Share

254.

Penulis: anfebizha
last update Tanggal publikasi: 2026-08-23 23:41:23

Maura menepis tangan Bumi dengan gerakan kasar. Satu sisi kaget, di sisi lain itu dalah sebuah penolakan yang begitu spontan hingga membuat suaminya sempat tertegun di tempat. Napas Maura memburu, dadanya naik-turun seiring dengan kepalanya yang kian berdenyut hebat.

Rasa mual di perutnya mendadak tidak ada apa-apanya dibanding gelombang keji yang baru saja menghantam jiwanya. Anak selingkuhan. Kata itu berputar-putar di kepalanya, meremukkan seluruh harga diri yang ia susun rapi selama dua pul
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (2)
goodnovel comment avatar
Senja Anugrah
maura sayang, yg sabar sayang bumi selalu ada buat kamu sayang kaka author sayang tolonglah jangan kasih dira muncul lg pliis aku klo baca nama dira bikin gedeg mau baca gak mood
goodnovel comment avatar
Naanaa
peluk jauh Maura ..mauraa tenang ..ada bumi yg syang kamu .kamu berhak bahagia mauraaa ...jangan hiraukan orang lain setelah tau kebenarannya...
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Istri Pengganti Mas Dosen   254.

    Maura menepis tangan Bumi dengan gerakan kasar. Satu sisi kaget, di sisi lain itu dalah sebuah penolakan yang begitu spontan hingga membuat suaminya sempat tertegun di tempat. Napas Maura memburu, dadanya naik-turun seiring dengan kepalanya yang kian berdenyut hebat.Rasa mual di perutnya mendadak tidak ada apa-apanya dibanding gelombang keji yang baru saja menghantam jiwanya. Anak selingkuhan. Kata itu berputar-putar di kepalanya, meremukkan seluruh harga diri yang ia susun rapi selama dua puluh tahun terakhir."Jangan pegang aku!" desis Maura, suaranya bergetar, penuh kepedihan yang teramat sangat.Jelas. Sangat jelas dan Bumi melihatnya. Bingung.Perempuan itu melangkah mundur beberapa langkah, membelakangi Bumi dan Papanya."Ra..." panggil Bumi lembut, mencoba mendekat kembali. "Tenang dulu, Sayang. Ada Mas di sini.""JANGAN MEDEKAT?!" potong Maura, akhirnya mendongak dengan wajah yang sudah sepenuhnya basah oleh air mata.Matanya memerah, menatap Bumi dengan sorot asing. "Aku ngg

  • Istri Pengganti Mas Dosen   253.

    Maura masih mematung, meremas jemari Papanya yang makin dingin. Pengakuan yang keluar langsung dari mulut sang Papa bagai hujan lokal yang membasahi tanah gersang di dadanya."Maura punya banyak pertanyaan, tapi Papa masih sakit. Papa istirahat dulu, biar cepet sembuh," kata Maura lalu.Dia hendak bergerak bangkit untuk melepaskan cardigan rajutnya yang mulai terasa terlalu tebal dan menyiksa, tapi jemari rapuh sang Papa menahannya lebih kuat dari perkiraan."Tanyakan Maura, semuanya, sekarang nggak apa-apa," kata sang Papa, suaranya parau bercampur rasa lelah yang menumpuk bertahun-tahun.Maura menoleh ke samping, enggan menatap mata pria yang tampak begitu hancur itu.Ada pertarungan hebat di balik matanya yang mendadak panas. Antara rasa takut mendengar kenyataan pahit, rasa mual yang sedari tadi merayap di tenggorokan, dan rasa lelah yang menghimpit dada. Tapi akhirnya, dengan hela napas berat, dia kembali duduk di kursi."Tanyakan aja, Papa jawab," ulang Papa penuh kepasrahan.Ke

  • Istri Pengganti Mas Dosen   252.

    Hari itu benar-benar berjalan seperti siksaan panjang bagi Maura. Perutnya seperti dikocok tak henti-henti, mual yang terus naik ke dada menyatu sempurna dengan kepala yang berdenyut-denyut. Di kelas, dia hanya bisa bersandar lunglai di bahu Risti sambil menahan rasa pahit di tenggorokan, meladeni godaan Leon yang tak ada habisnya dengan wajah yang sudah seperti kain pel kering.Begit kelas terakhir, fia langsung pergi lebih dulu memesan grab. Bukannya pulang ke rumah untuk selonjoran, ia menyeret kakinya yang terasa seperti lepet matang keluar dari gedung fakultas.Kabin mobil Grab yang tenang dan beraroma pandan sedikit menetralkan rasa mualnya. Baru saja taksi meluncur membelah kemacetan jalan raya, suaminya menelepon.Sejak siang, priaitu baru sadar kalau istrinya yag sedang hamil mengirim pesan."Ya, Mas...""Udah pulang sayang? Mas baru buka HP." suara Bumi menyambut dari seberang sana, terdengar luar biasa lelah. "Mas baru baca pesan kamu. Kamu beneran ke rumah sakit sendiri?!"

  • Istri Pengganti Mas Dosen   251.

    Sial bagi Maura, hukum alam kampus berlaku mutlak. 'Semakin kamu ingin sembunyi, semakin cepat kamu kepergok.'Tepat di belokan menuju tangga gedung utama, berdiri dua sosok yang sangat dia kenal. Risti sedang menyandarkan punggungnya di tembok sambil mengunyah cilok, sedangkan Leon sibuk mengorek saku jaketnya mencari kunci motor.Mata Risti yang tajam bak elang langsung menangkap sosok Maura yang datang terengah-engah panik."Waduh, waduh..." Risti menghentikan kunyahannya, menyipitkan mata penuh selidik. "Lihat nih, Yon! Ibu Dosen mulai berani diantar sampe parkiran."Leon yang tadinya sibuk merogoh saku jaket langsung mendongak. Memamerkan senyum jahilnya."Demi apa lo, Ris?!" pekik Leon heboh, langsung mengabaikan kunci motornya. "Tumben waras?"Risti maju dua langkah, memiringkan kepalanya mengamati bibir Maura yang sedikit merekah basah. "Anjir, Ra! Bibir lo kenapa agak jontor gitu? Kena sengat tawon apa baru habis disosor Pak Dosen?!""Mulut lo pada bisa diem nggak?!" Refleks,

  • Istri Pengganti Mas Dosen   250.

    Dengan helaan napas pasrah seberat beban hidup mahasiswa abadi, Bumi akhirnya mengalah.Tapi, jangan kira Pak Dosen protektif ini bakal mengizinkan istrinya turun santai di halte depan kampus seperti biasa."Mas! Turun di gerbang depan aja! Nanti ada yang lihat!" pekik Maura panik saat mobil hitam Bumi justru meluncur mulus melewati halte dan terus melaju masuk ke dalam area kampus."Nggak ada halte-haltean hari ini," balas Bumi santai tanpa beban, memutar kemudi dengan satu tangan menuju area khusus."AKKHH!! BUMI KAMPRET!" umpat Maura heboh, tangannya sudah memegang gagang pintu mobil."Coba aja buka pintunya kalau mau Mas gendong dari parkiram sampai lantai tiga," sahut Bumi tenang, tatapannya lurus ke depan."Dasar Dosen gila!!" rengek Maura ketus.Tanpa memedulikan tatapan heran puluhan mahasiswa yang sedang nongkrong di koridor, mobil mewah itu dengan tidak tahu dirinya meluncur mantap dan terparkir mulus di Parkiran Khusus Dosen, tepat di sebelah mobil Dekan."Turun aja," kata

  • Istri Pengganti Mas Dosen   249.

    Dia memasang raut wajah nomor satu paling datar dan tenang se-alam semesta, enggan menunjukkan sedikit pun kerapuhan di depan wanita di hadapannya.Maura menoleh perlahan ke arah Papanya, menunggu bantahan. Namun, Sang Papa hanya menunduk diam seribu bahasa. Bungkamnya pria paruh baya itu seolah menjadi stempel pengesahan atas segala tuduhan yang mulanya cuma awang-awang.Di tengah situasi emosional yang siap meledak itu, Bumi berdiri."Sepertinya sudah cukup, Pa," pangkas Bumi dingin, suara baritonnya bergetar menahan amarah yang sangat pekat. "Tujuan kami ke sini untuk mencari fakta medis dan kejelasan, bukan untuk mendengarkan hinaan tidak berdasar pada istri saya."Bumi berbalik, menunduk menatap Maura, dia merengkuh bahu istrinya, membantu Maura berdiri."Ayo kita pulang, Sayang," bisik Bumi tepat di telinga Maura. "Nggak ada lagi yang perlu kita dengarkan di sini."Maura mengangguk kaku. Sambil digandeng protektif oleh suaminya, Maura keluar meninggalkan rumah besar yang kini te

  • Istri Pengganti Mas Dosen   5. Harga Diri Yang Tergores

    Maura turun dengan bahu merosot, diikuti Bumi yang berjalan di belakangnya. Atmosfer di ruang tamu masih sama. Suram, menyesakkan, dan bau minyak kayu putih yang menyengat dari arah Papa.Begitu sampai di bawah, Papa langsung mendongak. Matanya yang merah menatap Bumi, seakan pria itu adalah satu-s

  • Istri Pengganti Mas Dosen   4. Teori dari mana itu?

    “Ng, nggak tahu, Nak,” jawabnya pelan, lalu menoleh ke arah Maura. “Coba kamu cari di kamar kakakmu, Ra.”Maura langsung menghela napas panjang, kepalanya mendongak ke plafon seolah berharap ada jawaban jatuh dari sana. “Capek, Ma,” jawabnya lemas. Suaranya penuh penderitaan versi anak bungsu yang

  • Istri Pengganti Mas Dosen   3. Mustahil

    Pria yang selalu mengagungkan logika dan presisi itu kini kehilangan arah. Bumi, tidak punya rumus untuk menjelaskan apa yang sedang terjadi. Seluruh syarafnya menolak percaya pada kenyataan yang baru saja dia baca di secarik kertas itu.Kemarin sore Dira masih duduk di hadapannya di sebuah kafe. T

  • Istri Pengganti Mas Dosen   2. Pesan Penentuan

    Suara Maura menggema di lorong, membuat dua mahasiswa yang lewat refleks menoleh, lalu pura-pura tidak peduli sambil tetap mencuri pandang."Kenapa lo teriak kayak liat saldo minus?""Gue- gue harus balik. bokap gue pingsan," sahut Maura gagap.Tangannya gemetar saat menyambar tas kanvasnya dari ta

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status