Share

Bab 160

Author: JQ Hamdani
last update publish date: 2024-02-03 03:57:03

Rebeca tidak membuang waktu.

Dia segera menghubungi Lucas untuk mengatur pertemuan pribadi dengan Kakek Sanjaya. Tidak kepalang tanggung, adik kandung Pamela Atmaja itu bahkan menjanjikan dirinya sendiri sebagai hadiah bagi pengawal senior Keluarga Sanjaya itu apabila pertemuan tersebut dapat menghasilkan pengampunan untuk Keluarga Atmaja.

Sayang, Lucas hanya menggeleng saat mendengar permintaannya.

“Tolonglah, Lucas. Aku hanya ingin menyelamatkan keluargaku. Selama Tuan Besar Wilson Sanjaya be
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • JEJAK SANG PEWARIS   Bab 256

    Luka dan lelah adalah dua kata yang dapat mengubah segalanya di medan perang.Di satu sisi, keduanya dapat langsung berubah menjadi pasrah dan putus asa. Sedangkan di sisi lain, keduanya adalah bahan bakar terbaik untuk menciptakan keberanian dan kekuatan yang melampaui batas nalar dan akal sehat.Keberanian dan kekuatan di luar nalar itu biasa disebut – nekat!Malam itu, 11 orang prajurit nekat diburu secara brutal.Mereka adalah sisa-sisa personel pasukan cari mati bentukan Mayor Marlon dan Letnan Jason. Wajah dan tubuh mereka penuh luka, sementara pakaiannya basah oleh keringat campur darah – entah darahnya sendiri atau darah musuh-musuhnya.Napas sebelas orang prajurit nekat itu pelan dan berat seperti sengaja ditahan. Bukan karena takut atau lelah, melainkan karena tak ingin suaranya terdengar oleh 10 kompi serdadu pemuja kenaikan pangkat yang sedang memburu mereka. Bagaimanapun, mereka tidak rela jika kepalanya hanya dihargai satu tingkat kenaikan pangkat. Setidaknya, harus ada

  • JEJAK SANG PEWARIS   Bab 255

    Dor!Pistol di tangan Mayor Marlon menyalak.Satu sosok tubuh lelaki roboh terjengkang dengan dada bersimbah darah.Sosok lelaki yang tumbang itu adalah Mayor Marlon, bukan Jenderal Christoper!Mayor Marlon tumbang terkena hentakan balik dari letusan pistolnya sendiri. Lebih dari itu, getaran senjata yang merambat dari tangan telah membuat serpihan-serpihan logam yang masih bersarang di dadanya berhasil merobek paru-parunya secara brutal. Sementara, tubuhnya yang memang sudah terluka parah sejak awal ternyata benar-benar telah kehabisan tenaga dan tak sanggup lagi menahan sakit yang mendadak menggila.Dia tumbang tepat pada saat senjata di tangannya meletus, membuat peluru terakhirnya melesat entah ke mana!Di sebelah sosok Mayor Marlon yang tergeletak tak sadarkan diri, Letnan Jason duduk terpekur dengan kedua tangan masih menggenggam roda kemudi. Samar-samar, terdengar desah putus asa yang berembus panjang dari celah bibirnya yang kering dan pecah-pecah. Dorongan adrenalin yang sela

  • JEJAK SANG PEWARIS   Bab 254

    Mayor Marlon dan Letnan Jason bergerak lagi.Kali ini, mereka menuju sebuah tenda besar dengan bendera hitam bergambar satu bintang warna kuning yang berkibar angkuh di depannya. Walaupun belum roboh, tenda besar itu terlihat sudah doyong akibat hantaman gelombang ledakan gudang amunisi beberapa menit yang lalu.Tenda besar yang sudah doyong itu adalah pusat komando tertinggi pasukan Ibu Kota.Dua regu yang masing-masing beranggotakan 12 personel bersenjata lengkap tampak berjaga di sekeliling tenda itu.Di dalam tenda doyong yang dijaga dengan amat ketat itu, Jenderal Christoper Mulyana terlihat berjalan mondar-mandir dengan langkah gusar. Raut wajahnya yang membesi dan sorot matanya yang berapi-api sudah lebih dari cukup untuk menjelaskan bahwa Jenderal muda itu sedang murka. Sementara di hadapannya, tiga orang komandan batalyon tampak duduk terpekur – menunggu perintah yang tak kunjung terucap.Jenderal Christoper memang kurang pengalaman.Namun, ketiga komandan batalyon bawahannya

  • JEJAK SANG PEWARIS   Bab 253

    Mayor Marlon Baruna menekan pelatuk senjata peluncur roket di bahunya.Detik berikutnya, sebuah roket melesat rendah sambil meninggalkan jejak api yang membelah gelap. Sasarannya bukan manusia, akan tetapi sebuah truk yang parkir di sisi timur benteng darurat pasukan Jenderal Christoper.Duaaarrr!Suara dentuman menghantam tanah seperti palu godam. Bola api setinggi pohon cemara menjilat langit, melelehkan karet ban dan memelintir besi lalu begitu saja mengubah sebuah truk menjadi api unggun raksasa.Api unggun yang menjadi tanda dimulainya perang!Sesuai rencana, sepuluh truk senjata yang dikemudikan anak buah Letnan Jason pun meraung keluar dari bayangan kegelapan malam. Suara mesin diesel menderu gila-gilaan, berpadu dengan suara roda yang menggilas tanah keras. Sementara, senapan mesin di atas kabinnya pun sudah sejak awal memuntahkan peluru nyaris tanpa jeda – menyapu apa saja atau siapa saja.Mereka menembak sambil bergerak maju, bahkan nyaris tanpa membidik sama sekali!Tentu s

  • JEJAK SANG PEWARIS   Bab 252

    Malam telah lama berakhir.Tak seperti hari-hari sebelumnya, pagi itu matahari tampak enggan mendaki langit.Sebaliknya, 10 pleton pasukan cari mati pimpinan Mayor Marlon Baruna justru terlihat amat bersemangat menjemput kematian. Mereka berbaris rapi di depan sepuluh unit truk militer yang dipenuhi berbagai macam senjata dan perlengkapan perang. Sebuah senapan mesin kaliber .50 terlihat bertengger angker di atas atap kabin setiap truk tersebut.Selain 10 pleton pasukan cari mati pimpinan Mayor Marlon, satu pleton berkekuatan 30 personel tentara penjaga perbatasan pimpinan Letnan Jason juga bergabung di sana.Pasukan dari benteng perbatasan tersebut bertugas mengoperasikan truk-truk senjata. Setiap truk dioperasikan oleh tiga orang tentara. Satu orang bertindak sebagai pengemudi, satu orang berperan sebagai operator senapan otomatis di atas truk, dan satu orang lagi bertugas menjaga muatan di bak belakang truk. Pada pertempuran nanti, setiap satu pleton pasukan cari mati Mayor Marlon

  • JEJAK SANG PEWARIS   Bab 251

    Letnan Jason tertegun cukup lama.Bagaimanapun, dia tahu bahwa para pemimpin dan anggota keluarga dari 17 keluarga besar kelas dua dan kelas tiga Morenmor itu merupakan orang-orang kaya egois yang amat menjunjung tinggi reputasi keluarga besarnya masing-masing. Orang-orang itu sangat kompak di antara sesama kerabat dan anggota keluarga besar sendiri, akan tetapi akan langsung saling bersaing dan saling menjatuhkan jika berhadapan dengan orang-orang dari keluarga besar yang lain. Mereka bahkan sering kali terlibat dalam pertikaian serius dan dendam berkepanjangan hanya demi menentukan keluarga besar siapa yang lebih dominan dan berpengaruh.Namun, pada malam itu mereka justru dikumpulkan dalam keadaan terhina sebagai tawanan militer yang disiapkan untuk menjadi martir perang!Lebih dari itu, para pemimpin dan anggota keluarga besar itu bahkan dipisahkan dari kerabat dan keluarganya, lalu dipaksa bergabung dalam kelompok-kelompok pasukan kecil bersama anggota keluarga besar lain – yang

  • JEJAK SANG PEWARIS   Bab 250

    Mayor Marlon bukan pengecut.Dia berbeda dari pemimpin keluarga besar yang lain.Saat para pemimpin keluarga besar kelas dua dan kelas tiga yang lain riuh berteriak tidak puas atas keputusan Gubernur Hanjaya yang hendak mengirim paksa mereka ke medan perang, dia justru berdiri dan menyatakan kesang

  • JEJAK SANG PEWARIS   Bab 249

    Mayor Marlon memang menurunkan senjatanya.Namun, dia tidak menurunkan kewaspadaannya sama sekali. Dia bahkan tidak sedikit pun menurunkan wibawanya sebagai seorang perwira militer. Kepalanya masih tetap tegak dan sikapnya terlihat sangat tenang, elegan dan penuh percaya diri.Sepasang matanya tamp

  • JEJAK SANG PEWARIS   Bab 248

    Strategi yang dirancang Martin memang layak diacungi jempol.Tindakannya mengeksekusi secara brutal seluruh pelaku kasus pembantaian Keluarga Desplazado dan kelompok bandit Rudolf Subrata tanpa menunggu proses peradilan selesai benar-benar efektif. Selain menunjukkan kekuasaan dan kekuatan absolut

  • JEJAK SANG PEWARIS   Bab 247

    DORRR ….!!!Suara letusan senjata bergema di ruang utama Aula Balai Kota Morenmor, membungkam mulut semua orang di dalamnya. Tak seorang pun berani berbicara, apalagi berteriak seperti beberapa saat sebelumnya. Begitu saja, suasana yang awalnya riuh – mendadak berubah hening dan mencekam.Hening.B

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status