Share

Chapter 95

Author: Nananailalala
last update publish date: 2026-06-01 15:28:04

Salsa memeluk buku mata kuliah di dadanya, kemudian menggelengkan kepalanya kuat. "Maaf kak, hari ini aku sudah ada janji." Ucap Salsa dengan penuh penyesalan. Ekspresi Ilham berubah menjadi kecewa, sementara Rosa merasa tak berdaya. Padahal menurutnya dua orang ini sangat cocok bersama, namun rintangan nya sepertinya tidak mudah dilewati.

Pada saat ini, seorang mahasiswi berjalan melewati Salsa. "Apakah kamu anak baru yang bernama Salsa? Ada orang yang mencarimu di lapangan. Dia sepertinya sud
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 137

    Keesokan paginya, Isla kembali ke rumahnya. Tepatnya tempat tinggal resminya dan Akas, atau bisa disebut sebagai rumah pernikahan. Jujur saja, ia baru saja kembali kemari hari ini sejak pulang dari luar negeri. Sebelumnya ia menginap di rumah lama, tempat keluarga Akas tinggal. Atau pergi ke apartemen pribadinya.Isla baru saja kembali, pintu rumah terbuka lebar untuknya. Para pelayan menyambutnya dengan hormat, tanpa mengetahui mereka telah mengeluh berkali kali dalam hati. Siapa yang suruh Isla tidak mudah dilayani, beberapa pelayan di pecat begitu saja hanya karena masalah kecil. Hampir semua pelayan di villa ini memiliki masalah dengan Isla secara pribadi."Akas, sudah pulang ke rumah?" Tanya Isla ringan. Ia mendongak menatap ke lantai dua yang sepi, namun ia tidak buru buru naik. Ia duduk di sofa dan memakan beberapa lemon yang sudah di potong di atas meja.Disisi lain, sekelompok pelayan itu yang mendengar pertanyaan Isla, tidak ada satupun dari mereka yang berani angkat bicara.

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 136

    "Paman, jangan begitu. Kamu mengganggu pergerakan ku." Keluh Salsa kesal. Ia memberontak, memaksa Akas untuk melepaskan cengkraman tangannya dari perutnya. Namun siapa Akas? Dia tidak akan melepaskan Salsa dengan mudah. Lagipula tagihannya harus dibayar.Salsa hendak membawa piring piring itu ke dapur, namun sesuatu berhasil mengganggunya. Salsa bisa merasakan dengan jelas, panas tubuh Akas yang terus melonjak. Nafas Akas yang memburu, dan dadanya yang naik turun dengan intens. Nafas panas itu menerpa leher Salsa yang seketika membuat Salsa langsung tersipu malu."Paman..." Lirih Salsa, ia tahu apa yang mengganggunya. Di Bawah sana, ia bisa dengan jelas merasakan nafsu Akas yang membara untuknya. Salsa sangat gelisah di dalam pelukan Akas. Sementara Akas menggerakkan bibirnya, mengecup ringan leher Salsa. "Tagihannya..." Akas memberi isyarat dan Salsa tahu bahwa ia tamat malam ini. Akas tidak menunggu Salsa menjawab, ia meraih Salsa dan memeluknya dengan pelukan putri. Langkahnya bes

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 135

    "kamu memiliki ingatan yang tajam." Salsa berkata sambil memutar matanya. Tidak disangka bahwa Rosa masih mengingatnya. Saat itu Universitas sempat kacau, dan dalam beberapa hari berikutnya, Salsa menjadi pusat perhatian. Namun seiring berjalannya waktu semuanya meredah. Tapi Akas kini muncul kembali."Aku masih ingat saat itu, berapa banyak wanita di universitas yang bertekad ingin menjadikan Ayah baptismu itu Sugar Daddy." Rosa tertawa sambil bercerita. Namun Salsa sama sekali tidak menanggapi. Dia hanya sibuk memakan makanannya, sebentar lagi kelasnya selanjutnya akan dimulai.Hari sudah sore ketika Salsa akhirnya menyelesaikan semua kelas Mata kuliahnya. Rosa sudah menguap dan mengantuk, "hari melelahkan lainnya. Aku harus segera tidur setibanya di rumah." Ucap Rosa kelelahan, setelah menukar seluruh tenaganya dengan aktivitas hari itu. Salsa hanya terkesan tidak menjawab, namun hanya Salsa yang tahu bahwa ia juga sangat lelah.Salsa berjalan menuju gerbang universitas. Tidak disa

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 134

    Dimas tidak berbicara, dia sudah tahu semua yang terjadi dari grup karyawan. Apalagi daftar tamu di resepsionis langsung masuk pengumuman latar belakang perangkat nya. Dimas sangat tahu bahwa Isla datang hari ini. Melihat pertama kali yang tersebut, sepertinya Nyonya bos itu mengantarkan sarapan untuk Akas.Ia mengambil bekal tersebut Lalu melangkah keluar, tanpa basa-basi atau mengucapkan sepatah kata pun yang tidak diperlukan. Begitu sampai di tempat sampah, ia langsung ngomongnya begitu saja. Baru kemudian Dimas melanjutkan pekerjaannya. Sementara Akas, duduk di meja kantornya sambil memandang teleponnya dalam diam.Dari awal sampai saat ini belum ada satu pesan pun yang masuk dari Salsa. Apakah Gadis itu terlalu sibuk? Bukankah setidaknya Salsa harus mengirim pesan bahwa dia telah tiba di universitas dengan selamat? Akas menghela nafas, sepertinya harapan yang terlalu berlebihan. Namun Akas baru saja selesai berbicara, ketika teleponnya berdering. Ia membuka antarmuka ponselnya,

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 133

    Di kantor pusat Asa Group kota, Akas melangkah turun keluar dari mobil bisnis hitamnya seperti biasa. Ia mengancingkan jas nya kemudian tangannya sedikit menyapu ujung jas nya yang berantakan. Membenarkan mansetnya yang sedikit miring sekaligus dasinya. Setelah merapikan semua itu, baru kemudian Akas masuk ke Asa Group. Semua tindakannya itu hanya berlangsung selama selusin detik, tampak lihai dan sangat tenang. Hasil dari terbiasa melakukannya setiap harinya.Di lantai teratas Asa Group, Akas duduk di kursi presiden. Di atas mejanya sudah bertumpuk dokumen dan laporan yang perlu tanda tangannya. Akas memutar bolpoinnya ringan, mengenakan kacamata dan mulai bekerja.Sementara itu, di lantai bawah Asa Group. Sebuah mobil bisnis hitam sekali lagi berhenti di depan pintu utama. Seorang supir dan bodyguard yang berasal dari timur melangkah turun dan membantu sang tuan membuka pintu mobil.Wanita itu sangat cantik, perpaduan dari gen lokal dan luar negeri. Wajahnya sangat indah dan kulitn

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 132

    Di saat Ilham berpikiran positif, Salsa berada di tangan rumah hantu memeluk lengan Akas dengan mesra. Musik seram diputar, suasana genap yang membuat imajinasi berkeliaran. Ekspresi Salsa berubah, Sejak kapan rumah hantu menjadi seram seperti ini. Namun rasa aman yang dibawa Akas, membuatnya merasa jauh lebih rileks."Paman, kita jalan sekarang?" Tanya Salsa dengan gugup. Akas melirik gadis kecil yang memeluknya erat tersebut dan tersenyum tipis. Tangannya meraih bahu Salsa, membawa gadis itu lebih dekat ke dalam dekapannya. Apakah ini baik baik saja? Mereka ada di rumah hantu! Salsa mendengus kesal, namun ia tetap melangkah lebih dekat.Kemudian keduanya berjalan maju, menyusuri koridor rumah hantu tersebut. Satu demi satu properti melompat keluar. Ketika sebuah kepala meluncur turun dari atas kepala Salsa, ia hampir melompat ke dalam pelukan Akas. Wajahnya sangat pucat.Akas terdiam, jujur saja semuanya terlalu disengaja. Rumah hantu ini dipenuhi properti dimana mana. Ia sekilas da

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 5 Revisi

    Akas memandang wajah pucat Salsa dan rasa bersalahnya semakin kuat. Ternyata semalam gadis kecil ini di beri obat dan hendak dibawa ke tempat tidur laki laki lain. Tapi sepertinya gadis kecil ini berhasil melarikan diri namun ia justru masuk ke dalam pelukan serigala lainnya. Awalnya Akas mengira

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 4 Revisi

    Akas yang baru saja keluar kamar mandi merasa suasananya menjadi canggung. Ia sudah melalui kehidupan sepanjang empat dekade lamanya, namun untuk situasi seperti ini yang juga pertama kali ia alami. Bahkan dia sendiri merasa canggung dan bingung. Namun ia tahu, bahwa hal pertama yang harus dia lakuk

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 3 Revisi

    Kembali pada waktu saat ini. Fajar akhirnya tiba, dan hari mulai pagi. Matahari bersinar dengan cahaya jingga di ufuk timur. Naik sedikit demi sedikit dan perlahan membangunkan semua orang dari tidurnya.Di dalam kamar hotel mewah tersebut, sepasang kekasih sedang tidur dengan sikap yang intim. Tid

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 2 Revisi

    Sedikit Flashback, Beberapa waktu yang lalu. Salsa yang sebelumnya tengah sibuk di kamarnya kini sedang berjalan dengan langkah lambat dan mengendap endap. Ia memegang high heels di satu tangan dan tas mewah di tangan lainnya.Strateginya berhasil! Ia telah menahan diri dan berpura pura patuh dalam

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status