Home / Romansa / Istri Rahasia Om Raymond / 26. Semakin Terjerat

Share

26. Semakin Terjerat

Author: Henny Djayadi
last update publish date: 2026-06-18 14:27:39

Pagi belum sepenuhnya pecah kala Jovita berusaha menggeser lengan kekar yang melingkari pinggangnya. Tubuhnya terasa begitu lemas dan remuk setelah semalaman penuh menjadi pelampiasan gairah liar Raymond yang tak terbendung.

Begitu Jovita bergerak sedikit saja untuk turun dari ranjang, lengan tegap itu justru menariknya kembali dengan sentakan halus, mendekap tubuh mungilnya semakin erat ke dalam dada bidang yang telanjang.

“Om… lepas dulu,” bisik Jovita, suaranya serak. Ia berusaha melonggarka
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (3)
goodnovel comment avatar
Mimin Rosmini
diumur segini emang lagi hot hot nya..kayanya nikah muda ?terus lamaran untuk Karina gimana..kasihan kalau Jojo hanya penyeling saja
goodnovel comment avatar
Asri Widyastuti
jovita cantik n msh muda serta pintar, cocok buat Raymond yg telah menduda sekian tahun. semoga langgeng n Raymond ndak jd nikahin Karina krn sdh mulai cinta ma Jojo
goodnovel comment avatar
Nindry Ayangcrut
bener² puber ke 2 sulit dikendalikan
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Istri Rahasia Om Raymond   368. Pihak yang Paling Hancur

    “P-Papa...”Bibir Viola bergetar hebat, wajahnya pucat pasi saat melihat sosok tegap ayahnya berdiri tak jauh dari mereka.Dari ekpresi dan ucapannya barusan, Viola yakin papanya telah mendengar seluruh perdebatan dan pengakuannya sejak awal.Panik dan merasa tersudut, Viola melemparkan tatapan penuh dendam ke arah Jovita. “Kamu sengaja, kan? Kamu menjebakku, Jo?!”Jovita menggeleng pelan dengan raut tenang. “Bukankah sejak awal Om Ray sudah bilang kalau kita bakal makan siang bareng di rumah ini, Vio?”Raymond melangkah mendekat, mengabaikan tatapan histeris putrinya. Ia berdiri tepat di samping Jovita, menatap sang istri dari ujung kepala hingga ujung kaki untuk memastikan kondisi fisik dan kandungan Jovita tetap aman tanpa guncangan berarti. Setelah yakin Jovita baik-baik saja, barulah pandangan tajam Raymond teralih sepenuhnya kepada Viola.“Vio...” suara Raymond mengalun berat, dingin, dan sarat akan penyesalan mendalam. “Papa yakin, kalaupun obat itu bukan berasal dari mamamu, i

  • Istri Rahasia Om Raymond   267. Akhirnya Bicara

    Berulang kali Raymond melirik jam tangan di pergelangan kirinya sembari memacu mobilnya membelah lalu lintas kota.Perasaannya sama sekali tidak tenang. Ia tidak ingin Jovita terlalu lama berada dalam situasi canggung saat berduaan dengan Viola.Tapi, bagaimanapun juga, jembatan perdamaian di antara istri dan putrinya tetap harus diusahakan demi keutuhan keluarga mereka.Setibanya di pekarangan rumah yang sudah beberapa hari tak diinjakkannya itu, Raymond bergegas turun dan melangkah cepat ke dalam. Tapi, baru beberapa langkah melewati pintu utama, dahi Raymond seketika berkerut heran mendapati pemandangan yang sangat janggal.Bi Lastri tampak berdiri kaku di dekat pintu kaca menuju taman belakang, menyembunyikan sebagian tubuhnya di balik lipatan gorden tebal.Raymond melangkah mendekat tanpa suara, lalu berbisik lirih di samping asisten rumah tanganya itu, "Ada apa, Bi?"Bi Lastri terkejut, buru-buru menempelkan jari telunjuknya di depan bibir, memberi kode agar sang majikan tidak b

  • Istri Rahasia Om Raymond   266. Titik Balik

    “Bagaimana kabar baby-nya, Jo?” Suara Viola dibuat sehalus dan sepeduli mungkin. “Katanya kemarin kamu sempat bedrest total, ya?”Jovita mengusap perutnya secara refleks, mencoba bersikap sewajarnya. “Sudah jauh mendingan, Vio. Sekarang sudah bisa beraktivitas seperti biasa lagi.”“Syukurlah kalau begitu...” Viola tersenyum makin lebar, lalu mengibaskan tangannya pelan mengisyaratkan ke arah pintu utama. “Yuk, masuk. Kita ngobrol santai di dalam aja.”Sambil melangkah berdampingan memasuki rumah megah tersebut, Viola berusaha setengah mati menjaga intonasi dan tutur katanya agar tetap manis di hadapan Jovita, meski sejujurnya hal itu sangat bertentangan dengan gejolak emosi dan kekesalan yang tengah membakar hatinya saat ini.Setibanya di dalam rumah, Viola langsung berbalik menatap Jovita dengan raut ramah yang dibuat-buat.“Jo, kita ke kamarku saja yuk, seperti biasa. Di atas kan lebih santai dan leluasa buat ngobrol,” ajaknya halus.Jovita tertegun. Lidahnya mendadak kaku saat memi

  • Istri Rahasia Om Raymond   265. Sampai Tuntas

    Raymond terdiam beberapa saat, mendengarkan dengan penuh perhatian suara di seberang telepon. Wajah tegasnya perlahan melunak, menyunggingkan senyum hangat yang tulus.“Baik, nanti papa sampaikan sama Jojo,” ujar Raymond lembut. Pria itu mengusap tengkuknya, lalu melanjutkan dengan penuh keharuan.“Papa senang banget kalau kamu mau menerima Jojo sebagai mamamu. Papa yakin... dia bakal jadi mama sekaligus sahabat yang sangat baik buat kamu.”Jovita menahan napasnya. Binar amarah yang sempat menyala di matanya seketika runtuh, berganti dengan rasa haru yang membuncah begitu menyadari siapa sosok di balik telepon tersebut.Raymond menyandarkan punggungnya di sandaran kursi, menambahkan instruksi dengan suara tenang namun penuh penekanan.“Ketemuannya di rumah saja, ya. Kalau nanti siang papa longgar, papa pulang agar kita bisa makan siang bareng. Kalau nggak, kamu bisa ngobrol sama Jojo sepuasnya.”“Yah… padahal aku pengin ajak Jojo nongkrong di kafe biasanya,” sahut suara di seberang sa

  • Istri Rahasia Om Raymond   264. Niat Kerja

    “Sukanya ninggalin istri sendiri di kamar...” keluh Jovita pelan dengan bibir memanyunkan rasa sebal.Sambil merapatkan tali jubah satin yang membalut tubuhnya, ia bergegas melangkah keluar menuju area dapur. Namun, rasa jengkelnya seketika menguap begitu pandangannya menangkap sosok sang suami.Di depan kompor, Raymond tengah sibuk memasak hanya dengan mengenakan celana training santai. Punggung lebar serta tubuh bagian atasnya yang atletis terpampang jelas, dihiasi jejak-jejak kemerahan, tanda cinta yang baru saja ditinggalkan Jovita dari pergelutan hangat mereka pagi tadi.Jovita mengusap lembut perutnya yang masih terasa hangat, bergumam manis pada calon buah hatinya, “Lihat... Daddy sudah buatkan sarapan enak buat kalian.”Raymond menoleh saat mendengar langkah kaki dan gumaman tipis itu. Senyum tampannya terkembang melihat sang istri sudah berdiri tak jauh darinya.“Sudah bangun?”Jovita tak menjawab, tanpa ragu mendekat dan melingkarkan kedua tangannya dengan manja di pinggang

  • Istri Rahasia Om Raymond   263. Melepas Kerinduan

    "Masih pagi begini sudah berani menagih, Hm?" bisik Raymond serak.“Kan janji adalah utang, Om. Apalagi ini janji nafkah, utangnya dobel-dobel.”Raymond tersenyum tipis, suara tawa beratnya bergetar pelan di dalam dada. Rasanya pertahanan dirinya yang dibangun berhari-hari runtuh seketika melihat tatapan memohon sekaligus menggoda dari sang istri.Raymond menangkup lembut kedua pipi Jovita lalu menariknya ke dalam ciuman hangat yang dalam. Sentuhan bibir mereka yang bertaut mengalirkan kerinduan luar biasa yang selama ini tertahan. Ciuman di pagi hari itu terasa manis, penuh kelembutan, namun perlahan berubah semakin pekat dan bergairah.Jovita melingkarkan kedua tangannya di leher Raymond, membalas setiap lumatan suaminya dengan kepasrahan yang manis. Raymond berhati-hati betul membalikkan posisi, menyangga bobot tubuhnya dengan siku agar tidak menekan perut Jovita.Dengan penuh kelembutan, Raymond menuntun istrinya memasuki momen intim yang hangat dan memastikan setiap sentuhannya t

  • Istri Rahasia Om Raymond   7. Miliki Aku, Om!

    Tak ada kelembutan dalam ciuman Raymond. Penuh kelaparan yang selama bertahun-tahun terpendam. Tangan kekar Raymond mencengkeram pinggang Jovita. Mengunci tubuh ringkih gadis itu di antara dada bidangnya dengan meja pantry hingga tidak bisa ke mana-mana.“Jojo…”Raymond menarik tautan bibir mereka

  • Istri Rahasia Om Raymond   5. Tumbler Maut

    “Papa jahat!”​Pekikan nyaring Viola seketika memutus tautan bibir Raymond dan Karina. Kedua orang dewasa itu menoleh terkejut, mendapati Viola berdiri dengan dada naik-turun menahan amarah, sementara Jovita mematung di belakangnya dengan wajah pias.​Raymond segera melepaskan dekapannya pada Kari

  • Istri Rahasia Om Raymond   6. Hilang Kendali

    Saat Raymond melangkah masuk, keadaan rumah keluarga Chandra sudah jauh lebih tenang. Pria itu melihat sosok Jovita baru saja turun dari lantai dua sambil membawa tas kainnya dan sebuah tumbler pemberian Viola.​Raymond menghentikan langkah. "Jojo? Belum pulang?"​Jovita sedikit tersentak, lalu me

  • Istri Rahasia Om Raymond   1. Upik Abu di Tengah Pesta

    “Argh….”Basah, dingin, dan lengket.Cairan kemerahan koktail buah merembes mengotori seragam katering Jovita. Matanya terpejam mencengkeram kuat nampan yang dia bawa menahan amarah.“Maaf! Sengaja,” cibir salah satu teman Jovita di kampus, meletakkan gelas kosong ke nampan Jovita dengan kasar. “Se

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status