Share

Istri Yang Tak Diinginkan Tuan CEO Dingin
Istri Yang Tak Diinginkan Tuan CEO Dingin
Penulis: Anggun_sari

1. Desakan Untuk Menikah

Penulis: Anggun_sari
last update Terakhir Diperbarui: 2025-07-10 11:53:35

“Aku tidak mau! Aku bahkan tidak mengenal laki-laki itu!”

Leticia Bradley, putri tunggal keluarga Bradley, menolak tegas rencana perjodohan itu. Ia begitu mencintai kebebasan, daripada memikirkan pernikahan yang menurutnya justru bisa menghalangi kebahagiaan hidupnya.

“Bekerja samalah, Ayah mohon!” pinta Galen Bradley ---ayah Leticia yang juga pengusaha real estate yang cukup ternama di kota Madrid.

Leticia cemberut, sekali lagi melirik foto pria yang diberikan ayahnya. Meski pria berambut cokelat itu tampan, Leticia sama sekali tak tertarik. Namun, di tengah krisis usaha sang ayah yang butuh suntikan dana besar, perjodohan ini dianggap solusi.

“Ada banyak nasib pekerja yang bergantung pada kita, Nak!” terang Gwen ---ibu Leticia.

Usapan tangan Gwen, membuat Leticia menatap ayah dan ibunya bergantian. Gadis cantik bermata coklat itu meremas jari-jemarinya, jika sudah membawa nasib orang, hatinya pasti akan goyah.

“Tapi aku tidak mengenal dia, Ayah!” pungkas Leticia. “Bagaimana kami bisa menikah jika kami saja tidak saling mengenal!” imbuhnya.

“Mengenal atau tidak, itu tidak penting. Pernikahan seperti ini sudah biasa terjadi di kalangan pebisnis, Leticia!” tegas Galen.

Leticia bersungut marah, tentu dia tidak setuju dengan pendapat sang ayah meski hal itu adalah hal yang lumrah di kalangan para pebisnis. Menikahkan anak-anak mereka demi mencapai kepentingan pribadi beralasan nasib pekerja yang dipertaruhkan, seperti nasibnya saat ini.

“Aku tidak mau!” tolak Leticia, bersikukuh dan bersiap meninggalkan ruang kerja ayahnya.

Ia masih tak menyangka akan mengalami perjodohan kuno yang diatur Galen Bradley. Meski selama ini pria berusia lima puluh lima tahun itu selalu membebaskan Leticia, bahkan tak pernah memaksanya meneruskan Luxury Properties, kini situasi ini membuat Galen terpaksa menjadikan putrinya sebagai pertahankan perusahaannya.

“Kamu tidak sedang dalam posisi bisa menolak, Leticia!” sentak Galen.

Kekesalan yang sudah dirasakan oleh Leticia, semakin membumbung tinggi ketika mendengar ucapan bernada tinggi yang keluar dari mulut sang ayah.

“Jadi, Ayah, sedang menjual ku!” seru Leticia membalas ucapan Galen.

Galen menghela napasnya, pria yang tak lagi muda itu melepas kacamata yang bertengger di hidungnya. Terlihat jelas bahwa laki-laki itu tidak ingin dibantah sama sekali.

“Lusa jam 9 malam di Planata restoran!” putus Galen.

Leticia menggigit bibirnya, tangannya terkepal kesal atas keputusan yang dibuat oleh sang ayah.

“Tidak!” sungut Leticia.

Galen menggeram kesal, matanya menatap tajam Leticia. Sementara Gwen, wanita itu menatap resah sang putri yang saat ini berdiri di sampingnya. Tidak ada yang bisa dilakukan oleh Gwen, wanita itu hanya bisa berdoa dalam hatinya agar perdebatan ayah dan anak ini segera berakhir.

“Satu hari! Beri aku waktu satu hari, dan aku akan menyelesaikan masalah ini!”

***

“Sampai kapan kamu akan menunggunya?”

Kylen Dominic dibuat menghela napas panjangnya. Pemuda itu dengan malas mendudukkan bokongnya, tidak memperdulikan tatapan dari Elianor Olly ---ibunya dan juga Isander Dominic--- ayah Kylen, yang menanti jawaban.

Shanon Esme---kekasihnya, mengalami kecelakaan tragis dan telah koma hampir dua tahun tanpa tanda-tanda membaik sementara keluarga Dominic membutuhkan pewaris yang bisa meneruskan usaha mereka.

“Ini sudah dua tahun, Kylen. Jika Shanon, menunjukkan perkembangan yang signifikan tentu dia sudah sadar, tapi ini ….”

Decitan kursi yang terdengar, membuat Elianor menghentikan ucapannya. Kylen sudah berdiri dan bersiap pergi meninggalkan meja makan. Baginya ini terlalu membosankan. Dia sudah cukup dewasa untuk bisa menentukan jalan hidupnya, sekalipun itu harus membuatnya menyandang status perjaka tua.

“Ayah hormati setiap keputusan yang kamu buat, Kylen. Tetapi alangkah baiknya jika kamu memikirkan juga tentang permintaan nenekmu!” tutur Isander, turut angkat bicara.

Kylen menghentikan langkah kakinya. Laki-laki itu tak menjawab. Dia hanya membungkukkan sedikit tubuhnya dan berlalu meninggalkan ruang makan tanpa menoleh.

Sampai suara dari Isander Dominic menghentikan langkah Kylen yang hampir mencapai lorong penghubung antara ruang makan dan ruang tamu.

“Ayah akan memerintahkan dokter untuk mencabut alat bantu pernapasan, Shanon!”

Kylen mengeratkan tangannya yang tengah memegang tas. Dengan langkah tergesa, Kylen kembali menghampiri orang-orang yang masih berkumpul di meja makan dengan wajah tanpa belas kasihan.

“Jika kamu bisa berbuat sesuka hatimu, maka Ayah, juga bisa melakukannya!” kata Isander santai. Pria paruh baya itu mengusap ujung bibirnya dengan tisu, menandakan pria itu telah usai dengan sarapan paginya.

“Pilihan ada ditanganmu, Kylen. Menikah atau kehilangan Shanon!”

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Komen (2)
goodnovel comment avatar
Wei Yun
Pernikahan demi Bisnis.. simalakama sih
goodnovel comment avatar
KiraYume
penasaran....terusin baca dulu
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Istri Yang Tak Diinginkan Tuan CEO Dingin    Bab 66. Merasa Dikhianati

    Shanon menutup matanya. Ia menarik napasnya dalam-dalam. Tangannya terkepal menahan segala rasa sesak dan marah di dadanya. Matanya menyipit menatap Leticia dan Kylen bergantian. Alih-alih mengeluarkan amarahnya, Shanon justru tersenyum manis pada Gwen.“Ini berita gembira, kenapa aku sama sekali tidak tahu? Berita pernikahan Kylen juga tidak santer terdengar. Aku kira Kylen dan Leticia hanyalah saudara,” komentar Shanon. Sekali lagi, mataya menyipit menatap Leticia dan Kylen. “Mereka memang belum mengadakan resepsi pernikahan. Rencananya kami akan mengadakan resepsi ketika ayah Leticia kembali ke Barcelona,” sahut Gwen menanggapi.Shanon tersenyum samar. Kemarahan dalam hatinya semakin menjadi. Sejauh ini Kylen membohonginya, tapi dia sama sekali tidak mengetahuinya. Kecurigaan yang disuarakannya justru berakhir dengan pertengkaran. “Benarkah? Baguslah kalau begitu. Aku harap aku bisa mendapatkan undangan pernikahan kalian. Bukankah kita adalah teman, Leticia…?” Shanon melemparkan

  • Istri Yang Tak Diinginkan Tuan CEO Dingin    Bab 65. Bukan Saudara Tapi Suami Istri

    “Aku masih ingin di sini, Ayah.” Rengek Leticia sambil menggoyang-goyangkan tangan Galen.Sudah seminggu sejak Galen menjalani operasi. Keadaannya juga semakin membaik. Saat ini Galen hanya perlu tinggal untuk menjalani beberapa terapi sebelum benar-benar diperbolehkan untuk pulang.“Perusahaan membutuhkan kamu, Leticia. Sampai kapan kamu terus menunggu Ayah. apa kamu tidak kasihan pada Kylen,” balas Galen dengan suara pelan.Leticia menoleh menatap Kylen. Ia menghela napas berat. Hatinya begitu berat meninggalkan Gwen dan juga Galen sendirian.Gwen tersenyum. Ia meraih tangan Leticia, meremasnya pelan. “Kami baik-baik saja, tidak perlu khawatir!” kata Gwen. Ia tahu apa isi hati putrinya.“Pulanglah, gantikan Ayah untuk sementara waktu di kantor. Kylen juga harus kembali, dia sudah terlalu lama meninggalkan perusahaannya,” perintah Galen, lagi.Leticia mencebik, tapi tak urung mematuhi perintah ayahnya. Diangkatnya bokongnya dari kursi, meski enggan. Dengan hati berat, Leticia memeluk

  • Istri Yang Tak Diinginkan Tuan CEO Dingin    Bab 64. Tidak Jujur

    Shanon menggigit bibirnya kuat-kuat. Tubuhnya terpaku tak mampu bergerak. Tatapan Samantha yang seakan menuntut jawaban, membuatnya bimbang. Dia tidak tahu harus memberikan jawaban apa pada Samantha. Bukan bermaksud membohongi, hanya saja dia belum bisa jujur. Ada rasa simpati yang harus didapatkannya.“Kenapa?” lirih Samantha ketika Shanon sama sekali tidak membuka mulutnya. Dia benar-benar merasa dibohongi habis-habisan.“Maaf…,” cicit Shanon. Tangannya saling meremat. Hanya Samantha satu-satunya orang yang dimilikinya yang bisa diandalkan.Samantha menatap nanar Shanon. Ia melangkah selangkah demi selangkah mendekati sahabatnya yang hanya diam membeku. “Sejak kapan? Apa Kylen tahu tentang ini?” cecar Samantha yang terus mengajukan pertanyaan meski tidak ada yang dijawab oleh Shanon.Shanon menggelengkan kepalanya. Matanya menatap tangan Samantha yang menggenggam tangannya, mengajak sahabatnya itu duduk di kursi yang ada di balkon.“Harusnya kamu mengatakan jika kamu sudah bisa ber

  • Istri Yang Tak Diinginkan Tuan CEO Dingin    Bab 63. Menikmati Senja Sore Hari

    “Leticia….”Leticia tersenyum hangat. Ia menggenggam tangan ibunya. Dua puluh menit yang lalu ia baru terbangun. Mengistirahatkan diri sejenak memang pilihan yang tepat. Tubuhnya jauh terasa lebih segar.“Minum dulu, Bu!” Leticia menyodorkan segelas air putih kepada sang ibu.“Bagaimana ayahmu? Apa operasinya sudah selesai?” tanya Gwen khawatir.Leticia menggelengkan kepalanya. Kylen belum memberinya kabar apa-apa. Suaminya itu juga belum datang menemuinya. Tiga jam sudah ayahnya berada di ruang operasi. Kecemasan itu masih belum sepenuhnya menghilang, tapi dia mencoba untuk menguatkan dirinya untuk tidak terlihat gelisah.“Bantu Ibu, Ibu ingin melihat ayahmu,” pinta Gwen menyibak selimutnya, tapi langsung dicegah oleh Leticia.“Ada Kylen di sana. Ibu istirahat saja dulu. Ayah akan sedih jika melihat Ibu seperti ini,” kata Leticia.Gwen terdiam. Ia kembali merebahkan tubuhnya. Apa yang dikatakan oleh putrinya ada benarnya. Dia tidak boleh egois. Setidaknya jika ia harus terlihat sehat

  • Istri Yang Tak Diinginkan Tuan CEO Dingin    Bab 62. Penguat

    “Nyonya Gwen hanya kelelahan. Setelah mendapatkan infus, beliau akan kembali membaik.” Seorang dokter yang baru selesai memeriksa Gwen, memberikan penjelasan pada Leticia.“Menjaga orang sakit memang melelahkan. Oleh karena itu dokter selalu menganjurkan kepada si penjaga untuk tetap menjaga kondisinya,” lanjut si dokter masih berusaha menenangkan Leticia.“Tapi Ibu saya benar-benar baik-baik saja kan, Dok?” tanya Leticia memastikan. Matanya menatap sendu tubuh ibunya yang terbaring dengan selang infus di tangannya.Dokter dengan jas kebesarannya itu tersenyum teduh. “Iya, Nyonya Gwen hanya butuh istirahat. Justru saya mengkhawatirkan keadaan Anda,” ungkap sang dokter yang menyebabkan kerutan di kening Leticia dan Kylen.“Wajah Anda terlihat pucat. Sebaiknya Anda juga menjaga kesehatan Anda. Jika semuanya tumbang, tidak akan ada yang bisa memberi semangat pada Tuan Galen,” saran si dokter.“Saya akan memastikan istri saja baik-baik saja,” sahut Kylen.Sang dokter tersenyum lega. “Baik

  • Istri Yang Tak Diinginkan Tuan CEO Dingin    Bab 61. Sebuah Permintaan

    Galen menepuk tangan Kylen. Dia akan masuk ke dalam ruang operasi sebentar lagi. Sebuah permintaan kecil diutarakannya pada sang menantu. Sebagai seorang ayah yang selalu melindungi dan memberikan yang terbaik untuk putrinya, dia hanya ingin memastikan bahwa Leticia—putrinya tidak akan menderita. “Ky, boleh Ayah meminta sesuatu?” tanya Galen.Kylen mengangguk. “Tentu, Ayah.”Galen menarik napas panjang, tangannya yang satunya menarik tangan sang putri, meletakkan di atas tangan Kylen. Dengan senyum mengembang ia berkata, “Ayah ingin kalian mengadakan resepsi setelah pulang dari sini.”Tidak ada yang menjawab, Leticia dan Kylen saling melemparkan pandangan. Melakukan pesta pernikahan tentu bukan hal sulit untuk Kylen, jika mau saat ini juga pria itu bisa melakukannya. Namun, kehadiran Shanon adalah alasan kenapa Kylen tidak pernah mau mengadakan pesta pernikahan itu.“Apapun bisa terjadi di meja operasi. Ayah hanya ingin melihat Leticia bahagia. Jika pesta pernikahan sudah dilangsungk

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status