Home / Romansa / Istri Kecil Tuan Presdir / Bab 21 - Manusia Atau Bidadari?

Share

Bab 21 - Manusia Atau Bidadari?

last update Last Updated: 2026-01-22 09:30:14

“Kamu sudah bangun?” tanya seseorang sembari berjalan ke arah Alya dengan membawa segelas air putih di tangannya.

“Hah? Iya,” jawab Alya dengan gagu, ia juga merasa kecewa karena ternyata pemilik apartemen itu tidak pergi ke mana-mana seperti yang diharapkannya.

“Ini, minum dulu!” pinta Yudha sambil menyodorkan gelas pada Alya.

“Om nggak ke kantor hari ini?” tanya Alya sembari meraih gelas dari tangan suaminya.

“Saya tidak perlu ke kantor,” jawab Yudha dengan nada ketus, pria itu lagi-lagi merasa kesal saat mendengar wanita yang sudah menjadi istrinya masih saja memanggilnya dengan sebutan om.

‘Dia kenapa, sih? Sewot amat jawabannya,’ batin Alya sambil menatap sekilas ke arah laki-laki bertubuh jangkung di hadapannya.

Yudha tampak menarik napas panjang sambil menatap Alya, lalu mendudukkan dirinya di sofa. “Nanti malam ikut saya pergi ke acara jamuan,” ucapnya.

“Nggak bisa!” jawab Alya dengan cepat, “saya juga ada urusan nanti malam,” lanjutnya.

“Urusan? Memangnya kamu punya urusa
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Istri Kecil Tuan Presdir   Bab 22 - Memperkenalkan Sang Pewaris

    Kejadian yang sangat langka itu tidak hanya disaksikan oleh Reno seorang, Tuan Mahendra dan istrinya yang kebetulan baru sampai di tempat itu pun sudah melihatnya. Sama seperti Reno, mereka berdua juga tak kuasa menahan tawa. “Astaga, Pa. Itu beneran Yudha kita?” tanya Nyonya Indriana yang sedari tadi terus mengamati putranya.“Papa juga merasa kurang yakin,” jawab Tuan Mahendra sambil tersenyum. “Sudahlah. Ayo, kita hampiri mereka,” ujar Nyonya Indriana sambil menggandeng tangan suaminya. “Pak Bos, Tuan Besar dan Nyonya juga sudah sampai.” Reno mengarahkan pandangannya pada pasangan suami istrinya yang sedang berjalan ke arah mereka. Yudha pun memutar badannya, kemudian tersenyum ramah menyambut kedua orang tuanya. “Pa, Ma.” Yudha langsung memeluk ibunya dengan erat. “Kalian juga baru sampai?” tanya Nyonya Indriana sambil melerai pelukannya, kemudian tatapannya tertuju pada wanita muda nan cantik yang berdiri di hadapannya, “Alya, kamu cantik banget! Benar-benar cantik,” pujiny

  • Istri Kecil Tuan Presdir   Bab 21 - Manusia Atau Bidadari?

    “Kamu sudah bangun?” tanya seseorang sembari berjalan ke arah Alya dengan membawa segelas air putih di tangannya.“Hah? Iya,” jawab Alya dengan gagu, ia juga merasa kecewa karena ternyata pemilik apartemen itu tidak pergi ke mana-mana seperti yang diharapkannya.“Ini, minum dulu!” pinta Yudha sambil menyodorkan gelas pada Alya.“Om nggak ke kantor hari ini?” tanya Alya sembari meraih gelas dari tangan suaminya. “Saya tidak perlu ke kantor,” jawab Yudha dengan nada ketus, pria itu lagi-lagi merasa kesal saat mendengar wanita yang sudah menjadi istrinya masih saja memanggilnya dengan sebutan om. ‘Dia kenapa, sih? Sewot amat jawabannya,’ batin Alya sambil menatap sekilas ke arah laki-laki bertubuh jangkung di hadapannya. Yudha tampak menarik napas panjang sambil menatap Alya, lalu mendudukkan dirinya di sofa. “Nanti malam ikut saya pergi ke acara jamuan,” ucapnya. “Nggak bisa!” jawab Alya dengan cepat, “saya juga ada urusan nanti malam,” lanjutnya.“Urusan? Memangnya kamu punya urusa

  • Istri Kecil Tuan Presdir   Bab 20 - Saya Bukan Perempuan Jalang

    Melihat kakak sepupunya kesakitan akibat ditampar oleh sang ibu, Desi bukannya merasa iba, gadis itu justru tersenyum puas. “Makanya kalau bicara sama orang tua itu yang sopan, Mbak,” kata Desi seraya menatap Alya dengan tatapan sinis. “Kalian akan membayar mahal atas apa yang kalian lakukan padaku,” ucap Alya sambil memegang pipinya yang terasa panas. “Hahahaha ….” Ratih malah tertawa mendengar ucapan Alya. “Memangnya apa yang bisa dilakukan oleh anak ingusan sepertimu, Alya Namira Atmadja? Apa, hah?” sentaknya sambil menjambak rambut Alya dengan kuat. “Akh, sakit. Lepasin, Tante!” pinta Alya sambil mencengkram pergelangan tangan Ratih, lalu mendorong tubuh wanita itu dengan sekuat tenaga. “Mama …!” Desi berteriak melihat ibunya didorong oleh Alya. Saat ibu dan anak itu sedang lengah, Alya langsung bergegas ke kamarnya untuk mengambil pakaian dan barang-barang penting lainnya. “Des, telepon Papa! Cepat!” perintah Ratih pada putrinya. “Iya, Ma.” Dengan sigap Desi mengam

  • Istri Kecil Tuan Presdir   Bab 19 - Pulang Ke Rumah

    “Tentu saja dari pemilik perusahaan itu sendiri,” jawab Yudha dengan santai. Alya yang penasaran langsung membaca apa yang tertulis pada selembar kertas yang ada di tangannya. Seketika itu pula matanya langsung membulat sempurna melihat tulisan tangan seseorang yang ada pada kertas itu. “I-ini,” ucap Alya dengan mata berkaca-kaca. Yudha mengangguk seraya tersenyum lembut. “Iya, kamu pasti sudah kenal dengan tulisan tangan itu.” Alya tidak bisa berkata-kata, ia benar-benar terharu melihat tulisan tangan almarhum ayahnya. Rasa rindu terhadap sang ayah sedikit terobati setelah melihat hasil goresan tangannya. “Papa, apa yang sebenarnya Papa sembunyikan dari Al?” Alya bergumam sambil mendekap selembar kertas yang terdapat tulisan tangan almarhum ayahnya. Alya benar-benar tidak tahu seperti apa hubungan almarhum ayahnya dengan keluarga Kusuma. Ia bahkan baru mengetahui siapa Yudha sebenarnya setelah menikah dengan laki-laki itu. Sejak ayah dan ibunya masih hidup hingga mereka berdua

  • Istri Kecil Tuan Presdir   Bab 18 - Pemilik Laluna Enterprise

    Merasa tidak tenang dengan kepergian Alya yang terburu-buru, Pak Didi pun bergegas keluar dari ruangannya untuk menyusul wanita itu. Semua karyawan Laluna Enterprise merasa penasaran apa yang terjadi antara direktur perusahaan dengan karyawan baru itu, tetapi mereka tidak punya keberanian hanya untuk sekedar mengajukan pertanyaan. Bahkan, termasuk Amanda selaku orang yang cukup berpengaruh di perusahaan itu. Ia sendiri hanya bisa diam saat melihat Alya keluar dari ruangan direktur dan bergegas pergi meninggalkan perusahaan tanpa berbicara apapun padanya. “Bu Amanda, apa yang terjadi? Kenapa anak baru itu pergi terburu-buru?” salah satu karyawan akhirnya memberanikan diri untuk bertanya setelah memastikan direktur perusahaan sudah tidak bisa mendengarnya. “Saya juga tidak tahu,” jawab Amanda sembari berlalu meninggalkan salah satu rekan kerjanya. Karena ia memang tidak tahu menahu apa yang terjadi pada Alya dan pimpinan perusahaan tempatnya bekerja. Sementara Alya sampai di parkir

  • Istri Kecil Tuan Presdir   Bab 17 - Dipecat

    “Sekarang Mama sudah tenang setelah mengetahui latar belakang istrimu, tapi Mama belum puas sebelum kamu mengumumkan ke publik tentang pernikahanmu. Kapan kamu akan mengadakan konferensi pers dan memperkenalkan istri kamu kepada semua orang?” tanya Nyonya Indriana. “Jangan, Ma. Yudha belum bisa melakukan itu, belum untuk sekarang.” Yudha langsung menolak permintaan ibunya. “Kenapa, Yudha? Bukankah sekarang semuanya sudah jelas? ” tanya Tuan Mahendra sambil membuka kacamatanya. “Iya, tapi masalahnya tidak sesimpel itu, Pa. Sebelum menikah, kami sudah membuat kesepakatan. Alya tidak ingin ada yang tahu kalau dia sudah menikah sebelum dia berhasil mengambil alih perusahaan keluarganya yang saat ini sudah dikuasai oleh Pak Pandu,” ujar Yudha. “Oh, iya. Pandu itu adik sepupunya Regina, ‘kan?” tanya Nyonya Indriana. “Iya, Ma. Dia juga yang merupakan dalang dibalik kecelakaan yang dialami Om Frans bersama Nyonya Regina,” ungkap Yudha. Sontak saja apa yang disampaikannya membuat Tuan Mah

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status