Home / Lainnya / Jagoan Kampung Merantau Ke Kota / Bab 186: Setengah Meter Reload

Share

Bab 186: Setengah Meter Reload

Author: Ayusqie
last update publish date: 2025-11-19 23:54:44

**

Beberapa macam penganan dihidangkan di atas meja, berdampingan dengan beberapa gelas minum untuk mereka bertiga.

“Silahkan..,” Ujar sang pramusaji sedikit takut-takut.

Ia rupanya melihat juga ketegangan yang terjadi antara Gending dan Irul beberapa saat yang  lalu.

“Terima kasih,” sahut Paman Gimun, yang asyik menggosok kacamata bulat nan klasik miliknya dengan sehelai tisu.

Ia kemudian memakai kacamatanya kembali. Gending lan

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Jagoan Kampung Merantau Ke Kota   Bab 354: Siapa Memesan Badut?

    **Tiba-tiba, Widya tersentak. Ia teringat pada sebuah cerita yang pernah ia dapat dari ibunya.Cerita itu sudah cukup lama dan ia pun telah melupakannya. Tentang meth, iya benar, Pak Syailendra juga pernah menyinggung soal itu.Pantas saja, ia merasa tidak asing dengan nama Mr Robert. Rupanya ini adalah orang yang sama, hanya saja menggunakan nama alias yang berbeda.Pada titik inilah akhirnya Widya mempercayai seribu persen keterangan Gending. Karena benang merahnya sudah ia temukan, baik pangkal mau pun ujungnya.Akan tetapi, sayangnya Widya memang benar-benar tidak mengetahui tentang satu kontainer pupuk urea yang isi sesungguhnya adalah meth itu.Widya sudah benar-benar lelah berada dalam penahanan di ruang kantor yang bau dan pengap ini.Ia sudah berkali-kali menjelaskan kepada Kelvin, bahwa ia tidak tahu menahu, dan tidak mempunyai kaitan sedikit pun dengan meth itu.Namun, mantan kekasihnya itu terus

  • Jagoan Kampung Merantau Ke Kota   Bab 353: Bujukan Kelvin

    **“Jangan berpura-pura lugu, Widya.”“A.., aku tidak tahu meth apa yang kamu maksudkan, Kelvin.”“Meth atau methampetamin.”Widya terhenyak. Meth, alias sabu.“Oh, maaf,” tukas Kelvin lagi. “Mungkin aku yang terlalu to the point. Apakah aku harus memulai segalanya dari awal?”Widya tidak menjawab. Tatapannya menusuk tajam pada Kelvin. “Baiklah kalau begitu. I will start from the beginning. Aku akan mulai dari awal. Singkat saja.”Kelvin berpindah posisi, lalu melanjutkan kata-katanya.“Dulu, semasa ayah kamu masih hidup, perusahaan Arung Bahari pernah mendapat kontrak muatan kargo dari Mr Robert.”“Akan tetapi, sayangnya ayah kamu menggelapkan sebagian barang milik Mr Robert itu. Berkali-kali Mr Robert meminta untuk dikembalikan.""Namun ayah kamu tidak punya itikad baik, dan malah menggelap

  • Jagoan Kampung Merantau Ke Kota   Bab 352: Bagai di Dalam Neraka

    **"Terus? Terus..?"“Aje gila ente!” Umpat Bang Jambrong pada Gending.“Dua orang itu menenteng pistol. Abang ditodong. Ya, mau bagaimana lagi. Abang angkat tangan dong.”“Abang langsung berlagak macam warga lokal seperti yang kamu bilang tadi. Abang pura-pura mengejar Venus. Abang terus meminta maaf, dan memohon supaya dibiarkan pergi.”“Huh! Jengkel banget Abang nih. Kalau saja kita masih punya banyak waktu, Abang akan mengumpulkan anak buah Abang, supaya menggeruduk pergudangan itu bareng-bareng.”Bang Jambrong menguraikan lagi semua keterangan yang ingin diketahui Gending. Sedetil-detilnya.Setelah semua keterangan itu didapat, Gending lantas menyandarkan punggungnya ke jok mobil.Ia bertanya dalam hati. “Setelah ini, selanjutnya bagaimana lagi?”********Detik demi detik yang dilalui Widya bagaikan di

  • Jagoan Kampung Merantau Ke Kota   Bab 351: Warga Lokal

    **Bang Jambrong berjalan sembari menuntun Venus menggunakan tali kekang. Ia baru saja keluar dari pergudangan kosong, menjalankan drama sesuai yang diarahkan oleh Gending.Setelah menyeberang jalan, Bang Jambrong teruskan langkahnya lagi sedikit jauh. Ia menoleh ke belakang sekali lagi, untuk memastikan bahwa tidak ada orang dari arah pergudangan kosong yang tengah mengawasi dirinya.Setelah merasa yakin barulah Bang Jambrong berbelok ke kanan. Venus yang dituntun tidak banyak cincong, manut saja karena telah diperkenalkan sebelumnya oleh Gending.Beberapa belas meter kemudian Bang Jambrong sampai pada mobil alphard di mana Gending menunggu.Sang ajudan ini tengah mengawasi pergudangan kosong menggunakan teropong binokular yang ia tempelkan di depan matanya.Sebenarnya, lokasi tempat ia berada ini kurang strategis untuk mengintai. Mau bagaimana lagi, ia belum berani berpindah posisi.Bang Jambrong langsung masuk ke dala

  • Jagoan Kampung Merantau Ke Kota   Bab 350: Di Sarang Penyamun

    **Widya tersadar dari pingsannya, ketika tiba-tiba ia merasakan ada yang mengelus-elus rambut dan mengusap-usap wajahnya.Oh, berapa lamakah ia tak sadarkan diri?Perlahan putri Wibisono ini membuka mata. Indera penghlihatannya menangkap warna putih dari plafon yang kusam.Pelan-pelan ia menolehkan wajah ke kanan dan kiri. Ia juga melihat dinding yang putih dan juga kusam.Pandangannya masih sedikit buram. Ketika ia memandang lagi ke depan, terlihat olehnya sosok yang mengelus kepalanya tadi.“Kelvin..?” Tanya Widya dengan suara yang lemah.Kelvin tersenyum. Ia mengangguk ramah.“Hai, honey. Syukurlah kamu sudah bangun.”Antara takut dan terkejut Widya mencoba bangkit dari posisi rebahnya. Kelvin cepat membantu, lalu menyandarkan tubuh Widya pada sofa.“Di.., di mana ini?” Tanya Widya mulai ketakutan.Sayangnya Widya tidak mengetahui, bahwa tadi malam Kelvi

  • Jagoan Kampung Merantau Ke Kota   Bab 349: Sampai Di Koordinat

    **“Bagaimana? Abang siap?” Tanya Gending.Mata Bang Jambrong seketika melotot.“Siap..?? Siap apaan dulu neh?? Siap berangkat, ya hayukk! Siap mati, ya kagak!”Tanpa berkata-kata lagi Gending kemudian memasuki mobil alphard. Venus menyusulnya masuk.Terakhir, Bang Jambrong yang memilih duduk di bangku depan supaya tidak berdekatan dengan Venus.Pak Murad kembali mengemudi mobil alphard sesuai arahan yang ia terima dari Gending. Mereka kembali memasuki jalan tol, mengarah ke barat menuju Cilegon.“Gending, kamu tahu tujuan kita ini ke mana?” Tanya Bang Jambrong masih heran.“Tentu saja.”“Dari mana kamu tahu?”“Dari titik koordinat yang diberi teman saya tadi.”“Teman? Teman kamu yang menelepon tadi? Siapa dia? Bekerja di mana dia?”Gending menghela nafas satu kali. Tidak mungkin ia membongkar jati diri Paman Gimun. A

  • Jagoan Kampung Merantau Ke Kota   Bab 112: Will You Marry Me

    **Menjelang pukul sembilan malam, semua tamu undangan sudah datang. Kelvin juga sudah hadir, dan segera menjadi magnet bagi para tamu itu.Miss Widya pun sibuk memperkenalkan pacarnya itu kepada seluruh tamu yang kebanyakan adalah sahabat lamanya.Mereka semua segera terliba

    last updateLast Updated : 2026-03-24
  • Jagoan Kampung Merantau Ke Kota   Bab 121: Silahkan Keluar Duluan

    **“Nanti aku kirimkan mereka berdua ke kamu sudah komplit terbungkus dengan kain kafan!”Mendengar semua ocehanku di telepon ini, dua orang misterius di depanku semakin tercekat saja. Kembali mereka saling melirik, dan berkomunikasi dengan bahasa kode.Sete

    last updateLast Updated : 2026-03-24
  • Jagoan Kampung Merantau Ke Kota   Bab 113: Asalkan Bersama Kamu

    **Pesta di kafe Oceanus terus berlanjut. Semua orang pun larut di dalam kemeriahan dan juga kegembiraan.Di bagian sentral sana ada Miss Widya yang berdansa dengan Kelvin. Mereka berdua melebur bersama beberapa pasangan lain yang bergoyang mengikuti irama musik. Acara

    last updateLast Updated : 2026-03-24
  • Jagoan Kampung Merantau Ke Kota   Bab 115: Sampanye

    **Sementara Kelvin menutup dan mengunci pintu, Widya berjalan sempoyongan menuju ke bagian dalam kamar kelas presidential suite yang mewah ini.Ia melintasi ruang tamu dengan langkah yang gontai. Terus berjalan, ia melewati dapur kecil dan sebuah mini bar. Tangannya ia sanggakan pa

    last updateLast Updated : 2026-03-24
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status