공유

Bab 18

작가: Selene21
last update 게시일: 2026-05-26 20:00:35

Emily kembali ke kamarnya, berbaring menyamping  setengah meringkuk—posisi favoritnya ketika membutuhkan perlindungan. Sebuah himpitan terasa menyesakkan dadanya melihat kondisi Soraya nyaris kembali ke tahun-tahun setelah kepergian Amelia. Rumah besarnya kembali sunyi. Meja makan bundar juga sepi dari aroma harum masakan buatan Soraya.

“Hhh ….” Desahan berat lolos dari bibir cantik Emily. “Kak, apa yang harus aku lakukan sekarang?”

이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Istri Warisan Mencari Cinta   Bab 41

    “Tolong antarkan aku ke hotel!” tegas Emily dengan nada dingin.“Ada apa denganmu?” tanya Ivander, terkejut dengan reaksi Emily yang menurutnya berlebihan.“Aku tidak ingin mengganggumu.” Emily mengambil tasnya dari atas sofa. “Atau, aku pergi sendiri,” imbuhnya manakala Ivander hanya terpaku menatapnya.Ivander hanya diam menatap Emily mulai dari garis wajah hingga gerak-geriknya. “Dia sedang gelisah, tapi karena apa?” batin Ivander menyimpulkan. “Ada apa denganmu? Apa yang mengganggumu?”“Jangan kelewatan, Emily. Dia punya kehidupannya sendiri yang tidak bisa kamu ganggu.” Emily menggeleng. “Tidak ada. Aku hanya tidak nyaman terlalu lama tinggal denganmu.”“Oke, kalau itu maumu. Aku akan mengantarmu. Besok.” Ivander meninggalkan Emily yang masih berdiri terpaku.Setelahnya, Ivander benar-benar mengabaikan keberadaan

  • Istri Warisan Mencari Cinta   Bab 40

    Alarm ponselnya bordering nyaring tepat pukul lima pagi. Hendro menggeser layar ponsel untuk mematikannya. Biasanya, Hendro tidak menyentuh lagi ponselnya sampai ia menyelesaikan sesi olahraga pagi dan persiapan bekerja sekitar pukul delamapn pagi.Namun, hari ini hatinya gelisah tanpa sebab. Setelah mematikan alarm, Hendro membuka notifikasi di layar ponselnya dan melihat ada beberapa pesan masuk dari Ivander, keponakan dari mendiang istrinya. Pria yang bisa dipastikan mengirim pesan padanya satu tahun sekali untuk mengucapkan selamat ulang tahun.“Ivan? Tumben dia kirim pesan. Ada apa?”Hendro membaca pesan Ivander dengan cermat. Keningnya berkerut, matanya memicing. “Astaga … Emmy!”Buru-buru ia turun dari ranjang, mandi dan bergegas menuju alamat yang Ivander bagikan padanya. Sepanjang jalan, Hendro tak henti berdoa untuk keselamatan menantu dan calon cucunya. Beberapa kali ia menghubungi Arthur, tapi tidak ada jawaban. Begitu pula Raditya, tidak ada jawaban.Pagi ini jalanan pada

  • Istri Warisan Mencari Cinta   Bab 39

    Pamela keluar dari bilik periksa dengan wajah kesal. “Sebaiknya, apa yang igin kamu bicarakan adalah hal yang benar-benar penting,” sembur dokter cantik itu.“Aku yang akan jadi wali pasien,” singkat Ivander.“Hah?! Apa? Kamu apanya pasien?!” desis Pamela dengan mata mendelik. “Jadi kamu yang—.”“Dengar!” bentak Ivander tertahan. “Aku akan ceritakan detailnya, yang pasti tidak seperti bayanganmu. Biarkan aku yang tanda tangan semua dokumennya.”Dahi Pamela mengkerut dalam. “Aneh! Aku tidak pernah berpikir kamu akan seputus asa ini, Van.”“Hentikan fantasimu! Aku tidak sebejat itu.”Mata Pamela mengerjap lega. “Syukurlah. Tapi, kamu tetap tidak bisa menjadi wali pasiennya. Harus keluarganya. Kecuali, kamu memang keluarga pasien,” sindir Pamuela jenaka.“Van,” panggil Emily dari balik tirai.Ivander mendekatkan kepalanya ke telinga Pamela dan berbisik, “Segera!” Setelahnya, ia menghilang di balik tirai.“Ya.” Ivander berdiri di samping ranjang Emily. Tangannya mengepal melihat kondaisi

  • Istri Warisan Mencari Cinta   Bab 38

    “Hei!” hardik Ivander kaget seraya mencekal lengan Emily yang menghajar tubuhnya. “Apa yang kamu lakukan?!” Matanya membulat marah.“Aku yang bertanya lebih dulu padamu, apa maksudnya ini?!” balas Emily tak kalah marah. “Seolah kamu berhak mengatur seluruh kehidupanku hanya karena beberapa kali memberiku bantuan. Begitu?!”Ivander menarik tubuhnya duduk dan membawa Emily bersamanya, duduk di atas pangkuannya. “Dan beberapa kali itu tidak bisa membuatmu percaya padaku? Baiklah. Aku akan tunjukkan sikap yang akan membuat kepercayaanmu semakin pudar.”Cekalan Ivander berpindah dari pergelangan tangan Emily ke tengkuk wanita itu. Dengan satu kali hentakan, kepala Emily meneleng sesuai perintah Ivander dan menerima ciuman yang menuntut.Emily berontak. Marah dan kesal dengan sikap sesuka hati pria itu. Ia menggigit bibir pria itu dan mulai menangis. Sakit di bibir bawahnya, membuat Ivander terpaksa melepaskan ciumannya.Sikapnya melunak melihat Emily menangis tersedu di pangkuannya. Tangan

  • Istri Warisan Mencari Cinta   Bab 37

    Grep!Ivander mencium Emily dengan rakus. Bibirnya menekan, memaksa wanita itu menerima dan membalasnya. Emily terpaku beberapa detik lamanya, sebelum kedua tangannya mulai mendorong dan memukul Ivander.“Humpt … humpt …!” Emily berontak sekuat tenaga, tapi sia-sia. Ivander terlalu kuat untuk dilawan.Tangan Emily berhasil menyusup di antara tubuhnya dan Ivander. Kepalan tangannya mendorong sekuat tenaga. Pikirannya hanya fokus untuk melepaskan diri dari jeratan gairah Ivander yang nyaris menghanyutkannya.“Hhh … hhh … hhh.” Emily terengah-engah kehabisan napas. Kepalanya menggeleng cepat ketika kepala Ivander kembali mendekat. “Tidak … hentikan,” tolaknya lemah.“Lihat aku!” perintah Ivander yang hanya dijawab gelengan kepala Emily. “Emily, lihat aku.” Nada Ivander melembut.Emily mendongak dengan wajahnya yang basah dan merona karena ciuman Ivander. Mata itu basah oleh air mata.“Kamu menangis? Apa aku menyakitimu?” tanya Ivander sambil mengusap bibir bengkak Emily dengan ibu jariny

  • Istri Warisan Mencari Cinta   Bab 36

    Tok tok tok.Pintu kamar terbuka. Jemari Ivander masih melanjutkan aktivitasnya.“HEI …!” bentak Arga menghambur masuk.Emily hendak menurunkan kemejanya, tapi tangan bebas Ivander mencegahnya. “Rahimnya keras. Cepat siapkan USG portable-mu!”“Oke.” Dengan kesal karena Ivander tidak berusaha menghentikan aktivitasnya, Arga membuka koper kecil dan mulai menyiapkan peralatannya. Makin kesal hatinya manakala melihat Emily bersemu merah karena sentuhan itu.“Minggir!” usir Arga dingin.Kalimat Arga tidak serta-merta membuat Ivander beranjak. Ia masih sempat mengambil tisu, membersihkan krim dari perut Emily dan bangkit perlahan. Matanya tidak pernah lepas dari wajah Emily dan tentu saja, semu merah itu terekam juga olehnya.“Emmy, kamu sedang mengalami kontraksi.” Arga menempelkan jemarinya lembut sebelum menuang gel dingin berwarna biru muda. “Ayo, kita cek dulu.”Layar hitam putih segera berubah begitu probe USG Arga menempel di perut Emily. Arga beberapa kali terdiam dan mengambil tang

  • Istri Warisan Mencari Cinta   Bab 12

    “Sudah waktunya kamu menjadwalkan sesi konselingmu, kalau itu tidak merepotkan.”Emily mendongak. “Apakah bisa sekarang?”Alih-alih menjawab, Ivander mengambil kursi dan meumbawanya ke samping ranjang Emily. “Silakan,” ujarnya yakin.&ldquo

  • Istri Warisan Mencari Cinta   Bab 9

    Arga dan Emily terperanjat menyadari pintu ruangan terbuka tanpa peringatan. Mereka buru-buru menjauhkan diri dan mendongak ke arah pintu.“Maaf mengganggu.” Ivander berdiri menjulang di ambang pintu dengan wajah kaku tanpa ekspresi. Diamatinya wajah sejawat yang barusan tertangkap basah olehnya. D

  • Istri Warisan Mencari Cinta   Bab 7

    “Tidak. Aku memutuskan untuk tidak menyimpannya.”“Tidak menyimpannya? Maksudmu, menggugurkannya?!” Hendro tercekat. “Sebenci itukah kamu pada Raditya, Nak?”Emily kembali menggeleng. “Anak ini bukan wujud dari cinta kasih orang tuanya, Pa. Dia hadir bersama puncak kebencian yang mas Radit lakukan.

  • Istri Warisan Mencari Cinta   Bab 6

    Ivander menyungging senyum yang sulit diartikan. Ada rasa geli yang menggelitik perutnya ketika wanita bernama Emily—yang pagi tadi membayarnya dengan segepok uang—naik ke podium.“Menarik,” gumam Ivander sambil terus berjalan tenang. “Dia semakin cantik saat gugup,” imbuhnya.“Wow …! Best match …!”

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status