Compartir

Bab 257

Autor: JQ Hamdani
last update Fecha de publicación: 2026-06-14 01:53:52

Malam masih bertahta, bersemayam angkuh di singgasana kegelapan.

Di pojok-pojok pekatnya selimut malam, sebelas prajurit nekat sisa-sisa pasukan cari mati bentukan Mayor Marlon terus bergerak secara berpencar. Mengandalkan keberuntungan dan harapan yang sebenarnya sudah tinggal ampas, mereka mulai membalikkan keadaan dan mengubah para pemburu menjadi target buruan. Berpegang pada prinsip ‘SATU TUKAR DUA’, mereka mulai memburu dan menghabisi serdadu pemuja kenaikan pangkat anak buah Jenderal Chr
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • JEJAK SANG PEWARIS   Bab 257

    Malam masih bertahta, bersemayam angkuh di singgasana kegelapan.Di pojok-pojok pekatnya selimut malam, sebelas prajurit nekat sisa-sisa pasukan cari mati bentukan Mayor Marlon terus bergerak secara berpencar. Mengandalkan keberuntungan dan harapan yang sebenarnya sudah tinggal ampas, mereka mulai membalikkan keadaan dan mengubah para pemburu menjadi target buruan. Berpegang pada prinsip ‘SATU TUKAR DUA’, mereka mulai memburu dan menghabisi serdadu pemuja kenaikan pangkat anak buah Jenderal Christoper. Dari sebelas pria nekat anak buah Mayor Marlon yang tersisa, sepuluh orang telah mencapai target satu tukar dua. Tujuh orang di antaranya, masing-masing berhasil menumbangkan dua prajurit Jenderal Christoper. Sementara tiga yang lainnya, ada yang berhasil menghabisi tiga orang dan ada yang berhasil membantai empat orang.Dari kesebelas prajurit nekat itu, hanya satu yang sama sekali belum membunuh seorang pun.Dia adalah Adrian Mahendra!Berbeda dengan Ethan Wiratama yang bertubuh dan

  • JEJAK SANG PEWARIS   Bab 256

    Luka dan lelah adalah dua kata yang dapat mengubah segalanya di medan perang.Di satu sisi, keduanya dapat langsung berubah menjadi pasrah dan putus asa. Sedangkan di sisi lain, keduanya adalah bahan bakar terbaik untuk menciptakan keberanian dan kekuatan yang melampaui batas nalar dan akal sehat.Keberanian dan kekuatan di luar nalar itu biasa disebut – nekat!Malam itu, 11 orang prajurit nekat diburu secara brutal.Mereka adalah sisa-sisa personel pasukan cari mati bentukan Mayor Marlon dan Letnan Jason. Wajah dan tubuh mereka penuh luka, sementara pakaiannya basah oleh keringat campur darah – entah darahnya sendiri atau darah musuh-musuhnya.Napas sebelas orang prajurit nekat itu pelan dan berat seperti sengaja ditahan. Bukan karena takut atau lelah, melainkan karena tak ingin suaranya terdengar oleh 10 kompi serdadu pemuja kenaikan pangkat yang sedang memburu mereka. Bagaimanapun, mereka tidak rela jika kepalanya hanya dihargai satu tingkat kenaikan pangkat. Setidaknya, harus ada

  • JEJAK SANG PEWARIS   Bab 255

    Dor!Pistol di tangan Mayor Marlon menyalak.Satu sosok tubuh lelaki roboh terjengkang dengan dada bersimbah darah.Sosok lelaki yang tumbang itu adalah Mayor Marlon, bukan Jenderal Christoper!Mayor Marlon tumbang terkena hentakan balik dari letusan pistolnya sendiri. Lebih dari itu, getaran senjata yang merambat dari tangan telah membuat serpihan-serpihan logam yang masih bersarang di dadanya berhasil merobek paru-parunya secara brutal. Sementara, tubuhnya yang memang sudah terluka parah sejak awal ternyata benar-benar telah kehabisan tenaga dan tak sanggup lagi menahan sakit yang mendadak menggila.Dia tumbang tepat pada saat senjata di tangannya meletus, membuat peluru terakhirnya melesat entah ke mana!Di sebelah sosok Mayor Marlon yang tergeletak tak sadarkan diri, Letnan Jason duduk terpekur dengan kedua tangan masih menggenggam roda kemudi. Samar-samar, terdengar desah putus asa yang berembus panjang dari celah bibirnya yang kering dan pecah-pecah. Dorongan adrenalin yang sela

  • JEJAK SANG PEWARIS   Bab 254

    Mayor Marlon dan Letnan Jason bergerak lagi.Kali ini, mereka menuju sebuah tenda besar dengan bendera hitam bergambar satu bintang warna kuning yang berkibar angkuh di depannya. Walaupun belum roboh, tenda besar itu terlihat sudah doyong akibat hantaman gelombang ledakan gudang amunisi beberapa menit yang lalu.Tenda besar yang sudah doyong itu adalah pusat komando tertinggi pasukan Ibu Kota.Dua regu yang masing-masing beranggotakan 12 personel bersenjata lengkap tampak berjaga di sekeliling tenda itu.Di dalam tenda doyong yang dijaga dengan amat ketat itu, Jenderal Christoper Mulyana terlihat berjalan mondar-mandir dengan langkah gusar. Raut wajahnya yang membesi dan sorot matanya yang berapi-api sudah lebih dari cukup untuk menjelaskan bahwa Jenderal muda itu sedang murka. Sementara di hadapannya, tiga orang komandan batalyon tampak duduk terpekur – menunggu perintah yang tak kunjung terucap.Jenderal Christoper memang kurang pengalaman.Namun, ketiga komandan batalyon bawahannya

  • JEJAK SANG PEWARIS   Bab 253

    Mayor Marlon Baruna menekan pelatuk senjata peluncur roket di bahunya.Detik berikutnya, sebuah roket melesat rendah sambil meninggalkan jejak api yang membelah gelap. Sasarannya bukan manusia, akan tetapi sebuah truk yang parkir di sisi timur benteng darurat pasukan Jenderal Christoper.Duaaarrr!Suara dentuman menghantam tanah seperti palu godam. Bola api setinggi pohon cemara menjilat langit, melelehkan karet ban dan memelintir besi lalu begitu saja mengubah sebuah truk menjadi api unggun raksasa.Api unggun yang menjadi tanda dimulainya perang!Sesuai rencana, sepuluh truk senjata yang dikemudikan anak buah Letnan Jason pun meraung keluar dari bayangan kegelapan malam. Suara mesin diesel menderu gila-gilaan, berpadu dengan suara roda yang menggilas tanah keras. Sementara, senapan mesin di atas kabinnya pun sudah sejak awal memuntahkan peluru nyaris tanpa jeda – menyapu apa saja atau siapa saja.Mereka menembak sambil bergerak maju, bahkan nyaris tanpa membidik sama sekali!Tentu s

  • JEJAK SANG PEWARIS   Bab 252

    Malam telah lama berakhir.Tak seperti hari-hari sebelumnya, pagi itu matahari tampak enggan mendaki langit.Sebaliknya, 10 pleton pasukan cari mati pimpinan Mayor Marlon Baruna justru terlihat amat bersemangat menjemput kematian. Mereka berbaris rapi di depan sepuluh unit truk militer yang dipenuhi berbagai macam senjata dan perlengkapan perang. Sebuah senapan mesin kaliber .50 terlihat bertengger angker di atas atap kabin setiap truk tersebut.Selain 10 pleton pasukan cari mati pimpinan Mayor Marlon, satu pleton berkekuatan 30 personel tentara penjaga perbatasan pimpinan Letnan Jason juga bergabung di sana.Pasukan dari benteng perbatasan tersebut bertugas mengoperasikan truk-truk senjata. Setiap truk dioperasikan oleh tiga orang tentara. Satu orang bertindak sebagai pengemudi, satu orang berperan sebagai operator senapan otomatis di atas truk, dan satu orang lagi bertugas menjaga muatan di bak belakang truk. Pada pertempuran nanti, setiap satu pleton pasukan cari mati Mayor Marlon

  • JEJAK SANG PEWARIS   Bab 246

    Matahari masih belum sampai di puncak langit.Namun, suasana di Balai Kota Morenmor sudah begitu panas.Ribuan orang berkumpul di pelataran. Mereka adalah penduduk sipil yang sebelumnya bergabung dengan pasukan gabungan sebagai tentara cadangan, lalu mengundurkan diri karena takut dilibatkan dalam

  • JEJAK SANG PEWARIS   Bab 245

    Malam akhirnya berganti pagi.Operasi senyap yang berubah menjadi perang saudara itu pun berakhir dengan ribuan orang menjadi korban, 445 di antaranya adalah tentara anggota pasukan milisi. Tentu saja, tragedi itu langsung mempengaruhi kekuatan dan kesiapan pasukan gabungan Morenmor.Kabar tentang

  • JEJAK SANG PEWARIS   Bab 244

    Rudolf Subrata adalah preman legendaris.Sementara di pihak lain, Mayor Marlon Baruna adalah serdadu terlatih.Keduanya sama-sama terbilang senior di kalangannya masing-masing. Yang satu amat terkenal di dunia gelap, sedangkan yang lainnya amat termasyhur di dunia militer. Mereka dikenal kejam dan

  • JEJAK SANG PEWARIS   Bab 242

    Asap hitam membumbung tinggi, menambah suram suasana malam.Empat sosok tubuh tampak bergelimpangan tak jauh dari sebuah bangkai truk militer yang masih terus terbakar. Tiga di antaranya terlihat menggeliat-geliat tak berdaya seperti sedang meregang nyawa, sementara yang satu lagi – terlihat sediki

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status