Share

86. Balas Dendam

Author: Rosa Rasyidin
last update Last Updated: 2026-02-11 16:33:30

Pangeran Rui bersiap untuk keluar dari Wisma Bunga Ungu. Ia menggunakan jubah hitam dengan bordiran perak di sekelilingnya. Lelaki itu memang terlihat sangat tampan hingga banyak wanita yang terjerat dalam pesonanya.

“Aku tidak tahu apa yang akan direncanakan Fenglan, sebaiknya kalian tetap waspada saja,” ucap Pangeran Rui pada Mo Yan. “Jika tidak ada yang terjadi kalian jangan bergerak, jika terjadi sesuatu pastikan semua terlihat baik-baik saja.”

“Baik, Pangeran,” jawab Mo Yan patuh.

Tak lama
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Istri Pengganti Untuk Jenderal Li    86. Balas Dendam

    Pangeran Rui bersiap untuk keluar dari Wisma Bunga Ungu. Ia menggunakan jubah hitam dengan bordiran perak di sekelilingnya. Lelaki itu memang terlihat sangat tampan hingga banyak wanita yang terjerat dalam pesonanya.“Aku tidak tahu apa yang akan direncanakan Fenglan, sebaiknya kalian tetap waspada saja,” ucap Pangeran Rui pada Mo Yan. “Jika tidak ada yang terjadi kalian jangan bergerak, jika terjadi sesuatu pastikan semua terlihat baik-baik saja.”“Baik, Pangeran,” jawab Mo Yan patuh.Tak lama kemudian Pangeran Rui keluar menggunakan kereta. Dari kejauhan Han Yu memperhatikan dan sepanjang ia mengawasi di sana, tidak ada yang keluar dan masuk dengan keanehan. Hingga ia memutuskan mengikuti kereta itu.“Jangan lupa kirim surat untuk Tang Yun, secepatnya. Aku tidak mau pergerakan kita terlalu lama,” kata Yan Zhelan sambil membuka kipasnya.“Tuan Muda Tang itu mengatakan dalam suratnya bahwa ia sangat ingin ke ibu kota, Pangeran, bagaimana?”“Jika dia hanya ingin berkunjung silakan saja

  • Istri Pengganti Untuk Jenderal Li    85. Japamala

    Pagi-pagi sekali, istirahat Fenglan terganggu. Suara kentungan membuat ia menutup telinga. Tapi suara itu tak kunjung berhenti. Hingga ia menyibak selimut dengan mata setengah terbuka.Di hadapannya terdapat seorang perempuan cantik sedang membaca doa dengan serius. Sebelah tangannya memegang japamala dan sebelahnya lagi memukul kentungan kecil.“Furen, apa yang kau lakukan?” tanya Fenglan setengah pasrah, setengah tak rela.“Berdoa dan membaca sutra Buddha, agar pertemuan kita beberapa hari lagi dengan Pangeran Rui lancar,” jawab Muyin tanpa membuka matanya. Suara tuk, tuk, tuk terdengar pelan, tapi pasti dan terus-menerus.“Astaga, memang Buddha akan datang menemuimu nanti?”“Tidak, tapi aku yakin pertolongan-Nya akan datang tepat waktu.” Tuk. Pukulan terakhir Muyin selesai dibunyikan, kemudian ia membuka matanya.“Baguslah kalau sudah selesai, aku mau lanjut tidur lagi.”“Kata siapa selesai?” Muyin menyeringai lebar. “Masih ada tiga sutra yang harus aku baca lagi.”Muyin jeda sebe

  • Istri Pengganti Untuk Jenderal Li    84. Kehamilan

    Pagi-pagi sekali Fenglan dan Muyin sudah berdandan rapi di depan cermin perunggu. Mereka menggunakan warna baju senada yaitu biru muda. Dandanannya lebih santai karena sesuai isi surat Putra Mahkota, hanya acara minum teh saja.Tak lupa Muyin selalu membawa plakat emasnya. Shuqing hari itu ikut serta bersama majikannya, begitu juga A Ying yang berjalan selalu di belakang Muyin.Sampai di kediaman Putra Mahkota, keduanya masuk dan para pelayan menunggu di luar saja. Pangeran Yan Haoran menyambut kedatangan Fenglan. Sedangkan pelayan utusan Putri Mianmian meminta agar Muyin mengikutinya ke suatu ruangan.“Jenderal, sebenarnya aku memintamu datang hari ini bukan untuk santai-santai saja, melainkan ada yang harus kita bahas.” Putra Mahkota menutup ruang belajarnya hingga hanya tersisa mereka berdua saja.“Urusan negara?” tanya Fenglan, dan Putra Mahkota yang memiliki mata sipit itu mengangguk.“Kita tidak hanya berdua saja, tapi ....” Yan Haoran menggeser pintu ruangan tempat buku-bukunya

  • Istri Pengganti Untuk Jenderal Li    83. 500 Tael Emas

    Muyin kembali membalut punggung Fenglan dengan perlahan. Sesekali ia menguap karena kantuk tak tertahankan. Namun, pekerjaannya tetap diselesaikan.Pada lilitan terakhir, Fenglan menahan tangan istrinya, hingga Muyin yang kelelahan meletakkan dagunya di bahu sang jenderal.“Dulu, dia datang ke barak militer di utara dan menggunakan wajah serta namamu. Untung saja aku tahu sejak awal,” ucap Fenglan sambil mengecup tangan Muyin yang beraroma salep.“Lalu, siapa dia?”“Tidak tahu, yang jelas seseorang mengirimnya karena tidak suka padaku.”Muyin beringsut dan memeluk erat suaminya. Fenglan berjengit menahan nyeri di punggungnya akibat desakan tubuh Muyin.“Mungkinkah Pangeran Rui lagi?”“Mungkin saja, semua orang bisa mengirim orang untuk membunuhku.”“Lalu kita harus apa? Kalau dia muncul lagi di depanmu dengan wajah sama, Fujun pasti kesulitan membedakannya. Bisa jadi nanti kalian akan tidur bersama.” Muyin menguap lagi.“Kau sungguh berpikir ke arah sana?”“Sedikit.”“Dia ingin membun

  • Istri Pengganti Untuk Jenderal Li    82. Seribu Wajah

    Shu Li—wanita yang menguasai teknik mengubah seribu wajah sedang menahan sakit di dadanya. Ia bersembunyi di sebuah losmen kosong dan menarik napas dalam sejenak sambil duduk bersila.“Sial, kemampuannya benar-benar tidak bisa diremehkan,” ucap Shu Li sambil menahan batuk. Sedikit lagi ia berhasil menikam jantung Fenglan, tapi lelaki itu terlalu waspada jadi orang.Shu Li menukar wajah Muyin kembali ke wajah aslinya. Ia memang sempat terluka parah saat di peperangan utara, tapi Shu Li kembali ke Kuil Teratai Hitam dan segera memulihkan tenaga dalamnya.“Aku bersumpah akan membalas semua perbuatanmu, Fenglan!” gumamnya dengan gigi yang saling beradu.Baru beberapa saat bermeditasi, suara berisik terdengar. Pintu reyot losmen itu ditendang dan muncul suara Fenglan hingga membuat Shu Li mawas diri.“Dia sampai begitu cepat.” Shu Li menarik napas lebih dalam.Saat pintu kamarnya dibuka oleh Fenglan ia sudah tidak terlihat lagi. Namun, sang Jenderal menemukan beberapa bercak darah di lanta

  • Istri Pengganti Untuk Jenderal Li    81. Kain Kasa

    Fenglan meringis ketika punggungnya terasa ditikam benda tajam. Dengan spontan ia menjauhkan diri dan tangan Muyin terpelanting hingga menabrak dinding kayu.“Furen,” ucap Fenglan sambil menahan sakit dan menatap istrinya begitu dalam.“Aku membencimu, Fujun, kau membunuh kakakku!” Muyin berdiri dan mengangkat pisau itu lebih tinggi hingga sedikit lagi menusuk kepala Fenglan.Sang Jenderal menahan dengan sebelah tangannya. “Aku sudah pernah menjelaskannya padamu!”“Kau harus mati!” Muyin menyeringai keji.Wanita itu melompat mundur untuk mengambil ancang-ancang, lalu ia menerjang ke depan dengan kecepatan yang mengerikan. Ujung belati yang berkilat mengarah lurus ke jantung Fenglan yang terbuka tanpa perlindungan.Meski terkejut bukan main, pengalaman bertahun-tahun di medan perang menyelamatkan nyawa Jenderal itu. Fenglan memutar tubuhnya ke samping. Belati melewati rusuknya, hingga hanya menikam angin saja.Tidak memberi kesempatan Muyin untuk menarik kembali senjatanya atau mengatu

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status