Share

Istri Kedua Majikan Arogan
Istri Kedua Majikan Arogan
Author: Quora_youtixs

Permintaan

Author: Quora_youtixs
last update Last Updated: 2024-05-10 18:32:27

“Maaf ... apakah Kiara boleh tanya, Tuan?”

Usai bertanya, Kiara memilin jari.

Jelas sekali, gadis itu takut bertanya pada Andra--sang majikan yang juga akan menjadi suaminya sebentar lagi.

Di sisi lain, Andra tampak mengehentikan sarapannya. “Apa?"  tanya pria itu dingin.

Seketika saja, gadis yang hanya lulusan SMA itu tertunduk merasa sudah salah bicara.

Namun, dia tak bisa menahannya lagi! Ini kesempatannya bertanya pada Andra--mumpung istri pria itu sedang pergi sebentar.

Sejak kemarin, dia sungguh penasaran.

Sebagai CEO tampan dari perusahaan ternama, Andra telah memiliki istri yang cantik.

Keduanya tampak saling mencintai. Namun anehnya, kenapa Kiara harus menjadi madu di antara mereka?

“Kenapa harus saya yang menjadi madu untuk Nyonya, Tuan?” tanya Kiara pada akhirnya.

Pria tampan itu bersidekap tangan di dada. “Sederhana. Aku menginginkan anak, tetapi itu tidak dapat Mimi wujudkan." 

"Tapi, jangan berharap lebih dari itu. Jika anak itu lahir, kamu hanya akan menjadi pengasuhnya saja," ucap Andra lagi, “Jadi sekarang kamu makan dan jangan sampai sakit. Itu akan menyusahkan.”

Ruang makan itu seketika sunyi mendadak.

Hampir semua pembantu mengintip dari balik jendela sekat dapur--melempar tatapan satu sama lain.

Kiara sendiri merasa jantungnya mencelos.

Posisinya ternyata tidak lebih dari mesin pencetak anak yang siap dipecat sewaktu-waktu.

Namun, dia tak berdaya.

Kabur pun tak mungkin.  Gaji 5 tahunnya bekerja sebagai pembantu sudah dibayar muka oleh Andra dan sang istri untuk membayar utang, kontrakan, dan biaya pengobatan sang ayah. 

Bisa-bisa penolakannya akan berakibat fatal untuk keluarganya.

Dalam diam, Kiara pun melanjutkan makannya bersama Andra.

Hanya denting sendok, garpu, dan piring yang terdengar di sana.

Cukup lama.

Kesunyian itu baru berhenti kala Andra yang telah menyelesaikan sarapan, tiba-tiba berkata, “Ikut ke taman belakang. Ada yang ingin dibicarakan.”

Kiara sontak mengangguk.

Diikutinya langkah Andra yang lebar.

Namun sesampainya di taman, ternyata Mimi sudah menunggu duduk di kursi kayu.

Andra menghampiri istri pertamanya dan mencium lembut rambut yang tergerai sebahu.

Pemandangan yang entah mengapa membuat Kiara merasa campur aduk.

Apakah dia akan menjadi orang ketiga di antara pasangan serasi ini?

“Kalian kenapa saling diam?” tanya Mimi seketika menoleh ke arah Kiara. 

“Nggak ada apa-apa, Sayang. Tapi, kurasa Kiara sepertinya butuh penjelasan kembali."

Mimi menatap Kiara sinis. “Baiklah, akan aku jelaskan.”

“Setelah nanti kamu melahirkan anak kami, kamu dan Andra akan bercerai," jelas wanita itu.

"Ingat! Kami hanya menginginkan anak darimu. Jadi, tidak boleh ada rasa di antara kalian. Bila kamu melanggar, maka aku akan tuntut kamu!” ancam Mimi.

Tangan Kiara sontak mengepal, menahan emosinya. “Maaf lancang, Tuan dan Nyonya. Jika hanya anak, bukannya Tuan bisa dengan menggunakan bayi tabung, mengapa harus dengan saya?”

“Apa ini caramu untuk mangkir dari utang keluargamu?” sarkas Mimi, “Kami bisa saja melakukan bayi tabung, tapi apakah kau bisa menjamin melunasi utangmu?”

"Justru, ini kami lakukan untuk kebaikanmu."

Kali ini, Mimi tampak emosi.

Andra bahkan sampai menarik tangan wanita itu untuk menenangkannya.

Namun, istri pertama Andra itu tampak masih kesal.

“Baiklah, memang ada rahasia yang harusnya kamu tahu. Dan ini baru kami ketahui. Sebenarnya kamu bukanlah anak kandung dari kedua orang tua kamu. Lebih tepatnya kamu anak pungut yang ditaruh di bak sampah. Mereka tidak akan merasa kehilangan kamu sedikitpun,” jawab Mimi tanpa beban.

Deg!

Bak petir di siang bolong, Kiara bingung dengan ucapan Mimi.

Tidak  mungkin kedua orang tua membohongi dirinya selama bertahun-tahun!

Sejak kecil, Kiara diasuh oleh mereka dengan penuh kasih sayang. 

“Jangan bohong, katakan jika ini tidak benar?” sanggah gadis itu dengan napas memburu.

“Buat apa  kami bohong kepadamu? Apalagi kamu sebentar lagi akan menjadi maduku dan akan tinggal di sini selamanya,” ucap Mimi dengan tersenyum sinis, "Kau sebenarnya sudah dijual kepada kami. dan pada akhirnya kamu akan tahu, yang mereka lakukan sekarang. Mereka kanya ingin bersenang-senang dengan uang dari kami.”

Mimi terdiam sejenak menatap Kiara dengan tajam, “Buka mata kamu, Kiara! Jangan hanya sekedar menyalahkan kami saja.”

“Tidak ... ini tidak mungkin!” ucap Kiara menggelengkan kepala. 

“Silakan jika kamu tidak percaya, Mas tolong kamu ambil bukti dan tunjukkan kepadanya,” pinta Mimi mendongak ke arah Andra.

Pria yang sedari tadi diam itu lantas mengeluarkan ponsel dari saku.

Andra menelpon seseorang dan sesaat kemudian datang dengan map di tangan.

Dia menyerahkannya kepada Kiara dengan senyum sinisnya.

Kiara membaca dengan teliti, matanya melebar sempurna dengan tangan menutup bibir.

“A-aku … jadi selama ini ….”

Seketika mata Kiara terbuka lebar melihat kenyataan yang ada.

Ucapan Mimi benar.

Dia  bukan anak kandung dari ayah dan ibu yang selama ini merawatnya.

Berkas pernyataan yang dilihat, bahkan sudah dibubuhkan dengan tanda tangan yang sudah hafal milik ayah dan dan ibunya.

“Sudah! Kamu tidak usah pikirkan lagi. Sekarang yang terpenting kamu sudah ada di sini dan siap melayani kami dengan status baru kamu nanti. Oh ya, satu lagi, kamu besok sebaiknya belajar melayani Andra dan aku dengan baik. Ingat status kamu sekarang sudah milik kita!” kata Mimi--meninggalkan ras sakit begitu mendalam di hati Kiara.

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Comments (3)
goodnovel comment avatar
Hanny Abbarlah
kasian bgt hidup mu kiara
goodnovel comment avatar
Alya 2929
nyesek banget jadi Kiara. jadi penasaran gimana kehidupan kiara selanjutnya.
goodnovel comment avatar
Pena Ilusi
Hadir, Kak. keren banget 🤍...
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Istri Kedua Majikan Arogan   69. TAMAT

    Hari demi hari berlalu, namun kondisi Damar tak menunjukkan perbaikan berarti. Sementara itu, tekanan terhadap Andra semakin menggila. Rekening pribadi dibekukan. Aset-aset disita sementara. Beberapa klien besar memutus kontrak. Puluhan karyawan terancam kehilangan pekerjaan.Andra menjalankan rencana terakhir dengan bersedia memilih Mimi dan tinggal bersamanya. Kiara yang tidak mengetahui rencana suaminya sangat kecewa hingga terjadi pendarahan dan dilarikan ke rumah sakit. Tapi ia yakin bahwa Andra mempunyai rencana untuk masa depan mereka. Meski dengan penyesalan tetapi Andra yakin bahwa rencananya akan berhasil. “Apa bapak tega dengan Nyonya muda?” tanya asistennya. “Harus. Kalau rencana ini bocor aku bakal kehilangan semuanya termasuk Kiara. Aku janji tidak akan menceraikannya dan akan cerita setelah semuanya berhasil.” Sementara Mimi kini sangat tenang setelah Andra sehari-hari bersamanya. Mereka mulai hidup seperti awal pernikahan dulu, taka da Kiara di dalamnya. “Mas, apa

  • Istri Kedua Majikan Arogan   68. Sabotase

    “Pak Andra? Kami dari IGD Rumah Sakit Cendana. Saudara Damar mengalami kecelakaan berat. Kondisinya kritis. Mohon segera datang.”Dunia Andra seakan runtuh dalam sekejap. Kaki-kakinya melemas. Ponsel nyaris terlepas dari genggamannya.“Apa?” bisiknya parau.Tanpa menunggu penjelasana anak buahnya, Andra langsung ke mobilnya, dan melaju secepat mungkin ke rumah sakit. Di sepanjang perjalanan, pikirannya berkecamuk. Damar—satu-satunya saksi kunci—mengalami kecelakaan di saat paling genting.“Kayaknya ada sabotase, Pak.” Asisten Andra melihat kegelisahan Tuannya. “Tentu. Terlalu kebetulan. Aku yakin ini memang sabotase. Cepatlah!” “Baik, Pak.”Mobil melaju dengan kencang. Tak hiaraukan teriakan dari pengendara lain yang mereka lewati. Dalam waktu beberapa menit tiba di Rumah sakit langsung menuju IGD. Di IGD, bau antiseptik bercampur dengan suara langkah cepat para perawat. Andra menemukan Damar terbaring tak sadarkan diri, tubuhnya penuh alat medis. Wajah sahabatnya pucat, dengan lu

  • Istri Kedua Majikan Arogan   67. Rencana

    Andra merasa benar-benar tersudut. Dalam beberapa hari belakangan, perusahaannya goyah, nyaris limbung, akibat sering ia tinggalkan demi mengurus konflik rumah tangga yang tak berkesudahan. Rapat-rapat penting terlewat, keputusan strategis tertunda, dan kepercayaan investor mulai mengendur. Kini, di tengah badai itu, ancaman kehilangan seluruh aset membuat napasnya terasa sesak.Kiara menarik tangan Andra, memaksanya duduk. “Tenang,” ucapnya, meski suaranya sendiri bergetar. “Kita cari jalan. Kita harus berpikir jernih. Kalau aset itu benar-benar jatuh ke tangan Mimi, masa depan kita… dan anak kita…” Kalimatnya terhenti. Tangannya refleks mengusap perutnya yang mulai membesar.Kata anak membuat dada Andra terasa diremas. Ia menatap Kiara lama, matanya berkaca-kaca. “Aku tidak boleh gagal,” gumamnya. “Aku tidak boleh membiarkan kalian hidup dalam ketidakpastian.”Pengacara yang duduk di seberang mereka menautkan jari, menatap Andra serius. “Tuan Andra, kita masih punya beberapa opsi. T

  • Istri Kedua Majikan Arogan   66. Sita Aset

    Hujan deras mengguyur kota, seakan ikut merasakan kegelisahan yang menyelimuti hati Andra. Ia baru saja berbincang dengan Kiara, membicarakan perkembangan kasus perceraiannya dengan Mimi. Sekarang berdiri dari balik pintu kaca seorang pengacara yang tadi di telpon. Tamatlah riwayatnya, seluruh hartanya habis. “Dia …” kata Andra dengan hati berdebar. Kedatangan pengacaranya membuat Andra terkejut. Tidak biasanya pengacara datang tanpa memberitahu terlebih dahulu. Terlebih beberapa saat lalu Andra masih telponan dengan pengacaranya dan mengatakan penangguhan waktu untuk sita aset. ."Siapa, ya?" tanya Kiara, suaranya sedikit gemetar menoleh kepada suaminya. Dengan isyarat Andra menyuruh Kiara untuk tetap duduk. Andra mengernyitkan dahi. Dengan langkah ragu, ia segera menuju pintu kaca dan membukanya. "Tidak mungkin," gumam Andra dalam hati. Ia baru saja berbicara dengan pengacaranya melalui telepon beberapa menit yang lalu. Kenapa pengacaranya datang ke sini sekarang? Dengan perasaa

  • Istri Kedua Majikan Arogan   Kedatangan Tamu tak terduga

    Setelah beberapa saat berpelukan, Andra dan Kiara duduk di sofa. Mereka mulai berbincang-bincang tentang masalah yang mereka hadapi. Kiara mendengarkan dengan seksama semua keluhan Andra. Ia memberikan semangat dan dukungan penuh pada suaminya.Mata Kiara bertemu dengan tatapan penuh harap Andra. Ia mengulurkan tangannya, menggenggam jemari suaminya erat."Aku yakin kita bisa melewati semua ini bersama-sama, Mas," ujarnya lembut, suaranya bagai belali yang menenangkan. "Kita harus tetap kuat dan saling mendukung."Andra mengangguk pelan. Ia merasa sangat beruntung memiliki istri seperti Kiara. Di tengah badai kehidupan yang sedang mereka hadapi, kehadiran Kiara bagaikan oase di tengah gurun. Namun, kekhawatiran masih menghantui pikirannya."Aku tahu, Sayang," jawabnya, "Tapi aku khawatir kalau Mimi akan melakukan hal-hal yang tidak terduga. Dia tidak akan menyerah begitu saja."Kiara tersenyum pahit. Ia pun merasakan kegelisahan yang sama. "Aku juga khawatir," akunya, "Tapi kita tidak

  • Istri Kedua Majikan Arogan   Kekesalan Andra

    Andra merasa detak jantungnya semakin cepat saat dia mencoba membujuk Mimi. Darah mengalir dari luka di tangan Mimi, dan perban yang Andra pasang terlihat kurang rapi.“Mimi,” bisik Andra, “kita harus segera ke klinik. Lukamu perlu diperiksa lebih lanjut.”Mimi menatap Andra dengan mata yang penuh ketakutan, tapi akhirnya mengangguk setuju. Mereka berdua berjalan pelan menuju mobil, Andra memastikan Mimi tetap tenang. Di dalam hati, Andra berdoa agar luka Mimi tidak terinfeksi.Mimi memandang Kiara dengan mata tajam, senyumnya menyiratkan kepuasan. Andra merasa jantungnya berdebar.“Kiara,” ucap Andra dengan suara bergetar, “aku akan mengantar Mimi ke klinik. Tapi setelah itu, kita harus bicara.” Kiara hanya mengangguk, dan Andra membantu Mimi berdiri.Mereka berdua keluar dari rumah, Andra memandang Kiara dengan ketegangan. Mimi berhasil membuat Andra meninggalkan Kiara sendirian. Ia merasa puas dengan keberhasilannya. Dengan begitu, ia bisa lebih leluasa untuk menjalankan rencana jah

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status