Share

Perhatian Kecil

Author: Aldra_12
last update Petsa ng paglalathala: 2025-12-18 08:53:36

Arthur pulang saat malam sudah begitu larut.

Saat masuk ke dalam rumah, Arthur mengerutkan kening ketika melihat lampu utama masih menyala. Dia melangkahkan kaki masuk lebih dalam, ketika tiba di ruang tengah, Arthur terkejut melihat Kian yang tertidur meringkuk di sofa.

Kedua sudut alis Arthur tertarik ke atas, saat memperhatikan apa yang ada di atas meja, Arthur sedikit mendekat dan memperhatikan kertas sketsa dengan coretan sebuah logo.

‘Dia bisa membuat desain?’ batin Arthur dengan tatapan
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (1)
goodnovel comment avatar
Adeena
mulai ada apa itu Arthur....
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Agak Aneh

    Senyum Hendra terangkat kecil. Dia begitu tenang menghadapi Kian dengan segala pertanyaan wanita ini.“Kebetulan, saat datang ke perusahaan. Aku mendengar karyawan di kantor bergosip kalau kamu masuk rumah sakit. Aku juga tidak tahu dari mana mereka tahu. Saat aku lihat sendiri ke sini, ternyata benar kalau kamu sedang dirawat.”Kian mengangguk-angguk percaya.“Apa aku boleh tanya sesuatu? Tapi mungkin ini sedikit privasi.” Hendra bicara dengan sangat hati-hati agar Kian tidak takut padanya.Kian mengangguk ragu. “Jika memang bisa saya jawab, saya akan menjawab.”Kian menatap serius karena pertanyaan Hendra.Hendra mengangguk-angguk.“Aku hanya penasaran. Kamu tinggal di kota yang jauh dari sini, tapi tiba-tiba saja bisa menikah dengan Arthur. Bagaimana pertemuan kalian? Apakah sama sepertiku saat bertemu denganmu pertama kali?” Tatapan Hendra begitu dalam setelah selesai mengutarakan pertanyaannya.Kian tersenyum tenang. Walau, pertanyaan ini sedikit aneh untuknya.“Mungkin karena ka

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Pernah Bertemu

    Kening Kian berkerut dalam saat melihat siapa yang baru saja masuk ke dalam kamar inapnya.Dia tidak mengenal pria ini, tapi kenapa pria ini sudah tersenyum lebih dulu kepadanya?Kian harus waspada, bahkan tangannya sudah memegang tombol pemanggil perawat jika pria ini berniat macam-macam.“Maaf, Anda siapa? Apa Anda salah ruangan?” Kian memastikan.Pria ini, Hendra, tersenyum pada Kian yang tampak waspada.Hendra berhenti melangkah. Dia menjaga jarak dari Kian agar tidak semakin membuatnya panik.Dengan senyum di wajahnya, Hendra memperkenalkan diri. “Aku Hendra, salah satu pemegang saham HW. Company.”Kian menurunkan kewaspadaannya saat mendengar perusahaan yang Hendra sebut.Jemarinya perlahan melepas alat yang dipegangnya.“Ah … jadi begitu.” Kian sedikit tenang. “Apa yang membuat Anda datang kemari, Tuan?”Hendra melangkah mendekat setelah melihat Kian tidak terlalu tegang.“Aku kebetulan baru saja cek kesehatan, setelah mendengar kalau kamu dirawat di sini juga, aku jadi datang

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Masih Khawatir

    Keesokan harinya.Arthur masih di rumah sakit.Dia menemani Kian, memastikan istrinya baik-baik saja.“Arthur, semalaman kamu tidak beristirahat. Kamu pasti capek, apalagi kamu masih harus mengurus perusahaan.” Meski kondisinya sendiri masih lemah, tapi Kian mencemaskan suaminya yang sedang ditimpa banyak masalah.“Bagaimana bisa aku istirahat, jika melihatmu seperti ini?” Tatapan Arthur nanar. “Belum lagi, aku mencemaskan kondisi bayi kita, untung saja Kakek cepat membawamu ke rumah sakit.”Kian juga mencemaskan bayinya. Tapi sekarang bayinya masih bisa dipertahankan, setidaknya sampai usianya cukup matang untuk dilahirkan.“Dia sudah baik-baik saja. Bahkan aku sudah merasakan dia bergerak di dalam sana.”Mendengar ucapan Kian. Arthur segera menyentuh perut Kian.“Benarkah?” Tangan Arthur meraba perut Kian, mencari gerakan yang Kian katakan. “Mana, kenapa aku tidak merasakannya?”Kian tertawa kecil. “Tadi, Arthur. Sekarang mungkin dia sedang tidur.”Arthur mengembuskan napas pelan. D

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Terperangkap Sendiri

    “Jika aku menemukannya, aku pasti sudah menjebloskannya ke penjara.” Arthur benar-benar tidak bisa menahan dirinya.Kian terdiam. Dia hanya bisa menatap amarah suaminya.“Aku tidak peduli, aku akan menuntut paman dan bibimu juga sepupumu itu, aku tidak bisa lagi mentolerir perbuatan mereka.” Arthur bicara dengan nada tegas tak terbantahkan.Kian mengangguk lemah. Dia akan membiarkan apa yang akan Arthur lakukan.Awalnya Siska hanya merugikan perusahaan, lalu sekarang bibinya sendiri hampir membuat Kian kehilangan bayinya.Benar, seharusnya Kian tidak mengasihani paman dan bibinya, sedangkan mereka saja tidak pernah peduli pada Kian.Arthur menatap Kian yang

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Semua Panik

    “Kian.” Arron langsung berlutut di samping Kian. “Kek, perutku sakit.”Arron panik melihat Kian kesakitan. Apalagi wajah Kian tiba-tiba memucat.“Cepat, bawa Kian ke mobil!” perintah Arron dengan suara lantang.Linda dan Rafka syok melihat Kian kesakitan. Mereka berlari meninggalkan rumah Arron karena takut terkena masalah.Sedangkan Arron tidak memedulikan Linda dan Rafka karena mencemaskan kondisi Kian.Kian segera dibawa masuk ke dalam mobil.“Beritahu Arthur kalau Kian dilarikan ke rumah sakit,” perintah Arron ke pelayan rumah sebelum ikut masuk ke dalam mobil.Kian terus meringis memegangi perutnya. Dia merasakan bayinya terus bergerak, membuat perutnya benar-benar semakin sakit.“Bertahan-bertahan. Kita akan segera sampai di rumah sakit.” Arron panik dan takut terjadi sesuatu pada Kian dan bayinya.Apalagi saat baru saja diangkat dari lantai, Arron melihat noda merah membekas di lantai.Sesampainya di rumah sakit.Kian langsung masuk ke UGD. Dokter dan perawat langsung melaku

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Didatangi Masalah

    Sore hari.Kian duduk di ruang tengah, melihat berita yang menayangkan penurunan saham di perusahaan suaminya.“Jangan melihat berita itu lagi.”Kian terkejut. Dia menoleh dan mendapati Arron sudah berdiri di dekatnya sedang menekan remote televisi.Layar besar di hadapan Kian kini padam, berubah hitam.“Aku hanya mencemaskan Arthur, Kek.” Tatapan Kian menyorot penuh kegelisahan. “Dia pasti sangat sibuk dan tertekan dengan masalah yang terjadi di perusahaan.”Kian menurunkan pandangan, tangannya mengusap perutnya yang besar. “Masalah seperti ini sering terjadi. Harga saham jatuh, rumor buruk beredar. Semua ini sudah biasa dihadapi oleh pelaku bisnis. Jadi, kamu jangan terlalu cemas.”Kian menatap pada Arron yang baru saja selesai bicara.Walau yang Arron katakan benar, tapi tetap saja Kian cemas dan bersalah sudah membawa Siska masuk ke dalam rumah.“Semoga masalah ini bisa segera terselesaikan, Kek.” Kian menatap penuh harap.Arron mengangguk-angguk.Baru saja mereka selesai bicara,

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Takut Tersaingi

    Suara langkah kaki Kanaya menggema di koridor departemen desain. Tatapan Kanaya penuh dengan rasa penasaran. Kepala HRD tidak mau memberitahunya alasan Kian bisa masuk ke HW. Company, dan hanya mengatakan kalau Kanaya harus menjaga baik Kian.“Huh, menjaga baik? Dia pikir siapa?”Langkah Kanaya te

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Rekan Satu Tim

    Di departemen desain.Senyum yang sejak tadi Kanaya pajang saat bersama banyak orang, mendadak sirna ketika dia sampai di mejanya.Mata Kanaya menyorot tak senang, gelisah juga kesal melihat Kian ada di perusahaan yang sama dengannya.“Kenapa Kian ada di sini? Dia tidak mungkin menjadi salah satu s

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Teman Baru

    Berdiri menatap bangunan tinggi di depannya. Senyum Kian begitu lebar, akhirnya dia bisa masuk ke perusahaan.“Semangat, Kian. Mulai hari ini, kamu harus menata hidupmu lebih baik.”Setelah menyemangati dirinya, senyum Kian berubah getir. Dia masih tidak menyangka kalau dulu bisa dibohongi Julian.

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Sangat Perhatian

    Kedua tangan Kian hampir saja mendorong kasar tubuh Arthur kalau saja dia tak melihat wajah Arthur yang sangat pucat.Melepas rengkuhan tangan Arthur di lengannya. Kian segera bangkit dari berbaring, duduk di samping Arthur yang masih memejamkan mata, lantas menyentuh kening pria ini.Wajah Kian be

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status