LOGINKiara bekerja di rumah keluarga Andra, seorang CEO tampan, untuk melunasi hutang keluarganya. Namun siapa sangka, kepolosan Kiara menarik Andra yang sudah memiliki istri? Parahnya lagi, istri pertama Andra bahkan setuju bila Kiara menikahi Andra asal gadis itu melahirkan keturunan--sesuatu yang tak bisa dilakukannya. Lantas, bagaimana nasib Kiara selanjutnya?
View MoreHari demi hari berlalu, namun kondisi Damar tak menunjukkan perbaikan berarti. Sementara itu, tekanan terhadap Andra semakin menggila. Rekening pribadi dibekukan. Aset-aset disita sementara. Beberapa klien besar memutus kontrak. Puluhan karyawan terancam kehilangan pekerjaan.Andra menjalankan rencana terakhir dengan bersedia memilih Mimi dan tinggal bersamanya. Kiara yang tidak mengetahui rencana suaminya sangat kecewa hingga terjadi pendarahan dan dilarikan ke rumah sakit. Tapi ia yakin bahwa Andra mempunyai rencana untuk masa depan mereka. Meski dengan penyesalan tetapi Andra yakin bahwa rencananya akan berhasil. “Apa bapak tega dengan Nyonya muda?” tanya asistennya. “Harus. Kalau rencana ini bocor aku bakal kehilangan semuanya termasuk Kiara. Aku janji tidak akan menceraikannya dan akan cerita setelah semuanya berhasil.” Sementara Mimi kini sangat tenang setelah Andra sehari-hari bersamanya. Mereka mulai hidup seperti awal pernikahan dulu, taka da Kiara di dalamnya. “Mas, apa
“Pak Andra? Kami dari IGD Rumah Sakit Cendana. Saudara Damar mengalami kecelakaan berat. Kondisinya kritis. Mohon segera datang.”Dunia Andra seakan runtuh dalam sekejap. Kaki-kakinya melemas. Ponsel nyaris terlepas dari genggamannya.“Apa?” bisiknya parau.Tanpa menunggu penjelasana anak buahnya, Andra langsung ke mobilnya, dan melaju secepat mungkin ke rumah sakit. Di sepanjang perjalanan, pikirannya berkecamuk. Damar—satu-satunya saksi kunci—mengalami kecelakaan di saat paling genting.“Kayaknya ada sabotase, Pak.” Asisten Andra melihat kegelisahan Tuannya. “Tentu. Terlalu kebetulan. Aku yakin ini memang sabotase. Cepatlah!” “Baik, Pak.”Mobil melaju dengan kencang. Tak hiaraukan teriakan dari pengendara lain yang mereka lewati. Dalam waktu beberapa menit tiba di Rumah sakit langsung menuju IGD. Di IGD, bau antiseptik bercampur dengan suara langkah cepat para perawat. Andra menemukan Damar terbaring tak sadarkan diri, tubuhnya penuh alat medis. Wajah sahabatnya pucat, dengan lu
Andra merasa benar-benar tersudut. Dalam beberapa hari belakangan, perusahaannya goyah, nyaris limbung, akibat sering ia tinggalkan demi mengurus konflik rumah tangga yang tak berkesudahan. Rapat-rapat penting terlewat, keputusan strategis tertunda, dan kepercayaan investor mulai mengendur. Kini, di tengah badai itu, ancaman kehilangan seluruh aset membuat napasnya terasa sesak.Kiara menarik tangan Andra, memaksanya duduk. “Tenang,” ucapnya, meski suaranya sendiri bergetar. “Kita cari jalan. Kita harus berpikir jernih. Kalau aset itu benar-benar jatuh ke tangan Mimi, masa depan kita… dan anak kita…” Kalimatnya terhenti. Tangannya refleks mengusap perutnya yang mulai membesar.Kata anak membuat dada Andra terasa diremas. Ia menatap Kiara lama, matanya berkaca-kaca. “Aku tidak boleh gagal,” gumamnya. “Aku tidak boleh membiarkan kalian hidup dalam ketidakpastian.”Pengacara yang duduk di seberang mereka menautkan jari, menatap Andra serius. “Tuan Andra, kita masih punya beberapa opsi. T
Hujan deras mengguyur kota, seakan ikut merasakan kegelisahan yang menyelimuti hati Andra. Ia baru saja berbincang dengan Kiara, membicarakan perkembangan kasus perceraiannya dengan Mimi. Sekarang berdiri dari balik pintu kaca seorang pengacara yang tadi di telpon. Tamatlah riwayatnya, seluruh hartanya habis. “Dia …” kata Andra dengan hati berdebar. Kedatangan pengacaranya membuat Andra terkejut. Tidak biasanya pengacara datang tanpa memberitahu terlebih dahulu. Terlebih beberapa saat lalu Andra masih telponan dengan pengacaranya dan mengatakan penangguhan waktu untuk sita aset. ."Siapa, ya?" tanya Kiara, suaranya sedikit gemetar menoleh kepada suaminya. Dengan isyarat Andra menyuruh Kiara untuk tetap duduk. Andra mengernyitkan dahi. Dengan langkah ragu, ia segera menuju pintu kaca dan membukanya. "Tidak mungkin," gumam Andra dalam hati. Ia baru saja berbicara dengan pengacaranya melalui telepon beberapa menit yang lalu. Kenapa pengacaranya datang ke sini sekarang? Dengan perasaa
Hangatnya pelukan Andra menyelimuti Kiara, mengusir hawa dingin yang menyelimuti malam itu. Air mata mereka telah mengering, digantikan oleh perasaan cinta dan kasih sayang yang kembali mekar di antara mereka."Maafkan aku, Kiara," bisik Andra, suaranya bergetar. "Aku tidak pernah bermaksud untuk men
Kiara yang diliputi rasa ingin tahu, memutuskan untuk menggali lebih dalam tentang asal-usulnya yang selama ini menjadi rahasia. Dia beralih ke media sosial milik adiknya, Alex, sebagai sumber informasi. Namun, karena sudah lama tidak aktif di media sosial, Kiara mengalami kesulitan dalam menemukan
Di ruang tamu, Kiara dan Bi Sumi sibuk dengan kesibukan baru mereka. Membuat rajutan yang didapat teorinya dari internet. Kiara terlihat antusias dengna kesibukan barunya. Bi Sumi berceritanya dengan senyum hangat.“Nyonya, orang tua saya adalah penggemar kerajinan tangan,” katanya. “Ayah saya pandai
Kiara berjuang untuk mempertahankan pernikahannya dengan Andra meski tahu jika hati andra sudah kembali kepada Mimi, istri pertama. Mimi sangat licik memanfaatkan kelemahan Andra dengan menjeratnya kembali ke dalam hubungan asmara. Kiara tidak punay pilihan lain, Mimi masih istri sahnya Andra, dan t






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews