مشاركة

20. Cemburu

مؤلف: Henny Djayadi
last update تاريخ النشر: 2026-06-16 13:41:58

Di ruang kerja khusus anak magang, Jovita duduk di depan sebuah meja draf digital besar. Di sampingnya berdiri sosok arsitek muda bernama Aris.

Pria berusia dua puluh enam tahun itu adalah mentor yang ditunjuk langsung untuk membimbing Jovita selama tiga bulan ke depan.

Sebagai alumni magang di biro arsitektur Raymond beberapa tahun lalu yang kini sukses ditarik menjadi karyawan tetap, Aris langsung membagikan pengalamannya dengan sangat terbuka.

“Santai saja, Jo. Dulu waktu awal magang di sini
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق
تعليقات (1)
goodnovel comment avatar
Nindry Ayangcrut
Cie cemburu om raymond cie cieee
عرض جميع التعليقات

أحدث فصل

  • Istri Rahasia Om Raymond   20. Cemburu

    Di ruang kerja khusus anak magang, Jovita duduk di depan sebuah meja draf digital besar. Di sampingnya berdiri sosok arsitek muda bernama Aris.Pria berusia dua puluh enam tahun itu adalah mentor yang ditunjuk langsung untuk membimbing Jovita selama tiga bulan ke depan.Sebagai alumni magang di biro arsitektur Raymond beberapa tahun lalu yang kini sukses ditarik menjadi karyawan tetap, Aris langsung membagikan pengalamannya dengan sangat terbuka.“Santai saja, Jo. Dulu waktu awal magang di sini, aku juga sering buat salah pas bikin maket digital,” ujar Aris berusaha mencairkan ketegangan Jovita. Pria itu menunjuk beberapa poin di layar monitor dengan telaten.“Kuncinya, kamu harus sering-sering observasi langsung ke lapangan. Di sini, Pak Raymond sangat menghargai detail material. Kalau kamu bisa belajar maksimal di bagian itu, aku jamin nilai magangmu dari kampus pasti sempurna.”Jovita mendengarkan dengan saksama. Sikap Aris yang ramah dan suportif perlahan membuat kecemasannya sedi

  • Istri Rahasia Om Raymond   19. Sebuah Keputusan

    Raymond menoleh menatap Jimmy dengan kilat mata yang begitu tajam dan berbahaya. Rahangnya mengeras. Jika tatapan mata bisa membunuh, sahabatnya pasti sudah terkapar di lantai koridor saat ini juga.“Jaga bicaramu, Jim. Jangan sampai aku benar-benar menghabisimu di tempat ini,” ucap Raymond. Suaranya rendah, tertahan di tenggorokan, namun sarat akan penekanan yang mengintimidasi.Jimmy yang langsung menyadari bahwa candaannya kali ini sudah kelewat batas dan menyenggol sumbu amarah Raymond yang sedang sensitive.Spontan Jimmy mengangkat kedua telapak tangan ke udara, isyarat menyerah. Ia mengambil langkah mundur dengan senyum canggung yang dipaksakan, mencoba meredakan ketegangan.Belum sempat Raymond meluapkan sisa dongkol di dadanya, pintu kaca geser di ujung lorong ruang kerja privatnya terbuka otomatis.Karina melangkah masuk ke dalam ruangan dengan wajah yang memancarkan kebahagiaan. Senyumnya merekah indah, sangat kontras dengan atmosfer tegang yang baru saja tercipta di antara

  • Istri Rahasia Om Raymond   18. Rangkul Keduanya

    Karina merogoh tas tangan branded miliknya, mengeluarkan sebuah ponsel berselimut casing elegan, lalu menatap Jovita dengan sebuah senyuman santai tanpa beban.“Oh iya, Jo. Aku minta nomor rekening atau e-wallet kamu. Ada sedikit uang jajan, nanti kalau kamu berhasil meyakinkan Vio, aku akan memberikan reward yang sepadan untukmu.”Jovita seketika terpaku. Sedetik kemudian, dia menggelengkan kepala dengan cepat, refleks menolak tawaran itu.“Eh, tidak usah, Bu. Benaran tidak usah. Bisa mendapatkan izin magang di sini dari Om… Pak Ray saja aku sudah sangat beruntung dan merasa terbantu. Jadi tidak perlu sampai seperti itu.”Agar atmosfer di sudut kantin itu tidak semakin canggung dan menjepitnya, Jovita melirik jam tangan digital di pergelangan tangan kirinya. Ia sengaja memberikan kode bahwa ia harus segera memulai aktivitas sebagai anak magang di Vastu Chandra.“Maaf, Bu Karina, sepertinya saya sudah harus segera melapor ke divisi HRD untuk penempatan magang.”Sebenarnya itu hanya al

  • Istri Rahasia Om Raymond   17. Kerdil

    Karina membawa Jovita menuju area kafetaria khusus karyawan yang terletak di lantai mezanin. Tempat itu jauh dari kesan kantin konvensional pada umumnya, desain interiornya mengusung tema industrial-biophilic yang sangat estetis dan megah.Jovita dan Karina mengambil posisi duduk di salah satu sudut yang agak privat, terlindung oleh partisi tanaman vertikal yang cukup rimbun.“Kamu sudah sarapan, Jo? Mau memesan sesuatu?” tanya Karina. Suaranya terdengar renyah, ringan, dan bersahabat sembari melambaikan tangan dengan anggun pada seorang pelayan.Di seberang meja, Jovita meremas jemarinya sendiri di bawah kolong meja. Tubuhnya mendadak kaku, dipenuhi rasa takut yang luar biasa dahsyat.Di kepala gadis muda itu, skenario terburuk mulai bermunculan.Apakah Karina sudah mengetahui hubungannya dengan Raymond?Apakah wanita ini sengaja membawanya ke sini untuk melabrak, memaki, dan mempermalukannya di depan seluruh karyawan kantor?Jovita menahan napas, berusaha keras menyembunyikan getar

  • Istri Rahasia Om Raymond   16. Pertemuan Jovita dan Karina

    Jovita berdiri mematung di kamar mandi, menatap pantulan dirinya sendiri di balik cermin yang mulai berembun.Jemarinya perlahan naik, menyentuh bibirnya yang masih sedikit bengkak, lalu turun meraba lehernya yang tertutup rapat oleh kerah sweater turtleneck.Ada rasa asing dan tidak percaya diri yang mendadak menggerogoti dadanya. Ia sadar, ada sesuatu yang telah berubah secara permanen di dalam dirinya kini.Sudah tidak perawan lagi.Kenyataan itu menghantam dada Jovita, memicu rasa takut yang menjalar ke seluruh sarafnya.Bagaimana jika orang-orang menyadarinya dari cara jalannya?Bagaimana jika rahasia ini terbongkar?Jovita buru-buru menggelengkan kepala, menghalau air mata yang hampir menetes. Ia tidak boleh lemah. Hari ini ia harus mulai masuk magang, atau kuliah arsitekturnya tidak akan pernah selesai, dan ia akan selamanya terjebak dalam kemiskinan dan bayang-bayang keluarga yang hancur.Dengan memantapkan hati, Jovita menyandang tas ranselnya dan melangkah keluar dari kamarn

  • Istri Rahasia Om Raymond   15. Kebohongan Besar

    Pertanyaan Jimmy siang tadi terus berdengung di kepala Raymond sepanjang perjalanan pulang. Bahkan tetap mengganggu benaknya hingga roda SUV hitamnya berhenti di depan pelataran rumah.Bagaimana nasib hubungannya dengan Karina?Bagaimana pertanggungjawabannya pada Jovita?Dua pertanyaan itu menghimpitnya dari dua sisi yang berbeda, membuatnya nyaris gila.Raymond melangkah masuk ke dalam rumah mewahnya dengan langkah yang sengaja ditenangkan. Saat ia melintasi ruang makan yang menyatu dengan dapur bersih, langkahnya terhenti. Di sana, Viola sedang berdiri di depan dispenser, menuangkan air ke dalam gelas.Mendengar suara langkah kaki, Viola menoleh. "Eh, Papa baru pulang?" sapanya, berusaha menampilkan senyum sewajarnya remaja yang menyapa ayahnya.Sesuai dengan saran Jimmy, Raymond memasang topeng tenangnya dengan sempurna."Iya, baru beres urusan di kantor," jawab Raymond datar.Sambil melangkah mendekati meja konter dapur, Raymond sengaja mengangkat tangan kanannya sedikit lebih ti

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status