LOGINSesampainya di kantor polisi Alex berhasil membebaskan pembantu dan anak buahnya dari penjara, membuat mereka langsung bersujud di depan Alex."Pak makasih banyak pak ..." ucap mereka membuat Alex mematung.Seharusnya yang berlutut itu adalah dirinya namun mereka malah berlutut di hadapannya membuat pak sopir menunduk sambil tersenyum menahan haru.'Masih gak nyangka nemenin bos dari zaman dia benar-benar enggak punya hati sampai sekarang bisa seperti ini,' ucapnya dalam hati.Setelah semuanya selesai Alex memberikan amplop pada mereka satu persatu. "Huh ... Maafkan saya," ucapnya membuat mereka saling melempar pandangan, lalu detik kemudian mengangguk."Terima kasih banyak Pak, maka tidak salah ..." ucap mereka lalu mereka pergi begitu saja.Sebelum keluar dari kantor polisi itu ia sempat duduk di kursi karena lemas sebentar."Kita pulang sekarang pak?" tanya sopir itu yang dibales gelengan oleh Alex."Jangan dulu, bawa saya ke makam," ucapnya Tanpa membuang waktu mereka langsung b
Hari menunjukkan pukul 05.00 sore Lidya sudah balik ke rumah, Alex yang tidak peduli dengan apa yang dilakukan istrinya itu benar-benar tidak menegur atau menyapanya. "Ekhem ... Gimana hari-hari kamu Mas?" tanya Lidya membuat Alex menoleh."Ya beginilah,""Kok bisa sih kamu berubah drastis? Perasaan dulu nggak kayak gini, bosanan dan ya nggak suka aja seperti ini? Kamu lagi nanya kayak seseorang kah? Atau Kamu lagi suka sama Mbok yang lewat kamu,"Untuk beberapa saat Alex mencoba mencerna ucapan istrinya itu namun detik kemudian ia menghela nafas panjang."Maksudnya?""Halah nggak usah pura-pura bodoh deh Mas, kamu tuh suhu kalau soal beginian," lanjutnya membuat mbok yang baru saja datang dari belakang merasa bingung karena namanya dibawa-bawa. "Ini minumannya Pak,""Makin akrab ya," gumam Lidya membuat mbok heran."Hah? Gimana maksudnya Bu?""Kamu jujur aja sih sama saya, kamu udah rasa sama suami saya?""Hah?""Lidya ..." ucap Alex tidak suka dengan cara Lidya memperlakukan pemb
Sore hari Fras ntar bangun dari tidurnya, ia melihat sekelilingnya tidak ada Alia membuatnya langsung buru-buru bangun. "Sayang ..." ucapnya membuat Alia menoleh."Kenapa nggak bangunin aku?" tanya Fras membuat Alia menggeleng."Kamu kelihatan sama kecapean Mas, Aku pengen keluar juga nggak bisa soalnya kuncinya nggak tahu di mana," jawabnya membuat Fras langsung menghala nafas panjang. "Huh ... Alhamdulillah,""Hah?""Nggak hehe, ya udah kalau gitu ayo kita pulang ..." ucapnya lalu buru-buru bersiap membuat Alia bingung."Nanti nenek bingung nggak ya," gumamnya pelan."Tidak," jawab Fras tiba-tiba membuat Alia kaget. "Nenek nggak bakalan bingung, dia juga memaklumi apa yang terjadi sama kita kok. Setelah ini aku mau minta izin ah sama nenek, mau membawa istriku tinggal di hotel ini, mau?" Tanya Fras membuat Alia kaget."Hah?""Iya aku pengen bawa kamu tinggal di sini, bukan apa-apa ... Aku cuman pengen kamu hidup lebih privasi, jauh dari orang-orang yang ngomong hal-hal negatif,"
Sesampainya di rumah orang tua Rendy mereka langsung istirahat. "Rendy mana?" tanya Alia."Nggak tahu tuh di depan masih ngobrol sama ojeknya, Dia itu kalau ketemu orang tuh gampang banget ngobrol tahu, emang gitu ya?" tanya Mawar membuat Alia dan Amira tertawa."Emang gitu anaknya nak, semua orang diajak ngobrol. Apalagi udah ketemu cewek beh ..." ujar Mama "Dia tuh gampang akrab, setan aja bisa diajak ngobrol sama dia," timpal Alia membuat mereka tertawa."Ada apa nih kok nama saya di sebut-sebut, ganteng ya?" tanya Rendy membuat mereka bertiga saling melempar pandangan."Ganteng nggak, pedenya bukan maen," ledek Amira."Loh ... Kita liat nanti ya Ma, kalau sampai anakku cowok dari itu ganteng, mama harus ganti rugi 50 juta aja," ujarnya membuat Amira menghela nafas panjang.Sekitar tiga jam Alia di rumah Amira, setelah itu ia meminta pulang karena tidak mau nenek kecarian. Baru saja mereka keluar dari rumah, Alia bingung melihat ojek yang tadi masih di sana. "Loh itu?""Iya pak
Satu jam kemudian Alia sudah kembali ke rumah, nenek tidak banyak bertanya iya membiarkan cucunya itu menenangkan dirinya sendiri. "Dedek mana nek?""Istirahat, jangan diganggu dulu." Ujar nenek yang dibalas anggukan oleh Alia.Saat Alia hendak masuk ke dalam nenek kembali memanggilnya membuat Alia menoleh."Mulai hari ini, mulai detik ini jadilah dirimu sendiri. Kamu tidak perlu berpikir untuk membahagiakan siapapun di rumah ini termasuk nenek, kalau kamu lagi capek ngurusin anakmu kasih ke nenek, jangan paksain kamu harus membahagiakan dia juga.Poin pertama yang nenek harapkan dari kamu adalah sembuh, karena kalau nggak ini kan merambat ke mana-mana, terlepas penyebabnya itu adalah suamimu sekarang dia udah nggak ada. Maka fokuslah ke dirimu sendiri, jangan terlalu memikirkannya," ujar nenek yang dibalas anggukan oleh Alia."Kamu mau bekerja silakan, kamu mau di rumah aja silakan ... Jangan pedulikan penilaian siapapun tentang dirimu, apapun yang orang katakan itu cuman sekedar om
Sesampainya di rumah, Fras tidak melihat Alia ia bahkan fokus ke bayinya membuat Alia sedikit bingung."Setelah minum obat ini tadi disuruh istirahat dulu," ucap Fras yang dibalas anggukan oleh nenek."Iya bawalah dia ke kamar, istirahatlah dulu," suruh nenek Tanpa membuang waktu Fras langsung menggendong bayinya lalu ia membawa bayinya itu ke kamar tanpa bertanya apapun pada Alia.Alia yang tidak mau ambil pusing langsung bangkit dari duduknya kemudian menyusul suaminya itu ke kamar. "Berapa Mas obatnya?""Murah kok," jawabnya tanpa melihat istrinya itu yang dibalas anggukan oleh Alia."Ya udah kalo gitu istirahat lah sama dedek," jawab Alia.'Sepertinya dia khawatir pada anaknya,' ucap Alia dalam hati.Saat ia hendak keluar tiba-tiba Fras menarik tangan Alia kemudian memeluk istrinya itu dengan sangat erat membuat Alia kaget."K--kamu kenapa Mas?""Aku minta maaf ya udah jadi benalu dalam kehidupan kamu, ambillah keputusan apapun yang kamu mau sayang ... Jangan merasa terikat deng
"Hah?""Telinganya masih berfungsi kan?" tanya Fras membuat Alia cengengesan."Heheh bapak duduk aja, saya kalo di bantuin bisa salting," ucapnya ceplas-ceplos lalu detik kemudian ia tersadar."Hehe maaf pak, bercanda jangan di masukin ke hati," ucapnya lagi Drt ... Drt ... Drt Ponselnya kembali
Melihat semua makanan berserakan di lantai, Alia mematung sejenak lalu detik kemudian ia mengusap dadanya."Gak apa-apa, tunggulah dulu semuanya tenang, setelah itu tanya Pak Fras kamu ini di sini sampai kapan," ucap Alia pelan lalu ia mengatur nafasnya pelan-pelan.Setelah ia merasa tenang, Alia m
"What?" Alia kaget namun Fras sudah meninggalkannya membuat Alia menghela nafas panjang.Tidak lama kemudian masakannya sudah selesai, Alia langsung menghidangkannya di depan Fras "Ini Pak,"[Ya sudah kalo begitu saya kesana sekarang] ucap Fras yang sedang telponan lalu ia bangkit dari duduknya.
Sesampainya di rumah, alangkah kagetnya Fras melihat ada mobil Alex di pekarangan rumahnya.'Ngapain lagi ke sini?' ucap Fras dalam hati, lalu ia mengurungkan niatnya untuk memarkirkan mobilnya ke dalam garasi."Kamu tunggu di sini ya, jangan keluar," ucap Fras membuat Alia terlihat tidak suka."Pa







