Share

234.

Penulis: anfebizha
last update Tanggal publikasi: 2026-08-17 00:34:05

Maura cuma meringis kecil. "Gak tahu... Keluar dulu dari sini napa, bau banget! Mual lagi ntar!"

Tak mendebat lagi, Bumi langsung menyusupkan satu tangannya di bawah lipatan lutut Maura dan tangan lainnya di punggung sang istri. Dengan satu gerakan dia menggendong Maura keluar dari area kamar mandi bawah yang sempit itu.

Langkah kaki Bumi yang hanya berbalut sandal sebelah bergerak cepat menuju ruang tengah. Dengan sangat hati-hati, dia membaringkan tubuh lemas istrinya di atas sofa.

"Aku bukan
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (15)
goodnovel comment avatar
Null_null
Yakan harusnya gak usah dilanjut pas terbukti bukan anakmu bum , urusannya dira lah si gak tau diri itu , mau anaknya punya bapak atau nggak , dia aja gak peduli soal itu malah ganggu rumah tanggamu
goodnovel comment avatar
Baby Boy
Maura pasti hamil bum..proyek bikin bumi junior sukses besar tuh..
goodnovel comment avatar
Solehatul Jannah
selamat bertambah pusing karna nuruti ngidam istri pak dosen...
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Istri Pengganti Mas Dosen   318.

    Mobil hitam itu bergerak makin pelan saat melintasi jalanan perbukitan. Jalanan beton yang dipayungi oleh rimbunnya pohin-pohon pinus yang menjulang tinggi, menyaring sinar matahari pagi menjadi berkas-berkas cahaya keemasan yang jatuh di sepanjang jalan. Bau udara pegunungan yang murni menyelinap masuk lewat celah kaca mobil yang dibuka sedikit oleh ibu.Di baris tengah, Maura tak bisa menyembunyikan rasa takjubnya. Wajah cantiknya menempel di jendela kaca, matanya berbinar-binar seperti anak kecil yang baru pertama kali diajak ke taman bermain. Baginya yang terbiasa dengan hutan beton dan polusi kota, pemandangan hijau yang membentang luas di lereng lembah ini benar-benar memanjakan mata."Bagus banget, Bu..." bisik Maura antusias, jarinya menunjuk ke arah celah pepohonan tempat aliran sungai kecil berair jernih tampak berkilau di bawah sana."Bagus banget kan, mbak...!" seru Arka dati belakang. Yang mulutnya langsung di bekap oleh masnya karena tidak sopan, katanya."Untuk bisa ket

  • Istri Pengganti Mas Dosen   317.

    Asap tipis membumbung dari piring-piring yang tertata rapi di atas meja kayu panjang di ruang tengah. Sarapan pagi itu benar-benar bersahaja, nasi hangat, tempe goreng tepung, sambal terasi, dan urap sayur berisi kenikir dan tauge segar.Bumi duduk bersila di tikar pandan bersama suami Bu Dewi dan Ragil, sementara Arka kecil sibuk mengunyah tempe di sebelah maura, diseberangnya. Bu Dewi sibuk menuangkan teh hangat manis dari teko tua.Diam-diam Maura menatap suaminya dengan cemas. Ia tahu betul bagaimana pencernaan Bumi yang sensitif terhadap makanan apalagi makanan level bawah begini. Masih sangat jelas teringat kejadian kemarin saat pria itu sempat kelimpungan gara-gara makanan pinggir jalan.Tapi di hadapannya sekarang, pria yang terbiasa makan di restoran berbintang itu justru makan dengan begitu lahap. Bumi bahkan sudah menambah porsi nasinya, menyiramkan sendok demi sendok urap sayur dan melahap tempe goreng dengan tenang.Di tengah riuhnya obrolan sang bapak yang antusias mence

  • Istri Pengganti Mas Dosen   316.

    Ya, selimut orang kaya."Sudah, tidur sana. Nanti game-nya diterusin besok lagi. Kasihan mata kamu, udah merah itu," ucap Bumi datar, namun sarat akan perhatian seorang kakak."I-iya, Pak... Makasih banyak, Pak," bisik Ragil patah-patah, masih berusaha mencerna takdir ajaib apa yang baru saja mengetuk pintunya malam ini.Bumi hanya mengangguk tipis, lalu memutar arah menuju kamar sempit di belakang. Pria itu menyelinap masuk ke dalam kamar yang gelap, dan mengunci pintu.Bumi mendekati kasur, membentangkan selimut tebal tambahan di atas tubuh Maura yang masih lelap. Begitu merasakan kehangatan ekstra, tubuh Maura yang tadinya agak meringkuk perlahan rileks lagi.Bumi merebahkan tubuhnya di samping sang istri, menyelusup masuk ke balik selimut yang sama, lalu merengkuh pinggang Maura dari belakang.Maura yang setengah terbangun karena pergerakan itu bergumam halus, menyandarkan punggungnya makin rapat ke dada tegap suaminya. "Dari mana...""Habis nongkrong sama adik ipar," bisik Bumi d

  • Istri Pengganti Mas Dosen   315.

    Malam makin larut, hawa dingin pegunungan makin menusuk hingga ke tulang. Meski Maura sudah lelap dalam dekapan hangatnya, Bumi bisa merasakan tubuh istrinya sesekali menggigil tipis. Kasur busa di atas keramik itu benar-benar mengalirkan dingin tanpa ampun.Bumi mengelus lengan Maura pelan, memindahkan kepala istrinya ke bantal. Pria itu menyibak selimut, berdiri perlahan, lalu menyelinap keluar kamar.Dia butuh selimut, dan ada selimut di mobil.Suasana rumah begitu remang dan sunyi. Begitu langkah kaki Bumi melewati lorong kecil menuju ruang tamu, disana Pak Supri tidur. Tidak sendiri, di seberang meja ada sosok lain berbaring di kursidengan HP di tangannya.Bumi menghentikan otomatis. Itu pasti Ragil, anak sulung Ibu Dewi, adik laki-laki pertama Maura yang kamarnya sedang mereka pakai.Bumi mendekat santai, berhenti di depan pintu untuk membuka kunci. "Belum tidur, Gil?" sapanya lalu.Ragil sedikit terlonjak, mengalihkan pandangannya sebentar dari layar, lalu mengangguk canggung d

  • Istri Pengganti Mas Dosen   314.

    Kamar ukuran dua setengah kali dua setengah meter itu terasa begitu sesak begitu diisi oleh tubuh tegap Bumi dan seorang ibu hamil. Tak ada plafon di atas kepala, langsung memperlihatkan jajaran genting tanah liat dan kayu tua yang mulai menghitam. Lantainya memang sudah berkeramik putih, tapi lewat situlah, hawa dingin pegunungan terasa semakin dingin. Apalagi kasur busa di kamar itu digelak langsung di atas lantai tanpa ranjang.Dinding kamarnya beroles cat putih yang kini memudar kekuningan, dihiasi beberapa bercak cokelat bekas noda rembesan air hujan.Setelah pintu kayu di tutup, Bumi memutar matanya memperhatikan sekeliling. Entah bingung, dntah kagum.Di sudut ruangan, berdiri satu lemari plastik empat susun warna biru dan sebuah meja kayu kecil berisi tumpukan buku pelajaran, milik adik laki-laki pertama Maura, anak sulung Bu Dewi. Di atas kasur, hanya ada satu selimut bulu yang tak tebal dan dua buah bantal.Bumi lalu duduk bersila di tepi kasur, menatap dua bantal itu dengan

  • Istri Pengganti Mas Dosen   313.

    Kehangatan di ruang tamu kecil itu mendadak terhenti saat derap langkah kaki berbalut sepatu boot karet terdengar dari arah halaman luar. Pintu bambu di halman samping berderit perlahan, derap kaki itu lerlahan menjauh ke arah belakang."Itu suami saya," kata Bu Dewi lalu, matanya sempat melirik cemas ke arah pintu samping. "Baru pulang dari ladang."Bumi mengangguk paham,l. Atmosfer hangat yang tadi menyelimuti ruang tamu kecil itu mendadak hening sejenak, diiringi suara gemericik air dari kamar mandi belakang yang sayup-sayup terdengar di antara rintik gerimis.Tak lama kemudian, sosok pria paruh baya muncul dari balik tirai pembatas ruangan. Beliau sudah mengenakan kaos oblong dan celana kain santai, rambutnya yang basah disisir rapi ke belakang. Wajahnya yang tegas namun ramah menyunggingkan senyum tebal begitu melihat keberadaan dua tamu asing berpenampilan rapi di rumahnya."Ada tamu ternyata," katanya ramah sambil melangkah mendekat, lalu mengulurkan tangan.Bumi berdiri dengan

  • Istri Pengganti Mas Dosen   1. KULKAS DUA PINTU BERJALAN

    Matahari Surabaya pagi itu seolah sedang pamer kekuatan. Panasnya tak main-main, sanggup membuat aspal parkiran Fakultas Bahasa dan Sastra terasa seperti panggangan roti.Maura Adhisti turun dari motornya dengan gerakan dramatis, kacamata bulat bertengger di hidung, rambut dikuncir kuda asal-asalan

  • Istri Pengganti Mas Dosen   5. Harga Diri Yang Tergores

    Maura turun dengan bahu merosot, diikuti Bumi yang berjalan di belakangnya. Atmosfer di ruang tamu masih sama. Suram, menyesakkan, dan bau minyak kayu putih yang menyengat dari arah Papa.Begitu sampai di bawah, Papa langsung mendongak. Matanya yang merah menatap Bumi, seakan pria itu adalah satu-s

  • Istri Pengganti Mas Dosen   3. Mustahil

    Pria yang selalu mengagungkan logika dan presisi itu kini kehilangan arah. Bumi, tidak punya rumus untuk menjelaskan apa yang sedang terjadi. Seluruh syarafnya menolak percaya pada kenyataan yang baru saja dia baca di secarik kertas itu.Kemarin sore Dira masih duduk di hadapannya di sebuah kafe. T

  • Istri Pengganti Mas Dosen   2. Pesan Penentuan

    Suara Maura menggema di lorong, membuat dua mahasiswa yang lewat refleks menoleh, lalu pura-pura tidak peduli sambil tetap mencuri pandang."Kenapa lo teriak kayak liat saldo minus?""Gue- gue harus balik. bokap gue pingsan," sahut Maura gagap.Tangannya gemetar saat menyambar tas kanvasnya dari ta

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status