مشاركة

Bab 24

مؤلف: Izhaha
last update تاريخ النشر: 2026-06-04 22:03:43

Pintu apartemen terbuka kasar. Villeta melangkah masuk, dikawal ketat oleh anak buah Aryana. Di tengah ruangan, Aryana sudah berdiri menunggu dengan tangan bersedekap.

“Silakan, Villeta. Tunjukkan tempatnya,” ujar Aryana sambil tersenyum meremehkan.

Villeta tidak menjawab. Ia berjalan lurus menuju kamar tidurnya. Semua mata mengawasi setiap jengkal langkahnya. Mereka mengira Villeta akan menuju ke balik lukisan, lemari rahasia, atau brankas besi tersembunyi.

Namun, Villeta justru berhenti di te
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Istri Rahasia Sang Penguasa   Bab 64

    Dudududududa...Suara baling-baling helikopter bergemuruh tepat di atas kepala Villeta, membuat dedaunan di sekitar mereka bergetar diterpa angin.Di tengah suara bising itu, Arjune justru mengatakan bahwa dirinya akan pergi.Menyebalkan sekali.Pria itu baru saja mengungkap sebuah rahasia besar—bahwa selama ini ia tahu siapa dirinya sebenarnya. Namun, setelah membuat Villeta terguncang dengan kenyataan itu, Arjune malah berniat pergi begitu saja seolah tidak ada sesuatu yang perlu dipertanggungjawabkan.Villeta bahkan belum sempat menuntut penjelasan lebih jauh ketika Arjune sudah melangkah menuju titik pendaratan helikopter.Beberapa langkah kemudian, pria itu berhenti dan menoleh.Tatapan mereka bertemu di tengah suara baling-baling yang semakin memekakkan telinga.Beberapa langkah menuju helikopter, Arjune mendadak berhenti lalu menoleh.Beberapa langkah menuju titik pendaratan helikopter, Arjune mendadak berhenti dan menoleh."Satu September."Villeta mengerutkan kening sambil me

  • Istri Rahasia Sang Penguasa   Bab 63

    Udara dingin merayap perlahan dari celah dinding batu, menusuk kulit kaki Diana hingga memaksanya membuka mata.Saat kesadarannya terkumpul sepenuhnya, sisa-sisa kehangatan semalam mendadak menguap, berganti menjadi denyut penyesalan yang menghantam telak di dada. Suara tetesan air yang jatuh membentur batu menggema teratur—seolah sedang menghitung tiap detik kepanikan yang kian membuncah di dalam kepalanya.Nyut...Rasa nyeri di tulang pinggangnya menarik Diana kembali pada kenyataan. Di antara rasa sakit fisik itu, pikirannya mulai bersahutan liar. Apa yang harus ia lakukan? Kata apa yang sanggup ia ucapkan saat harus menatap mata Arjune dalam keadaan sadar penuh?Belum sempat Diana merangkai kata, sebuah kehangatan tiba-tiba menyelimuti bahunya. Seseorang menyelimutinya."Enggh..." desah Diana pelan."Tidurmu nyenyak?"Suara berat itu terdengar tepat di dekat telinganya. Belum sempat Diana mencerna situasi, sepasang lengan kekar merengkuh pinggangnya dari belakang, menarik tubuhnya

  • Istri Rahasia Sang Penguasa   Bab 62

    Pada akhirnya, Diana kembali berakhir di pelukan yang sama.Mungkin... tidak apa-apa kalau malam ini ia menyerah sebentar. Hanya sementara, ia cuma ingin menikmati rasa hangat ini.Diana tak peduli lagi apakah saat ini Arjune menganggapnya sebagai Villeta atau Diana. Baginya, mau sejauh apapun ia mencoba lari, takdir selalu membawanya ke garis akhir yang sama—meluruh pasrah di dalam dekapan pria ini.Sial.Sentuhan Arjune tak lagi ragu. Telapak tangannya yang lebar dan panas merayap naik dari pinggang Diana yang basah akibat sisa air hujan, menelusuri tiap lekuk tubuhnya dengan gerakan posesif—seolah sedang menuntut kembali hak milik yang sempat terenggut darinya selama tiga tahun terakhir.Napas mereka beradu hebat, makin lama makin liar. Setiap kali jemari Arjune mengusap kulitnya, sengatan gairah merayap cepat menyengat seluruh saraf Diana. Wanita itu meremas erat bahu tegap Arjune, melengkungkan punggungnya saat rasa melayang makin melahap habis sisa akal sehatnya.Arjune menyusuri

  • Istri Rahasia Sang Penguasa   Bab 61

    “...Tampan.”“Hah?”Diana perlahan mendongakkan wajahnya. Semburat merah merayap hangat memenuhi pipinya yang semula pucat. Dengan mata yang menyorot sayu dan tak fokus, ia menatap lekat wajah Arjune—seolah sedang mengamati sesuatu yang teramat menarik.“Pak Arjune...” gumamnya pelan. Bibirnya merekah lembut, membentuk senyum polos yang sedikit kekanak-kanakan. “Anda sangat tampan.”Arjune mengernyitkan dahi. “Apa-apaan ini? Kamu sedang menggodaku?”Diana cepat-cepat menggeleng, walau gerakannya terasa lambat—seperti kesadarannya yang mulai mengambang di udara.“Enggak...”Ia mengangkat telunjuknya yang bergetar halus, menunjuk tepat di depan hidung Arjune.“Kamu...” bisiknya lirih, disusul kekehan geli yang lolos begitu saja. “Sangat... tampan.”Arjune menatap wanita itu tanpa berkedip. Ada yang tidak beres. Cara Diana berbicara dan menatapnya terasa terlalu jujur, terlepas dari sifat aslinya yang biasa tertutup.“Kamu kenapa?” tanya Arjune pelan, melirik curiga. “Jangan bilang kamu

  • Istri Rahasia Sang Penguasa   Bab 60

    Kata orang, Diana adalah anak yang beruntung.Ia terlahir dari keluarga berada, dengan seorang ayah yang memiliki reputasi besar di panggung politik. Wajahnya bahkan sangat mirip dengan sang kakak, Viona. Namun, kemiripan fisik itu tidak lantas membuat takdir mereka berjalan sejajar. Viona begitu mudah bergaul dan selalu mampu menjadi pusat perhatian di mana pun ia berada. Sementara Diana adalah gadis pemalu yang canggung, tidak mudah membuka percakapan, dan lebih sering memilih menarik diri ke dalam kesendirian.Diana tidak pernah keberatan dengan semua ketimpangan itu.Setidaknya, sampai sebelum pernikahan politiknya dengan Arjune terjadi.Pernikahan yang sejak awal tidak pernah benar-benar ia impinkan itu justru perlahan menjelma menjadi sepotong kebahagiaan tak terduga. Diana pernah menggantungkan harapan bahwa pernikahan itu akan memberinya kehangatan yang tak pernah ia dapatkan sebelumnya. Namun, kenyataan tiga tahun kehidupan mereka justru terbentang penuh jarak. Tiga tahun hid

  • Istri Rahasia Sang Penguasa   Bab 59

    Pria berparang itu menurunkan senjatanya beberapa sentimeter. Matanya menyipit, menatap Arjune seolah sedang berusaha menemukan celah dari sikap tenang pria tersebut."Menyerah?" Nada suaranya terdengar tidak percaya. "Segampang itu?"Arjune mengangkat kedua tangannya sedikit lebih tinggi. "Saya datang ke sini untuk melihat keadaan, bukan berperang dengan warga sendiri."Diana yang berdiri di sampingnya melirik cepat. Warga sendiri? Entah kenapa, kalimat itu terasa aneh keluar dari mulut Arjune. Pria yang selama ini bahkan tampak tidak peduli pada sebagian besar orang di sekitarnya, tiba-tiba menyebut mereka sebagai warga sendiri."Jangan percaya, Ketua!" teriak seorang pria dari kerumunan. "Itu cuma taktiknya saja!"Beberapa pria lain ikut mengangkat senjata mereka. Suasana yang sempat mereda kembali menegang. Diana menahan napas. Satu kesalahan kecil saja, dan keadaan bisa berubah menjadi kekacauan yang fatal.Pria yang dipanggil Ketua mengangkat satu tangan. "Diam." Suaranya tidak

  • Istri Rahasia Sang Penguasa   Bab 4

    "...lakukan dengan bersih. Saya tidak mau ada jejak yang tersisa."Suara Arjune terdengar dari arah balkon, memecah keheningan kamar. Villetta mencoba menggerakkan ujung jarinya, namun rasa nyeri di kepalanya berdenyut hebat. Ia menahan napas, menajamkan pendengarannya di balik selimut."Pastikan di

  • Istri Rahasia Sang Penguasa   Bab 3

    Lampu sorot dari deretan kamera paparazzi langsung menyambar ketika sedan hitam mewah mereka berhenti tepat di depan lobi Amanpuri Grand Ballroom. Arjune turun lebih dulu, membetulkan letak kancing jasnya dengan gerakan kaku yang sempurna sebelum berputar mengulurkan tangan. Kilatan blitz semakin m

  • Istri Rahasia Sang Penguasa   Bab 6

    Sisa-sisa alkohol yang mengalir di pembuluh darahnya bekerja lebih baik daripada dukungan apa pun yang pernah ia terima. Rasa hangat itu membakar keraguan Villetta, mengubah ketakutan yang biasanya melumpuhkan menjadi sebuah keberanian yang sembrono. Ruang tengah yang biasanya terlihat megah kin

  • Istri Rahasia Sang Penguasa   Bab 5

    Kalimat terakhir Arjune semalam masih menggema di kepala Villetta, berputar layaknya kaset rusak yang tak mau berhenti. Tetaplah di jangkauan saya. Kata-kata itu terasa seperti pelukan hangat sekaligus jerat yang mencekik secara bersamaan. Lamunannya pecah saat suara bel pintu apartemen berbunyi n

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status