공유

Kepergok

작가: Quora_youtixs
last update 게시일: 2024-05-23 21:02:59

Ferdi terduduk di toilet, meratapi nasibnya yang malang. Dia harus menanggung rasa sakit dan malu akibat ambeien yang dia dapatkan.

Hingga beberapa menit lamanya Ferdi masih berusaha untuk maju dan merangkak ke atas ranjang. Namun usahanya sia-sia, pantatnya semakin bertambah sakit. Ferdi mulai ketakutan dengan kondisi ini, dia mencoba mencari tahu di internet soal penyakit.

Sementara Kiara yang di atas ranjang, kesadarannya mulai pulih. Tubuhnya mulai bergerak tangan meraba ke sekitar ranjang.
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터
댓글 (3)
goodnovel comment avatar
Inano Alnis Alfarizi
jadi esmosi aku bacanya. Ferdi menyebalkan, sementara Kiara rasa mau aq jitak palanya biar pintar, stelah kejadian ini coba jauhin ferdi
goodnovel comment avatar
Hanny Abbarlah
jadi cew pintaran dikit dong Kiara, kelewat bodoh
goodnovel comment avatar
Pena Ilusi
Keren kakak otor, semangat
댓글 더 보기

최신 챕터

  • Istri Kedua Majikan Arogan   69. TAMAT

    Hari demi hari berlalu, namun kondisi Damar tak menunjukkan perbaikan berarti. Sementara itu, tekanan terhadap Andra semakin menggila. Rekening pribadi dibekukan. Aset-aset disita sementara. Beberapa klien besar memutus kontrak. Puluhan karyawan terancam kehilangan pekerjaan.Andra menjalankan rencana terakhir dengan bersedia memilih Mimi dan tinggal bersamanya. Kiara yang tidak mengetahui rencana suaminya sangat kecewa hingga terjadi pendarahan dan dilarikan ke rumah sakit. Tapi ia yakin bahwa Andra mempunyai rencana untuk masa depan mereka. Meski dengan penyesalan tetapi Andra yakin bahwa rencananya akan berhasil. “Apa bapak tega dengan Nyonya muda?” tanya asistennya. “Harus. Kalau rencana ini bocor aku bakal kehilangan semuanya termasuk Kiara. Aku janji tidak akan menceraikannya dan akan cerita setelah semuanya berhasil.” Sementara Mimi kini sangat tenang setelah Andra sehari-hari bersamanya. Mereka mulai hidup seperti awal pernikahan dulu, taka da Kiara di dalamnya. “Mas, apa

  • Istri Kedua Majikan Arogan   68. Sabotase

    “Pak Andra? Kami dari IGD Rumah Sakit Cendana. Saudara Damar mengalami kecelakaan berat. Kondisinya kritis. Mohon segera datang.”Dunia Andra seakan runtuh dalam sekejap. Kaki-kakinya melemas. Ponsel nyaris terlepas dari genggamannya.“Apa?” bisiknya parau.Tanpa menunggu penjelasana anak buahnya, Andra langsung ke mobilnya, dan melaju secepat mungkin ke rumah sakit. Di sepanjang perjalanan, pikirannya berkecamuk. Damar—satu-satunya saksi kunci—mengalami kecelakaan di saat paling genting.“Kayaknya ada sabotase, Pak.” Asisten Andra melihat kegelisahan Tuannya. “Tentu. Terlalu kebetulan. Aku yakin ini memang sabotase. Cepatlah!” “Baik, Pak.”Mobil melaju dengan kencang. Tak hiaraukan teriakan dari pengendara lain yang mereka lewati. Dalam waktu beberapa menit tiba di Rumah sakit langsung menuju IGD. Di IGD, bau antiseptik bercampur dengan suara langkah cepat para perawat. Andra menemukan Damar terbaring tak sadarkan diri, tubuhnya penuh alat medis. Wajah sahabatnya pucat, dengan lu

  • Istri Kedua Majikan Arogan   67. Rencana

    Andra merasa benar-benar tersudut. Dalam beberapa hari belakangan, perusahaannya goyah, nyaris limbung, akibat sering ia tinggalkan demi mengurus konflik rumah tangga yang tak berkesudahan. Rapat-rapat penting terlewat, keputusan strategis tertunda, dan kepercayaan investor mulai mengendur. Kini, di tengah badai itu, ancaman kehilangan seluruh aset membuat napasnya terasa sesak.Kiara menarik tangan Andra, memaksanya duduk. “Tenang,” ucapnya, meski suaranya sendiri bergetar. “Kita cari jalan. Kita harus berpikir jernih. Kalau aset itu benar-benar jatuh ke tangan Mimi, masa depan kita… dan anak kita…” Kalimatnya terhenti. Tangannya refleks mengusap perutnya yang mulai membesar.Kata anak membuat dada Andra terasa diremas. Ia menatap Kiara lama, matanya berkaca-kaca. “Aku tidak boleh gagal,” gumamnya. “Aku tidak boleh membiarkan kalian hidup dalam ketidakpastian.”Pengacara yang duduk di seberang mereka menautkan jari, menatap Andra serius. “Tuan Andra, kita masih punya beberapa opsi. T

  • Istri Kedua Majikan Arogan   66. Sita Aset

    Hujan deras mengguyur kota, seakan ikut merasakan kegelisahan yang menyelimuti hati Andra. Ia baru saja berbincang dengan Kiara, membicarakan perkembangan kasus perceraiannya dengan Mimi. Sekarang berdiri dari balik pintu kaca seorang pengacara yang tadi di telpon. Tamatlah riwayatnya, seluruh hartanya habis. “Dia …” kata Andra dengan hati berdebar. Kedatangan pengacaranya membuat Andra terkejut. Tidak biasanya pengacara datang tanpa memberitahu terlebih dahulu. Terlebih beberapa saat lalu Andra masih telponan dengan pengacaranya dan mengatakan penangguhan waktu untuk sita aset. ."Siapa, ya?" tanya Kiara, suaranya sedikit gemetar menoleh kepada suaminya. Dengan isyarat Andra menyuruh Kiara untuk tetap duduk. Andra mengernyitkan dahi. Dengan langkah ragu, ia segera menuju pintu kaca dan membukanya. "Tidak mungkin," gumam Andra dalam hati. Ia baru saja berbicara dengan pengacaranya melalui telepon beberapa menit yang lalu. Kenapa pengacaranya datang ke sini sekarang? Dengan perasaa

  • Istri Kedua Majikan Arogan   Kedatangan Tamu tak terduga

    Setelah beberapa saat berpelukan, Andra dan Kiara duduk di sofa. Mereka mulai berbincang-bincang tentang masalah yang mereka hadapi. Kiara mendengarkan dengan seksama semua keluhan Andra. Ia memberikan semangat dan dukungan penuh pada suaminya.Mata Kiara bertemu dengan tatapan penuh harap Andra. Ia mengulurkan tangannya, menggenggam jemari suaminya erat."Aku yakin kita bisa melewati semua ini bersama-sama, Mas," ujarnya lembut, suaranya bagai belali yang menenangkan. "Kita harus tetap kuat dan saling mendukung."Andra mengangguk pelan. Ia merasa sangat beruntung memiliki istri seperti Kiara. Di tengah badai kehidupan yang sedang mereka hadapi, kehadiran Kiara bagaikan oase di tengah gurun. Namun, kekhawatiran masih menghantui pikirannya."Aku tahu, Sayang," jawabnya, "Tapi aku khawatir kalau Mimi akan melakukan hal-hal yang tidak terduga. Dia tidak akan menyerah begitu saja."Kiara tersenyum pahit. Ia pun merasakan kegelisahan yang sama. "Aku juga khawatir," akunya, "Tapi kita tidak

  • Istri Kedua Majikan Arogan   Kekesalan Andra

    Andra merasa detak jantungnya semakin cepat saat dia mencoba membujuk Mimi. Darah mengalir dari luka di tangan Mimi, dan perban yang Andra pasang terlihat kurang rapi.“Mimi,” bisik Andra, “kita harus segera ke klinik. Lukamu perlu diperiksa lebih lanjut.”Mimi menatap Andra dengan mata yang penuh ketakutan, tapi akhirnya mengangguk setuju. Mereka berdua berjalan pelan menuju mobil, Andra memastikan Mimi tetap tenang. Di dalam hati, Andra berdoa agar luka Mimi tidak terinfeksi.Mimi memandang Kiara dengan mata tajam, senyumnya menyiratkan kepuasan. Andra merasa jantungnya berdebar.“Kiara,” ucap Andra dengan suara bergetar, “aku akan mengantar Mimi ke klinik. Tapi setelah itu, kita harus bicara.” Kiara hanya mengangguk, dan Andra membantu Mimi berdiri.Mereka berdua keluar dari rumah, Andra memandang Kiara dengan ketegangan. Mimi berhasil membuat Andra meninggalkan Kiara sendirian. Ia merasa puas dengan keberhasilannya. Dengan begitu, ia bisa lebih leluasa untuk menjalankan rencana jah

  • Istri Kedua Majikan Arogan   Panggilan Yang Mencurigakan

    “Ah, kenapa semua jadi rumit seperti? Bukannya Mimi yang sejak awal mendukung pernikahan ini? Mengapa dia bersikap buruk pada Kiara kalau hanya ingin anak saja. Aku sendiri mengapa tidak tega, setiap kali Mimi berbuat kasar dengan gadis itu?”“Ada apa dengan diriku? Mungkinkah ini yang dirasakan oleh

  • Istri Kedua Majikan Arogan   Dilema Seorang Andra

    Ferdi tertawa keras di ruang tamu. Meski kondisi tubuh tidak sehat akibat terjatuh dari ranjang hotel. Penyakit yang diderita seakan lenyap dengan bunyi transfer uang yang masuk ke rekeningnya. Semakin lama jumlah saldo nominalnya semakin bertambah banyak. Rendi yang menyaksikan sikap Ferdi yang sem

  • Istri Kedua Majikan Arogan   Penculikan Terencana

    Tetapi tangan nenek tersebut menarik Kiara hingga membuatnya terkejut. Seketika Kiara berjongkok dan menatap wajah yang nenek yang sudah keriput. Hatinya tersentuh melihat tangan nenek yang kasar. Teringat dia dan kedua orang tuanya dulu yang tertatih mengais uang untuk sekedar makan.“Nenek kenapa,

  • Istri Kedua Majikan Arogan   Siapa Nenek?

    Di rumah Andra saat ini sedang sepi. Andra pulang bersama dengan Mimi dinihari. Mimi masih tergolek di atas ranjang dalam posisi berpelukan. Suara alarm yang berkali-kali berbunyi tidak mereka perdulikan.Suara gedoran di pintu membuat pria yang masih mengenakan pakaian casual itu terbangun. Setelah

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status