Masuk"Berapa usiamu, Tuan Muda Xiao?" tanya Chen Kai."Empat belas tahun, Paman," jawab Yun Xiao.Chen Kai menatap wajah Yun Xiao dengan serius, mencoba mencari tanda-tanda kebohongan di sana, tetapi ia tidak menemukannya sedikit pun.Ia kemudian menoleh ke arah Luo Yi seraya bertanya, "Lalu, berapa usiamu, Tuan Muda Luo?""Usia saya tujuh belas tahun, Paman," jawab Luo Yi dengan tenang.Mendengar Luo Yi menjawab dengan setenang itu, Chen Kai juga kesulitan mencari tanda-tanda kebohongan dalam diri pemuda itu. Namun, ia juga sulit percaya pada jawaban mereka.Chen Kai bisa merasakan aura Ranah Tinggi Tahap Delapan dalam diri Yun Xiao, tetapi ia sama sekali tidak dapat merasakan aura kultivasi dalam diri Luo Yi.Ia lalu kembali menatap Yun Xiao dan bertanya, "Bagaiman caramu menerobos ke Ranah Tinggi Tahap Delapan di usia semuda itu?""Apa?!" kata Chen Lao dan Tang Yue secara bersamaan, terkejut. Pasalnya, ranah setingi itu kekuatannya setara dengan jenderal kerajaan. "Ranah Tinggi Tahap De
Halaman Kediaman Tabib Chen mulai tenggelam dalam sunyi. Chen Jia tak lagi bertanya, ia hanya diam memperhatikan Luo Yi yang tampak terpaku menatap langit jingga yang mulai memudar. Cahaya senja menyapu wajah tenang pemuda itu, menciptakan bayangan panjang di atas tanah."Kakak Yi, hari sudah sore. Ayo kita masuk," ajak Chen Jia memecah keheningan seraya beranjak berdiri.Luo Yi menoleh pelan, tersenyum tipis. "Kau duluan saja."Chen Jia mengangguk patuh. Namun, tepat saat ia hendak berbalik, dua sosok muncul di pintu gerbang. Mata bocah itu seketika berseri, beban di pundaknya seolah menguap saat melihat siapa yang datang."Ayah! Ibu!"Tanpa menunggu lama, Chen Jia berlari kencang, menyambut kedatangan mereka dengan penuh suka cita.Sepasang pria dan wanita yang tampak berusia dua puluh lima tahunan itu tersenyum, lalu memeluk Chen Jia saat anak itu berada di hadapan mereka."Benarkah kau sudah bisa mendengar, Nak?" tanya Tang Yue, ibu Chen Jia."Iya, Ibu, aku sudah bisa mendengar,"
Setelah mengirim bayangan untuk mengawasi tubuh Yin Yao, Luo Yi turun dari ranjang dan keluar dari kamar itu. Ia membiarkan Yun Xiao yang masih berkultivasi.Luo Yi mendapat kabar bahhwa orang tua Chen Jia akan datang sore ini.Sebelumnya juga Chen Lao menyuruh Luo Yi dan Yun Xiao untuk menginap di kediamanya malam ini, karena kedua orang tua Chen Jia mengirim pesan bahwa mereka ingin bertemu dengan penyelamat putra mereka.Luo Yi pun menyetujuinya dengan senang hati, karena tugasnya di sini juga belum selesai. Meskipun tugas menyembuhkan Chen Jia sudah selesai, tetapi ia masih harus mengawasi dan menjaga tubuh Yin Yao, karena jiwanya masih berada dalam dunia ilusi.Ia dapat memperkirakan, bahwa iblis yang dulu menyelamatkan Yin Yao itu akan datang untuk membunuh pria itu, karena setelah Yin Yao keluar dari dunia ilusinya, maka ia sudah bukan lagi kultivator aliran gelap.Jika bayangan cahaya yang ia kirim melihat datangnya iblis itu, maka saat itu juga ia akan menyegelnya.Saat melih
Bertepatan dengan Ting Ting Xir yang ingin memainkan seruling hitam, ketujuh bayangan itu membuat segel tangan, mengaktifkan Teknik Ilusi Bayangan Cahaya.Seketika, cahaya yang sangat terang terpancar dari tubuh ketujuh bayangan cahaya itu, membuat Ting Ting Xir tak bisa untuk tidak menutup mata karena saking silaunya. Pria itu bahkan tidak sempat memainkan seruling hitamnya.Merasa cahaya yang sangat terang itu kini telah sirna, Ting Ting Xir membuka matanya perlahan. menyadari tempat ia berdiri kini telah berbeda dari sebelumnya, seketika matanya langsung melebar, karena sejauh mata memandang, yang ia lihat hanyalah padang pasir."Di mana ini?" ujarnya seraya memutar tubuhnya ke segala arah dengan gelisah.Lalu, sebuah suara tanpa rupa tiba-tiba menggema dari arah langit. "Selamat datang di dunia ilusiku."***Siang itu, dalam sebuah kamar di Kediaman Tabib Chen, terlihat Luo Yi sedang duduk bersila di atas ranjang dengan kedua mata terpejam.Di sampingnya, Yun Xiao juga melakukan h
Luo Yi mengangguk. "Ya.""Di mana kultivator aliran hitam itu sekarang, dan apa yang sedang dia lakukan sekarang?" tanya penjaga gerbang itu. "Kami akan melaporkan kepada Wali Kota agar beliau mengutus para kultivator untuk menangani kasus ini.""Kalian tenang saja," kata Luo Yi. "Bayangan saya bisa menangani masalah ini."Kedua prajurit penjaga gerbang menaikan alisnya. "Bayangan?" ulang keduanya."Ya," kata Luo Yi. "Semalam, aku telah membuat tujuh bayangan di Hutan Xuanyan. Dan kini, salah satu bayanganku sedang berhadapan dengan kultivator aliran hitam itu.""Bayangan saja tidak mungkin cukup untuk mengalahkan kultivator aliran hitam itu," kata salah satu penjaga gerbang. "Kami tetap kan melaporkan masalah ini kepada Wali Kota.""Kami permisi!" Kedua prajurit penjaga gerbang itu langsung berlalu pergi begitu saja tanpa menunggu respon dari Luo Yi, tetapi pemuda itu tetap bersikap tenang seraya memperhatikan kepergian mereka.Chen Lao menoleh ke arah pemuda yang berdiri di sampin
Setelah Luo Yi selesai memainkan seruling, Yun Xiao bertanya pada bocah di hadapannya. "Apakah sekarang kau sudah bisa mendengar, Jia'er?" Dalam satu tarikan nafas, mata Chen Jia seketika berbinar-binar. "Aku bisa mendengar!" Ia kemudian menoleh ke arah Chen Lao. "Paman, aku bisa mendengar lagi.""Benar ... kah?" tanya Chen Lao, rasa syukur dan haru tersirat dalam sorot matanya. "Hump." Chen Jia mengangguk-angguk seraya tersenyum. Chen Lao langsung maju dan memeluk keponakannya yang duduk di tepi ranjang itu. "Syukurlah, Nak! Akhirnya ada yang bisa menyembuhkanmu!" Ia kemudian menoleh ke arah Yun Xiao. "Terima kasih banyak."Yun Xiao mengangkat kedua tangannya, lalu ia menoleh ke arah Luo Yi seraya berkata, "Berterima kasihlah pada Luo Yi, tanpa bantuannya, saya juga tidak bisa berbuat apa-apa."Chen Lao beralih menoleh ke arah Luo Yi. "Terima kasih banyak telah menyembuhkan keponakanku. Berapa biaya pengobatan yang harus kubayar untuk kesembuhan keponakanku?"Luo Yi menggeleng pe
Terlihat pada sebuah Gazebo yang terletak di tengah-tengah taman umum Kota Xianglu, seorang anak kecil memandang ke arah air mancur seraya berkata, “Paman, kenapa aku tidak bisa mendengar suara air mancur itu? Padahal biasanya ketika aku datang ke sini, aku selalu mendengar suara percikan air mancu
Mendengar itu, Qing Xuejia tersenyum sebelum menjawab, “Baiklah, saya akan menjaganya dengan baik.”“Kalau begitu ...,” ucap Luo Yi seraya mengeluarkan sesuatu dari cincin penyimpanan. Seketika, pakaian linen yang ia kenakan berganti menjadi jubah biru kehijauan. “Aku akan berpamitan kepada Dewan A
Qing Ling menatap ke arah Qing Xuejia sebelum berkata, ‘Kenapa pengembara itu lama sekali?’ Qing Ying menoleh ke belakang, memperhatikan anggota regunya yang sudah mulai kelelahan, karena energi mereka terus-menerus terkuras untuk mempertahankan Formasi Empat Arah Mata Angin ini. ‘Jika terlalu lam
Mendengar perkataan Qing Xuejia, sebagian orang ada yang heran, sebagian ada yang tertawa, sebagian ada yang bertanya-tanya dalam hati, apakah apa yang dikatakan Luo Yi benar kalau Qing Xuejia tidak akan membahayakan Klan Qing lagi? Sebagian orang yang bertanya-tanya dalam hati seperti itu adalah







