Share

Chapter 11

Author: Nananailalala
last update publish date: 2026-03-08 15:25:50

Pada akhirnya Salsa hanya membiarkan Crystal pergi begitu saja. Pihak lain tidak bisa tinggal terlalu lama dan bergegas kembali untuk mengurus kepergiannya. Meskipun Salsa merasa menyesal, ia tetap terus menerus mengingatkan Crystal dalam perjalanan mengantarnya keluar.

"Pokoknya kamu harus jaga diri di luar negeri, jangan menjadi orang yang terlalu patuh. Lawan saja jika kamu merasa dia berlebihan. Pokoknya aku tidak ingin kamu dirugikan. Kemudian, jika kamu tidak bisa menangani ya kamu bisa m
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 124

    Salsa tertegun sejenak, ia kemudian tersenyum dan berjalan pergi setelah membayar biaya es krim tersebut. Dalam perjalanan kembali ke apartemen, pikirannya berhasil dipenuhi oleh nasihat dari bos pemilik toko es krim yang ditemuinya di taman tersebut. Apa yang dikatakan pemilik toko es krim itu menjadi pemicu bagi solusi masalah yang banyak Salsa pikirkan sebelumnya.Namun di sisi lain, Akas menyelesaikan urusan kantornya lebih awal. Alasannya sederhana, ia harus kembali ke rumah lama untuk menghadiri perjamuan keluarga. Namun kini, pria berusia hampir setengah abad itu sama sekali tidak mau bergerak dari tempat duduknya. Ia sedang mempertimbangkan apakah dia harus menelepon para tetua itu untuk memberitahu bahwa dia tidak jadi datang dan biarkan perjamuan ini berlangsung seperti biasanya."Boss, pesawat nyonya sudah mendarat di bandara kota pagi ini. Mungkin dia sudah tiba di rumah lama." Dimas berjalan mendekat dan memberikan laporannya. Kabar ini berhasil membuat suasana hati Akas

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 123

    "Ayah, apa ayah percaya anak itu adalah anak ayah? Bagaimana jika? Bagaimana jika kali ini Sienna juga berbohong?" Salsa tiba-tiba berkata, ia masih sulit untuk percaya. Jadi alam bawah sadarnya menggunakan hipotesis, menggunakan dugaan untuk menyangkal kebenaran secara sementara. Hendry mengangkat alisnya, ia jelas menyadari bahwa Salsa tampak begitu tidak menerima adik dari perut Sienna. Memang sulit di percaya, bahkan dirinya sebagai ayahnya juga merasa enggan mengakuinya hingga saat ini. Seperti ada rasa bersalah yang kuat pada mendiang istrinya dan putri kesayangannya. Sebuah pengkhianatan yang sulit untuk dimaafkan. Rasa mengganjal di hatinya, Hendry menundukkan kepalanya dan tidak mampu untuk berbicara. Namun ia tetap harus memberikan jawaban pada putrinya. Salsa masih muda, ia belum dewasa. Kabar ini juga bukan kabar baik untuknya. Hendry menarik nafas dalam dalam dan menekan rasa bersalahnya. "Ayah akan berpura pura dan bermain melanjutkan sandiwara ini. Kamu jaga diri baik

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 122

    Salsa melangkah turun dari taksi, ia sudah membuat janji dengan ayahnya. Bertemu kembali di sebuah restoran tempat mereka pernah makan bersama beberapa waktu yang lalu. Ketika Salsa masuk ke dalam, ia melihat sosok familiar duduk di salah satu kursi dekat jendela.Berapa hari dia tidak bertemu ayahnya, mengapa Salsa merasa ayahnya semakin tua? Salsa berjalan menghampiri ayahnya dengan langkah sedikit lebih cepat. Salsa melihatnya duduk disana dengan pandangan kosong. Entah apa yang dipikirkannya, namun punggungnya sedikit membungkuk terlihat penuh jejak kelelahan."Ayah..." Panggil Salsa dengan ekspresi rumit. Beberapa waktu lalu, ayahnya masih tampil sangat bersemangat. Namun, beberapa waktu sudah berlalu, dan semuanya berubah sedemikian rupa. Kondisi ayahnya jelas memburuk entah dengan alasan apa.Hendry segera tersadar ketika Salsa memanggilnya, ia mendongak dan terkejut melihat putrinya ternyata sudah berdiri di sampingnya. Hendry berdiri, membantu Salsa menarik kursinya. Untuk se

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 121

    "Hmm, Makasih paman." Ucap Salsa, ia tidak menyalahkan Akas. Dia tidak mengeluh atau menyebutkan apapun. Nadanya sangat tenang dan dingin, seperti yang dilakukannya hanya sebuah keharusan. Hal itu justru membuat Akas merasa sakit hati, ia lebih suka Salsa mengeluh dan bertingkah seperti putri manja.Ia ingin Salsa cemberut, berkata bahwa dirinya terlalu kasar sebelumnya. Namun Akas tidak memiliki hak menuntut dan berbicara. Statusnya semalam hanya sebagai debitur sementara Salsa sebagai seorang penyewa. Sebuah transaksi pembayaran yang dingin.Apakah kedepannya akan terus seperti ini? Akas jelas tidak ingin terus berada dalam kedinginan seperti ini. Rasanya seperti hampa dan kosong, namun ia tidak memiliki hak berbicara. Dia yang memulainya, dan Salsa hanya menerima tawarannya. Sesederhana itu!Beberapa waktu kemudian, Salsa berjalan keluar sudah dengan berpakaian rapi. Ia mengikat rambutnya dengan gaya ponytail, rok pendek berwarna putih dan kemeja berwarna merah muda. Gaya khas anak

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 120

    Selesai menyelesaikan panggilan telepon, Salsa mengembalikan handphonenya pada Akas. Namun fokus Akas tidak sedang berada di situ saat ini. Ia meraih dagu Salsa, kemudian memaksanya mendongak. Akas sedikit menundukkan kepalanya dan mencium bibir Salsa dengan ganas.Akas sudah memperhatikannya sejak awal, bibir merah merona yang terus menggoda dirinya untuk mengambil alih. Salsa membelalakkan matanya terkejut. Ia ingin mendorong Akas menjauh, namun pelukan Akas dari belakang ini mencengkram dirinya dengan kuat. Tangan Akas yang lebar memeluk pinggangnya dan menyelimutinya.Salsa yang merasakan suhu tubuh Akas melonjak drastis, ciuman yang dahsyat ini membuatnya perlahan kehilangan kendali. Tidak ada yang berbicara, tidak ada yang meminta, atau mengisyaratkan sesuatu. Dalam hubungan seperti ini, tidak ada kejelasan dan hanya berisi kesepakatan bersama.Salsa tidak mengatakan apapun, ia tidak meminta penjelasan, tidak memaksakan status. Ia hanya duduk di pangkuan Noah, memeluk leher Noah

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 119

    "album foto ini benar-benar dari ayah?" Salsa bertanya dengan suara serak. Matanya sudah memerah dan pelumpuknya sudah penuh dengan air mata. Ia melihat catatan memori di belakang setiap foto. Beberapa ditulis oleh ibunya dan beberapa ditulis oleh ayahnya. Ibunya menceritakan banyak hal tentang ayahnya, tentang memori yang tidak ingat. Tentang masa kecilnya yang tak pernah masuk dalam kode ingatannya. Ucapan-ucapan itu pernah kelembutan, kadang terdapat keluhan terkadang terdapat harapan. Ayah dan ibunya tidak pernah berharap besar padanya, mereka tidak memiliki harapan tinggi agar selesai mencapai status dan kekayaan yang luar biasa. Ayah dan ibunya hanya ingin Salsa bahagia dan sehat selalu dimata pun ia berada. Orang tua ini cukup romantis! Pikir Salsa ketika ia melihat catatan ayahnya dibalik salah satu foto.Ada begitu banyak foto ibu dan ayahnya juga dirinya. Sekarang Salsa merasa seolah-olah menjadi lelucon, Salsa manira dia hanya mempunyai satu foto yang tersisa. Ternyata ay

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 53

    Begitu Salsa mengantar kepergian Crystal, ia juga berbalik dan berjalan masuk kembali ke dalam rumahnya. Ia hendak naik ke atas dan kembali ke kamarnya ketika Hendry menghentikannya."Sudah berapa hari kamu kembali ke rumah tapi kamu terus bersembunyi di kamarmu. Kemarilah dan luangkan lebih banyak

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 52

    Menarik nafas dalam dalam, Akas meletakkan gelas wine nya di atas meja. Di Bawah tatapan terkejut dan tak percaya semua orang. Akas bergerak meraih dagu Alice, mendekat dengan perlahan. Alice membelalakkan matanya tampak terkejut, ia bergumam dalam hatinya. 'Apakah selugas ini? Begitu cepat? Apa ya

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 51

    "Ada apa denganmu? Mengapa gelasnya tiba tiba pecah? Apa kamu memecahkannya? Aku tidak tahu apa yang terjadi, aku tidak peduli lagi. Dasar gunung es! Aku tak percaya ada orang yang bisa mencairkan wajahmu yang tanpa ekspresi itu." Keluh Morian panjang lebar.Setelah membalut luka Akas, Morian mengh

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 50

    Di Sebuah bar mewah pusat kota. Ini adalah bar familiar yang pernah Salsa kunjungi. Di sebuah ruangan VIP, sekelompok besar orang sedang berkumpul. Rata rata dari mereka berusia empat puluh tahun, sebagian besar adalah pria yang hampir paruh baya yang memiliki rambut putih dan keriput di wajahnya.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status