مشاركة

Bab 24

مؤلف: Selene21
last update تاريخ النشر: 2026-06-11 17:32:39

“Arga?! Jadi beberapa hari ini kamu bilang tinggal menemani ibumu, ternyata menemani pria lain?!”

Emily terbeliak. Tidak menyangka Raditya bisa mengeluarkan kata-kata seperti itu padanya di depan banyak orang yang saat itu ada di IGD. Pengunjung yang awalnya fokus menunggu keluarganya yang sedang mengantre untuk diperiksa, kini tertuju padanya dan Raditya.

Plak!

Tangan kanan Emily mendarat di pipi kiri Raditya tanpa bisa dikendalikan lagi. Sebuah tamp

استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Istri Warisan Mencari Cinta   Bab 25

    Caroline keluar dari auditorium dengan langkah mantap penuh kebanggaan. Selangkah lagi, keinginannya menjadi istri pewaris rumah sakit akan segera terwujud. Saat ini, ia mungkin hanya salah satu dokter spesialis, tapi sebentar lagi, dia akan menjadi satu-satunya istri pewaris. Membayangkan hal itu, senyum Caroline merekah.Sret.Seseorang menarik lengan Caroline ke tempat yang tersembunyi. “Bahagia sekali sepertinya?” Embusan napas Raditya menyapu leher Caroline.“Radit …,” desah Caroline seraya mendorong pundak pria itu. “Kau akan membuat riasanku luntur.”Raditya menjauhkan wajahnya yang dihiasi seringai. “Aku bangga melihatmu di atas tadi.” Sebuah kecupan mendarat di dahi Caroline. “Perlahan, semua orang akan mulai mengenalmu.”Kepala Caroline mendongak, memamerkan lehernya yang polos. “Argh … sekalian kamu mengagumi istrimu di atas podium?” sinisnya.“Hahaha …! Aku semakin suka saat kamu cemburu seperti ini.” Raditya mendaratkan satu kecupan panjang sbeelum menarik tangan Caroline

  • Istri Warisan Mencari Cinta   Bab 24

    “Arga?! Jadi beberapa hari ini kamu bilang tinggal menemani ibumu, ternyata menemani pria lain?!”Emily terbeliak. Tidak menyangka Raditya bisa mengeluarkan kata-kata seperti itu padanya di depan banyak orang yang saat itu ada di IGD. Pengunjung yang awalnya fokus menunggu keluarganya yang sedang mengantre untuk diperiksa, kini tertuju padanya dan Raditya.Plak!Tangan kanan Emily mendarat di pipi kiri Raditya tanpa bisa dikendalikan lagi. Sebuah tamparan yang cukup keras untuk menghapus senyumculas di wajah pria itu yang selama ini dia abaikan.“CUKUP!” bentak Emily dengan lantang. “Tutup mulutmu!”Rekan sejawat yang sedang bertugas pun tersentak melihat perubahan sikap Emily. Dokter cantik, baik dan cerdas yang mereka kenal, lenyap. Pun begitu dengan Raditya. Matanya yang terbelalak sambil meraba pipinya yang panas karena tamparan Emily, menunjukkan bahwa tamparan itu di luar dugaannya.“K

  • Istri Warisan Mencari Cinta   Bab 23

    “Halo. Aku sudah bertemu dengan istrimu, Emily.” Caroline tidak membuang waktu untuk menceritakan kejadian seru yang baru dialaminya.[Ketemu di mana?]“Di rumah sakit milikmu. Di mana lagi?” jawab Caroline sambil mencermati kuku palsunya.[Kamu ngapain ke sana?!] Terdengar kepanikan dalam suara Raditya.“Kok ngapain? Tadi kamu bilang, aku boleh kerja di sini. Kok sekarang ngapain?!” sungut Caroline. “Jangan-jangan, kamu tidak sungguh-sungguh ingin menikahiku, ya?!”[Bukan begitu, Carol. Aku akan membuatmu bekerja di sana, tapi tidak sekarang. Ayolah, jangan mempersulitku.] Raditya mulai kehilangan kesabaran.“Sekarang! Aku maunya sekarang! Kamu tinggal hubungi pegawai HRD dan bilang kalau ada dokter bedah plastik baru yang akan datang hari ini. Beres, ‘kan?!” desak Caroline. “Aku tidak ingin membuang waktu lagi untuk bisa bersamamu, Radit!”[STOP! Stop sebu

  • Istri Warisan Mencari Cinta   Bab 22

    Emily berjalan menyusuri selasar rumah sakit. Ia tidak habis pikir bagaimana bisa Arthur begitu teguh pada keputusannya, meskipun kondisi istri dan anaknya sedang tidak baik-baik saja karena masalah itu. Emily tidak menyangka ayahnya lebih mencintai status dan harta benda dibandingkan kebahagiaan anaknya.Tak terasa, Emily sampai di taman rumah sakit. Area hijau yang jauh dari aroma antiseptik dan cairan desinfektan. Taman ini terletak bersebelahan dengan kantin rumah sakit, agak ke belakang. Tempat yang cocok untuk berdiam atau mengalihkan pikiran yang sedang buntu. Emily memilih duduk di bangku paling ujung, di bawah pohon akasia yang sedang lebat bunganya.“Hhh … mari kita duduk sejenak dan melupakan yang terjadi.”Pandangan Emily menerawang jauh tanpa fokus yang jelas. Tangan kirinya bersandar pada lengan bangku untuk menopang kepalanya. Lama-kelamaan, rasa kantuk menghinggapinya. Emily tertidur.Puk.Emily tersentak

  • Istri Warisan Mencari Cinta   Bab 21

    “Kalau begitu, kita buat bayi itu enggan hidup.”Mata Raditya yang awalnya sayu karena nikmatnya sentuhan Caroline, terbelalak mendengar penuturan kekasihnya itu. “Apa maksudmu? Kamu ingin melenyapkan bayi itu?!” Raditya menarik tubuhnya duduk tegak.Raut wajah Caroline tak kalah kagetnya melihat respon Raditya. “Jangan bilang, kamu masih ingin punya hubungan dengan istrimu lewat bayi itu, iya?!” sungutnya seraya keluar dari dalam air.“Carol! Sayang!” panggil Raditya panik. “Hei … ayolah. Selesaikan dulu ini.”“Selesaikan saja sendiri!” teriak Caroline sambil meraih jubah mandi yang tergantung di dinding dan melangkah pergi.Plash!Raditya memukul air dengan kesal. “Si*l …!” umpatnya.***Arga baru saja menyelesaikan pasien rawat jalan terakhirnya. Ia melirik jam tangannya dan mendesah, “Sudah beberapa hari berlalu,

  • Istri Warisan Mencari Cinta   Bab 20

    Raditya berjalan cepat ke tempat mobilnya terparkir. Ia membuka pintu dan menutup pintu dengan kasar. Wajahnya merah dengan raut bersungut-sungut.“Kenapa? Bertengkar lagi?” Tangan pemilik suara itu mengelus dada Raditya berulang kali hingga napas pria itu kembali teratur.“Sial*n mereka semua! Menyesal aku datang tadi.” Raditya memukul kemudi mobilnya dengan kesal.“Sudah, jangan lampiaskan marahmu di sini. Bukan aku yang menyulut amarahmu. Hmm?” Tangan yang tadinya diam di atas dada, kini beralih ke dagu Raditya, memaksa pria itu menoleh ke arah pemilik suara.“Lihat aku. Apakah masih bisa marah?” Caroline mengulas senyum menghibur Raditya. “Ceraikan saja dia. Bertahan juga menghabiskan tenaga. Percuma. Hmm?”Alih-alih menjawab, Raditya membuang muka hingga dagunya terpisah dari jemari Caroline. “Kalau aku yang menceraikannya, hak warisku akan lenyap. Jatuh ke tangan wanita itu karena dia sedang mengandung anakku.”“Hmm ….” Caroline meluru

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status