Share

56. Ikut

Author: Rosa Rasyidin
last update Last Updated: 2026-01-22 23:25:49

Guncangan kereta membuat kepala Muyin oleng, sekaligus membuatnya sadar. Ia membuka mata dan memindai keadaan. Tidak ada Keyi dan pelayannya. Lantas ia menoleh dan melihat seorang pria dengan mulut sedikit terbuka dan tubuhnya bersandar miring di dinding kereta.

“Fujun,” ucapnya sambil mengulurkan tangan. Ingin ia membersihkan noda hitam yang menempel di kening Fenglan, tapi tiba-tiba saja lelaki itu membuka matanya.

“Kau sudah bangun?” tanya Fenglan sambil menggeliat.

“Baru saja,” jawab Muyin
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Istri Pengganti Untuk Jenderal Li    88. Jam Malam

    Diam-diam Muyin masuk ke dalam istana tanpa pengawalan yang terlalu banyak. Hanya ada Luo Ying dan Shuqing saja. Mereka menuju paviliun tempat tinggal Putra Mahkota dan Putri Mianmian.Sampai di sana Muyin langsung memeriksa kehamilan sang Putri Mahkota. Di dalam kamar hanya ada mereka berdua ditambah satu orang pelayan yang telah ikut Putri Mahkota sejak masih kecil.“Sejauh ini denyut nadinya masih baik-baik saja, Jiejie, kandunganmu juga baik, jadi tidak ada masalah yang berarti,” kata Muyin sambil meletakkan tangan halus Putri Mahkota kembali ke dalam selimut.“Tapi kenapa mualku tak kunjung berhenti, padahal aku sudah meminum tonik yang kau resepkan untukku. Aku juga jadi sulit makan dan rasanya malas sekali untuk melakukan apapun.”“Itu wajar, namanya ibu hamil pasti seperti itu.”“Meimei, sebelumnya apa kau sudah pernah hamil?”“Aaah, belum, tapi aku bisa bertanya pada orang yang pernah hamil bagaimana rasanya,” jawab Muyin sambil tersenyum.“Semoga kau lekas hamil, karena keha

  • Istri Pengganti Untuk Jenderal Li    87. Kantong Wewangian

    Pangeran Rui diberikan larutan penawar oleh Muyin dalam bentuk cairan yang sangat kental dan pahit. Wanita dengan lesung pipi itu memperhatikan dan menghitung menggunakan jemarinya. Tak butuh waktu terlalu lama, Pangeran Rui telah bernapas seperti biasa.Lelaki hidung belang itu langsung menggeram. Ia ingin bangun dan mencekik Muyin tapi lehernya masih sangat sakit, hingga untuk berbicara saja sangat sulit.“Tenanglah, siang hari nanti kau sudah bisa berdiri. Sambil menunggu, kami makan dulu.” Muyin beranjak dan mengajak Fenglan makan.Mo Yan yang khawatir pada tuannya karena dari tadi tidak ada suara, kemudian mengetuk pintu. Fenglan mengizinkannya masuk dan Mo Yan melihat sang pangeran sangat lelap dalam tidurnya. Racun yang diracik oleh Muyin tidak meninggalkan jejak rasa dan bau hingga Mo Yan tidak curiga sama sekali.“Bagaimana kalau hamba membawa pulang Pangeran Rui saja, Jenderal Li,” ucap Mo Yan dengan sopan.“Jangan, katanya dia hanya istirahat sebentar, dan nanti masih ada y

  • Istri Pengganti Untuk Jenderal Li    86. Balas Dendam

    Pangeran Rui bersiap untuk keluar dari Wisma Bunga Ungu. Ia menggunakan jubah hitam dengan bordiran perak di sekelilingnya. Lelaki itu memang terlihat sangat tampan hingga banyak wanita yang terjerat dalam pesonanya.“Aku tidak tahu apa yang akan direncanakan Fenglan, sebaiknya kalian tetap waspada saja,” ucap Pangeran Rui pada Mo Yan. “Jika tidak ada yang terjadi kalian jangan bergerak, jika terjadi sesuatu pastikan semua terlihat baik-baik saja.”“Baik, Pangeran,” jawab Mo Yan patuh.Tak lama kemudian Pangeran Rui keluar menggunakan kereta. Dari kejauhan Han Yu memperhatikan dan sepanjang ia mengawasi di sana, tidak ada yang keluar dan masuk dengan keanehan. Hingga ia memutuskan mengikuti kereta itu.“Jangan lupa kirim surat untuk Tang Yun, secepatnya. Aku tidak mau pergerakan kita terlalu lama,” kata Yan Zhelan sambil membuka kipasnya.“Tuan Muda Tang itu mengatakan dalam suratnya bahwa ia sangat ingin ke ibu kota, Pangeran, bagaimana?”“Jika dia hanya ingin berkunjung silakan saja

  • Istri Pengganti Untuk Jenderal Li    85. Japamala

    Pagi-pagi sekali, istirahat Fenglan terganggu. Suara kentungan membuat ia menutup telinga. Tapi suara itu tak kunjung berhenti. Hingga ia menyibak selimut dengan mata setengah terbuka.Di hadapannya terdapat seorang perempuan cantik sedang membaca doa dengan serius. Sebelah tangannya memegang japamala dan sebelahnya lagi memukul kentungan kecil.“Furen, apa yang kau lakukan?” tanya Fenglan setengah pasrah, setengah tak rela.“Berdoa dan membaca sutra Buddha, agar pertemuan kita beberapa hari lagi dengan Pangeran Rui lancar,” jawab Muyin tanpa membuka matanya. Suara tuk, tuk, tuk terdengar pelan, tapi pasti dan terus-menerus.“Astaga, memang Buddha akan datang menemuimu nanti?”“Tidak, tapi aku yakin pertolongan-Nya akan datang tepat waktu.” Tuk. Pukulan terakhir Muyin selesai dibunyikan, kemudian ia membuka matanya.“Baguslah kalau sudah selesai, aku mau lanjut tidur lagi.”“Kata siapa selesai?” Muyin menyeringai lebar. “Masih ada tiga sutra yang harus aku baca lagi.”Muyin jeda sebe

  • Istri Pengganti Untuk Jenderal Li    84. Kehamilan

    Pagi-pagi sekali Fenglan dan Muyin sudah berdandan rapi di depan cermin perunggu. Mereka menggunakan warna baju senada yaitu biru muda. Dandanannya lebih santai karena sesuai isi surat Putra Mahkota, hanya acara minum teh saja.Tak lupa Muyin selalu membawa plakat emasnya. Shuqing hari itu ikut serta bersama majikannya, begitu juga A Ying yang berjalan selalu di belakang Muyin.Sampai di kediaman Putra Mahkota, keduanya masuk dan para pelayan menunggu di luar saja. Pangeran Yan Haoran menyambut kedatangan Fenglan. Sedangkan pelayan utusan Putri Mianmian meminta agar Muyin mengikutinya ke suatu ruangan.“Jenderal, sebenarnya aku memintamu datang hari ini bukan untuk santai-santai saja, melainkan ada yang harus kita bahas.” Putra Mahkota menutup ruang belajarnya hingga hanya tersisa mereka berdua saja.“Urusan negara?” tanya Fenglan, dan Putra Mahkota yang memiliki mata sipit itu mengangguk.“Kita tidak hanya berdua saja, tapi ....” Yan Haoran menggeser pintu ruangan tempat buku-bukunya

  • Istri Pengganti Untuk Jenderal Li    83. 500 Tael Emas

    Muyin kembali membalut punggung Fenglan dengan perlahan. Sesekali ia menguap karena kantuk tak tertahankan. Namun, pekerjaannya tetap diselesaikan.Pada lilitan terakhir, Fenglan menahan tangan istrinya, hingga Muyin yang kelelahan meletakkan dagunya di bahu sang jenderal.“Dulu, dia datang ke barak militer di utara dan menggunakan wajah serta namamu. Untung saja aku tahu sejak awal,” ucap Fenglan sambil mengecup tangan Muyin yang beraroma salep.“Lalu, siapa dia?”“Tidak tahu, yang jelas seseorang mengirimnya karena tidak suka padaku.”Muyin beringsut dan memeluk erat suaminya. Fenglan berjengit menahan nyeri di punggungnya akibat desakan tubuh Muyin.“Mungkinkah Pangeran Rui lagi?”“Mungkin saja, semua orang bisa mengirim orang untuk membunuhku.”“Lalu kita harus apa? Kalau dia muncul lagi di depanmu dengan wajah sama, Fujun pasti kesulitan membedakannya. Bisa jadi nanti kalian akan tidur bersama.” Muyin menguap lagi.“Kau sungguh berpikir ke arah sana?”“Sedikit.”“Dia ingin membun

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status