Share

Istri Rahasia Bos Dingin
Istri Rahasia Bos Dingin
Author: Aldra_12

Melarikan Diri

Author: Aldra_12
last update publish date: 2026-07-24 19:19:45

‘Tidak, aku tidak mau menikah dengan pria tua bangka itu!’ jerit Freya panik di dalam hati.

Freya Winata menggeleng kuat, sambil terus mengayunkan kedua kakinya lebih lebar untuk lepas dari kejaran dua pria bertubuh besar yang ada di belakangnya.

Beberapa menit lalu, Freya baru saja pulang dan dia sudah dibuat syok ketika ayahnya ingin menyerahkannya kepada dua pria yang datang ke rumahnya.

Yang membuat Freya lebih panik, Freya ingin dinikahkan dengan pria tua bernama Pak Kusuma—juragan kos yang sudah berusia 50 tahunan dan memiliki 3 istri muda, demi melunasi hutang-hutang ayahnya.

Ayahnya mungkin gila, tapi tidak dengan Freya. Dia tidak akan mau menerima begitu saja menjadi alat pembayaran hutang ayahnya, walau dia akan dianggap durhaka.

Freya tidak peduli!

Freya berlari sekuat tenaga. Dia tidak mau tertangkap. Dia tidak mau menikah dengan pria tua bangka itu!

Dalam kegelapan, Freya terus mengayunkan langkahnya.

Tak sekali dua kali kakinya terseok karena memakai heels tinggi, sampai-sampai Freya akhirnya melepas sepatunya agar bisa berlari lebih cepat.

“Itu dia, jangan lari!”

Suara teriakan itu mengejutkan Freya, wajahnya semakin memucat karena ketakutan yang memuncak.

Freya kembali berlari. Sekuat tenaga meski kakinya perih tergores kerikil dan benda-benda asing di jalanan yang dilewatinya.

Freya tak peduli lagi seperih apa kakinya terluka, yang dia pikirkan sekarang hanyalah, lari.

Sampai mata Freya melihat sorot lampu yang begitu terang.

Jalan raya.

Ya, dia bisa kabur sepenuhnya begitu sampai di jalan raya. Dia bisa naik taksi untuk menghindari para pria itu.

Dengan napas terengah-engah Freya menatap ke arah taksi yang ada di seberang jalan. Bibirnya sejenak tersenyum penuh kelegaan.

Freya berlari ke jalan raya tanpa melihat situasi, hingga ketika sampai di tengah jalan, sebuah kilat menyilaukan menyorot matanya.

Tubuh Freya mendadak membeku melihat mobil melesat cepat menuju ke arahnya. 

“Aaa!” 

Sebuah teriakan kepanikan yang menumpuk lolos dari bibir Freya. 

Saat matanya terpejam seolah pasrah dengan apa yang akan terjadi padanya, Freya justru tak merasakan apa pun.

Freya membuka matanya perlahan. Hingga dia menyadari kalau mobil yang hampir menabraknya, berhenti tepat di depannya sebelum menyentuh kakinya.

Tubuh Freya mendadak lemas, jantungnya berdegup sangat cepat. Ingin rasanya dia luruh dan jatuh di aspal, tapi saat mengingat kejaran dua orang suruhan Pak Kusuma, membuat Freya menggunakan sisa tenaganya untuk kabur.

“Anda baik-baik saja, Nona?” 

Freya melihat kepala sopir menyembul dari jendela mobil. Tatapan pria tua itu menyorot panik ke arahnya.

Tak membuang waktu, Freya mendekati sang sopir setelah melihat dua pria itu hampir mengejarnya.

“Pak, tolong beri saya tumpangan. Saya mohon bantu saya.” Suara Freya bergetar menahan lelah dan kepanikan yang luar biasa dia alami.

“Tapi–”

“Biarkan dia masuk.” Suara dingin dan datar dari kursi belakang memotong cepat kalimat sang sopir sebelum diselesaikan.

Freya terkejut mendengar ucapan itu, tapi juga lega karena diperbolehkan menumpang.

“Silakan masuk, Nona.” Sopir menekan tombol agar kunci pintu terbuka otomatis.

“Terima kasih, terima kasih, Pak.” Freya benar-benar lega. Dia bergegas ke pintu belakang, lalu masuk ke dalam mobil.

Tepat setelah Freya duduk, tatapannya kembali panik melihat dua pria yang mengejarnya hampir tiba di mobil ini.

“Pak, apa bisa segera jalan? Jangan biarkan mereka menangkap saya.” Freya memohon panik dengan tatapan tertuju ke luar mobil.

“Jalan.” Suara laki-laki di samping Freya kembali terdengar.

Sopir langsung melajukan mobil meninggalkan tempat itu, melesat cepat meninggalkan dua pria yang mendekat berada jauh di belakang hingga akhirnya hilang dari jangkauan.

Freya mengembuskan napas lega. Tatapannya masih tertuju ke belakang, ke arah para pria yang tak bisa mengejarnya lagi.

Sambil mengurut dada untuk menetralkan detak jantungnya, kini tatapan Freya tertuju pada pria yang duduk di sebelahnya.

Pria yang sudah menolongnya dari bahaya.

“Terima kasih karena Anda sudah ….” Kalimat yang akan meluncur dari bibir Freya menggantung di ujung lidah, saat sepasang mata cokelatnya melihat wajah penolongnya.

Lidahnya mendadak kelu, kepanikan luar biasa menyergah dadanya. “Pak … Pak Keano,” lirihnya sebelum meneguk ludah kasar.

Keano Pradipta, pria tampan pemilik PD Mall tempat Freya bekerja. Pria tegas dan dingin ini terkenal sangat sulit didekati.

Bahkan rumor mengatakan jika para wanita kelas atas yang mendekati Keano, tidak bisa berdiri lebih dekat di jarak dua langkah dari Keano, apalagi satu mobil bersamanya.

Lalu sekarang, Freya dengan lancang duduk di samping Keano karena meminta bantuan? Freya panik, apakah Keano akan tersinggung. Apa Freya akan mendapat masalah?

“Se-sepertinya saya sudah aman. Anda bisa menurunkan saya di depan, Pak.” Freya tak ingin terkena masalah, apalagi dia masih ingin bekerja di PD Mall.

Melihat Keano yang diam, membuat Freya meneguk ludah kasar dengan kepanikan luar biasa yang kembali membuat jantungnya berdegup cepat.

“Apa yang membuatmu dikejar para pria itu? Kamu mencuri?” Suara tegas penuh penekanan Keano menggema di dalam kabin mobil.

Punggung Freya menegak, matanya membola lebar mendengar pertanyaan Keano.

“Ti-tidak, Pak.” Freya membalas dengan tergagap. “Sa-saya tidak mencuri.”

Freya melihat Keano menggerakkan kepala, tatapan pria itu tertuju padanya. 

Untuk pertama kalinya, Freya melihat dengan jelas dari dekat pria ini. Biasanya Freya hanya melihat Keano dari kejauhan ketika pria ini melakukan sidak di mall.

“Tidak mencuri, tapi kamu kabur seperti buronan? Apa kamu sedang menyeretku ikut dalam masalahmu? Apa aku sedang membantu seorang kriminal?” Nada bicara Keano sedingin es.

Freya terkesiap. Kepalanya menggeleng kuat. “Tidak, tidak seperti itu, Pak! Saya–”

“Kalau begitu jelaskan, jika jawabanmu tak memuaskan atau kamu berani membohongiku, aku akan menyerahkanmu ke polisi, atau ke para pria yang mengejarmu!”

Freya tersentak. Punggungnya menegak saat kepalanya kembali menggeleng. Mata Freya berkaca-kaca dan memerah.

“Jangan, Pak! Saya mohon jangan serahkan saya ke mereka.” Suara Freya bergetar. 

Keano menatap ke arloji yang melingkar di pergelangan tangan, seolah menghitung waktu, Keano kembali bicara. “Lima menit, jika penjelasanmu tidak masuk akal, aku akan membawamu kembali ke tempat tadi.”

Freya panik luar biasa, hingga dengan cepat dia menjelaskan. “Mereka mengejar saya karena ingin menjadikan saya alat tukar hutang, Pak. Ayah saya ingin menikahkan saya dengan pria tua beristri empat. Saya tidak mau, Pak.”

Keano menoleh cepat pada Freya. Ada kerutan dalam di keningnya. Sampai senyum tipis nyaris tak terlihat terpajang di bibirnya.

“Dipaksa menikah dengan pria beristri? Apa alasanmu tidak ada yang lebih baik, Freya Winata?”

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Comments (3)
goodnovel comment avatar
Adeena
bab pertama udah bikin tegang sama Freya...
goodnovel comment avatar
Aldra_12
Terima kasih sudah mampir di kisah Keano dan Freya , semoga suka
goodnovel comment avatar
Margaretha Indrayani
awal cerita sudah ikut ngos ngosan karena freya dikejaf orang
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Istri Rahasia Bos Dingin   Apa Kamu Suka?

    Freya duduk diam, matanya menatap Rachel yang bergerak cepat keluar ruangan tanpa berkata apa-apa lagi. Tidak lama, sahabatnya itu kembali dengan sekantong es batu yang dia ambil dari kulkas kecil di pantry karyawan.Rachel berlutut lagi di depan Freya, dengan hati-hati menempelkan kantong es itu ke pergelangan kaki yang bengkak, gerakannya penuh perhatian meski wajahnya masih menyimpan sisa kekesalan yang belum sepenuhnya reda.“Chel, maaf,” ucap Freya lirih, menatap sahabatnya yang sedang sibuk mengompres kakinya.“Diam dulu,” balas Rachel, meski nada suaranya tidak lagi setajam sebelumnya, lebih terdengar seperti gengsi yang belum rela sepenuhnya mencair.Freya tersenyum kecil melihat perhatian itu, meski Rachel masih berusaha menutupi kepeduliannya di balik nada ketus yang dipaksakan.Setelah beberapa saat, Freya menarik napas dalam, memutuskan untuk jujur sejauh yang bisa dia jelaskan. “Chel, aku terpaksa menikah dengan Pak Keano waktu itu. Aku hampir dipaksa dinikahkan dengan p

  • Istri Rahasia Bos Dingin   Menemui Rachel

    Keano melangkah cepat, naik ke lantai atas menghampiri Nadine yang baru saja berteriak.“Apa maksudnya tidak ada di kamar, Ma?” tanya Keano begitu melihat sang mama yang berdiri di depan kamarnya.Nadine berdiri di depan pintu yang terbuka lebar, tangannya masih memegang nampan berisi segelas jus yang belum sempat dia sajikan. “Aku mau antar ini untuk Freya, tapi begitu masuk, kamarnya kosong. Dia gak ada di kamar.”Keano masuk ke dalam kamar, matanya menyapu seisi kamar yang memang benar-benar kosong. Selimut ranjang tersibak begitu saja, tanpa sosok yang seharusnya berbaring di sana untuk beristirahat.“Suruh semua orang mencarinya,” perintah Keano tegas ke pelayan yang ada di sana, suaranya menahan kepanikan yang mulai menjalar di dadanya. “Freya sedang sakit, tidak mungkin dia menghilang begitu saja tanpa alasan.”Para pelayan segera bergerak, menyebar ke seluruh penjuru rumah, memeriksa setiap sudut mulai dari taman belakang hingga area garasi. Sampai salah satu pelayan menyampa

  • Istri Rahasia Bos Dingin   Tidak Izin

    Freya menatap layar ponselnya yang masih menampilkan riwayat panggilan tak terjawab. Dari pagi sampai siang ini, Rachel masih tak mau menerima panggilan darinya.Setelah beberapa saat mencoba menenangkan diri, dia memutuskan untuk mengetik pesan panjang, mencurahkan semua yang tidak sempat dia jelaskan lewat telepon tadi.[Chel, maaf aku nggak pernah cerita soal ini. Bukan karena aku nggak percaya sama kamu, tapi karena ini bagian dari kesepakatan yang harus aku jaga. Aku tahu ini terdengar aneh, tapi aku janji akan jelasin semuanya kalau memang sudah waktunya.][Kaki aku masih sakit banget, Chel. Kemarin aku sampai digendong karena nggak bisa jalan sama sekali. Aku cuma pengen kamu tahu, aku nggak lagi baik-baik aja, dan aku butuh kamu di saat kayak gini.][Please, jangan marah lagi. Aku sayang kamu sebagai sahabat, dan aku nggak mau kehilangan kamu.]Freya menekan tombol kirim, lalu menatap layar itu dengan napas tertahan, menunggu tanda centang biru yang menandakan pesannya sudah d

  • Istri Rahasia Bos Dingin   Itu Keinginan Freya

    Freya menatap Keano dengan kening berkerut dalam, tidak sepenuhnya memahami maksud dari kalimat yang baru saja diucapkan pria itu. “Maksudnya, Pak? Kenapa Bapak bicara seperti itu?”“Aku tidak pernah mengajukan permintaan itu,” jawab Keano tegas, matanya menatap Freya lurus tanpa keraguan sedikit pun.“Memang benar saya yang mengajukannya, Pak,” balas Freya cepat, suaranya masih bergetar menahan gejolak emosi. “Karena saya tahu, pernikahan dengan saya bisa membuat citra Bapak buruk di mata orang lain. Saya hanya ingin menjaga nama baik Bapak, apalagi Bapak sudah begitu baik pada saya, sudah menolong saya dari masalah yang begitu besar.”“Itu hanya pikiranmu sendiri,” potong Keano cepat, tidak memberi ruang bagi Freya untuk melanjutkan.Freya tersentak, menatap Keano dengan mata membola tidak percaya. “Ta-tapi, Pak—”“Pernikahan ini pilihanku,” lanjut Keano, suaranya semakin tegas dan penuh keyakinan. “Aku tidak pernah takut pada apa pun, apalagi hanya soal citra diriku sendiri.”Freya

  • Istri Rahasia Bos Dingin   Ketahuan

    “Ap-apa?” Rachel semakin terkejut sampai tergagap mendengar nominal yang begitu fantastis itu. Jika benar Freya sudah menikah, kenapa tidak pernah cerita ke Rachel?Rachel semakin penasaran, dia mencoba memastikan. “Memangnya siapa nama suaminya, Pak?”Kevin mengernyitkan dahi, mencoba mengingat-ingat sejenak sebelum akhirnya menjawab. “Kalau nggak salah, namanya Keano. Keano Pradipta.”Rachel merasa dunianya berputar mendengar nama itu.“Bapak jangan bercanda!” Rachel masih tak percaya.“Tidak percaya ya sudah, ganggu saja!” Kevin menutup kembali pintu rumah, membiarkan Rachel yang masih berdiri di depan.Rachel membeku dengan wajah bingung dan syok. Tanpa berkata apa-apa lagi, dia membalikkan badan, melangkah cepat meninggalkan rumah itu dengan rasa penasaran yang bercampur menjadi satu dalam kepalanya.Sepanjang jalan, Rachel menarik ingatannya ke kejadian di mall yang berhubungan dengan Freya. Kenapa Keano turun tangan langsung mengurus masalah yang menyangkut Freya waktu itu. Ke

  • Istri Rahasia Bos Dingin   Baik-baik Saja

    Freya masih duduk membeku di atas ranjang, matanya mengikuti gerakan pelayan yang datang membersihkan pecahan mangkuk dari lantai marmer. Suara sapu yang mengumpulkan serpihan keramik terdengar begitu jelas di tengah keheningan kamar.“Sudah, Tuan. Saya permisi.” Pelayan membungkuk ke arah Keano, lalu berjalan menuju pintu.Keano melangkah mendekat, berdiri di samping ranjang dengan tatapan yang masih menyimpan sedikit kekhawatiran.“Apa kamu baik-baik saja? Ada yang terluka?” tanya Keano, matanya memperhatikan kaki Freya, memastikan tidak ada bagian yang tergores pecahan mangkuk tadi.“Saya baik-baik saja, Pak,” jawab Freya, suaranya masih sedikit gugup. “Tidak ada yang terluka.”Keano mengangguk pelan, meski tatapannya masih terpaku sejenak pada Freya sebelum akhirnya berkata, “Istirahatlah lagi.”Freya mengangguk, tidak membantah. Freya memperhatikan Keano yang berjalan keluar dari kamar.Begitu Keano menghilang dari balik pintu kamar yang kembali tertutup, Freya mengembuskan nap

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status