Home / Romansa / Istri Kilat Presdir Tampan / Benar-benar Diterima

Share

Benar-benar Diterima

Author: Aldra_12
last update publish date: 2026-02-22 13:51:04

Kening Arthur berkerut dalam mendengar pertanyaan Kian. “Carla sudah mengatakan sesuatu padamu, kan?”

Senyum Kian terangkat tipis. “Coba saja tebak.”

Sikap dan balasan Kian sudah cukup menjawab rasa penasaran Arthur.

Arthur mengembuskan napas kasar. “Apa pun yang Carla katakan, jangan pernah dimasukkan dalam hati.”

Kedua alis Kian tertarik ke atas. Dia memancing reaksi Arthur dengan bertanya, “Kalau yang dikatakan Carla adalah hal baik, bagaimana?”

Kening Arthur semakin dalam mendengar balasan
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Adeena
Arthur udah bucin akut Kian....
goodnovel comment avatar
Berta Sitorus
kk Penulis ceritanya seru. Walaupun Teresa pendek. terima kasih.
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Hilang

    Hari berikutnya.Kian berbaring di ranjang pesakitan memakai baju khusus untuk operasi.Kedua tangannya menyentuh perut. Berkali-kali dia mengembuskan napas pelan.“Anda jangan terlalu tegang. Semuanya akan berjalan dengan lancar.”Kian menoleh pada perawat yang baru saja bicara. Kepalanya mengangguk pelan.Sudah waktunya Kian dibawa ke ruang operasi.Kian semakin gugup. Tubuhnya tiba-tiba begitu dingin.Saat itu, telapak tangannya digenggam erat. Kian menoleh, suaminya sudah berdiri di samping ranjang.“Aku akan menemanimu di ruang operasi, kamu jangan khawatir.” Arthur menatap penuh perhatian pada Kian.Kian mengangguk-angguk. Ketegangannya perlahan-lahan mengendur.Arthur berjalan di samping ranjang yang didorong perawat menuju ruang operasi.Kian masuk ke dalam ruang operasi lebih dulu. Sedangkan Arthur harus bersiap-siap sesuai aturan sebelum masuk ke dalam ruang operasi.Dokter dan perawat sudah bersiap di dalam.Arthur masuk ke dalam ruang operasi memakai pakaian khusus. Dia du

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Persiapan

    Keesokan harinya.Arthur duduk di tepian ranjang. Dia dengan telaten menyuapi Kian.“Padahal aku bisa makan sendiri, kenapa kamu repot-repot menyuapi?” Kian menatap Arthur yang sejak tadi menolak menyerahkan sendok padanya.“Selama ada aku. Jika kamu sakit, kamu tidak perlu susah-payah menggerakkan tanganmu hanya untuk menyuapkan makanan ke mulut.” Setelah bicara, Arthur kembali menyuapkan makanan ke mulut Kian.Kian tersenyum sambil mengunyah makanan.Dia benar-benar tidak menyangka Arthur akan seperhatian ini padanya.“Lusa kamu akan menjalani operasi. Aku ingin kamu sehat dan tenang. Jangan sampai kamu panik dan kondisimu menurun.” Tatapan Arthur menyorot cemas dan khawatir.Kian mengangguk-angguk.“Kamu tenang saja. Aku tidak akan panik, apalagi kita akan segera melihat bayi kita. Harusnya aku tidak sabar dan sangat senang.”Mendengar balasan Kian, Arthur kini lega.Setelah menyuapi Kian.Arthur pergi ke kamar mandi untuk mengganti pakaian.Kian duduk bersandar headboard sambil me

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Setuju Operasi

    Sore hari.Arthur berjalan di koridor rumah sakit menuju ruang dokter kandungan yang merawat Kian.Dia meninggalkan perusahaan lebih awal setelah Arron memberitahukan apa yang dokter sampaikan siang tadi.Mengetuk pintu lebih dahulu, Arthur masuk ke dalam ruang dokter setelah dipersilakan.“Pak Arthur, silakan duduk.”Arthur mengangguk.Dia mendudukkan tubuhnya di kursi yang ada di depan meja dokter.“Bagaimana dengan kondisi istri saya, Dok?” Arthur langsung bertanya.“Begini Pak Arthur. Usia kehamilan Bu Kian sudah menginjak tiga puluh delapan minggu. Jadi, mengingat kondisi Bu Kian saat ini, saya menyarankan agar beliau menjalani operasi cesar.”Arthur diam beberapa saat mendengar penjelasan Dokter.“Jika mau menunggu kontraksi alami dan melahirkan normal, memang masih bisa. Tapi saya takutnya malah ada kendala lain mengingat Bu Kian sebelumnya sudah mengalami pendarahan.”Arthur mengembuskan napas kasar.Dia diam sepersekian detik menerima penjelasan Dokter.“Kalau memang operasi

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Satu Masalah Selesai

    Tatapan Arthur tertuju pada pria di depannya.“Kamu yakin dia pelakunya? Asal kamu tahu, dia sudah dipecat dari perusahaan ini sudah hampir satu tahun lalu.” Arthur membanting kertas yang ada di tangan ke meja.“Saya tidak berani berbohong, Pak Arthur.” Pria ini menunduk dalam. “Anda bisa lihat sendiri, nama penerima uang pembayaran itu. Mana mungkin saya memanipulasinya? Saya sampai mencetak rekening koran untuk memastikan kalau saya tidak salah.”Kendrick mengambil kertas informasi yang ada di atas meja. Dia membaca dengan teliti nama pemilik email, email, sampai nama rekening yang tertera.“Tuan, ada kemungkinan Alice mencuri informasi milik Kian sebelum dia dipecat. Apalagi waktu itu, Kian sempat cuti karena terluka. Bukankah tidak menutup kemungkinan informasi ini benar?” Kendrick meyakinkan.Kepala Desain Air Company mengangguk-angguk mendengar penjelasan Kendrick.“Saya sudah melaporkan ini ke perusahaan. Saya akan menerima konsekuensi dan hukuman atas tindakan saya ini. Dan,

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Ada Petunjuk

    Arthur dan Kendrick pergi ke ruang departemen desain.Sesampainya di sana, tatapan Arthur langsung tertuju ke salah satu staff yang kemarin ikut rapat dengan Air Company.Langkah Arthur begitu lebar, mendekat dengan sorot mata yang siap menyambar apa pun yang ada di hadapannya.Para staff di departemen desain langsung berdiri melihat kedatangan Arthur.Sampai Arthur tiba di depan meja salah satu staff.Tatapannya seolah siap melahap staffnya ini.“Si-siang, Pak. Apa ada yang bisa saya bantu?” tanya Staff tergagap.“Apa instruksi kemarin kurang jelas?” Suara Arthur tegas dan penuh penekanan.

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Sejalan, Tapi Bertentangan

    Arthur menatap Hendra.Keningnya berkerut dalam mendengar Hendra satu pendapat dengannya.Hendra menatap pada Arthur yang diam. Dia juga memandang semua orang yang kini menatap padanya.Hendra mencondongkan tubuh ke depan. Dia menarik sedikit tepian jasnya, sebelum kembali bicara.“Informasi yang diberikan Air Company belum sepenuhnya terverifikasi benar. Mereka bahkan belum bisa menunjukkan bukti transaksi yang valid, seperti informasi yang kita terima. Lalu, kenapa kita harus menekan dan menuduh Kiandra sebagai pelaku utamanya?” Hendra menatap satu persatu pemegang saham juga jajaran direksi di ruangan ini.“Tapi email dan nama yang dicatut, benar-benar mengarah pada Kiandra Shaylin, manager departemen des

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Maunya Yang Murah

    Supervisor lagi-lagi dibuat terkejut dengan reaksi Kian.Kian langsung menoleh pada Arthur, suaminya berdiri tenang sambil berucap, “Kenapa tidak lihat dulu?”“Bolehkah?” Kian memastikan.Melihat Arthur mengangguk-angguk pelan, Kian akhirnya menggeser posisi berdirinya, berpindah ke depan etalase y

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Sikap Berubah-ubah

    Melangkah meninggalkan meja Kanaya setelah menyerahkan file desain revisi yang Kian buat. Kian sekarang masuk ke dalam lift, lalu naik menuju rooftop perusahaan.Ketika menginjakkan kaki di rooftop, tatapan Kian langsung tertuju pada Arthur. Suaminya sudah di sana, kini berdiri memandang ke hampara

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Kedua Kali

    Suara lantang Kian membuat langkah pria penabrak terhenti. Kian segera mengayunkan langkah menghampiri pria tua yang pernah diselamatkannya di lampu merah waktu ini, kini Kian harus melihat pria tua itu ditabrak sampai jatuh di trotoar, bahkan makanan yang dibawa pria tua itu sampai jatuh.“Kamu j

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Atasan Baru

    Kian melangkah keluar dari kamar mandi dengan rambut tergulung handuk. Langkah Kian terhenti kala tatapannya tertuju pada Arthur yang berdiri di dekat jendela.Punggung lebar, tubuh tegap begitu sempurna, jika ada yang mengatakan kalau Arthur adalah orang kaya, Kian pasti akan percaya karena Arthur

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status