Share

Rumit

last update publish date: 2026-10-31 22:28:27

“Jangan tinggalkan aku lagi, Alana… kumohon tetaplah di sini bersamaku.”

Racauan parau itu lolos begitu saja dari bibir Farendra, berat oleh aroma wiski yang menguar di tengah udara kamar yang temaram. Alih-alih berasa puas setelah mengisolasi Nayara serta menyiksanya secara mental, Faren justru malah disiksa oleh bayangan kematian Alana yang terus berkelebat di dalam kepalanya.

Cairan wiski yang ia tenggak tanpa sadar membuat seluruh kesadarannya menipis, mengaburkan batas antara dunia nyata d
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Istri Pengganti yang Melawan    Be Your Annabelle

    “Tuan Farendra memerintahkanku untuk membawa Anda pulang sekarang juga, Nona Nayara.”Suara bariton yang datar dan tanpa emosi itu memecah keheningan di dalam kamar rawat VIP yang beraroma obat penenang. Callan berdiri tegak tepat di sisi ranjang pasien, kedua tangannya terlipat rapi di depan dada dengan sorot mata setajam elang yang menatap lurus ke bawah."Siapa kau?" tanya Nayara pelan, mencoba mengingat-ingat kiranya siapa pria di hadapannya."Saya Callan, sekretaris dan orang kepercayaan Tuan Farendra."Nayara memejamkan mata sejenak, merasakan kembali setiap sisa rasa sakit dari telapak tangannya yang sudah dililit perban tebal. Tenggorokannya terasa kering, sekujur tubuhnya masih dibalut demam tinggi, dan sisa-sisa rasa perih akibat lelehan wax panas semalam masih menghujam setiap sarafnya.Melihat sosok orang kepercayaan Faren itu berdiri di hadapannya, jantung Nayara berdegup kencang. Bukan karena takut, melainkan karena gelombang kemarahan yang mendadak melonjak di dadanya.

  • Istri Pengganti yang Melawan    Ancaman Sang Ibu

    “Astaga Nona… apa yang terjadi!”Saat membuka pintu untuk mengantarkan sarapan pagi itu, Bi Sumi terkesiap histeris saat melihat keadaan Nayara. Gadis itu terbaring lemah di sudut ruangan yang dingin, dengan badan menggigil dan telapak tangan yang melepuh parah dengan sisa lelehan wax dan darah yang mengering. Wajahnya pucat pasi dengan tubuh meringkuk kedinginan dalam balutan demam tinggi.“Tolong saya, Bi…”Seketika, debaran jantung Bi Sumi melonjak drastis. Di dalam saku bajunya, ponsel baru titipan Nayara yang harusnya ia berikan pagi ini tersembunyi rapat, urung dia berikan karena keadaan Nayara yang sangat memprihatinkan. Tanpa membuang waktu, Bi Sumi berlari ke luar kamar dan menyambar telepon rumah yang berada di dekat ruang kerja Faren lalu langsung mendial nomor kantor sang tuan rumah dengan tangan gemetar hebat.“Halo?” suara bariton yang dingin langsung menyambut dari seberang sana.“Halo, Tuan… Nona Nayara, Tuan… Tangannya melepuh dan badannya panas tinggi... Saya mohon

  • Istri Pengganti yang Melawan    Tanpa Kasihan

    “Berani-beraninya kau…”Suara berat itu mengeram rendah, memecah keheningan malam di kamar yang dingin itu. Belum sempat Nayara menarik napas dan membalikkan tubuh, sebuah cengkraman kuat tiba-tiba mencekal pergelangan tangannya, menariknya secara kasar menjauh dari pintu itu.Faren merampas paksa gunting kecil yang masih digenggam Nayara. Gerakan yang terlalu mendadak dan kasar itu membuat ujung logam yang tajam menggores telapak tangan gadis itu hingga mengeluarkan darah segar.Nayara meringis tajam menahan perih. Ia lantas terduduk tanpa daya di atas lantai marmer yang dingin, semakin merasa kecil di bawah bayang-bayang kemarahan sang tuan rumah.“Mana tanganmu!” geram Faren tanpa aba-aba. Pria itu menyambar pergelangan tangan Nayara yang terluka, menariknya mendekat demi melihat darah yang mulai menetes.“Tidak! Jangan sentuh aku!” pekik Nayara ngeri. Tubuhnya bergetar hebat, ketakutan luar biasa karena tidak punya bayangan apa apun tentang kegilaan yang akan Faren lakukan padanya

  • Istri Pengganti yang Melawan    Ambang Kehancuran

    “Bagaimana kondisi terkini perusahaan Danuwira hari ini, Callan?” suara rendah Faren terdengar tenang memecah keheningan ruang kerjanya yang luas.Pria itu berdiri di dekat jendela kaca besar yang mengarah langsung ke pusat kota yang sibuk di bawahnya. Tatapannya menerawang kosong dengan pikiran yang berkecamuk hebat. Bayangan tubuh Nayara yang meringkuk lemah di ranjang kamar utama terus menghantui benaknya, tidak lupa dengan sisa-sisa air mata gadis itu yang telah mengering. Semua ingatan itu… berbenturan keras dengan rasa bersalah yang mengoyak hatinya setiap kali ia menginat Alana, wanita yang seharusnya menjadi satu-satunya pemilik keabadian cintanya. Faren merasa muak pada dirinya sendiri, merasa telah mengkhianati kesucian cinta itu hanya karena semalam ia kehilangan kendali di bawah pengaruh alkohol. “Laporan dari tim analisis kita baru saja masuk, Pak,” jawab Callan sopan, berdiri tegak dengan map tebal berwarna merah marun di tangannya.“Upaya rebranding dari Danuwira saat

  • Istri Pengganti yang Melawan    Harapan Baru

    Pagi datang tanpa membawa kehangatan apa pun ke dalam kamar utama itu. Sinar matahari yang menerobos masuk justru memperlihatkan kakacauan yang terjadi di malam sebelumnya. Pecahan gelas di sudut ruangan, seprai ranjang yang kusut tak beraturan, serta sisa-sisa air mata Nayara yang telah mongering di pipi sang gadis. Faren bangun lebih dulu dengan kepala pusing luar biasa. Menatap sekeliling, pria itu terperanjat ketika nertanya menangkap sosok Nayara yang meringkuk di sebelahnya, dengan tangan kiri menjadi bantalan kepala gadis itu. “Apa yang sudah terjadi…” gumamnya putus asa. Faren mencoba memutar otaknya, menarik kembali kepingan kesadaran yang hilang. Seingatnya, semalam setelah memerintahkan Nayara untuk membereskan semua kekacauan yang ia buat sendiri, ia meninggalkan gadis itu sendirian dan memilih pergi ke ruang kerja yang terletak tepat di sebelah kamar utama. Perlahan, ingatan demi ingatan yang kabur mengantam kepalanya bagaikan kaset rusak. Keputusasaannya yang memuncak

  • Istri Pengganti yang Melawan    Rumit

    “Jangan tinggalkan aku lagi, Alana… kumohon tetaplah di sini bersamaku.”Racauan parau itu lolos begitu saja dari bibir Farendra, berat oleh aroma wiski yang menguar di tengah udara kamar yang temaram. Alih-alih berasa puas setelah mengisolasi Nayara serta menyiksanya secara mental, Faren justru malah disiksa oleh bayangan kematian Alana yang terus berkelebat di dalam kepalanya.Cairan wiski yang ia tenggak tanpa sadar membuat seluruh kesadarannya menipis, mengaburkan batas antara dunia nyata dan halusinasi kelam yang mengambil alih seluruh logika.“Alana…” racaunya tanpa henti, tanpa sadar melangkah terhuyung dengan pandangan yang mulai kabur. Alih-alih kembali ke sofa ruang kerjanya, ia justru mendorong pintu kamar utama tempat Nayara berada. Di dalam sana, suasana tampak gelap temaram, hanya ada lampu tidur redup yang menyala di samping tempat tidur. Di atas ranjang besar itu, Nayara tampak meringkuk lelah setelah menghabiskan semalaman penuh membereskan kekacauan yang ia buat sen

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status