Share

Chapter 67

Author: Nananailalala
last update publish date: 2026-05-04 15:31:40

Keesokan paginya Salsa terbangun oleh ketukan pintu. Matanya masih mengerjap karena mengantuk, dia duduk di tepi tempat tidur sejenak untuk mengumpulkan sisa nyawanya yang melayang karena tidur. Namun suara ketukan pintu itu semakin terdesak yang membuat Salsa mengerutkan keningnya merasa sangat kesal.

Dengan langkah cepat, ia bangun dari duduknya dan berjalan menghampiri pintu. Ia membuka pintu dengan rasa kesal hanya untuk melihat seorang pelayan wanita dengan pakaian yang lebih unggul berdir
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 156

    Keesokan harinya, Akas sudah bisa pergi ke kantor. Dimas sudah menjemputnya di lantai bawah, meskipun Akas ingin libur beberapa hari lagi, pekerjaannya tidak memungkinkan. Saya sudah meninggalkan semua pekerjaannya karena sakit, sekarang ia menyesal karena sembuh terlalu cepat. Sebelum benar-benar pergi ke kantor, Akas memeluk Salsa dalam waktu yang cukup lama. Ia menenggelamkan wajahnya pada bahu Salsa, sama sekali enggan untuk pergi. "Sudahlah, berapa umurmu? Bukankah semua orang berkata bahwa kamu gila kerja? Pergilah bekerja, kita bisa bertemu lagi nanti setelah pulang." Salsa menghibur dengan nada tak berdaya. "Aku tidak ingin lagi bekerja, terserah siapa yang ingin bekerja pokoknya aku hanya ingin bersamamu. Dulu aku pergi bekerja karena tidak ada yang menahanku, sekarang tanpamu rasanya hari-hari itu menyesakkan." Akas berkata dengan nada yang tak tertahankan, Dimas yang baru saja masuk dari pintu langsung berpaling, dengan ekspresi muak."Hari-hari apanya? Bukankah kamu pula

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 155

    Ketika Salsa melakukan hal itu, memandang ke arah leher Akas membayangkan kalung pasangan tersebut terpatri disana. Siapa yang sangka Akas akan salah paham? Ini salah Salsa yang memiliki sepasang mata tak bisa diam. Pada akhirnya Akas yang menyadari kemana pandangan Salsa mengarah, langsung meraih tengkuk Salsa dan mencium juga melumat bibir gadis itu dengan intens.Salsa memberontak, berusaha mendorong Akas menjauh. Ketika Akas melepaskan cengkeramannya, Salsa mulai menggerutu dengan kesal. "Kenapa kamu asal cium saja?" Celetuk Salsa, ia mengusap bibirnya dan memalingkan wajahnya. Namun Akas menahannya sambil berkata, "Siapa yang suruh kamu memandangku seperti itu? Apa yang kamu lihat baru saja?" Tanya Akas penasaran.Salsa tersipu malu, ia buru buru bangkit dan berlari menuju kamar mandi sementara Akas menyelesaikan perintahnya pada Dimas tentang kalung tersebut. Selesai menyelesaikan urusannya, Akas duduk bersandar pada sofa. Salsa berjalan mendekat sambil membawa makanan. Hanya se

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 154

    Selesai kelas selanjutnya, bel baru saja berdering dan Salsa sudah melarikan diri lebih dulu. Dia tidak tahan untuk duduk di samping Rossa lebih lama lagi, atau orang itu akan terus mengusiknya dan menanyainya tentang siapa pria itu. Jadi sebelum Rosa sempat bereaksi, begitu bel berdering Salsa melarikan diri lebih dulu. Keluar dari gedung Universitas, Salsa berjalan cepat menuju gerbang. Dalam perjalanan, suruh mata selalu mengarah padanya. Tidak jarang Salsa mendengar bisik-bisik yang membahas tentang dirinya. Entah itu baik atau buruk, pada akhirnya seperti inilah konsekuensinya. Ilham berhasil menariknya ke sorotan publik Universitas. Apakah bisa dikatakan sejak Salsa menginjakkan kaki di Universitas ini, dia sudah ditakdirkan menjadi orang yang populer. Sebelumnya itu hanya masalah antara dirinya dan Audrey, yang tidak terlalu menarik. Namun sekarang ada Ilham yang seperti bahan bakarnya, membakar seluruh hutan tanpa terkecuali. Salsa baru saja melangkah keluar dari gerbang un

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 153

    Salsa berlari turun ke lantai bawah, iya langsung menuju pintu keluar bertemu dengan kerumunan besar orang. Di tengah kerumunan, Ilham masih berdiri membawa buket bunga besar. Salsa menghentikan langkahnya, namun ia sama sekali tidak mengubah ekspresinya. "Salsa, Aku mencintaimu, maukah kamu jadi kekasihku." Ulang Ilham sekali lagi untuk pernyataan cintanya pada Salsa. Sejujurnya, ini bukan kali pertama Salsa mendapatkan pengakuan cinta. Sudah ada banyak surat cinta di mejanya terakhir kali, Salsa mengumpulkannya namun sama sekali tidak memperdulikannya. Ia hanya meletakkannya di sebuah kotak, lalu mengabaikannya. Namun Ilham berbeda, pernyataan cintanya terlalu tulus, keramaiannya terlalu menyebar luas. Karena status Ilham ada di sana, Dia adalah seorang ketua badan Eksekutif Mahasiswa, gerak-geriknya dipantau oleh seluruh kampus. Bahkan termasuk dosen-dosen mereka.Salsa membuka mulutnya, hampir semua orang jelas sudah menantikan jawabannya. Mereka berpikir, menduga, dan mengira h

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 152

    Di universitas, Salsa tidak bisa fokus pada mata kuliahnya hari ini. Sepanjang jam kuliah, ia memandang ke arah handphone. Takut sewaktu waktu Akas menghubunginya karena sesuatu terjadi di rumah, namun karena ia terlambat mengangkatnya akan menjadi bencana.Hingga mata kuliah berakhir, Salsa menghela nafas lega. Sepertinya Akas baik baik saja, ia mengambil handphone nya dan menanyakan tentang kondisi pihak lain. Namun lama tidak mendapat jawaban dari Akas membuatnya merasa kecewa."Kenapa nona muda? Kenapa rasanya hari ini kamu sangat murung dan tidak fokus?" Tanya Rosa yang baru saja tiba membawa berbagai bingkisan makanan di tangannya. Salsa mendongak dengan kesal karena pesannya masih belum juga dibalas. Melihat makanan di pelukan Rosa, ia mengambil satu satu di antaranya begitu saja.Rosa terkejut mendapati bahwa suasana hati Salsa memang sangat buruk belakangan ini. Tiga hari ia diam dan terus merenung di kelas, ia tidak fokus dan menatap handphone nya lama sekali. Ia mengira har

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 151

    Dimas baru saja pergi, Akas bersandar di sofa dengan lelah. Pusing yang awalnya mereda kembali terasa sakit sekarang. Akas memejamkan matanya, mulai mengistirahatkan dirinya sendiri. Jika tidak, ketika Salsa kembali, ia akan melihatnya kembali jatuh sakit. Akas mungkin akan di omeli selama tiga hari tiga malam. Tidak apa apa jika hanya berteriak dan membentak, namun jika harus perang dingin lagi, Akas tidak mampu.Pada saat ini, telephone nya berdering. Akas mengangkat ponselnya dan melihat bahwa yang menghubunginya adalah ibunya. Firasat buruk merasuk dalam benak Akas. Apa yang terjadi di mall beberapa waktu yang laku pasti sudah sampai di telinga ibunya. Meski Akas tidak ingin mengangkat telepon, bagaimanapun pihak lain adalah ibunya. Akas tidak bisa mengabaikan nya.Begitu telephone terhubung, anehnya Diana tidak langsung berbicara. Kesunyian itu berlangsung cukup lama meski telephone sudah terhubung. Jantung Akas berdegup dengan kencang, ia tahu bahwa diam dari ibunya adalah masal

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 97

    Ketika waktu tiup lilin tiba, seluruh ruangan menjadi gelap. Tirai dijatuhkan menghalangi sinar matahari. Akas mengusap puncak kepala Salsa dan berkata, "Ayo, katakan harapanmu." Salsa mengedipkan matanya, hatinya menghangat. Ia bahkan menduga bahwa Hendry sudah melupakan hari apa hari ini, namun p

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 59

    Mata memerah yang membengkak, terdapat beberapa goresan di sekitar mata Salsa yang mungkin disebabkan dari gesekan antara pakaiannya dan matanya. Hidungnya memerah dan bibirnya pucat pasi. Alisnya mengerut tampak menahan rasa sakit yang membuat Akas ketakutan setengah mati."Salsa? Salsa? Sayangku?

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 55

    "karena itulah kita tidak bisa bertindak sembarangan sebelumnya. Namun sudah berhari hari dan tidak ada kabar bahwa pria itu menghubungi Salsa. Apa jalang itu membuat pria tersebut marah?" Sienna bertanya tanya. Ia menuangkan wine ke dalam gelasnya dan memutar gelasnya dengan sikap yang sok, arogan

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 53

    Begitu Salsa mengantar kepergian Crystal, ia juga berbalik dan berjalan masuk kembali ke dalam rumahnya. Ia hendak naik ke atas dan kembali ke kamarnya ketika Hendry menghentikannya."Sudah berapa hari kamu kembali ke rumah tapi kamu terus bersembunyi di kamarmu. Kemarilah dan luangkan lebih banyak

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status