Share

312.

Author: anfebizha
last update publish date: 2026-09-22 23:51:19

Bumi langsung mengangguk santai tanpa perlu berpikir dua kali. "Aman, Bu. Sesuai intruksi dari ibu," celetuk Bumi, membuat Maura yang tadinya masih cengo mendadak melotot sambil menyenggol lengan suaminya.

Tampaknya, setelah kesepakan kecil itu, suasana mencekam di ruang tamu kecil itu berangsur mencair. Ibu Dewi tampak bernapas lebih lega. Beliau merapikan cangkir tehnya, lalu mulai bercerita dengan nada suara yang jauh lebih hangat dan jujur.

Beliau menceritakan kisah masa lalunya bersama Bap
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Null_null
Jujur sedih tapi lega karna maura bener2 ketemu ibu kandungnya , untung nikahnya sm bumi ya mau , kalau sm lakik lain gak tau deh
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Istri Pengganti Mas Dosen   313.

    Kehangatan di ruang tamu kecil itu mendadak terhenti saat derap langkah kaki berbalut sepatu boot karet terdengar dari arah halaman luar. Pintu bambu di halman samping berderit perlahan, derap kaki itu lerlahan menjauh ke arah belakang."Itu suami saya," kata Bu Dewi lalu, matanya sempat melirik cemas ke arah pintu samping. "Baru pulang dari ladang."Bumi mengangguk paham,l. Atmosfer hangat yang tadi menyelimuti ruang tamu kecil itu mendadak hening sejenak, diiringi suara gemericik air dari kamar mandi belakang yang sayup-sayup terdengar di antara rintik gerimis.Tak lama kemudian, sosok pria paruh baya muncul dari balik tirai pembatas ruangan. Beliau sudah mengenakan kaos oblong dan celana kain santai, rambutnya yang basah disisir rapi ke belakang. Wajahnya yang tegas namun ramah menyunggingkan senyum tebal begitu melihat keberadaan dua tamu asing berpenampilan rapi di rumahnya."Ada tamu ternyata," katanya ramah sambil melangkah mendekat, lalu mengulurkan tangan.Bumi berdiri dengan

  • Istri Pengganti Mas Dosen   312.

    Bumi langsung mengangguk santai tanpa perlu berpikir dua kali. "Aman, Bu. Sesuai intruksi dari ibu," celetuk Bumi, membuat Maura yang tadinya masih cengo mendadak melotot sambil menyenggol lengan suaminya.Tampaknya, setelah kesepakan kecil itu, suasana mencekam di ruang tamu kecil itu berangsur mencair. Ibu Dewi tampak bernapas lebih lega. Beliau merapikan cangkir tehnya, lalu mulai bercerita dengan nada suara yang jauh lebih hangat dan jujur.Beliau menceritakan kisah masa lalunya bersama Bapak Ardi. Dulu, Bu Dewi hanyalah gadis desa polos yang bekerja di kota dan terbawa perasaan oleh kebaikan Ardi. Beliau sama sekali tidak tahu kalau pria itu sudah beristri."Ibu yang salah, Nak... Ibu terlalu polos dan bodoh saat itu," bisik Bu Dewi dengan penyesalan mendalam di matanya. "Begitu tahu keadaan sebenarnya dan melahirkan kamu, Ibu sadar tempat Ibu bukan di sana. Ibu nggak mau merusak rumah tangga orang, makanya Ibu memilih pergi."Ibu Dewi menatap Maura lekat-lekat, lalu merunduk lag

  • Istri Pengganti Mas Dosen   311.

    Bumi berdehem pelan, memecah hening yang canggung diantara mereka."Sebelumnya saya minta maaf sudah mengganggu kenyamanan Ibu," ucap Bumi halus, suaranya tenang dan teratur. "Perkenalkan, nama saya Bumi. Dan perempuan di sebelah saya ini... Maura, istri saya. Putri kandung Ibu."Ibu Dewi tetap diam. Tidak ada ledakan emosi, tidak ada usapan air mata. Wanita paruh baya itu hanya mengangguk pelan, seolah fakta itu adalah kenyataan yang sudah bertahun-tahun berusaha ia kubur rapat-rapat."Maaf... rumahnya begini adanya, sangat kumuh," kata Ibu Dewi pelan, suaranya terdengar datar namun sarat akan kecanggungan yang amat besar. Matanya sempat melirik sebentar ke arah baju rapi Bumi dan Maura, sebelum akhirnya menunduk lagi menatap lantai karpet plastik.Maura menggeleng cepat, tenggorokannya terlalu tersumbat air mata untuk bisa mengeluarkan kata-kata."Tapi... suami saya tidak tahu kalau saya pernah punya anak sebelumnya," ucap Bu Dewi lalu.Kalimat itu meluncur begitu saja, tapi dampakn

  • Istri Pengganti Mas Dosen   310.

    Bercanda, Sayang," bisik Bumi lembut, mengecup pelipis Maura yang masih cemberut. "Mana tega Mas ninggalin kamu. Yang ada Mas yang nggak bisa tidur kalau nggak ada yang meluk pas malam.""Dih, ngelesnya pinter banget sekarang!" cibir Maura.Mobil terus merayap pelan melewati tanjakan terakhir. Kabut tipis membalut deretan pohon di tepi jalan, menandakan mereka sudah berada di batas vegetasi hutan.Hingga akhirnya, di ujung jalan cor semen itu, tampak sebuah rumah kayu beratap limasan yang amat bersahaja. Rumah itu dikelilingi pagar bambu tradisional dengan halaman tanah berumput yang sangat luas. Di teras depan, terlihat seorang bocah laki-laki main aiir hujan, yang menetes di genting teras.Jantung Maura seketika serasa berhenti berdetak. Mungkin saja itu salah satu adiknya."Mas..." bisik Maura bergetar, matanya berkaca-kaca.Mobil hitam mereka perlahan belok, memasuki halaman berumput yang kuyup tersiram gerimis. Suara roda melindas tanah basah membuat bocah laki-laki di teras itu

  • Istri Pengganti Mas Dosen   309.

    Beliau lantas mengambil selembar kertas kosong dan pulpen dari laci meja. "Ini saya buatkan denah lokasinya nggih, biar nggak sasar. Soalnya begitu masuk jalur Dusun Karanglo ke atas, banyak jalan persimpangan dan cabang ke ladang warga. Maklum, bekas jalur perkebunan pabrik."Tangan Pak Mulyono mulai menarik garis-garis sederhana di atas kertas. "Nanti Mas sama Mbak ikuti jalan aspal ini naik. Ketemu pertigaan pohon beringin, ambil kanan. Nanti ada tanjakan agak curam, terus lurus saja sampai ketemu batas vegetasi hutan. Rumah Bu Dewi itu yang paling ujung, pagar bambu, halamannya luas banget."Bumi mengamati denah itu dengan cermat. "Akses jalannya bisa masuk mobil besar kan, Pak?""Saget banget, Mas! Jalannya memang ngepres dua mobil, tapi sudah cor semen halus kok," balas Pak Mulyono mantap. "Halaman rumah Bu Dewi juga sangat luas, bekas tempat nampung hasil panen warga. Mobil sampeyan bisa diparkir leluasa di sana tanpa ganggu jalan warga.""Terima kasih banyak bantuan petunjukny

  • Istri Pengganti Mas Dosen   308.

    Pak Supri perlahan meliuk menyusuri rute yang semakin menanjak tajam dan menikung patah. Pemandangan di balik jendela mobil berangsur berubah. Deretan rumah warga mulai digantikan oleh dominasi pepohonan dan perbukitan hijau yang menjulang megah, tepat berdiri di tepi kawasan hutan lereng pegunungan.Setelah menempuh tanjakan yang lumayan curam, kendaraan mereka akhirnya belok masuk ke sebuah area parkir tepat di tepi jalanan miring. Di situlah berdiri kokoh bangunan Kantor Desa, sama seperti data yng mereka bawa, sebuah kompleks perpaduan arsitektur modern dan tradisional Jawa yang amat asri.Bangunan utamanya tampak cukup luas dengan dinding bernuansa krem bersih, berdiri bersisian langsung dengan sebuah pendopo kayu beratap joglo yang megah di sebelah kirinya.Halaman sekitarnya dipenuhi tanaman hias serta pepohonan rindang yang teduh. Udara di tempat ini jauh lebih dingin, membawa hembusan angin pegunungan yang beraroma dedaunan. Keheningan lokasi lereng bukit ini terasa begitu me

  • Istri Pengganti Mas Dosen   1. KULKAS DUA PINTU BERJALAN

    Matahari Surabaya pagi itu seolah sedang pamer kekuatan. Panasnya tak main-main, sanggup membuat aspal parkiran Fakultas Bahasa dan Sastra terasa seperti panggangan roti.Maura Adhisti turun dari motornya dengan gerakan dramatis, kacamata bulat bertengger di hidung, rambut dikuncir kuda asal-asalan

  • Istri Pengganti Mas Dosen   5. Harga Diri Yang Tergores

    Maura turun dengan bahu merosot, diikuti Bumi yang berjalan di belakangnya. Atmosfer di ruang tamu masih sama. Suram, menyesakkan, dan bau minyak kayu putih yang menyengat dari arah Papa.Begitu sampai di bawah, Papa langsung mendongak. Matanya yang merah menatap Bumi, seakan pria itu adalah satu-s

  • Istri Pengganti Mas Dosen   4. Teori dari mana itu?

    “Ng, nggak tahu, Nak,” jawabnya pelan, lalu menoleh ke arah Maura. “Coba kamu cari di kamar kakakmu, Ra.”Maura langsung menghela napas panjang, kepalanya mendongak ke plafon seolah berharap ada jawaban jatuh dari sana. “Capek, Ma,” jawabnya lemas. Suaranya penuh penderitaan versi anak bungsu yang

  • Istri Pengganti Mas Dosen   3. Mustahil

    Pria yang selalu mengagungkan logika dan presisi itu kini kehilangan arah. Bumi, tidak punya rumus untuk menjelaskan apa yang sedang terjadi. Seluruh syarafnya menolak percaya pada kenyataan yang baru saja dia baca di secarik kertas itu.Kemarin sore Dira masih duduk di hadapannya di sebuah kafe. T

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status