • Insinyur Termalas Dari Dunia Lain   Chapter 121 catatan kecil

    Theron masih terduduk di kursi beludru, pikirannya berkecamuk antara kemarahan dan kebingungan. Kenangan masa kecilnya yang samar-samar tiba-tiba mendapatkan konteks baru—bayangan seorang pria tinggi yang pernah mengajarinya memegang pedang, suara lembut yang membacakan dongeng sebelum tidur, semua itu adalah The Grey Gentleman. "Alexander..." gumamnya, menyentuh medaliion yang diberikan The Grey Gentleman. "Jadi itu sebabnya ayah menghapus nama itu dariku." Dia teringat bagaimana Lord Veridian selalu menolak membahas nama depannya, bersikeras memanggilnya hanya "Theron". Sekarang dia mengerti, itu adalah upaya ayahnya untuk memutus hubungan dengan The Grey Gentleman. Dengan langkah berat, Theron berdiri dan membuka pintu yang sebelumnya tertutup. Yang mengejutkannya, dia tidak menemukan lorong gelap seperti yang dia lewati sebelumnya, melainkan langsung keluar ke taman belakang manor tepat di depan altar keluarga Blackw

  • Insinyur Termalas Dari Dunia Lain   Chapter 120 cinta yg hilang

    Setelah membaca catatan terakhir Lord Veridian, terdengar suara geseran halus dari dinding batu di belakang mereka. Sebuah bagian dinding perlahan bergeser, membuka lorong gelap yang sebelumnya tersembunyi sempurna. Theron dan Marcus saling memandang, napas tertahan."Kita harus masuk," bisik Theron, matanya penuh tekad.Marcus mengangguk, mengeluarkan belati dari balik jaketnya. "Aku akan mengikuti dari belakang, Tuan."Lorong itu sempit dan gelap, hanya diterangi cahaya redup dari ruang arsip di belakang mereka. Theron berjalan perlahan, tangannya menelusuri dinding batu yang dingin."Marcus, kau masih di belakangku?" tanya Theron setelah beberapa menit berjalan.Tidak ada jawaban.Theron berbalik cepat, tapi yang dilihatnya hanyalah kegelapan kosong. "Marcus!"Hanya gema suaranya sendiri yang membalas. Lorong itu tiba-tiba terasa lebih sempit, lebih menyesakkan. Theron menarik napas dalam, berusaha tetap tenang. Dia t

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status