Share

266.

Penulis: anfebizha
last update Tanggal publikasi: 2026-08-29 23:52:15

"Keluarga dari ananda Kiara?" tanya Dokter tersebut.

"Saya neneknya, Dok!" serbu Mama cepat.

Dokter menghela napas pendek sebelum memasang raut wajah serius. "Bayi Kiara mengalami infeksi pencernaan akibat bakteri dari susu yang tidak higienis, ditambah dehidrasi sedang. Tadi lambungnya sudah kami bilas dan cairan infusnya sudah masuk."

"Lalu gimana, Dok? Bisa pulang kan?" potong Mama panik.

"Belum bisa," tegas Dokter tersebut membanting harapan Mama. "Kondisi organ pencernaan bayi usia dua min
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Istri Pengganti Mas Dosen   349.

    Mendapat izin dari Papa, Ethan tak memberi jeda untuk langsung menuju ke arah stoller itu. Dia menundukkan badannya, menatap wajah mungil Kiara yang tertidur lelap dengan napas teratur, berbalut selimut dan baju warna senada, biru dan pink. Bibir Ethan bergetar halus, tangannya terulur mengambang di udara, ingin rasanya menyentuh pipi tembam itu, namun akal sehatnya menahan jemarinya agar tak membuat sang bayi terbangun.Tak bisa dipungkiri, wajah itu, hampir sama dengan wajahnya.Ada kilat emosi dalam di matanya sebelum akhirnya ia menegakkan tubuh, berbalik, dan duduk di kursi yang telah disediakan.Suasana kembali menghening. Papa Ardi memajukan tubuhnya, menopang kedua lengan di atas meja."Kita langsung ke intinya saja ya, Mas," suara Papa memecah hening tanpa kompromi. "Kami tidak kenal anda, dan kami tak paham kenapa anda meminta bertemu.""Saya ingin menjenguk putri saya, Om," sahut Ethan mantap. Tatapannya lurus, menyiratkan keberanian yang sengaja dibentuk untuk menutupi get

  • Istri Pengganti Mas Dosen   348.

    "Lagian kamu yang langsung heboh," sahut Bumi tanpa merasa bersalah. Matanya tetap fokus menatap padatnya jalanan sore di balik kacamatanya."Ya lagian Mas bilangnya sepotong-sepotong! Terus... rencana Mas sendiri, gimana pas ketemu Ethan?"Bumi mengelus punggung tangan Maura pelan dengan ibu jarinya. "Mas cuma nurut maunya Papa sama Mama aja. Mas cuma bantu ngomong dan pastikan situasi aman, maksudnya Kiara aman nggak diambil dia. Selebihnya, biar Papa dan Mama yang ambil keputusan.""Hm..." gumam Maura. Dialalu diam saja. Kepalanya menyandarkan ke jok mobil sambil menatap lurus ke depan. Wajahnya merengut sebal. "Dira terus, Dira terus..." keluhnya. "Perasaan dari awal urusan kita nggak jauh-jauh dari nama itu."Suaminya menoleh, tampakenimbang kata. Tau kalau itu adalah topik sensitif. "Udah, biarin," katanya. "Orang gila nggak usah kamu pikirin. Kamu lagi hamil, nggak bagus stres gara-gara hal nggak penting."Maura seketika menoleh patah-patah, tatapannya sengit tepat ke arah raha

  • Istri Pengganti Mas Dosen   347.

    Bumil itu turun, saat klakson mobil berwarna hitam yang sangat dihafal Maura berbunyi dua kali dari luar pagar kosan. Bumi sudah sampai.Maura yanh sudah bersiap langsung pamit dan berjalan cepat ke lantai bawah.Sedang dua temannya ikut keluar kamar, tapi cuma berhenti di balkon lantai dua. Keduanya menyandarkan siku di pembatas besi, memicingkan penuh rasa ingin tahu untuk menyaksikan adegan penjemputan secara langsung.Di bawah sana, Bumi tampak sudah berdiri di samping pintu penumpang yang dibukanya lebar-lebar. Pria tegap berkacamata itu mengenakan kemeja kerja yang gulungan lengannya sudah ditarik hingga siku. Begitu melihat Maura keluar, raut wajahnya yang tadinya datar seketika merekah.Tanpa mempedulikan situasi sekitar, Bumi mendekat. Tangan besarnya terulur, menyambar tas Maura untuk dipindahkan ke bahunya sendiri, lalu jemarinya merayap menyelipkan helai rambut Maura ke belakang telinga istrinya dengan sangat telaten. Bumi bahkan sempat menunduk, mendaratkan satu kecupan s

  • Istri Pengganti Mas Dosen   346.

    "Ya, kan beda konsep, Ra!" sanggah Risti tak terima, wajahnya berkerut dramatis sambil menepuk dadanya sendiri. "Ngurusin orang sakit mah atas dasar kemanusiaan! Lagian si Leon ngurusin gue juga cuma gara-gara gue sogok martabak manis kemarin!"Maura terkekeh pelan, mengambil sebutir kacang atom lalu melemparnya tepat mengenai dahi Risti. "Halah, alasan! Awas aja entar lo kualat, terus mendadak bucin setengah mati sama si Leon.""Ih, amit-amit! Mending gue jomblo seumur hidup daripada harus jadian sama manusia modelan Leon!" Risti mengetuk-ngetuk jidatnya sendiri lalu memukul lantai kosannya dengan penuh penghayatan. "Leon tuh pelitnya minta ampun kalau diajak patungan! Beda jauh sama Pak Bumi yang langsung beliin lo kaus jutaan tanpa kedip!""Itu juga beda konsep, kocak!" sahut Maura terkikik.Lama setelahnya. Saat matahari mulai condong ke barat, pintu kamar kos yang setengah terbuka itu mendadak terdorong pelan. Sesosok pria jangkung masuk dengan bahu agak merosot, membawa aroma re

  • Istri Pengganti Mas Dosen   345.

    "Ya namanya juga proses. Kamu kaget kalau langsung gede!" Maura gemas sendiri melihat tingkah suaminya yang kadang ajeg dan kaku, tapi kalau sudah kadang bisa mendadak tidak sabaran begini.Pria itu kembali menempelkan bibirnya di perut sang istri, berbisik pelan dengan suara baritonnya yang berat dan dalam, menggetarkan kulit perut Maura."Dedek... dengar Papah ya," bisik Bumi. "Jangan nakal di dalam sana. Jangan bikin Mamah pusing, apalagi pusing gara-gara ngerjain tugas orang lain. Oke? Penanggung jawab kamu di luar sini cuma Papah."Maura tertawa renyah, rasa geli melilit perutnya bukan karena gerakan janin, melainkan karena bisikan dan embusan napas Bumi yang menggelitik. "Mas, geli tahu!"Bumi mendongak lagi, menatap istrinya. "Pokoknya dipanggil Papah, ya. Awas kalau panggil yang lain.""Iya, Papah Bumi...""Emang ada papah yang lain, kok jadi papah Bumi,"**"Ra! Buruan, kebelet tingkat dewa nih!" teriakan melengking Risti dari dalam kamar mandi kosan langsung menyambut kedata

  • Istri Pengganti Mas Dosen   344.

    "Nggak apa-apa kalau mau ketemuan, nggak apa-apa juga kalau mau tes DNA," sahut Papa di seberang telepon. "Tapi satu hal yang pasti, Bumi... Kiara nggak boleh dibawa ke mana-mana. Cucu Papa tetap di rumah ini, biar papa yang asuh"Bumi mengetukkan jemarinya perlahan di atas pembatas balkon besi yang dingin. Angi berhembus menyibah rambutnya, sosok tampan yang tampak dari belakang itu seakan di luar jangkauan untuk Maura yang melihatnya dari dalam.Sesaat Maura sempat berpikir, bagaimana bisa dia jadi istri sosok itu?"Tapi Pa," sela Bumi tenang, logikanya bergerak cepat menimbang segala kemungkinan hukum dan moral. "Kalau dari hasil tes nanti Ethan terbukti secara sah adalah ayah biologis Kiara, bisa jadi dia punya hak atas anaknya."Pak Ardi mendesah berat, sebuah hela napas panjang yang sarat kekecewaan pada masa lalu putri sulungnya. "Mereka belum pernah menikah, Bumi. Secara legalitas, Dira adalah pemegang hak asuh tunggal, dan Papa nggak akan biarkan orang asing tiba-tiba membawa

  • Istri Pengganti Mas Dosen   5. Harga Diri Yang Tergores

    Maura turun dengan bahu merosot, diikuti Bumi yang berjalan di belakangnya. Atmosfer di ruang tamu masih sama. Suram, menyesakkan, dan bau minyak kayu putih yang menyengat dari arah Papa.Begitu sampai di bawah, Papa langsung mendongak. Matanya yang merah menatap Bumi, seakan pria itu adalah satu-s

  • Istri Pengganti Mas Dosen   4. Teori dari mana itu?

    “Ng, nggak tahu, Nak,” jawabnya pelan, lalu menoleh ke arah Maura. “Coba kamu cari di kamar kakakmu, Ra.”Maura langsung menghela napas panjang, kepalanya mendongak ke plafon seolah berharap ada jawaban jatuh dari sana. “Capek, Ma,” jawabnya lemas. Suaranya penuh penderitaan versi anak bungsu yang

  • Istri Pengganti Mas Dosen   3. Mustahil

    Pria yang selalu mengagungkan logika dan presisi itu kini kehilangan arah. Bumi, tidak punya rumus untuk menjelaskan apa yang sedang terjadi. Seluruh syarafnya menolak percaya pada kenyataan yang baru saja dia baca di secarik kertas itu.Kemarin sore Dira masih duduk di hadapannya di sebuah kafe. T

  • Istri Pengganti Mas Dosen   2. Pesan Penentuan

    Suara Maura menggema di lorong, membuat dua mahasiswa yang lewat refleks menoleh, lalu pura-pura tidak peduli sambil tetap mencuri pandang."Kenapa lo teriak kayak liat saldo minus?""Gue- gue harus balik. bokap gue pingsan," sahut Maura gagap.Tangannya gemetar saat menyambar tas kanvasnya dari ta

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status