Partager

Berdarah

Auteur: Pulungan
last update Date de publication: 2026-01-17 00:18:55

Lama Alia melihat ke arah kamar Fras, berharap laki-laki itu keluar karena ia ingin memperjelas ucapan laki-laki tadi.

"Duh ... Kok nggak keluar-keluar ya, apa jangan-jangan lagi istirahat?" gumam Alia lalu ia kembali ke belakang.

Tidak lama kemudian terdengar suara pintu dibuka, membuat Alia kembali berlari ke depan.

Fras yang melihat itu langsung mengerutkan keningnya.

"Ada apa?"

"P--pak ... Saya beneran boleh kuliah lagi?" tanya Alia penuh harap.

"Hum ..." jawab Fras sambil meninggalkan Ali
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • Istri Taruhan Sang Dosen   Jadi pindah

    Seminggu kemudian, nenek mulai dirinya merasa membaik dan ia sekarang sedang membereskan rumahnya yang beberapa hari ini terbengkalai. Saat ia sedang menyapu teras, dari kejauhan ia melihat ada mobil datang. Nenek berhenti sejenak sambil memperhatikan mobil itu. "Assalamualaikum," ucap Alia begitu yang buka kaca mobil membuat nenek langsung girang dan hampir saja melompat."Walaikumsalam .. Eh kalian datang ... Nenek kangen banget," ucap nenek membuat Aliya dan Pras keluar dari mobil kemudian menyalim nenek."Apa kabar nek? Kami minta maaf ya lama banget biar datang ke sini, padahal janjinya Minggu kemarin harusnya pindahan tapi karena ada urusan jadinya diundur. Alhamdulillah hari ini kami akan tinggal di sini, rumah kita berdampingan kalau nenek mau tinggal bersama di sebelah ayo aja," ucap Fras membuat nenek langsung mengangguk sambil mengusap air matanya. Nenek merasa sangat senang akhirnya ia tidak sendiri lagi."Nenek minta maaf ini, soalnya nenek belum ada masak apa-apa ka

  • Istri Taruhan Sang Dosen   Perubahan

    Pagi-pagi sekali, Alia sudah bangun karena terbiasa bangun pagi saat tinggal di rumah Alex. "Mau kemana?" tanya Fras sambil menahan tangan istrinya itu membuat Alia menoleh."Aku mau ke dapur Mas bantuin--"Ssshhtt ... Kita di sini tamu, lagi capek istirahat aja nggak usah dipaksain," ucap Fras lalu kembali menarik istrinya itu agar berbaring di sebelahnya."Mas ...""Hum,""Sebelum kita tidur tadi malam aku deg-degan tahu,""Kenapa?""Nggak tahu kayak apa ya ... Aku ngerasa kesakitan aja gitu tiba-tiba, seperti teringat sesuatu--"Iya kamu ke trigger trauma waktu tinggal di sini, aku minta maaf ..." ucapnya membuat Alia terdiam."Um..."Terbaik untuk menghadapi trauma itu adalah dengan mendatangi tempatnya kembali, setidaknya kita bisa melihat apakah diri kita sudah berdamai apa belum," lanjut Fras membuat Alia mengangguk.Hari menunjukkan pukul 08.00 pagi, mereka baru saja keluar dari kamar karena mendengar suara Lidia yang tampak heboh dari pagi. "Gimana sih Mbok beresin aja ngga

  • Istri Taruhan Sang Dosen   Kesadaran

    Alex keluar dari kamar sambil memegangi dadanya yang tiba-tiba saja terasa sakit. "Mbok ...""Iya pak, eh kenapa pak?""Tolong ambilkan obat saya mbok," ucapnya yang baru saja duduk di sofa lalu menadahkan kepalanya ke atas. "Ini pak, aduh ... Kenapa lagi dada bapak?" tanya mbok terlihat sangat khawatir."Tidak apa-apa," jawabnya "Assalamualaikum," Terdengar suara salam dari depan membuat mereka berdua menoleh. "Walaikumsalam, eh masuk masuk ..." ucap Alex saat melihat yang datang adalah anak dan menantunya. "Kalian kenapa nggak ngabarin kalau datang, tau gitu kan tadi Papa beliin makanan dulu," ucap Alex membuat Fras terkekeh."Udah nggak usah repot-repot orang tua duduk aja udah, kami bawain makanan sendiri," jawabnya membuat Alia terkekeh."Sini nak sini," ucap Alex membuat Alia langsung duduk di samping Ayah mertuanya itu. "Papa kenapa?""Ah nggak, biasalah namanya juga nggak pernah sakit ya kan, kambuh sedikit aja mungkin efek udah lama nggak minum obat kali ya," ucapnya m

  • Istri Taruhan Sang Dosen   Serba Salah

    Selama acara berlangsung, Fras benar-benar menunjukkan kepada panitia itu bahwa rumah tangganya baik-baik saja tidak seperti apa yang mereka pikirkan dan apa yang mereka katakan. Hari menunjukkan pukul 05.00 sore, seminar itu sudah selesai. Fras dan Alia sedang menuju pintu keluar. "Pak ..." Panggil Raya membuat mereka menoleh. "Jangan lewat situ, lagi pada rame nanti besok-besokan Pak lewat pintu samping aja," ucap raya sambil tersenyum membuat Fras mengangguk.Sebagai panitia Raya mengantarkan mereka hingga keluar dari auditorium tersebut. "Terima kasih," ucap Alia yang dibalas anggukan oleh Raya."Terima kasih banyak ya udah belain saya," ucap Fras membuat raya kaget lalu detik kemudian ia menggangguk."Kamu orang mana?" tanya Alia membuat Raya diam sejenak lalu tersenyum."Saya orang rantau Bu,""O iya, tinggal sama siapa di sini?""Hehe ngekos," "O iya iya, biaya?""Sambil kerja Bu," jawabnya lagi membuat Alia diam sejenak lalu ia merangkul raya."Jangan pernah putus asa, ja

  • Istri Taruhan Sang Dosen   Terdiam

    Hari demi hari berlalu, Alex rutin kontrol ke rumah sakit tentang penyakitnya. Ia selalu didampingi oleh Mbok dan sopirnya."Pak ... Untuk perkembangan hari ini semuanya baik-baik aja, tolong dipertahankan ya beginilah kalau bisa menjalani kehidupannya jangan banyak pikiran, jangan terlalu berlarut-larut di masa lalu atau masalah apapun itu ya," ucap dokter itu yang dibalas anggukan oleh Alex."Iya Dok,""Kalau bapak ada keluhan atau masalah itu jangan dipendam, obrolin aja sama orang yang terpercaya atau enggak minimal Bapak bercerita sendiri," lanjutnya Setelah keluar dari ruangan itu ia tersenyum kepada sopirnya."Gimana pak?""Alhamdulillah, keadaan saya jauh lebih membaik. Sesuai dengan niat saya tadi pagi, kalau kondisi saya membaik maka saya akan mengundang anak yatim. Jadi kalian berdua tolong carikan anak yatim di sekitar kompleks kita ya, minimal 50 orang kalau ada 100 orang juga nggak papa," ujar Alex yang dibalas anggukan oleh mereka.Di sisi lain, berbeda dengan frash y

  • Istri Taruhan Sang Dosen   Karma terus berjalan

    Setelah selesai dari kampus, Fras langsung memilih pulang karena ia merasa tidak nyaman setelah mendengar rumor yang begitu banyak tentang dirinya."Assalamualaikum,""Walaikumsalam," jawab Alia yang baru saja membukakan pintu untuk suaminya itu.Hening!Tidak ada basa-basi apa-apa lagi, Fras langsung menghampiri anaknya yang sedang belajar duduk lalu ia merebahkan tubuhnya di samping anak kecil itu. "Mas ...""Hum,""Kamu kecapean ya?" "Hum,""Um ... Ya udah kalau gitu istirahatlah dulu," ucap Alia yang dibalas anggukan oleh Fras.Alia menggendong putranya lalu membawanya sedikit menjauh dari suaminya itu karena tidak ingin mengganggunya. 1 jam kemudian, Fras terbangun dari tidurnya. Ia melihat sekelilingnya lalu detik kemudian ia duduk."Huh ... Jam berapa ini?" gumamnya sambil melihat ke arah meja rias.Untuk beberapa saat dia mencoba mengingat apa yang terakhir ia lakukan. "O my God," ucapnya lalu ia buru-buru bangkit dari ranjang kemudian mencari istri dan anaknya. "Sayan---

  • Istri Taruhan Sang Dosen   Minta Bantuan

    Malam itu Alia menginap di rumah Rendy membuat Mama sangat senang dan memilih tidur bersama Alia."Ma ... Rendy tuh kalau malam di rumah terus gak atau Mama ditinggalin main?" tanya Alia saat mereka mau tidur membuat Mama tersenyum. "Mama tuh udah nggak takut apa-apa nak, Mama udah terbiasa sendir

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-26
  • Istri Taruhan Sang Dosen   Dibawa

    Seminggu telah berlalu, namun belum ada kabar dari Fras membuat Alia semakin terpuruk dan Rendi semakin bingung harus bagaimana."Ma ... Gimana ya kalau udah kayak gini, memang cerita mereka ini plot twist banget sih, cuma kan Ini udah terjadi ya, aku bingung harus bantu kayak gimana lagi," ucap Re

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-25
  • Istri Taruhan Sang Dosen   Di usir

    Hari menunjukkan pukul 09.00 malam dan cuaca semakin dingin, sekarang Alia dan Fras sudah di kamar berdua."Saya boleh tidur disini?" tanya Fras yang dibalas anggukan Alia, walaupun sebenarnya hatinya masih sedikit menolak."Saya janji nggak ngapa-ngapain," ujar Fras "Iya pak,""Jangan manggil bap

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-24
  • Istri Taruhan Sang Dosen   Aku Suamimu

    Al dan Rendi melihat ke arah Fras yang berkaca-kaca kemudian mereka melihat Alia.Namun tidak dengan Alia, ia langsung menatap tajam Rendi."Siapa itu?" "Um ..." "Sa--saya suaminya Bu," ucap Rendi membuat Al dan Rendi kaget."Hah?""Bentar, pak-- Ucapan Rendi terpotong lalu ia mendekati Nenek de

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-23
Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status