Home / Romansa / Istri Galak Sang Presdir / Bab 69. Menjalankan Rencana

Share

Bab 69. Menjalankan Rencana

Author: Laut
last update publish date: 2026-09-19 19:50:46

“Apa kamu tahu soal Sophia yang melabrakku?” tanyanya.

Barney tidak langsung menjawab, dia hanya menatap lekat-lekat wajah Felicia.

“Bukan cuma soal Sophia, Fel. Angelina juga datang ke ruanganku tadi siang,” ungkap Barney lirih, suaranya terdengar berat menahan dongkol yang tersisa.

“Ah iya, dia tadi juga ke ruanganku bersama Sophia!” seru Felicia dengan mata membelalak.

Barney mengerutkan dahinya. “Untuk apa mereka menemui kamu?”

Felicia mengangkat bahunya sedikit. “Aku juga nggak tahu. Mere
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Istri Galak Sang Presdir   Bab 70. Langkah Senyap Seorang Pembenci

    ‘Cepat, So. Kamu harus bisa!’ Sophia memberi semangat pada dirinya sendiri dalam hati.Fokus utama Sophia hari ini terbagi dua. Separuh otaknya menyelesaikan revisi laporan rutin, sementara separuh lainnya, yang jauh lebih waspada, sedang mencari celah di dalam peladen internal perusahaan. Matanya sesekali melirik ke arah lorong, memastikan tidak ada orang yang berdiri di belakang kursinya. Targetnya hari ini adalah menyalin data laporan keuangan proyek kuartal terakhir dan daftar vendor utama yang menjadi tulang punggung produksi Mom's Creative. Data-data sensitif inilah yang kemarin sore dibicarakan oleh dua bekingannya sebagai peluru pertama untuk merongrong bisnis Mom’s Creative.“Heh, serius amat, So. Awas itu mata jangan melotot terus, nanti copot ke keyboard baru tahu rasa,” seloroh Robert yang lewat dan menengok di pintu sambil membawa segelas es kopi cappucino.Sophia tersentak kecil, buru-buru menekan tombol Alt+Tab untuk menyembunyikan jendela folder rahasia yang baru sa

  • Istri Galak Sang Presdir   Bab 69. Menjalankan Rencana

    “Apa kamu tahu soal Sophia yang melabrakku?” tanyanya.Barney tidak langsung menjawab, dia hanya menatap lekat-lekat wajah Felicia.“Bukan cuma soal Sophia, Fel. Angelina juga datang ke ruanganku tadi siang,” ungkap Barney lirih, suaranya terdengar berat menahan dongkol yang tersisa.“Ah iya, dia tadi juga ke ruanganku bersama Sophia!” seru Felicia dengan mata membelalak. Barney mengerutkan dahinya. “Untuk apa mereka menemui kamu?”Felicia mengangkat bahunya sedikit. “Aku juga nggak tahu. Mereka tak bicara apapun.” Suasana dalam mobil terasa hening. Mereka berdua tenggelam dalam pikiran masing-masing. Perlahan, Barney menyalakan mesin mobil dan menjalankannya perlahan. Selama perjalanan mereka berdua lebih banyak diam. Hingga mobil memasuki area parkir. “Ayo turun, Fel. Masih betah tinggal di sini?” tanya Barney memecah lamunan Felicia. “Eh, udah nyampe, ya. Hihi.” Felicia segera membuka pintu mobil dan turun bersamaan dengan Barney.“Ah sampai juga. Lega rasanya. Emang rumah a

  • Istri Galak Sang Presdir   Bab 68. Aliansi Para Pembenci

    Sore merambat pelan. Mengantar para karyawan pada jam pulang. Sophia berjalan setengah berlari meninggalkan area kantor dengan perasaan kesal.‘Dasar perempuan rendahan. Tambah muak aku melihatnya!’ geram Sophia dalam hati.“So, pulang bareng yuk!” sapa salah seorang rekannya.Namun, Sophia mengabaikan beberapa rekan kerja yang menyapanya di lobi dan langsung menuju mobilnya di area parkir basemen. “Sial! Sial! Kenapa bisa seperti ini. Kenapa mesti dia yang berhasil!” geramnya.Di dalam kendaraan yang tertutup rapat, dia meluapkan seluruh emosinya dengan memukul setir berulang kali hingga tangannya memar.Deert! Ponsel di dalam tasnya bergetar berulang kali, menampilkan nomor tidak dikenal yang terus mendesak untuk diangkat. Dengan napas yang masih memburu dan wajah yang kusam, Sophia akhirnya menekan tombol hijau dengan kesal.“Halo?” jawabnya sedikit kasar.“Hai. Kamu Sophia?” tanya suara dari sana.Huh!Sophia mendengkus kesal. “Iya, kenapa?”“Ini Angelina. Kamu sedang kesal?”

  • Istri Galak Sang Presdir   Bab 67. Cemilan Sore.

    Angelina tak langsung pulang. Dia singgah di kafe ternama yang memiliki bentuk bangunan estetik.Wanita itu mengambil ponsel dan menekan satu nama dalam kontaknya. “Aku ada di Labierine kafe, apa bisa ketemu sekarang?” tanyanya.Tak lama kemudian seorang model cantik berjalan anggun memasuki kafe itu.Suara dentingan gelas kristal beradu pelan di dalam ruangan privat.Angelina menyesap anggurnya dengan elegan, meskipun gurat kekesalan di wajahnya tidak bisa disembunyikan sepenuhnya dari hadapan Gea. Di seberang meja, Gea mendengarkan dengan saksama, menopang dagunya dengan senyum misterius yang terus mengembang sejak Angelina mulai bercerita. Rencana besar yang mereka susun di kafe waktu itu mendadak mendapatkan angin segar dari arah yang tidak terduga.Angelina meletakkan gelasnya sedikit menghentak, mengingat kembali penolakan Barney yang begitu melukai harga dirinya. Namun, kilat matanya berubah licik saat ia mulai membicarakan kartu as baru yang baru saja didapatkan di koridor

  • Istri Galak Sang Presdir   Bab 66. Hati yang Semakin Bergolak.

    Tatapan dingin wanita cantik itu membuat lutut Sophia sedikit tremor.“M–maaf, maaf saya tidak sengaja,” kata Sophia terbata.Wanita cantik itu membelalak kesal.“Dasar karyawan rendahan! Kalau jalan pakai mata!” semprotnya.“I–iya, Ms.” Sophia menganggukkan kepala tanpa berani menatapnya. Wanita cantik itu melanjutkan langkahnya menuju ke ruang utama.Dua sekretaris yang duduk di depan pintu berdiri dan menganggukkan kepala. Klek!Pintu terbuka dan ditutup perlahan. Barney yang duduk memandang laptopnya langsung menengok ke arah pintu. ‘Angelina?’ “Halo, Sayang. Nih aku bawakan makanan kesukaanmu,” kata Angelina sembari berjalan mendekat ke meja.Dia duduk di sofa dan meletakkan beberapa kotak makanan di atas meja.“Untuk apa kamu datang kemari?” tanya Barney datar.Angelina tersenyum manis. “Tentu saja aku datang untuk menjengukmu.” Barney mengembuskan napas panjang. “Aku kerja dan tak perlu kamu repot-repot datang kemari.”Angelina menyimpan rasa dongkolnya baik-baik. Dia masi

  • Istri Galak Sang Presdir   Bab 65. Amarah Sophia.

    Keheningan yang mencekik mendadak menguasai ruangan Divisi Tim Satu. Felicia masih memegangi dadanya, terbatuk kecil karena tersedak air mineral yang baru saja diteguknya. Di ambang pintu yang terbuka lebar, berdiri Sophia dengan napas memburu dan tatapan mata yang seolah siap menguliti siapa saja di depannya. Wajahnya merah padam menahan amarah yang sudah mencapai ubun-ubun.Semua mata tertuju pada Sophia, yang kini melangkah masuk dengan angkuh, mengabaikan tatapan bingung orang-orang yang ada di sana.Atmosfer di dalam ruangan seketika berubah menjadi medan perang yang dingin dan menegangkan.“Hebat ya, baru menang proyek kecil aja serombongan sudah bersikap seperti pemenang tender internasional!” sindir Sophia, suaranya melengking tajam dengan nada merendahkan.Felicia meletakkan botol airnya perlahan, berusaha menstabilkan detak jantungnya yang berpacu cepat akibat syok. “Maksudmu apa, Sophia? Kalau ada masalah pekerjaan, kita bisa bicarakan baik-baik tanpa perlu merusak fasil

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status