Share

Mendadak Muncul

Author: Aldra_12
last update publish date: 2026-09-17 13:27:26
Brian melangkah cepat menuju apartemennya dengan amarah yang masih membara di dadanya. Setiap langkah kakinya terasa berat, dipenuhi kekesalan yang begitu meluap-luap sejak kejadian di ruang rapat tadi.

Baru saja dia membuka pintu apartemennya, ponsel di sakunya bergetar. Sebuah pesan masuk dari Melissa, memberi tahu bahwa dia sedang dalam perjalanan menuju sana setelah mendengar kabar pemecatan Brian.

Brian masuk ke dalam, melempar jaketnya sembarangan lalu mengambil air minum.

Begitu segelas a
Aldra_12

Terima kasih buat kalian yang baca kisah Freya dan Keano, semoga kalian suka kisah mereka sampai akhir. Jangan lupa tinggalkan komentar kalian. Terima kasih

| 1
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Margaretha Indrayani
rasanya ingin brian dan melissa dapat balasan yang cukup telak karena kejahatan dan keculasannya...............
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Istri Rahasia Bos Dingin   Mendadak Muncul

    Brian melangkah cepat menuju apartemennya dengan amarah yang masih membara di dadanya. Setiap langkah kakinya terasa berat, dipenuhi kekesalan yang begitu meluap-luap sejak kejadian di ruang rapat tadi.Baru saja dia membuka pintu apartemennya, ponsel di sakunya bergetar. Sebuah pesan masuk dari Melissa, memberi tahu bahwa dia sedang dalam perjalanan menuju sana setelah mendengar kabar pemecatan Brian.Brian masuk ke dalam, melempar jaketnya sembarangan lalu mengambil air minum.Begitu segelas air habis, Brian meletakan kasar gelas di atas meja.“Freya sialan!” umpatnya.Tidak lama, suara ketukan pintu terdengar. Brian membuka pintu dan mendapati Melissa berdiri dengan wajah merah padam, matanya menyorot penuh amarah yang tidak kalah besar dari yang dirasakan Brian sendiri.“Kamu benar-benar dipecat?!” Melissa langsung menyerbu masuk, suaranya melengking tinggi begitu pintu tertutup di belakangnya.“Kamu pikir aku bercanda?” balas Brian ketus, melempar tubuhnya ke sofa dengan kasar.Me

  • Istri Rahasia Bos Dingin   Disuruh Pulang

    Freya menatap layar ponselnya, jantungnya berdegup cepat melihat nama Keano yang tertera di sana.[Bagaimana kondisimu sekarang?]Freya terkejut, tidak menyangka Keano akan begitu cepat mengetahui kejadian yang baru saja menimpanya. Dia mengetik balasan singkat dengan jari yang sedikit gemetar.[Sudah lebih baik, Pak. Terima kasih obatnya.]Begitu selesai mengirim pesan, Freya menyimpan ponselnya kembali, tapi baru saja dia mengangkat wajah, matanya bertemu dengan tatapan Rachel yang sedang memperhatikannya dengan penuh selidik.“Siapa yang menghubungi?” tanya Rachel, alisnya sedikit terangkat.Freya sedikit canggung, cepat-cepat mencari alasan yang masuk akal. “Kurir yang tadi antar obat, Chel. Dia cuma memastikan obatnya sudah sampai ke aku.”“Ooh,” gumam Rachel, meski nada suaranya terdengar seperti belum sepenuhnya percaya, hanya sekadar menerima jawaban itu tanpa mendesak lebih jauh.Rachel kemudian mengalihkan perhatiannya kembali pada kaki Freya yang terbalut perban, keningnya

  • Istri Rahasia Bos Dingin   Langsung Cemas

    Keano baru saja kembali dari ruang rapat, langkahnya masih tenang saat memasuki ruang kerjanya sendiri. Dia baru hendak membuka mulut untuk memberi instruksi lanjutan pada Nanda soal proses administrasi pemecatan Brian, tapi begitu matanya menangkap raut wajah asistennya itu, Keano menghentikan langkahnya.Nanda berdiri dengan wajah panik, matanya terpaku pada layar ponsel yang digenggamnya erat-erat.“Ada apa?” tanya Keano, alisnya sedikit terangkat melihat kegelisahan yang tidak biasa itu.“Pak, saya baru dapat informasi,” jawab Nanda cepat, suaranya sedikit tergesa. “Brian mengamuk di toko.”Keano mendkengus pelan, ekspresinya masih tenang. “Sudah kuduga, orang seperti dia memang tidak tahu diri.”“Masalahnya, Pak.” Nanda bicara lagi, kali ini nada suaranya lebih serius, “Brian mendorong Freya sampai terjatuh. Kakinya terkilir.”Ekspresi Keano seketika berubah. Rahangnya mengeras, matanya menyipit tajam, dan untuk sepersekian detik, dia bergerak hendak melangkah keluar dari ruangan

  • Istri Rahasia Bos Dingin   Membuat Keributan

    Brian melangkah cepat menuju toko kosmetik, wajahnya merah padam menahan amarah yang meluap-luap. Begitu memasuki area toko, matanya langsung menyapu sekeliling, mencari sosok yang menjadi pusat dendamnya.“Freya!” teriak Brian, suaranya menggema keras hingga membuat beberapa pengunjung yang kebetulan berada di dekat toko menoleh kaget.Freya sedang merapikan produk di rak, menghentikan gerakannya dan menoleh dengan raut heran melihat Brian yang berjalan mendekat dengan langkah begitu agresif.“Kamu!” Brian mengangkat telunjuknya tepat ke arah Freya, matanya menyala penuh amarah. “Kamu yang melaporkan semuanya ke Pak Keano, kan? Kamu sengaja menjebakku!”Rachel yang berdiri tidak jauh dari sana langsung waspada, melangkah mendekat ke arah Freya dengan sikap protektif.Freya menatap Brian dengan tenang, tidak menunjukkan sedikit pun rasa takut meski suasana mulai memanas. “Aku tidak menjebakmu, Brian. Kamu sendiri yang melakukan semua kesalahan itu.”“Bohong!” bentak Brian, langkahnya

  • Istri Rahasia Bos Dingin   Dipecat

    Keano menatap Brian lama, membiarkan keheningan itu menggantung sejenak sebelum akhirnya menjawab. “Jelaskan.”Brian menarik napas dalam-dalam, mencoba menyusun kalimat yang bisa menyelamatkannya dari kehancuran yang sudah di depan mata. “Saya melakukan ini semua karena dorongan Melissa, Pak. Dia yang terus mendesak saya supaya bisa naik jabatan.”Keano menatap Brian dengan sorot mata yang meragukan, alisnya sedikit terangkat tanpa berkata apa-apa.Melihat Keano menatapnya semakin tajam, Brian panik, buru-buru menambahkan penjelasannya. “Saya tidak bohong, Pak! Makanya Pak Herman mau membantu saya waktu itu, karena beliau ‘kan pamannya Melissa. Semua ini rencana mereka berdua, Pak, saya hanya—”“Lalu kenapa kamu tidak menolak,” potong Keano cepat, suaranya sedingin es, “kalau memang kamu merasa terpaksa dan tidak mampu?”Pertanyaan itu telak menghantam, membuat Brian tergagap. Dia meneguk ludah kasar, keringat dingin semakin deras membasahi pelipisnya.“Si-siapa yang tidak mau, Pak, k

  • Istri Rahasia Bos Dingin   Sudah Terpojok

    Brian membuka mulutnya, mencoba mencari kalimat pembelaan, tapi tidak ada satu kata pun yang berhasil keluar dari bibirnya yang bergetar. Brian menatap sekeliling, mencari dukungan dari wajah-wajah yang justru menatapnya dengan curiga.“Sa-saya bisa jelaskan, Pak—”“Jelaskan apa?” potong Keano cepat, mengangkat selembar kertas dari map di hadapannya. “Karena data yang kupegang ini menunjukkan sesuatu yang berbeda.”Nanda segera menampilkan slide baru di layar proyektor, memperlihatkan sebuah rekaman transkrip percakapan yang sudah dituliskan rapi.“Ini rekaman percakapanmu dengan salah satu karyawan bernama Adam kemarin sore,” lanjut Keano, suaranya tetap datar tapi setiap kata terdengar begitu menekan. “Kamu memaksanya menyusun data laporan yang seharusnya menjadi tanggung jawabmu sendiri, bahkan mengancam akan memecatnya kalau dia menolak.”Wajah Brian seketika memucat. Dia menatap layar itu dengan mata membola, tidak menyangka percakapan yang dia kira hanya berlangsung di antara d

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status