Chapter: 197."BAPAK!" jerit Maura tertahan, mukanya langsung merah padam sampai ke leher-leher. Jarinya refleks mencubit pinggang suaminya kencang-kencang sampai pria itu meringis kegelian. "Mulutnya ya Allah! Enggak ada filter banget sih Pak Dosen satu ini!"Bumi malah terkekeh renyah, sama sekali tak kapok walau pinggangnya baru saja jadi korban kegalakan sang istri. Suara tawa beratnya bergema halus di dada bidangnya yang sedang Maura tempeli. Pria itu makin jahil menempelkan wajahnya di leher Maura, memberikan kecupan-kecupan kecil yang sukses membuat Maura menggeliat. "Kan aku cuma jujur, Sayang." bisik Bumi dengan nada serak yang sengaja dibuat seduktif di telinga Maura. "Katanya tadi suruh jujur? Ini aku lagi jujur setransparan-transparannya.""Jujur yang itu enggak usah diperjelas pakai deskripsi visual juga, Mas Bumi!" seru Maura gemas, tangannya berusaha mendorong dahi suaminya agar menjauh, walau kekuatannya jelas kalah telak. "Lagian siapa suruh dari tadi mikir yang aneh-aneh!""Mikir
Last Updated: 2026-08-02
Chapter: 196."Angkat, brengsek! Angkat!" maki Dira berbisik, napasnya memburu.Dia kembali menelepon. Sekali, dua kali, tiga kali, hingga panggilan kelima, semuanya berujung pada suara operator.Dokter Julian sama sekali tidak berniat mengangkat telepon dari.Apinya amarah Dira kian membakar. Dengan sisa keberanian yang picik, jemari-jemarinya kembali menari liar di atas laya, menyusun barisan kalimat panjang yang dipenuhi gertakan sekaligus rayuan finansial.Dengan penawaran 100 juta untuk hasil itu.Pesan panjang nan nekat itu terkirim. Dua centang abu-abu langsung muncul.Dira melempar HP-nya ke atas kasur, lalu berdiri dan berjalan bolak-balik di kamar berAC itu dengan gelisah.Keringat dingin menetes di pelipisnya. Setiap detik yang berlalu terasa bagai siksaan neraka. Dia menatap jam dinding yang terus berdentang samar, menghitung tiap menit yang bergulir penuh kecemasan.Hampir satu jam berlalu dalam ketegangan yang mencekik.Gadis itu menyambar HP-nya kembali dengan napas tertahan. Dia mem
Last Updated: 2026-07-31
Chapter: 195."Harus manipulasi hasilnya... Nggak ada cara lain!" gumam Dira serak, matanya menatap tajam plafon, yang kini tampak seperti ancaman.Dua belas menit penuh siksaan berlalu. Layar HP-nya yang redup mendadak menyala terang, menampilkan panggilan masuk dari orang yag sama dati sebelumnya. Dira langsung menyambar secepat kilat."Gimana, Vin?!" tembak Dira sebelum Vina sempat menyapa."Udah tak kirim ke WhatsApp-mu," bisik Vina sedikit ragu, seolah-olah ada yang mengawasinya di lorong rumah sakit. "Tapi ingat ya, Dir! Jangan bawa-bawa namaku! Kalau manajemen tahu aku nyebarin kontak pribadi dr. Julian, aku bisa di-PHK!""Ya! Yang penting nomornya ada!" potong Dira kasar, lalu mematikan sambungan sepihak, mengacuhkan rengekan temannya.Dengan tangan yang gemetar hebat, Dira membuka aplikasi pesan. Sebuah kontak baru terpampang di sana.Dira menggigit bibir bawahnya rapat-rapat, mengatur napasnya yang memburu sebelum menyusun kalimat paling persuasif .Dia tidak mengetik salam santun atau pe
Last Updated: 2026-07-31
Chapter: 194.Maura meronta sekuat tenaga. Kedua tangan mungilnya mendorong dada bidang Bumi, berusaha meloloskan diri dari cengkeraman suaminya yang luar biasa kokoh."Lepas, Bumi! Jangan main nyosor- Mpphh!"Bumi sama sekali tidak memberi celah. Bukannya mundur, pria itu justru melangkah maju, terus mendesak Maura hingga punggung dan pinggul istrinya membentur pintu mobil hitam mereka.Bunyi benturan itu mengunci pergerakan Maura sepenuhnya. Mengikis sisa jarak di antara mereka, menempelkan tubuhnya rapat-rapat hingga gadis itu tak bisa berkutik lagi.Postur tubuh mereka yang berbeda jauh membuat Bumi harus sedikit membungkuk. Wajah tegasnya menunduk dalam, membungkam rapat-rapat bibir cemberut Maura yang tadi sibuk mengomel.Lumatan yang berawal dari panik itu berubah menjadi ciuman penuh kehangatan, menyapu bersih seluruh barikade pertahanan yang coba Maura bangun sejak di rumah sakit."Mmph... Bapak-!!" Protesan Maura makin lenyap.Napasnya mulai memburu. Meronta pun percuma, kekuatan fisik Bu
Last Updated: 2026-07-31
Chapter: 193.Mobil pun melaju meninggalkan area rumah sakit.Dira, yang tadinya terdiam pucat, mendadak menunjuk ke arah luar jendela dengan antusias. Saat melewati kawas kuliner terkenal di kota ini."Bumi, lihat deh! Restoran steak langganan kita dulu masih buka," ucap Dira lembut. "Kamu ingat enggak, dulu kamu sering banget antre berjam-jam cuma buat beliin aku pasta kesukaanku di sana kalau aku lagi mogok makan?"Suasana di dalam mobil seketika dingin. Di belakang, Maura yang menyandarkan kepalanya ke kaca jendela, dengan muka kesal, tampak berkali-kali lipat tambah kesal mendegar itu. Apalagi melihat kakaknya yang dengan kesadaran penuh, memegang-megang lengan suaminya.Bumi meringis tipis. Dia hanya bisa tersenyum canggung, senyuman terpaksa yang bahkan tidak sampai ke matanya."Oh... iya?" sahut Bumi seadanya, mengutak-atik tombol AC untuk mengalihkan perhatian, berusaha keras tidak merespons pancingan nostalgia itu.Sambil tetap memegang kemudi, mata Bumi ketakutan mencuri pandang ke arah
Last Updated: 2026-07-30
Chapter: 192.Setelah menyelesaikan semua prosedur pengambilan sampel, Julian membereskan peralatannya dengan tenang. Pria berkacamata itu menatap ke arah Bumi penuh simpati.Bumi mengangguk kecil. "Terima kasih banyak, Jul. Tolong pastikan prosesnya benar-benar steril dan hasilnya langsung ke tangan saya.""Pasti. Kamu tahu reputasiku," balas Julian sembari mengulas senyum tipis.Di sudut sofa, Dira masih bergeming. Kebohongan besar yang dia bangun selama berminggu-minggu kini tinggal menunggu hitungan hari sebelum hancur lebur secara ilmiah. Tapi di balik kepucatan wajahnya, ada kilat dendam dan rasa tidak terima yang kian membakar dada.Sebentar kemudian dia cepat-cepat mengambil HP-nya, dan mengetik pesan terburu-buru. Matanya berkilat penuh dendam, jika dia harus hancur, dia tidak akan biarkan Maura menang begitu saja.Saat mereka berlima mulai bersiap meninggalkan ruangan, sang Mama pelan-pelan melambatkan langkahnya. Wanita setengah baya itu sengaja membiarkan Bumi berjalan lebih dulu, lalu
Last Updated: 2026-07-30