Share

Bab 8

Author: Thaiteaa
last update publish date: 2026-05-07 16:37:51

Karina terbatuk kerena tiba-tiba mendapat ajakan dari sepupu iparnya. "Tapi kita berdua ajaas Aldan? Apa Mas Aldan lagi kosong jadwal pemotretan nya? Tanya Karina penasaran.

" Aldan tersenyuanis, lalu menggeleng cepat. "Nggak ada dong, tenang aja Rin. Aku kosong kok hari ini , makanya aku ke sini. Tadinya aku mau ganggu Mas Alfan. Tapi nggak jadi ah, dia mah gak asik mending ajak kamu jalan aja, " Terang Aldan panjang lebar, karena di satu sisi ia pernah ingin mengajak Karina untuk belanja.

"Oh, aku juga tadi aja Sania. Tapi tiba-tiba dia ada kelas siang di kampusnya. Kita akan nggak papa kok. Udah kamu buruan izin suamimu dulu sana!" Aldan seakan tahu keraguan Karina untuk menerima ajakannya.

Karina meringis lalu akhirnya ia mengiyakan ajakannya. "Saya ganti baju dulu sebentar ya? "

"Eh begitu aja udah bagus kok Rin, kamu udah cakep, " Puji Aldan dengan nada bercanda, kemudian menjulurkan lidah. Sedangkan Karina hanya menggaruk rambutnya yang tidak gatal, yah memang sih kebetulan dirinya Pakai dress batik karena taci ada kelas bimbel di 𝙯𝙤𝙤𝙢.

"Kamu bisa aja Mas Aldan, kalu begitu sata ambil tas aja ya sebentar. " Karina bergegas kembali ke kamar untuk mengambil totebag nya.

*****

"Ini kita mau kemana Mas Aldan? " Kini mereka berdua berada di dalam mobil BMW milik Aldan. Karina mengamati Aldan yang memakai topi dan masker, tidak lupa kacamata hitamnya yang bertengger di hidung mancungnya Aldan.

"Kita ke mall ya, ke toko baju langganan aku, habis itu kita makan siang bersama ya, " Kata Aldan berbinar.

"Eh ngapain ke toko baju Mas Aldan? Apa nggak masalah kita jalan bereng, Mas Aldan kan orang terkenal, " Ungkap Karina tidak enak.

"Nggak usah dipikirin. Akau jalan sama keluarga ku kok. Mereka nggak akan berani ngusik. Suamimu itu yang bakal jadi orang pertama yang membelamu kalau ada gosip aneh-aneh sama aku, " Ucap Aldan lalu terkikik geli membayangkan wajah suram kakak sepupunya, memang sudah kebal dengan kelakuan Aldan.

"Lagipula, aku pengen kasih kamu kado pernikaha Karina, 𝘴𝘵𝘺𝘭𝘦 kamu sih udah oke bangett yah. Tapi, akupengen bikin kamu lebih cantik biar Suamimu itu nggak bisa lepas dari kamu," Ungkap Aldan panjang lebar kalau tertawa terbahak-bahak. Aldan yakin Alfan bisa membuka hatinya setelah sekian lama tertutup karena luka masa lalunya.

Karina terdiam sesaat, lalu ia penasaran dengan sesuatu. "Memangnya Mas Alfan tipenya seperti apa? " Karina pelan-pelan bertanya.

Aldan tertawa pelan, pandangannya masih lurus ke depan sambil satu tangan besarnya memainkan setir dengan ahli. "Tipe Suamimu utu sebenarnya agak ketat Rin. Cantik, 𝘴𝘺𝘭𝘪𝘴𝘩 sih. Ya.. Nggak munafik, manusia pada dasarnya mahkluk visualisasi Rin, apalagi Mas Alfan seorang 𝘾𝙀𝙊 𝙋𝙏 𝙒𝙞𝙟𝙖𝙮𝙖 𝙄𝙣𝙙𝙪𝙨𝙩𝙧𝙞𝙚𝙨, "lanjut Aldan sedikit memeberi clue.

"Aku nggak nyurih kamu berubah semuanya, tetap jadi diri kamu sendiri Karin. Tapi paling nggak kamu bisa jadi lebih cantik, terus manfaatkan 𝘱𝘳𝘪𝘷𝘪𝘭𝘦𝘨𝘦 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘴𝘶𝘢𝘮𝘪𝘮𝘶. Pasti Mas Alfan ngasih apa yang kamu mau, walaupun dia belum ada rasa sama kamu. Meskipun dia kek kanebo kering, tapi dia sangat royal Rin. "Aldan menjelaskan penuh perhatian.

" Karina hanya tersenyum tipis, sungguh keluarga Wijaya sangat baik kepadanya. "Saya jujur saya kalau 𝘪𝘯𝘴𝘦𝘤𝘶𝘳𝘦 pastilah Mas Aldan, apalagi saya cuma jadi guru bimbel bukan seperti mereka model-model yang cantik.Saya juga mengerti kalau Mas Alfan marah besar dan benci saya. "Papar karina sedikit resah dengan apa yang ia pikirkan selama ini. 𝘚𝘦𝘮𝘶𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘦𝘳𝘣𝘢 𝘵𝘦𝘳𝘱𝘢𝘬𝘴𝘢, 𝘴𝘦𝘳𝘣𝘢 𝘴𝘢𝘭𝘢𝘩.

Tepukan pelan terasa di kepala Karina. " Kamu tuh kenapa sih Rin. Jangan bilang begitu, lagi pula keluarga kita bukan orang yang terobsesi sama kasta atau pangkat. Selama dia baik, tulus dan punya adan bagus. Why not? Nggak usah dipikirin, "sanggah Aldan panjang, tidak setuju dengan perkataan Karina. Karina sendi6hanha mengangguk pelan, tanpa mau membantah lagi. " Nah, kita sudah sampai. Ayo turun, "ajak Aldan selanjutnya. Karena tidak terasa mereka sudah

Sampai mall dan masuk ke buti langganan Aldan.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 24

    "Makanya, kalau mau minum atau makan sesuatu tanyakan dulu, sebelumnya. Jadinya kamu sendiri yang rugi. Dan sekarang saya juga kena imbasnya, " Imbuh Alfan pelan, namun terdengar sarkas. Karina mengerutkan dahinya dan menggigit ujung bibirnya. "Mas Alfan, aku mau tanya. Siapa yang ganti baju saya ya? " Tanyanya dengan hati-hati. Lalu seketika ia menyesal karena pertanyaannya. Alfan kembali menyesap kopinya. "Oh, tidak tahu sih mungkin ibu peri kali ya? " Jawabnya asal, membuat Karina semakin kesal akan tetapi ia mencoba sabar. "Ya kamu pikir aja, di rumah ini kan cuma ada kita Karina kalau malam. Hal seperti itu kenapa harus dipertanyakan sih. " Seloroh Alfan tidak sabar, tidak habis pikir dengan pertanyaan konyol Karina. Jawaban Alfan semakin membuat Karina kalang kabut, tanpa sadar menutup dadanya, membuat Alfan menyeringai. "Kenapa? Malu daya lihat tubuh kamu? Wajar kan? Karena saya suami kamu, " Ujar Alfan seakan tahu apa yang dipikirkan Karina. "Bukan begitu Mas Alfan

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 23

    Rasa cenat-cenut mulai Karina rasakan di kepala, seperti ada yang menghantam kepalanya dengan batu. "Sshhh.... " Ringisnya lalu pelan ia membuka mata dan merasakan aroma yang berbeda dari ruangan kamarnya. Aroma jasmine tercampur tembakau yang seketika membuatnya rilex. Namun, detik selanjutnya ia tersadar jika ini bukan di kamarnya. Perempuan itu langsung terduduk, terkejut karena bangun fi kamar Alfan sendirian."astaga!kok aku bisa tidur fi kamar Mas Alfan?"paniknya seketika.Karina mendadak buntu seketika, karena pagi ini ia terasa kacau. Perempuan itu sejenak merenung dan mengingat apa yang terjadi tadi malam, sembari memegang kepalanya. "Habis muntah aku nggak ingat ngapain lagi? " Gumamnya pelan, mengigit jempolnya karena takut berbuat yang tidak-tidak. Karina lalu meraba tubuhnya, yang ternyata ia memakai kaus longgar milik suaminya. "Ya ampun, untung aja aku pakai dalaman celana ketat tadi malam, tapi pasti Mas Alfan lihat.. " Ucapannya langsung lalu ia buru-buru menggelengkan

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 22

    "Wah, ini istrinya Pak Alfan? " Suara feminim tiba-tiba mendistraksi Karina. Perempuan dengan gaun pendek model Sabrina menampakkan belahan dadanya yang bedar.anis dan eksotik dua kata yang pas untuk menggambarkan perempuan ini. Karina mengerutkan dahi, dan baru sadar jika perempuan ini adalah sekertaris Alfan di kantor. "Salam kenal Mbak Ica, " Sapa Karina lembut. Ica bersedih menatap rendah Karina, 𝘮𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘤𝘢𝘯𝘵𝘪𝘬 𝘥𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘹𝘺 𝘥𝘪𝘳𝘪𝘯𝘺𝘢. "Aku nggak tahu kalau Pak Alfan seleranya downgrade banget. Wajah kamu pasaran. " Hina Ica dingin, lalu menyeringai puas. Karina sendiri tidak tahu masalah perempuan ini, kenal saja tidak dan tiba tiba dia datang untuk menghinanya. "Astaga Mank Ica.. Saya nggak nyangka lo Mbak Ica bersikap seperti ini. Saya kira selain cantik dan berbakat dalam bekerja, Mbak ini ramah. Tapi ternyata kurang sopan, masa ke istri bos bersikap begini?, tutur Karina halus, namun mengandung unsur sarkas. Rahang Ica mrngetat mendengar kalimat Karina, b

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 21

    Pagi ini Alfan disibukkan dengan berbagai pekerjaan yang telah ia tunda kemarin. Seperti menangani masalah serius yang menimpa proyek nya yang ada di bali. Alfan merasa pening dengan masalah proyek ini dia akan serahkan ini kepada asistennya untuk mengontrol langsung ke Bali. Karena Alfan tidak bisa. Ia ada pertemuan kolega nanti malam. "Rafa saya mau kamu, pergi langsung ke Bali. Saya ada pertemuan kolega malam nanti. ""Ia siap pak" Jawab Rafa"Kamu kalau ada apa-apa di sana langsung kabarin saya, bagaimana pun ke adaanya. " Iya paham pak, kalau gitu saya permisi. "Ungkap Rafa. ***Sorenya, Karina berada di kamarnya untuk di buat cantik oleh dua orang yang tiba-tiba datang ke mansionnya. Dan ternyata adalah fashion stylish dan MUA yang disewa suaminya untuk acara pertemuan kolega satu jam lagi akan berangkat. "MasyaAllah, cantik dan elegan sekali bu, " Komentar MUA setelah selesai memoleskan lipstik nude di campur warna orange di bibir mungil milik Karina. Surai legam nan panja

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 20

    Alfan menyusul duduk di sebelah Karina, di pakuannya ada Salma dan satu tangannya membantu bayi itu untuk memegang dit susus agar tidak jatuh ke bawah. Merasa jika posisinya sangat nyaman, Salma menyusu sembari menyandarkan tubuhnya pada Alfan, menyender langsung pada perut keras Alfan. "Salma di jemput jam berapa? " Tanya Alfan sedikit menoleh pada karina yang duduk di sebelahnya. "Tadi sih Tante Citra ngasih tau kalau Tante Citra masih lumayan sibuk di sana. Jadi aku bikang dari pada di jemputnya nanti-nanti yang malah ujung-ujungnya kemaleman, jadi aku saranin Salma nginep di sisi saja, gapapa kan Mas? " Ucap Karina. Tadi ia sudah mengirim pesan pada Citra, menanyakan jam berapa Salma akan di jemput, danCitra memberi tahu jika kesibukannya masih belum selesai, jadi Karina tawarkan saja Salma untuk menginap di sini, hitung-gitung menemaninya tidur malam ini. "Tidak papap kalau Salmanya tidak rewel, karena rumah ini kan baru Salma datangi, jadi dia masih asing dengan suasana di s

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 19

    "Ambil, lempar pakannya ke ikannya. " Ucap Alfan pada Salma. Batu perempuan itu menatap Alfan ragu, takut untuk mengambil pakan ikan yang berukuran kecil-kecil itu dari telapak tangannya. Alfan menganggukkan kepalanya. "Tidak papa. Ambil saja. " Alfan bergerak sedikit maju ke arah kolam ikan dan berjongkok untuk memudahkan Salma melempar pakan ikan. Menurut, telapak tangannya Salma yang k3cil mengambil pakan ikan dengan sembarang, sehingga sebagian ada yang tumpah ke bawah mengenai rumput. Namun setelahnya, Salma dengan semangat melempar pakan ikan yang ia genggam ke arah ikan-ikan yang sudah bergerombol di tepi kolam, yang seolah sudah tau jika akan di beri makan. Dan benar saja, ikan-ikan besar yang semula ada yang terpencar menjadi mengerubung semua di tepi kolam, menimbulkan cipratan kecil yang mengenai Wajah Salma, membuat bayi perempuan itu tersentak kaget namun juga tertawa di saat yang bersamaan. Alfan mengambil paka ikan lagi, dan Salma dengan semangat yang sama mulai ber

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status