Share

Bab 72

Author: VAD_27
last update publish date: 2026-11-06 20:45:20

Evelyn mengerjap, kepalanya berdenyut keras, nafasnya lemah dengan tubuh menggigil.

Dia merasakan tekanan di dadanya sampai—,

"Ohok-ohok!"

Evelyn terbatuk mengeluarkan seluruh air di dadanya, dia meringis saat dadanya terasa perih dan tenggorokannya tercekat akibat air laut.

Evelyn memeluk tubuhnya sendiri yang menggigil. Dia ingat baru saja jatuh ke laut karena terdorong tentakel raksasa dan Raidne menyelamatkannya.

"Kau baik-baik saja?"

Evelyn sontak menoleh, namun p
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Istri 7 Raja Iblis   Bab 72

    Evelyn mengerjap, kepalanya berdenyut keras, nafasnya lemah dengan tubuh menggigil.Dia merasakan tekanan di dadanya sampai—,"Ohok-ohok!"Evelyn terbatuk mengeluarkan seluruh air di dadanya, dia meringis saat dadanya terasa perih dan tenggorokannya tercekat akibat air laut.Evelyn memeluk tubuhnya sendiri yang menggigil. Dia ingat baru saja jatuh ke laut karena terdorong tentakel raksasa dan Raidne menyelamatkannya."Kau baik-baik saja?"Evelyn sontak menoleh, namun pundaknya merosot dengan sorot netra kecewa saat yang dia temukan bukanlah Raidne."Ka-kau siapa?" Tanya Evelyn lirih.Dia mengedarkan pandangan, dirinya sudah ada di pesisir pantai di pulau yang bahkan tidak diketahui."Aku Balira." Ujar gadis berkulit cokelat dengan rambut pendek segaris dengan kuping.Tubuhnya lebih kecil dari Evelyn dan fitur wajahnya remaja. Nampak lebih muda darinya."Aku tadinya sedang berenang mengumpulkan kerang tapi aku berenang terlalu jauh dan tanp

  • Istri 7 Raja Iblis   Bab 71

    Salim tersentak dengan jantung mencelos saat Evelyn mendorongnya ke samping dengan mengorbankan dirinya sendiri."RATU!"Tubuh Evelyn terdorong dengan kecepatan tinggi dan kekuatan besar saat ujung tentakel raksasa itu menyerang ke arahnya. Tubuh Evelyn melayang melewati kapal sampai,BYUR!Evelyn terjatuh ke lautan."Sialan!" Umpat Dwaki mematahkan tentakel itu, dia ingin berlari mengejar Evelyn namun tentakel itu malah membelitnya.Salim berlari melewatinya untuk menolong Evelyn namun dia melihat Yosi sudah terjun dari kapal untuk menyusul Evelyn.Sementara itu, Evelyn tenggelam ke dasar laut gelap. Pendengaran dibungkam air, nafasnya di rebut dan kesadarannya perlahan menguap dengan rasa sakit di sekujur tubuhnya akibat serangan langsung dari tentakel tadi.Pandangan Evelyn mengabur, dia hanya bisa melihat bias cahaya bulan di kedalaman air sampai perlahan lenyap saat tubuhnya terus tenggelam ke dasar laut gelap.Apa dia akan mati? Tapi, s

  • Istri 7 Raja Iblis   Bab 70

    Rambut hitam legamnya terbang terkena angin kencang, Evelyn mengeratkan jubah tebal yang dia gunakan, berdiri di haluan kapal.Netra Evelyn menyatu bersama gelapnya malam.Dia tidak bisa melihat apapun di kegelapan lautan. Bodohnya, tadi dia pikir bisa kebetulan melihat Raidne memunculkan tubuhnya di laut.Evelyn memutuskan masuk, dia harus berpegangan saat kapal bergoyang beberapa kali.Membuka pintu, dia masuk ke Anjungan, terdapat Salim dan seseorang yang bertugas mengemudikan kapal. Sementara Dwaki membuntutinya di belakang.Saat duduk, Evelyn menemukan satu orang asing."Saya memberi hormat pada Yang Mulia Ratu. Perkenalkan saya Jendral Pertahanan Angkatan Laut, Yosi.""Iya. Salam kenal, Yosi. Terimakasih karena sudah ikut dengan membawa anak buahmu untuk melindungi kami malam ini." Ujar Evelyn melempar senyum sopan.Pria berbadan besar itu mengangguk tegas. Banyak bekas luka di wajahnya. Sorot netranya tegas dan dagunya terangkat berwibawa. Suar

  • Istri 7 Raja Iblis   Bab 69

    Evelyn membeku, jantungnya berdegup kencang dalam artian buruk. Tenggorokannya tercekat dan lidahnya kelu. Namun dia memaksakan bertanya dengan nada gemetar."Apa maksudmu?" Tanya Evelyn.Sedangkan Ariel melempar senyum ringan. "Itu maksudnya.""Darimana kau mengenal Raidne?" Tanya Evelyn, dia bahkan lupa harus memanggil dengan "Raja".Ariel mengarahkan telunjuknya ke depan bibir sambil mengedikan sebelah netra."Rahasia." Ujarnya ringan yang membuat pundak Evelyn memberat."Kau haus tidak? Aku akan beli minum untuk kita berdua." Tawar Ariel bergegas pergi.Meninggalkan Evelyn yang bergeming dengan tatapan kosong."Anda tidak apa-apa, Ratu? Ada apa?" Tanya Dwaki yang baru saja mendekat.Dia khawatir saat menangkap raut wajah Evelyn."Dwaki." Panggil Evelyn tanpa menoleh."Ada apa Ratu?""Apa boleh jika aku bilang pada Ariel bahwa aku istri Raidne?" Tanya Evelyn membuat Dwaki terkejut."Eh? Tapi Ratu—,""Aku mengerti. Pasti tida

  • Istri 7 Raja Iblis   Bab 68

    Mata Evelyn membelalak dengan jantung bergemuruh. Tubuhnya membeku saat Raidne melepaskan ciuman dan menjauhkan wajahnya."Tu-tunggu!" Ujar Evelyn gugup sambil mendorong dadanya."Apa ini adalah penyelamatan untuk menambah oksigen agar aku bisa bernafas di air lagi?" Tanya Evelyn.Dia ingin memastikan agar tidak terlalu percaya diri dan agar tidak ada salah paham.Raidne menggeleng sebelum membuang wajahnya yang memerah."Bu-bukan. Ma-maaf melakukannya tanpa izinmu.""Hah?" Gumam Evelyn mengerjap, otaknya blank."Ak-aku mencintaimu, Evelyn. Entah itu dulu dan se-sekarang pun begitu. Ma-maaf aku membuatmu bingung dengan menyuruh menjauhi temanmu kemarin." Ujar Raidne membuat Evelyn tertegun dengan hati bergetar.Netra Evelyn mengerjap pelan dengan sorot berbinar menatap lurus pada Raidne yang membuang muka dengan ujung telinga memerah.Dia pikir Raidne adalah orang pendiam yang jarang bicara, sepertinya Evelyn salah. Raidne hanya malu dan sulit men

  • Istri 7 Raja Iblis   Bab 67

    "Aku sudah menduga kau akan diam di sini." Raidne yang tengah berdiri di samping kolam jadi menoleh. Salim tengah memasuki kawasan tamannya dengan ekspresi wajah senang. "Ke-kenapa kau?" Tanya Raidne, alisnya sedikit terangkat. Raut wajahnya tanpa ekspresi dan nada bicaranya agak dingin. Suasana hati Raidne sedang buruk setelah perdebatannya dengan Evelyn barusan. "Kenapa kau berlagak misterius di depan Ratu? Itu tidak keren sama sekali." Komentar Salim menahan tawanya. "Ka-kau menguping?" Tanya Raidne mengernyitkan kening, merasa terganggu. Salim jadi menggeleng, "tidak Yang Mulia. Saya hanya lewat dan tidak sengaja mendengar perdebatan anda yang maha dahsyat itu." Raidne menipiskan bibir saat Salim tertawa setelah mengejeknya. "A-aku bukan berlagak misterius." Tukas Raidne kembali menghadap kolam di depannya. Hanya saja, rasanya sulit memberitahu Evelyn apa yang dia pikirkan. Terlebih lagi, R

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status