author-banner
Selene21
Selene21
Author

Novels by Selene21

Istri Warisan Mencari Cinta

Istri Warisan Mencari Cinta

Raditya menikahi Emily hanya untuk mendapatkan hak waris dari ayahnya. Di saat yang sama, hatinya sudah memiliki Caroline. Kenyataan ini Emily ketahui ketika pernikahannya baru lima bulan berjalan dan dia mengandung anak Raditya. Perlakuan kasar dan perselingkuhan Raditya yang mengakibatkan Emily harus kehilangan bayi mereka, membuatnya ingin bercerai. Dalam kondisi kacau, Emily bertemu dengan Ivander--psikiater tampan yang menjadi rekan kerja dan konsultan kejiwaannya. Lama bersama, membuat Emily menyadari hatinya telah memilih Ivander sebagai pelabuhan cintanya. Namun, cinta mereka terhalang status dan keluarga. Tubuh dan hatinya menginginkan cinta Ivander, tapi akalnya menolak bahaya. Akankah Emily memperjuangkan cintanya untuk mendapatkan kebahagiaan?
Read
Chapter: Bab 33
Raditya tersentak mendengar kalimat ancaman keluar dari bibir istrinya yang dikenalnya sebagai wanita lembut dan penurut itu. “Apa yang membuatnya menjadi begitu berani? Siapa yang merubahnya? Ivander? Arga? Atau keserakahannya?” batin Raditya dengan mata terpicing ke arah Emily.“Cih! Sudah pandai mengancam sekarang.” Raditya mengangkat kedua tangannya tanda menyerah dengan seringai tergambar di wajahnya. “Benar kata orang tua, pasanganmu bisa merubah karaktermu.” Raditya mengendikkan bahu. “Oke, kita sudahi saja untuk sementara. Jangan lupa, temui pengacara dan ubah surat kuasanya.Sebelum berbalik pergi, Raditya melemparkan tatapan sinis ke arah Ivander yang sejak tadi siaga berdiri di sisi Emily bak pengawal kelas dunia.“Urusan kita belum selesai, Van.” Raditya menunjuk Ivander lalu berbalik pergi dengan hati yang kesal.Begitu Raditya menghilang di belokan selasar, ketegangan tubuh Emily
Last Updated: 2026-07-18
Chapter: Bab 32
Bug!Tubuh Emily menabrak dinding, tidak terlalu keras, tapi cukup membuat wanita itu tersentak dan melebarkan matanya.“Kenapa diam?! Mulai menyadari, bahkan Asih yang biasanya selalu memihakmu sudah berubah haluan? Iya?!”Dug!Raditya memukul dinding dengan kepalan tangannya.“Dia paham bahwa status nyonya muda keluarga Hutama sudah bukan lagi milikmu. Jadi, sebaiknya kamu menyerah saja. Jangan gunakan bayi yang kamu kandung untuk mempertahankan hak warismu!”Raditya mencermati raut Emily yang sama sekali tidak berubah sejak awal mereka bicara, hanya matanya yang sempat melebar sebentar karena kaget. Menyadari tindakannya tidak berdampak pada Emily, makin emosilah ia. “Kenapa diam?! Jawab aku!” bentaknya lagi.Emily tersenyum kecut. “Buat apa aku menjawabnya, Mas? Kamu sudah punya jawabanmu sendiri, kan? Untuk apa tanya aku?!” Emily mendorong tubuh Raditya menjauh. “Apapun yang kamu katakan, aku tidak akan menyangkalnya. Percuma.”“Hmph …!” dengus Raditya dengan tatapan merendahkan.
Last Updated: 2026-07-17
Chapter: Bab 31
“Siapa yang lakukan ini?” ulang Emily menarik tubuhnya menjauh.Mata Asih terbuka, menatap lurus Emily. Ucapan wanita itu benar dan Asih tidak ingin hal yang sama menimpa Emily.“Perempuan yang tinggal dengan mas Radit, Non.”Emily terhenyak mendengar perkataan Asih. “Jadi mereka sudah tinggal bersama?” batin Emily terluka. “Perempuan? Siapa, Bik?”Asih menggelengkan kepala. “Bibi tidak ingin menjadi pemicu pertengkaran antara Non dan mas Radit,” lirih Asih sedih.“Bik Asih,” panggil Emily lembut seraya melepas sarung tangannya. Digenggamnya jemari tangan yang terluka. “Saya dan Radit tidak akan bisa bersatu kembali, Bik. Meskipun Bik Asih tutup mulut, saya akan tetap menggugat cerai Radit.”Asih terisak. “Bibi sayang Non Emily dan mas Radit,” ucap Asih.Emily tersenyum lembut. “Saya juga sayang Bik Asih, tapi itu tidak ada sangkut pautnya dengan masalah kami. Jadi, siapa perempuan yang tinggal dengan Radit? Sejak kapan?”Mata sendu Asih menatap Emily dalam diam. Jemarinya membalas se
Last Updated: 2026-07-14
Chapter: Bab 30
“Apa kamu berhasil menemui Emily?” sambut Caroline di depan pintu rumah.“Tidak.” Raditya menjawab sambil menggelengkan kepalanya. “Dia tidak ada di rumah.”“Lalu? Apa selanjutnya?” desak Caroline mengekori Raditya masuk ke dalam kamar.Raditya merebahkan kepalanya ke sandaran sofa. “Kita biarkan saja sampai dia malu dan menyerah untuk tinggal.” Raditya buru-buru mengangkat tangan kirinya ketika dilihatnya Caroline hendak angkat bicara. “Stop! Pergilah ke dapur dan buatkan aku secangkir kopi hitam.”Sebuah dengusan dan hentakan kaki mengiring kepergian Caroline. Sepeninggal Caroline, Raditya memejamkan mata, mengingat kembali kalimat peringatan yang Soraya lemparkan padanya.“Radit, seujung kuku pun ibu tidak akan biarkan kamu sentuh Emily! Dengar baik-baik, kami tidak menginginkan bagian atas hak warismu. Lepaskan Emily dan semua yang telah kamu lakukan padanya akan kami
Last Updated: 2026-07-01
Chapter: Bab 29
“Apa yang kamu lakukan?!” bentak Emily marah.Ivander masih saja terpukau dengan karakter Emily. Dari pengalamannya, setiap wanita yang diciumnya akan menyerah, bahkan menuntutnya untuk melanjutkan. Emily berbeda. Wanita cantik itu sedang marah kepadanya dengan bibir merah dan bengkak akibat ciumannya.“Jawab! Kenapa diam?!” bentak Emily lagi.“Aku hanya melakukan yang kamu minta,” jawab Ivander tenang.“Hah?! Gila! Lepaskan aku!” Emily kembali meronta.“Aku akan lepaskan, tapi kamu harus janji untuk diam dan mendengarkan. Hmm?” Ivander melemparkan tatapan tajam.“Ya!” Emily menarik tangannya kasar dan kembali bersandar di kursinya.Ivander tetap pada posisinya, menyamping menatap Emily. “Kamu menyebutku pengecut karena mencium keningmu saat kamu tertidur. Kamu bertanya kenapa tidak melakukannya ketika sama-sama dalam kondisi sadar. Betul?”Emil
Last Updated: 2026-07-01
Chapter: Bab 28
“KAMU?!” Emily tersentak mundur. “Sedang apa kamu di sini?!”Emily tidak menduga bertemu Ivander di pantai malam ini. Kenapa harus pria ini yang dia temui ketika suasana hatinya sedang tidak baik?“Kamu yang sedang apa?! Mau mati?! Bunuh diri?!” Pria itu balik membentak dengan mata melotot tajam ke arah Emily.Emily dibuat terkejut lagi dengan reaksi pria dingin itu. Ivander yang dikenal Emily selama ini adalah sosok dingin tanpa ekspresi dan enggan ikut campur urusan orang lain. Tapi, malam ini Ivander membuktikan bahwa dirinya adalah manusia yang memiliki emosi.“Apa? Mati? Bunuh diri?” Emily bingung dengan ucapan Ivander. “Siapa?” Tanpa sadar bibirnya tersenyum menyadari dugaan pria itu.“Lucu?!” bentak Ivander lagi.Tawa Emily meledak beberapa saat. Ia terbahak hingga air matanya keluar dan jatuh ke pipi. Ivander terpesona melihatnya. Ini kali pertama sejak ia meliha
Last Updated: 2026-06-21
Dari Pegawai Jadi Mempelai

Dari Pegawai Jadi Mempelai

Keluarga tirinya mendepaknya keluar dari rumah seminggu setelah ayahnya meninggal, tanpa uang sepeserpun di dalam dompet. Elia terpaksa bekerja serabutan sambil menyelesaikan kuliahnya. Karena mabuk dan salah kamar, membuatnya harus menikahi dosennya dan merawat ibu mertua pria itu, masuk dalam konflik baru dengan status istri sementara. Apa motif sebenarnya di balik tawaran Wirasena—dosen dingin—menikahinya?
Read
Chapter: Bab 48
Haris duduk bersandar pada kursi plastik tebal yang baru pertama kali dipakainya menemui tamu karena semenjak dirinya mendekam dalam tahanan, belum ada satu orang pun yang menjenguknya, termasuk para perempuannya. Ia mengernyit melihat dua pria yang menjadi tamu pertamanya. Rasanya, ia belum pernah melihat apalagi mengenal mereka berdua. “Kalian siapa?” Pria berdasi menegakkan punggungnya dan mengeluarkan selembar kertas dari dalam tas kulit hitam yang biasanya juga Haris pakai ketika menemui klien atau yang berkaitan dengan kasus yang ditanganinya. “Saya Danar Wiguna, kuasa hukum dari Wirasena. Saya datang untuk menyampaikan ini kepada anda.” Danar memutar kertas menghadap Haris agar pria itu mudah membacanya. Tangan bergelang borgol itu, menerima dengan ragu. Bola matanya bergerak lambat mencermati setiap kata yang tertera dalam kertas. Sejurus kemudian, senyum sinis terbersit di sudut kanan bibirnya. “Pemalsuan surat wasiat? Apa ini?!” Haris meremas kertas di tangannya dan mem
Last Updated: 2024-05-10
Chapter: Bab 47
Mata wanita Bali itu lekat menatapnya, membuat Elia was-was.“Secara keseluruhan, kondisi bayinya sehat. Hanya saja ….”“Hanya saja apa, Dok? Bayi saya kenapa?” sambar Elia cepat.Tok tok tok.“Masuk.”Elia sedikit kesal pada pemilik tangan di balik pintu yang mengganggunya. Wajah cemberutnya tidak lepas dari pengamatan Kadek.“Permisi, Dok. Apa suami pasien sudah boleh masuk?” tanya perawat pendamping polos.“Boleh. Persilakan masuk, Sus.” Senyum jenaka terbersit di sudut bibir Kadek.Elia memalingkan wajahnya menanti kemunculan Jonas. Begitu pria itu menampakkan wajah tampannya yang sedang tersenyum canggung, Elia menekuk bibirnya keluar.“Kenapa masuk sekarang, sih?!” ketus Elia disambut ekspresi kebingungan Jonas.“Hah?”“Silakan duduk.” Kadek berdiri dan mengulurkan tangan. “Tidak perlu kaget, pengaruh pregnancy hormone.”Mulut Jonas membulat tanda maklum. “Jadi, bagaimana dengan bayinya, Dok?” Jonas mengambil kursi di samping Elia, mengabaikan wajah cemberut yang masih menatapny
Last Updated: 2024-05-06
Chapter: Bab 46
“Mana Elia, Bang?” Jonas heran melihat hanya ada Barata di meja makan sedang termenung.“Ha? Eh, dia baru saja berangkat.”Jonas makin heran, kala melihat piring dengan nasi dan sendok masih utuh di meja. “Ada apa, Bang? Elia gak jadi sarapan?”Barata mendesah. “Sepertinya aku membuat napsu makannya hilang,” akunya lemah.“Ish, dia ‘kan lagi hamil. Butuh banyak nutrisi. Emangnya, bahas apaan, sih?!” Jonas bergegas menuju pintu rumah. Dilihatnya, Elia sudah mencapai lobi puskesmas. “Marah dia?” tanyanya seraya berbalik menatap Barata.“Hhh, entahlah. Kenapa jadi aku yang susah, ya? Padahal niatnya cuma pengen bantuin.” Barata menengadah menatap langit rumah.“Udah, biarin aja.” Jonas menghampiri Barata. “Kita semua sudah dewasa. Bisa selesaikan masalah masing-masing. Jangan ikut campur, Bang.”Barata melirik iparnya sambil
Last Updated: 2024-05-05
Chapter: Bab 45
“Masuk, Bang!” Jonas mengiring Barata masuk. “Kok gak kabar-kabar dulu? Kakak gaka ikut?”Elia hanya terbengong melihat Jonas begitu akrab dengan dosen walinya. Kalau hanya kenal, dirinya juga mengenal Barata dengan baik. Tapi ini, lebih dari sekedar saling kenal.“Halo, Elia. Apa kabar?” sapa Barata ramah. “Mau ikut wisuda periode berapa?” Barata duduk di sofa panjang satu-satunya yang ada di ruangan itu. “Duduk, El.”Jonas kasihan melihat Elia yang terkejut. “El.” Jonas menyentuh lengan Elia dan mengajaknya duduk. “Aku kenalkan, meskipun kamu pasti sudah kenal baik.”Rasa gugup menghampiri Jonas ketika mata Elia menuntutnya. Ia menggosok kedua tangannya ke celana menutupi rasa gugupnya.“Engh, ini kakak iparku. Suami kakakku Elena. Di kampus, biasanya kita panggil Prof. Bara.”Tawa Barata menggelegar. “Bisa gugup juga kamu, Nas?” god
Last Updated: 2024-05-04
Chapter: Bab 44
“Mau apa?” Mata Elia melebar karena panik.Alih-alih menjawab pertanyaan Elia, Jonas menarik turun kedua kaki Elia dan meletakkannya di dalam ember berisi larutan garam hangat.“Rendam kakimu sebentar.” Jonas merasa Elia menarik kakinya dengan tatapan curiga. “Larutan garam,” imbuhnya sambil tersenyum.“Owh.”Jonas tergelitik ingin menggoda Elia karena sikap panik dan tatapan curiga gadis itu. “Kamu mikir apa tadi, sampai panik begitu?”“Eh, enggak. Kaget aja. Aku ketiduran tadi.”Tidak ingin membuat suasana semakin canggung, Jonas mengalihkan pembicaraan. “Gimana, pengalaman rujuk pertama kali?”Senyum Elia lemah. “Hmm, jauh ternyata,” desahnya. “Untung kondisi pasien stabil selama perjalanan. Kalau sampai anfal di tengah jalan, bisa panik aku.”“Oh ya.” Saking semangatnya, Elia menumpukan tangannya di atas t
Last Updated: 2024-04-23
Chapter: Bab 43
Wirasena berjalan cepat ke ruang Elena, istri Barata. Wanita itu sedang menonton sesuatu di laptopnya. Melihat Wirasena masuk, ia hanya melirik sekilas, lalu melanjutkan kegiatannya.“El, tolong aku.”“Ogah!” sahut Elena ketus.“Elia mengirimkan gugatan cerai. Aku harus bagaimana?”Tanpa mengalihkan matanya dari layar, Elena mengacungkan kedua jempolnya dan menjungkirnya ke bawah dengan cepat. “Bagus, lah! Kalau aku jadi dia, aku sudah menceraikanmu sejak hari pertama menikah.”“El, please, help!” rengek Wirasena.Brak.Elena menutup laptopnya kasar. “Profesor Wirasena yang terhormat, percuma kamu merengek di sini. Aku sudah janji, gak akan bantu kamu lagi. Jengkel aku, Wir!”Seolah tidak puas melampiaskan marahnya dari jarak jauh, Elena keluar dari balik mejanya dan duduk di samping Wirasena.“Coba kamu pikir, berapa kali dia masuk IG
Last Updated: 2024-04-17
Raja Terakhir Dinasti Wang

Raja Terakhir Dinasti Wang

Kerajaan Yongjin yang dikuasai oleh Dinasti Wang, berada di ambang kehancuran sejak dipimpin oleh raja yang mudah dihasut dan suka mencari hiburan di paviliun para selir. Para pejabat banyak yang korup dan berebut kasih sayang raja untuk keuntungan pribadinya. Setelah raja mangkat, Wang Yang sebagai Pangeran ke-2 naik tahta dan harus menikahi putri panglima perang–Li Zening, untuk memperkuat posisinya. Saat ia naik tahta, kondisi pemerintahan telah dikuasai oleh Kanselir Zhao bersama Ratu Qi (Lan Suying) yang merencanakan pembunuhan terhadap Wang Yang dan istrinya dengan memberi bubuk racun pada pendupaan. Mendekati ajalnya, Wang Yang memohon kepada langit agar memberinya kesempatan sekali lagi untuk mengembalikan kejayaan Dinasti Wang dan memberantas semua tindak kejahatan. Memberikan kedamaian dan kehidupan yang sejahtera untuk rakyatnya. Terkabulkah permintaan Wang Yang? Berhasilkah ia melawan kekuasaan Kanselir dan Ratu Qi dan membangun kembali dinastinya?
Read
Chapter: Bab 80 Kembali Seutuhnya
“Aku akan memanggilmu lagi saat membutuhkan,” ucapnya masih membelakangi Weqing.“Ya, dengan senang hati, Yang Mulia.”Lan Weqing mengenakan kembali baju seragamnya dengan hati berbunga. Penantian panjang dan tindakan-tindakan yang diambilnya untuk mendapatkan Mu Lan, berujung kebahagiaan. Senyumnya terus mengembang.“Jenderal,” panggil Mu Lan membuat Weqing berbalik cepat menghadapnya.“Ya, Yang Mulia.”Mu Lan mendekat dengan langkah gemulai. Tangannya mendarat lembut di bahu Weqing. Ujung jari telunjuk kanannya bergerak turun dengan gerakan memutar menyusuri dada Weqing, membuat pria itu menggelinjang girang.“Y-yang Mulia, secepat ini?” tanya Weqing panik sekaligus senang.“Bawa laporan keuangan seluruh kementerian yang bisa kau dapatkan, saat kau datang mengunjungiku lain hari.” Mu Lan menjulurkan lidahnya menyapu rahang Weqing hingga tubuh pria itu bergetar.“K-kapan?” tanya Weqing menggeram menahan hasratnya yang kembali meronta.“Kapanpun kau siap, Jenderal,” desah Mu Lan di wa
Last Updated: 2024-04-17
Chapter: Bab 79 Saatnya Telah Tiba
Secepat kilat, Zening mendongak tidak percaya. “Kak, kaukah itu?”Wang Yang dan Ru Lan menyingkir menjauhi ranjang, memberi ruang untuk Deyun dan Zening.Alih-alih memeluk adiknya seperti keinginannya tadi, Deyun berlutut dan mengangkat kedua tangannya memberi hormat. “Li Deyun, menghadap Yang Mulia Permaisuri!”“Kak!” pekik Zening lega. “Mereka melepaskanmu?” tanyanya seraya menangkup wajah Deyun yang terlihat tirus dan lelah. “Apa mereka juga menyiksamu?”Li Deyun menggeleng dengan senyum samar menghiasi bibirnya. “Mereka tidak akan berani menyiksa kakak permaisuri,” godanya pada Zening. “Aku menyelinap keluar untuk mengucapkan selamat atas pernikahan dan penobatanmu menjadi permaisuri. Aku harap, kau tidak mengecewakan kami, Rakyatmu.”Dug.Zening meninju perut Deyun kuat-kuat. “Kau berkata begini saat aku khawatir tentangmu? Sungguh keterlaluan!&rdq
Last Updated: 2024-04-13
Chapter: Bab 78-2
“Kak Yang, aku ….” “Tarik napasmu. Nikmati semuanya.” Wang Yang mulai bergerak cepat. “Ya, begitu ….” Zening merasakan sensasi aneh yang terjadi padanya. Seolah tenaganya terisi penuh setelah lama kering dan kosong. Seluruh otot dan sendinya yang layu, kembali merekah dengan cepat. “Ah, Kak. Aku akan meledak,” bisik Zening sambil terengah mengimbangi gerakan Wang Yang. Wang Yang berhenti dan menatap Zening. “Ini hadiah pernikahanku untukmu. Aku kembalikan semuanya padamu.” Wang Yang mengakhiri kalimatnya dengan sebuah ciuman panjang hingga Zening tertidur pulas. Beberapa lamanya, Wang Yang hanya menatap wajah cantik Zening yang lelap seperti bayi kenyang menyusu. Ibu jarinya mengusap bibir bengkak Zening akibat ulahnya. Tek tek tek. Sebuah ketukan di pintu kamar menarik Wang Yang dari gulungan hasrat yang membungkusnya. Tangannya cekatan menarik selimut menutupi tubuh polos Zening, lalu menarik tirai ranjang hingga menutup semp
Last Updated: 2024-04-05
Chapter: Bab 78-1 Hadiah Malam Pertama
Trang!Anak panah lain yang melesat cepat dari busur Hanxiu, menabrak anak panah yang nyaris menancap di dada Zening.“Ada penyusup! Ada penyusup!”Entah dari mana asal teriakan itu, seketika semua yang hadir bercerai-berai. Suasana halaman istana menjadi gaduh dan tidak terkendali karena teriakan itu. Setiap orang berlari saling tabrak menyelamatkan diri.“Yang Mulia, sebaiknya kita juga kembali ke istana. Situasinya sulit untuk dikendalikan,” usul Huazhi dengan mata waspada mengawasi udara sekitarnya.“Ayo!” Wang Yang mengulurkan tangannya membawa Zening di bawah perlindungannya. “Ning’er,” tegurnya kala menyadari Zening sedang sibuk mencari sosok yang berhasil menghalau anak panah untuknya.“Yang Mulia, siapa yang menghalau anak panah tadi?” tanya Zening penasaran dengan mata masih mengedar ke sekitar.“Huazhi akan menyelidikinya. Ayo, kita segera kembali ke is
Last Updated: 2024-04-04
Chapter: Bab 77-2
“Yang Mulia, apa Anda tidak enak badan?” cemas Yuru.“Tidak. Aku merasa kondisiku hari ini adalah yang terbaik dari semua hari sejak aku melangkahkan kaki memasuki istana. Kenapa?” Zening memutar tubuhnya seraya merentangkan gaun sutra paduan warna emas dan merah.“T-tidak.” Yuru menggeleng takut-takut.Akhirnya, Zening tak kuasa menahan tawanya melihat wajah Yuru begitu tertekan akibat perubahan sikapnya, membuat dayang muda itu semakin kebingungan.“Ayo, pasang lagi yang perlu kau pasang.” Zening merentangkan tangannya, bersiap menerima perlakuan selanjutnya.“Sabuk!” pekik Yuru seraya menepuk dahinya.Ketika Yuru setengah membungkuk merapatkan diri memasang sabuk, Zening menundukkan kepalanya sedikit dan berbisik, “Setelah ini, pergilah ke penjara. Temui kakakku dan peringatkan dia untuk tetap waspada.”Yuru mematung, tidak merespon.“Pst! Kau deng
Last Updated: 2024-03-23
Chapter: Bab 77-1 Teror Pernikahan
Mata Mu Lan melebar. “M-maksudmu kau mengelabuinya?!”“Tidak sepenuhnya. Hanya membuatnya tidak mewaspadaiku.” Wang Yoo berjalan meninggalkan aula.“Aku tidak mengerti jalan pikirannya,” gumam Mu Lan.“Wang Yoo adalah pemuda yang pintar. Isi pikirannya sulit ditebak. Sebaiknya, kita tetap waspada.” Ziliang mengibaskan lengan hanfunya dan berjalan keluar.“Cih! Tidak ada yang benar-benar bertindak demi kepentinganku.” Mu Lan mendesah kesal. “Baiklah, karena kalian hanya memikirkan kepentingan kalian sendiri, maka aku juga akan berlaku yang sama.” Mu Lan memandangi token Rajawali Emas di tangannya dan mulai memikirkan hal apa yang bisa dia buat melalui token kayu itu.“Selir pun tidak masalah asalkan bisa memilikimu dan menyingkirkan lainnya,” gumam Mu Lan seraya tersenyum bengis.Keesokan harinya, seluruh istana sudah sibuk menyiapkan upacara pernikahan raja.
Last Updated: 2024-03-23
LOVE is YOU, Ra!

LOVE is YOU, Ra!

Maura Andromeda memilih untuk tidak percaya lagi pada janji setelah ayahnya berbagi cinta. Keluarga barunya sama sekali tidak menyukai dirinya, apalagi saat ia dijebak oleh kakak tirinya dengan menaruh obat tidur kemudian mempertemukannya pada pria yang telah meminum obat perangsang hal itu membuat Maura hamil. Ranggapati Danutirta, pebisnis bidang properti, muda, tampan yang telah dijebak bersamanya malam itu. Pria yang ditinggal kabur oleh calon pengantin wanita pada hari pernikahan. Rangga merasa jika Maura berbeda dengan kebanyakan wanita yang ia temui, membuatnya ingin menjadikan maura sebagai pendamping hidupnya. Apakah Rangga mampu menaklukan hati Maura?
Read
Chapter: Bab 131-2
Vila Danutirta, Bandung“Gimana, Han? sudah dapat tiket pesawatnya?” tanya Jelita gelisah. “Kasihan Alina dan Rangga, mereka belum pernah menemani ibu bersalin, pasti bingung dan panik.” Jelita mondar-mandir seperti kain pel.“Belum, Bu. Penerbangan hari ini penuh semua. Tiket kereta juga ludes sampai besok,” lapor Hanna tak kalah gelisah.“Haduh ... kenapa bisa habis semua di saat seperti ini? Galih, kamu sudah hubungi Galih dan Reno? Biasanya otak pria bisa berpikir cepat saat situasi mendesak begini.”Hanna menggeleng. “Mas Galih dan Reno sedang berada di kawasan proyek, Bu. Ponselnya dinonaktifkan.”“Astaga, ya Allah Gusti ...! Kok bisa barengan begini, sih?!” Jelita menepuk kedua pahanya putus asa.Yuki yang tidak mengerti apa yang sedang terjadi, hanya bengong sambil kepalanya bergerak mengikuti Hanna dan Jelita bergantian.Jelita melambaikan tangannya denga
Last Updated: 2022-06-02
Chapter: Bab 131-1 Perjuangan Panjang
Rangga sedang iseng mengintip isi kantong belanjaan yang tergeletak di atas ranjang manakala telinganya mendengar seruan panik dari dalam kamar mandi. Rangga bergegas ke kamar mandi, melihat Maura sedang berdiri berpegang erat pada pinggiran wastafel, tapi mimiknya tidak menyiratkan kesakitan, membuat Rangga menurunkan kewaspadaannya.“Ada apa?” tanya Rangga tenang.“Balonnya meletus,” ucap Maura bingung.Rangga mengedarkan pandangan ke arah langit-langit, mencari bohlam yang pecah. “Mana? Gak ada yang pecah, kok.”“Ini, yang di sini.” Maura menunjuk ke bawah kakinya.“Astaga! Ini balon apa yang pecah, kok isinya air keruh?!” panik Rangga. “Jangan-jangan ... ini ketuban, ya?” tebak Rangga sambil menatap Maura meminta penjelasan.“Sepertinya begitu.”Rangga bergegas mengangkat Maura, membawanya keluar dan membaringkannya di ranjang.“Jangan
Last Updated: 2022-06-02
Chapter: Bab 130-2
“Hoek, hoek!” Maura bersandar lemas di depan pantry dengan kran menyala deras. Di sampingnya, Alina dengan telaten memijat lembut tengkuknya. “Maura kenapa, Al?” Rangga yang penuh keringat setelah bermain tenis bersama Kirman terlihat cemas. “Entahlah, sejak tadi pagi sudah begini.” Alina meraih selembar tisu untuk mengusap peluh yang membasahi leher dan dahi Maura. “Sini, biar aku saja.” Rangga menggantikan Alina, memijit tengkuk dan mengusap peluh. “Masih mau muntah?” tanyanya lembut. Maura menggeleng. “Aku mau duduk, Kak.” Rangga dengan sigap menggendong Maura, membawanya ke kursi goyang kayu kesayangan eyang kakungnya. “Duduk sini dulu, aku ambilkan minum.” “Aku mau teh lemon madu hangat,” sahut Maura cepat. “Oke, segera datang.” Rangga melesat kembali ke dapur bersih dan sibuk menyiapkan teh yang Maura minta. “Kak, apa masih ingin muntah? Perlu aku ambilkan baskom kecil?” tanya Alina seraya mendekat.
Last Updated: 2022-06-01
Chapter: Bab 130-1 Keluargaku Duniaku
Rangga, Hanna dan Galih kompak mengernyit jijik melihat isi gelas yang Jelita sodorkan ke depan Maura. Sedangkan wanita hamil itu, dengan mata membeliak, mengintip ke dalam gelas dan penasaran pada isinya.“Sudah, jangan intip-intip. Minum!” desak Jelita lagi.Maura memasang wajah memelas. “Eyang, boleh tidak kita lewati saja tradisi yang ini?”Jelita menggeleng.“Kalau minumnya setelah makan?” tawar Maura lagi.“Bisa-bisa kamu makin eneg dan muntah nanti,” celetuk Rangga, membayangkan dirinya yang meminum ramuan Jelita.Maura mendelik marah ke arah Rangga yang memasang wajah tanpa dosa. “Kalau begitu, biar dia saja yang mewakili Maura, Eyang!” ketus Maura sambil terus menatap Rangga kesal.“Hush! Yang hamil kamu, yang lahiran kamu, masa’ iya yang minum jamu Rangga?” Jelita tersenyum memahami kekesalan Maura, tapi gelas di tangannya tetap teguh di depan waja
Last Updated: 2022-06-01
Chapter: Bab 129-2
Jelita tersentak melihat Maura berdiri di tengah ruangan dengan lengan menggamit Rangga dan tangan lainnya menggandeng Yuki. Di belakangnya, ada Hanna dan Galih. “Lho, kalian?” heran Jelita sampai tidak bisa berkata-kata. Warsih yang pertama kali tanggap, menarik lengan Kirman dan Barno untuk membawa koper tamunya masuk. “Ayo, kopernya diurus dulu,” bisiknya memberi perintah. “Trus, urusan cacing ini gimana, Mbak?” protes Barno. “Tahan dulu!” hardik Warsih sambil melotot kesal. “Ehhem! Kalian ke belakang dulu, buatkan Maura minuman hangat.” Kumpulan abdi dalem itu pun membubarkan diri dengan wajah penasaran tentang apa yang terjadi pada majikannya. Jelita berdiri, mempersilakan tamunya duduk di sofa tengah. Sikapnya kaku dan canggung, membuat Galih dan lainnya merasa makin bersalah. “Kenapa tiba-tiba datang tanpa kasih tahu dulu? Ada apa?” tanya Jelita datar. Galih dan Hanna duduk mengapit Jelita. “Bu, kami datang untuk
Last Updated: 2022-05-29
Chapter: Bab 129-1 Hal Terindah
Puri Mangkunegaran 15, Yogyakarta“Sih, Warsih! Ayo, jangan lama-lama. Keburu siang nanti.” Jelita berpaling ke belakang sambil merapikan sanggulnya.Warsih tergopoh-gopoh masuk dari pintu belakang. “Maaf, Ndoro. Saya baru selesai bantu Kirman motong ayam,” ujarnya sambil membenahi kebayanya yang berantakan.“Ya, sudah. Tolong kamu panggilkan Barno, minta dia untuk mengantar kita ke pasar.” Jelita menjinjing tas belanja yang terbuat dari anyaman plastik warna-warni kesayangannya dan berjalan mendahului Warsih ke teras.Nyatanya, Barno sedang sibuk mengelap mobil kuno warna hijau pastel yang bagian atasnya berbentuk lengkung. Melihat majikannya mendekat, Barno bergegas membuka pintu penumpang.“Sudah selesai bersih-bersihnya?” tanya Jelita seraya memeriksa hasil kerja abdinya.“Sampun, Ndoro.” Barno memeras kanebo sebelum memasukkannya ke dalam kotak plastik warna k
Last Updated: 2022-05-29
You may also like
TETANGGA TAPI PANAS
TETANGGA TAPI PANAS
Romansa · Penulis Hoki
7.8K views
Penakluk Wanita
Penakluk Wanita
Romansa · Elis Kurniasih
7.8K views
Teman Tapi Menikah
Teman Tapi Menikah
Romansa · Sara Maureen
7.8K views
Never Been Loved
Never Been Loved
Romansa · Hana Nury
7.8K views
Jadi Selingkuhan Teman Ayahku
Jadi Selingkuhan Teman Ayahku
Romansa · Nananailalala
7.8K views
Truly in Love 2
Truly in Love 2
Romansa · Annabella Shizu
7.8K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status