Share

Bab 75 - Penjelasan Raja

Penulis: Eladzaky
last update Terakhir Diperbarui: 2025-12-13 11:46:50

POV: Alya

Puluhan pesan dan missed call dari Mas Raja masih terus berdatangan. Entah kenapa aku masih enggan membaca pesannya ataupun mengangkat telepon darinya.

Lucu sih sebenarnya, kenapa aku bersikap seperti ini ya? mengingat hubunganku dengan Mas Raja masih hanya sebatas teman biasa. Lalu kenapa aku sampai se begininya?

Aku terus berpikir, apakah sikapku ini tepat? Apa bukannya justru jadi kelihatan jelas kalau aku cemburu? Padahal siapa aku?

"Kalau dia beneran mikir aku cemburu gimana ya? meskipun memang iya, tapi kan bukan hak aku. Dia masih bebas melakukan apapun tanpa perlu persetujuan aku" Batinku terus bermonolog.

Akhirnya aku memutuskan untuk menyudahi 'silent treatment' ku daripada ujungnya malah bikin malu diri sendiri. Karena aku juga tak tau bagaimana perasaan mas Raja padaku, belum tentu juga dia suka padaku.

Pucuk dicinta, ponselku berdering. Ku lihat ada nama Mas Raja di layar ponsel yang berpendar. Segera ku geser tombol hijau ke kanan untuk menerima panggilan itu.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Istri Yang Kau Anggap Mandul   Bab 126 - Lamaran

    Pagi itu Alya bangun lebih awal dari biasanya—bahkan bisa dibilang ia sama sekali belum tidur. Gugupnya menghadapi hari ini membuat matanya enggan terpejam. Hari di mana Raja dan keluarganya akan datang untuk melamarnya secara resmi.Jantung Alya berdebar kencang saat Sabrina dan Alina masuk ke kamarnya sambil membawa gaun yang akan ia kenakan.“Taraaa… bajunya sudah siap, Mbak. MUA-nya juga sudah OTW. Dipakai dulu yuk,” ucap Sabrina sambil melepaskan gantungan baju itu.“Dan jangan lupa sarapan,” sambung Alina, yang datang membawa sepiring nasi dan buah. “Tenang saja, hari ini Kakak nggak perlu mikirin apa-apa. Ada dua dayang-dayang—Alina dan Sabrina—yang siap melayani.”Malam sebelumnya, Sabrina dan Yogi memang sengaja menginap di rumah Alya. Karena acara akan digelar pagi hari, persiapan pun dimulai sejak subuh. Untuk menghindari risiko kesiangan, mereka memilih bermalam. Sabrina tidur di kamar tamu, sementara Yogi tidur sekamar dengan Alfa.“Gimana perasaannya, Kak? Deg-degan?” ta

  • Istri Yang Kau Anggap Mandul   Bab 125 - Yogi Panik

    "Kalau Amel mau bahagiain Bang Yogi, dan jadi pacarnya Bang Yogi, caranya gimana?"Hampir saja kamera yang dipegang Yogi jatuh ke lantai, karena saking kagetnya ia mendengar pertanyaan Amel."Apaan sih Mel? Hampir aja jatoh ini kamera gue!" Protes Yogi salah tingkah."Ma-maaf Bang. Amel ga maksud ngagetin, Amel cuma mau bilang kalau Amel suka sama Bang Yogi dan mau jadi pacarnya Bang Yogi. Bisa gak Bang? Tolong kasih tau Amel Caranya!"Yogi menenggelamkan wajahnya diatas meja, frustasi bagaimana harus menghadapi Amel."Ada-ada aja Ya Allah..." Lirihnya."Bang Yogi gapapa?" Suara Amel kembali membuat Yogi mengangkat wajahnya.Terlihat jelas lelaki itu bingung setengah mati harus berkata apa. Dia bukan tipe yang pandai bicara, tapi gak tega juga buat menyakiti wanita."Mel, gue lagi sibuk ngurusin buat acara Mbak Alya besok. Gue harus fokus, jadi gue mohon lo gak usa

  • Istri Yang Kau Anggap Mandul   Bab 124 - Amel Confess ke Yogi

    Hari ini, Tim AH Manajemen beralih tugas menjadi bagian dari panitia acara Lamaran Alya dan Raja.Semua pekerjaan inti mereka diliburkan sejak H-2 Lamaran hingga nanti H+1 setelah acara selesai.Kecuali karyawan Roti Sehat, semua tetap beroperasi seperti biasa. Karena proses produksi harus terus berlangsung demi bisa memenuhi permintaan pelanggan yang semakin hari kian membludak. Selain itu untuk juga menjaga kesegaran dan kualitas rasa yang ada.Semua dikerahkan untuk membantu segala kesibukan yang terkait acara itu, karena acaranya memang akan diadakan di rumah, jadi ada beberapa spot yang harus ditutupi dan di sulap menjadi sebuah ruangan yang indah oleh-tangan-tangan kreatif dari EO pilihannya.Pihak Raja sebenarnya sudah menawarkan untuk mengadakannya di hotel atau di gedung, namun Alya lebih memilih di rumah saja dengan konsep intimate engagement

  • Istri Yang Kau Anggap Mandul   Bab 123 - Ayu Cemburu

    Kagiatan belajar mengaji Laras dengan Erwin berjalan dengan baik dan lancar. Hari demi hari kemampuan Laras mulai membaik, ia termasuk orang yang cepat belajar jika memang yang dipelajari adalah sesuatu yang disukainya atau yang membuatnya senang.Karena momen kebersamaannya dengan Erwin adalah salah satu sumber bahagianya Laras, maka dia dengan semangat belajar.Melihat Laras yang begitu bersemangat belajar, dan progressnya pun cukup baik, Erwin jadi ikut senang. Ada rasa kagum dalam dirinya melihat kegigihan Laras untuk memperbaiki diri."Orang tua kamu di kampung gimana kabarnya Ras? Perasaan sejak pertama kamu kerja disini gak pernah ada ijin pulang kampung?" Tanya Erwin tiba-tiba, ketika mereka baru saja selesai belajar mengaji.Laras terhenyak, ia tak menyangka akan dapat pertanyaan seperti ini secara tiba-tiba."Ba-baik Bang, Alhamdulillah" Ujarnya dengan terbata-bata.Sebenarnya Laras

  • Istri Yang Kau Anggap Mandul   Bab 122 - Erwin Menolak Jadi Guru Ayu

    Keesokan harinya, seperti yang sudah dijanjikan, Erwin mulai mengajarkan Laras membaca Al-Qur'an disela-sela jam istirahatnya."Kamu udah makan siang Ras?" Tanya Erwin sebelum memulai sesi belajar."Sudah Bang""Sholat Dzuhur?""Sudah juga""Oke, masih ada waktu dua puluh menit ya. Kita mulai sekarang aja"Ayu menganguk dengan penuh semangat, ia mengeluarkan sebuah buku Iqro yang khusus dibelinya untuk belajar mengaji dengan Erwin."Ka-kamu.. mau belajar ini?" Tanya Erwin sedikit tak percaya, ia pikir tadinya Laras akan membawa mushaf."Iya Bang""O-oke.. yaudah yuk, dibuka Iqro nya. Kamu sudah bisa sampai mana?"Laras menggeleng pelan."Sama sekali belum?"Laras menunduk malu, kemudian menggeleng lagi. Menyadari itu Erwin langusng mencairkan suasana dengan memberi Laras semangat."Oke, gapapa Ras, santai aja.

  • Istri Yang Kau Anggap Mandul   Bab 121 - Belajar Mengaji

    Pagi itu, aroma khas rendang dan gulai yang begitu menggugah selera melingkupi udara di Rumah Makan Padang Selaras. Saat itu Erwin sedang berdiri di balik meja kasir, sambil memantau aktivitas dua karyawannya, Ayu dan Laras.Ayu, si gadis berhijab yang lemah lembut tengah sibuk menata piring-piring saji di meja prasmanan. Sementara itu, Laras, dengan gaya rambut ekor kudanya sedang mencuci panci besar di dapur belakang."Ras, Piring di rak sudah bersih semua, belum?" Tanya Erwin sambil mencatat stok bahan.Laras melongok dari dapur."Udah, Bang. Tapi kalau mau kinclong banget, sini bantuin cuci sendiri!" Jawabnya dengan senyum iseng.Sudah tak ada lagi kecanggungan antara Bos dan karyawannya itu, karena Erwin memang kerap bersikap layaknya teman pada mereka.Ayu yang mendengar itu hanya tersenyum sambil merapikan jilbabnya."Mbak Laras ih, kebiasaan bercanda terus. Bang Erwin nanya serius juga!"Erwin terkekeh kecil. "Gak apa-apa, Ayu. Laras memang beda caranya bercanda. Tapi hasil

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status