LOGINHari hari berlalu begitu saja, Salsa sedikit terkejut karena ia menjalani hari harinya dengan tenang selama beberapa hari berikutnya. Sienna dan Audrey tampak sibuk, pergi pagi dan pulang sore hari sambil membawa lebih dari lusinan bingkisan di tangan kanan dan kirinya. Nampaknya mereka bersenang senang menggunakan uang keluarganya.Hari ini, kepala pelayan baru telah dipekerjakan. Salsa duduk di sofa menatap kepala pelayan baru yang berdiri di depannya bersikap sangat profesional dengan tatapan tenang. Tanpa diketahui Salsa, kepala pelayan tersebut juga menatap Salsa, dari atas sampai bawah. Lagi Pula pihak lain adalah nona muda yang akan dia layani mulai saat ini. Bukan hanya karena dia putri dari Hendry, namun juga karena Salsa adalah putri angkat dari bos nya yang sebenarnya."Nona muda, karena hari masih pagi, saya sudah menyiapkan bibir seafood, susu dan roti sandwich untuk sarapan anda. Apakah ini memenuhi persyaratan anda?" Ucap kepala pelayan bernama Novi tersebut dengan prof
"Kamu dipecat! Jangan muncul lagi di hadapan putriku!" Ucap Hendry menunjuk Lisa yang tersungkur di lantai. Beberapa bodyguard juga bergegas, meraih lengan Lisa dan hendak menariknya pergi. Lisa putus asa, ia melirik Sienna yang menjadi harapan terakhirnya. Bukankah ia berkata bahwa ia adalah nyonya rumah ini? Jika pihak lain bisa menolongnya, maka itu keberuntungannya. Bahkan jika pihak lain tidak menolongnya, Lisa akan menyeretnya ikut ke ke bawah. Lagipula Lisa bisa berada disini hari ini adalah berkat bantuan dan dukungan dari Sienna. Terutama karena Sienna ingin menindas nona muda asli rumah ini, jadi ia mengutus Lisa untuk mengurus makanan Salsa.Siapa yang tahu pada hari pertamanya bekerja, Lisa tidak pernah menyangka bahwa nona muda ini begitu sulit diatasi. Bukankah Sienna berkata bahwa pihak lain hanya gadis bodoh yang hanya bisa menerima orang lain menindasnya tanpa bisa melawan balik.Ia hanya menjadi lelucon! Menjadi umpan meriam! Dipecat pada hari pertamanya bekerja! S
"APA YANG TERJADI?" Sebuah suara keras terdengar menggelegar di koridor lantai dua villa itu. Beberapa sosok bergegas berjalan mendekat, melihat pemandangan berantakan itu dengan alis mengerut.Salsa mendongak, melihat kedatangan Hendry bersama Sienna dan Audrey dengan sorot mata tenang. Meski begitu emosi masih bergejolak dalam hatinya, jantungnya masih berdebar kencang bersama denyutan rasa sakit yang familiar dari luka sayatan yang Hendry ciptakan dalam hatinya tidak lama ini.Lisa tampak melihat seorang penyelamat, ia merangkak dan meraih kaki Hendry dengan penuh permohonan dan sikap adu domba. "Tuan besar, lihatlah nona muda. Sa-saya hanya mengantarkan sarapan, tapi ia berperilaku begitu kasar pada saya. Ji-jika begini, saya tidak ingin terus bekerja disini." Ucap Lisa tampak begitu lihai bersikap berpura pura lemah dan tak berdaya.Sorot mata Hendry menajam, akal sehatnya meraung dan ia menatap Salsa yang berdiri dengan tenang, menatapnya dengan sorot mata yang tak pernah Hendry
Keesokan paginya Salsa terbangun oleh ketukan pintu. Matanya masih mengerjap karena mengantuk, dia duduk di tepi tempat tidur sejenak untuk mengumpulkan sisa nyawanya yang melayang karena tidur. Namun suara ketukan pintu itu semakin terdesak yang membuat Salsa mengerutkan keningnya merasa sangat kesal.Dengan langkah cepat, ia bangun dari duduknya dan berjalan menghampiri pintu. Ia membuka pintu dengan rasa kesal hanya untuk melihat seorang pelayan wanita dengan pakaian yang lebih unggul berdiri di depan pintu kamarnya. Dilihat dari gaya pakaiannya, Salsa sekilas mengenalinya sebagai seorang kepala pelayan. Tunggu sebentar! Paman Sam nya baru saja mengundurkan dirinya beberapa waktu yang lalu, bagaimana bisa seorang kepala pelayan baru sudah ditunjuk? Mengapa ia sama sekali tidak tahu? Apalagi sikap kepala pelayan baru ini membuatnya kesal."Oh, anda sudah bangun? Seharusnya anda menjawab jika sudah bangun, jangan membuat saya menunggu seperti ini seperti orang bodoh." Nada sarkastik
Salsa tidak memikirkan bagaimana reaksi Akas ketika ia melihat apartemennya yang sekali lagi kosong dan sunyi. Salsa hanya berpikir ingin segera pergi dari sini. Salsa takut, kenangan kenangan indah itu akan menahannya untuk kembali ke rumahnya.Salsa menyelinap keluar apartemen, dengan pakaian yang sama dan kondisi berantakan yang sama. Meskipun Salsa masih merasa sangat lemah, namun ia jauh lebih baik. Setidaknya ia sudah makan satu mangkuk bubur ketika ia berada di apartemen Akas. Ia memiliki tenaga untuk kembali ke rumahnya sendiri.Begitu tiba di rumah, ia disambut oleh kegelapan dan kesunyian. Biasanya di saat seperti ini, Paman Sam akan mengetahui kepulangannya dan menyambutnya bahkan membuatkannya makanan. Sungguh ironis tanpa Paman Sam, Salsa tidak tahu apakah ia masih bisa menjalani hari hari di rumah ini dengan tenang. Apakah ia seharusnya tidak melarikan diri dari apartemen Akas?Salsa menggelengkan kepalanya kuat, ia berjalan menuju kamarnya dan langsung terlelap begitu m
"TIDAK! Kamu tetap tinggal dengan patuh disini! JANGAN KELUAR DAN JANGAN KEMBALI!" Nada suara Akas hampir berteriak. Ia menatap Salsa dengan tajam dan dengan tatapan dingin yang belum pernah Salsa lihat sebelumnya. Ia tidak mengerti mengapa Akas bereaksi begitu besar, ia hanya ingin kembali ke rumahnya.Oh apakah bangunan itu masih bisa disebut rumah? Salsa mengedipkan matanya, dan bulu matanya yang basah menciptakan sedikit kerapuhan dalam dirinya. Salsa menghela nafas dan mengangkat kepalanya, sekali lagi menatap Akas dengan tatapan keras kepala yang membuat Akas jengkel."Dengan status apa Paman Akas memerintahkan ku seperti ini?" Pertanyaan ini membungkam Akas, namun juga mengungkapkan ketidakberdayaan pihak lain. Salsa disisi lain dengan tenang juga dengan kejam. Salsa tidak mengerti, namun meskipun ia tidak ingin tinggal di rumahnya, ia juga tidak ingin tinggal di apartemen ini.Bahagia? Memang Salsa bahagia, memang Salsa merasakan kehangatan di rumah ini. Namun, apakah itu sepa
Otak Salsa seakan akan tidak mampu merespon informasi yang baru diperolehnya. Ia berjalan linglung dengan bantuan Crystal dan seluruh matanya menatap kosong pada sosok tersebut.Mendengar suara langkah kaki mendengar, dua orang yang berada di ruang tamu utu juga mengalihkan pandangannya. Ketika Hen
Night bar, malam hari. Salsa terhuyung kembali ke tempat duduknya. Ia memesan beberapa botol bir lagi dan meneguknya habis. Matanya tidak bisa fokus dan air mata terus menetes entah mengapa. Padahal ia sudah berkata pada dirinya sendiri bahwa semuanya akan baik baik saja, namun melihat ayahnya memi
"Aku datang untuk memberikan hadiah pada putri baptisku." Akas berkata dengan dingin. Namun ungkapannya sudah menyiratkan bahwa ia sangat mementingkan Salsa. Disisi lain, Salsa sedikit mengangkat kepalanya menatap Akas dengan ekspresi rumit. Jika sebelumnya ia akan merasa kesal, namun kini sebutan
Dalam perjalanan pulang, Dimas yang sedang menyetir juga berbicara dengan nada sedikit ragu dalam suaranya."Tuan, aku dengar Tuan Henry memarin pulang membawa seorang wanita yang memiliki anak perempuan. Anak perempuan utu umurnya mungkin hampir sama dengan nona Salsa." Ucap Dimas. Ketika Akas men







