MasukDengan cekatan, Luo Yin segera memutar tubuhnya seraya menyiapkan bola energi Qi di tangan kanannya.
Namun, begitu melihat orang yang tadi berjalan di belakangnya, ia menurunkan tangannya. Bola energi Qi yang ia siapkan untuk menyerang meredup. Matanya berkaca-kaca melihat sosok pemuda di depannya. “Kau ... kau Luo Yi, kan?”Dari jarak beberapa tombak tempat Luo Yin dan Luo Qin berada, Luo Yi tersenyum tipis, wajahnya terlihat sangat tenang. Pemuda itu mengangguk pelan seraZhang Hao mengalirkan Qi-nya ke telapak kaki, mengaktifkan Teknik Langkah Bayangan Bulan, lalu berlari ke arah bangau raksasa itu dengan cepat.Setiap langkah ke sepuluh, sebuah replika bayangan yang menyerupai dirinya muncul dan berpencar untuk menyerang bangau itu dari segala arah.Melihat itu, bangau raksasa itu tidak tinggal diam. Beast seratus ribu tahun itu langsung melesat ke udara untuk menghindari serangan sekaligus memikirkan strategi untuk menyerang balik.Namun, dalam waktu dekat itu, Zhang Hao telah berhasil membuat seratus bayangan. Dengan kompak, ia dan seratus bayangannya membuat segel tangan, mengaktifkan Formasi Seratus Bayangan Bulan yang membentang dengan skala empat ratus tombak persegi.Karena formasi tersebut terbentuk dengan sangat cepat, bangau raksasa itu tidak memiliki kesempatan untuk kabur dan terkurung di dalam formasi.'Apa yang orang ini rencanakan?' pikir bangau raksasa itu. 'Kenapa dia mengurungku dengan formasi sebesar ini?'Tanpa berpikir lebih lanj
Angin dingin berhembus pelan di Puncak Gunung Baihe. Kabut tipis menggantung di antara pepohonan tua. Dari puncak itu, terlihat seekor bangau putih raksasa beranjak berdiri. Matanya yang tajam menatap Zhang Hao dengan penuh kebencian.Sementara itu, dari jarak dua ratus meter, Yun Xiao mencengkeram dadanya, mencoba meredamkan rasa sakit akibat aura ganas yang bangau raksasa itu pancarkan. Setiap kata yang diucapkan beast seratus ribu tahun itu seperti jarum yang menusuk jantung dan paru-parunya. Napasnya tersendat. Tubuhnya terasa berat, sulit digerakkan. Dirinya yang baru berada di Ranah Lanjutan Tahap Awal tentu tak kuasa menahan aura seganas ini.'Aku harus menjauh lebih jauh lagi. Aura Bangau Putih Seratus Ribu Tahun ini benar-benar ganas sekali,' batin Yun Xiao seraya berusaha melangkahkan kakinya meski tertatih-tatih, setiap langkah ia menjauh, rasa sakit akibat aura ganas itu berkurang.Di sisi lain, Zhang Hao telah bersiap dengan pedang besar yang berada di genggaman tanganny
"Gurumu yang telah meninggal?" ualng Luo Yi.Yun Xiao menganguk, kemudian ia melanjutkan, "Dua tahun lalu ...." Pikirannya kembali ke masa di mana gurunya masih hidup.Waktu itu, tepatnya pada malam yang sunyi di pedalaman Hutan Moyun, yang terletak di sebelah timur laut Kerajaan Li, Yun Xiao sedang duduk di depan api unggun bersama gurunya, Zhang Hao. Meski tampak seperti lima puluhan tahun, usia Zhang Hao sebenarnya adalah seratus tujuh puluh enam tahun.Sambil menatap api unggun, Yun Xiao membuka suara. "Guru, kenapa kau menyelamatkanku dan mengangkatku menjadi murid?"Pertanyaan itu membuat Zhang Hao teringat saat pertama kali melihat Yun Xiao menyelamatkan seekor kancil dari lilitan ular sanca. Sambil mengelus-elus jenggotnya, ia menatap bocah dua belas tahun itu seraya menjawab, "Karena kau anak yang baik.""Apakah hanya karena itu?" tanya Yun Xiao.Zhang Hao menjelaskan, "Dunia kultivasi yang kejam ini membutuhkan seseorang yang berhati mulia sepertimu. Kancil saja kau selamatk
"Berapa usiamu, Tuan Muda Xiao?" tanya Chen Kai."Empat belas tahun, Paman," jawab Yun Xiao.Chen Kai menatap wajah Yun Xiao dengan serius, mencoba mencari tanda-tanda kebohongan di sana, tetapi ia tidak menemukannya sedikit pun.Ia kemudian menoleh ke arah Luo Yi seraya bertanya, "Lalu, berapa usiamu, Tuan Muda Luo?""Usia saya tujuh belas tahun, Paman," jawab Luo Yi dengan tenang.Mendengar Luo Yi menjawab dengan setenang itu, Chen Kai juga kesulitan mencari tanda-tanda kebohongan dalam diri pemuda itu. Namun, ia juga sulit percaya pada jawaban mereka.Chen Kai bisa merasakan aura Ranah Tinggi Tahap Delapan dalam diri Yun Xiao, tetapi ia sama sekali tidak dapat merasakan aura kultivasi dalam diri Luo Yi.Ia lalu kembali menatap Yun Xiao dan bertanya, "Bagaiman caramu menerobos ke Ranah Tinggi Tahap Delapan di usia semuda itu?""Apa?!" kata Chen Lao dan Tang Yue secara bersamaan, terkejut. Pasalnya, ranah setingi itu kekuatannya setara dengan jenderal kerajaan. "Ranah Tinggi Tahap De
Halaman Kediaman Tabib Chen mulai tenggelam dalam sunyi. Chen Jia tak lagi bertanya, ia hanya diam memperhatikan Luo Yi yang tampak terpaku menatap langit jingga yang mulai memudar. Cahaya senja menyapu wajah tenang pemuda itu, menciptakan bayangan panjang di atas tanah."Kakak Yi, hari sudah sore. Ayo kita masuk," ajak Chen Jia memecah keheningan seraya beranjak berdiri.Luo Yi menoleh pelan, tersenyum tipis. "Kau duluan saja."Chen Jia mengangguk patuh. Namun, tepat saat ia hendak berbalik, dua sosok muncul di pintu gerbang. Mata bocah itu seketika berseri, beban di pundaknya seolah menguap saat melihat siapa yang datang."Ayah! Ibu!"Tanpa menunggu lama, Chen Jia berlari kencang, menyambut kedatangan mereka dengan penuh suka cita.Sepasang pria dan wanita yang tampak berusia dua puluh lima tahunan itu tersenyum, lalu memeluk Chen Jia saat anak itu berada di hadapan mereka."Benarkah kau sudah bisa mendengar, Nak?" tanya Tang Yue, ibu Chen Jia."Iya, Ibu, aku sudah bisa mendengar,"
Setelah mengirim bayangan untuk mengawasi tubuh Yin Yao, Luo Yi turun dari ranjang dan keluar dari kamar itu. Ia membiarkan Yun Xiao yang masih berkultivasi.Luo Yi mendapat kabar bahhwa orang tua Chen Jia akan datang sore ini.Sebelumnya juga Chen Lao menyuruh Luo Yi dan Yun Xiao untuk menginap di kediamanya malam ini, karena kedua orang tua Chen Jia mengirim pesan bahwa mereka ingin bertemu dengan penyelamat putra mereka.Luo Yi pun menyetujuinya dengan senang hati, karena tugasnya di sini juga belum selesai. Meskipun tugas menyembuhkan Chen Jia sudah selesai, tetapi ia masih harus mengawasi dan menjaga tubuh Yin Yao, karena jiwanya masih berada dalam dunia ilusi.Ia dapat memperkirakan, bahwa iblis yang dulu menyelamatkan Yin Yao itu akan datang untuk membunuh pria itu, karena setelah Yin Yao keluar dari dunia ilusinya, maka ia sudah bukan lagi kultivator aliran gelap.Jika bayangan cahaya yang ia kirim melihat datangnya iblis itu, maka saat itu juga ia akan menyegelnya.Saat melih
Terlihat pada sebuah Gazebo yang terletak di tengah-tengah taman umum Kota Xianglu, seorang anak kecil memandang ke arah air mancur seraya berkata, “Paman, kenapa aku tidak bisa mendengar suara air mancur itu? Padahal biasanya ketika aku datang ke sini, aku selalu mendengar suara percikan air mancu
Mendengar itu, Qing Xuejia tersenyum sebelum menjawab, “Baiklah, saya akan menjaganya dengan baik.”“Kalau begitu ...,” ucap Luo Yi seraya mengeluarkan sesuatu dari cincin penyimpanan. Seketika, pakaian linen yang ia kenakan berganti menjadi jubah biru kehijauan. “Aku akan berpamitan kepada Dewan A
Qing Ling menatap ke arah Qing Xuejia sebelum berkata, ‘Kenapa pengembara itu lama sekali?’ Qing Ying menoleh ke belakang, memperhatikan anggota regunya yang sudah mulai kelelahan, karena energi mereka terus-menerus terkuras untuk mempertahankan Formasi Empat Arah Mata Angin ini. ‘Jika terlalu lam
Mendengar perkataan Qing Xuejia, sebagian orang ada yang heran, sebagian ada yang tertawa, sebagian ada yang bertanya-tanya dalam hati, apakah apa yang dikatakan Luo Yi benar kalau Qing Xuejia tidak akan membahayakan Klan Qing lagi? Sebagian orang yang bertanya-tanya dalam hati seperti itu adalah







