แชร์

Bab 75 - Pemuda Eksentrik

ผู้เขียน: Rizki Al-Mubarok
last update วันที่เผยแพร่: 2026-07-11 12:26:59

Di pedalaman Hutan Huoluo, terdapat sebuah danau kecil yang airnya sangat jernih. Di tepi danau itu, seorang wanita muda duduk bersandar pada batang pohon sakura. Ia memainkan seruling dengan nada lembut dan menenangkan.

Tiba-tiba seekor buaya raksasa muncul dari dalam danau dan bergerak ke arah wanita itu.

Namun anehnya, wanita itu tetap berada di tempat dan memainkan seruling dengan tenang. Tidak ada sorot kepanikan sedikit pun di matanya.

Ketika buaya itu melompat dan menerjang ke arah wani
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (1)
goodnovel comment avatar
Sabam Silalahi
cerita yg sangat bagus
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 95 - Kompetisi Kerajaan Li Part 3

    Setelah Mei Hua kembali ke kursi penonton, Ratu Li Xia kemudian memanggil peserta berikutnya. "Pertandingan ketiga, Wu Zhiruo dari Sekte Bulan Merah melawan Tang Shiya.""Kepada peserta yang disebut namanya, diharapkan segera memasuki arena pertandingan."Wu Hanbing yang duduk di sebelah Wu Zhiruo berbisik pada kakak seperguruannya itu. "Balaskan dendamku, Kakak Seperguruan Wu."Wu Zhiruo hanya merespons dengan berkata, "Gadis itu kuat. Tapi aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk mengalahkannya."Wu Hanbing tersenyum seraya menepuk bahu Wu Zhiruo. "Aku mendukungmu."Pemuda berjubah ungu itu lalu memasuki arena pertandingan dengan Ilmu Meringankan Tubuh. Begitu menginjakkan kakinya di tanah arena, ia langsung disambut dengan senyuman sinis oleh Tang Shiya."Meski kau dari Sekte Bulan Merah, setidaknya kau tidak sombong seperti teman seperguruanmu itu." Tang Shiya mengangkat palu besarnya dan bersiap memasang kuda-kuda.Wu Zhiruo hanya tersenyum tipis menanggapi perkataan Tang Shiya

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 94 - Kompetisi Kerajaan Li Part 2

    Melihat itu, Tang Shiya langsung menepis gelombang energi merah tersebut dengan palunya.Gelombang energi merah itu pecah seketika, karena palu besar Tang Shiya telah dilapisi energi Qi yang cukup besar, membuat Wu Hanbing membelalakkan matanya.Melihat serangannya gagal, Wu Hanbing kembali mengayunkan pedangnya. Kali ini bertubi-tubi.Puluhan gelombang energi merah melesat, semuanya mengarah ke Tang Shiya.Dengan cekatan, Tang Shiya mengayunkan palu besarnya dengan cepat dan presisi, menepis semua serangan itu dengan akurat.Setelah itu, gadis itu memperhatikan Wu Hanbing yang mulai ngos-ngosan."Katanya baru permulaan, tapi kenapa kau kelelahan seperti itu?" tanya Tang Shiya."Ini bukan kelelahan, ini pemanasan," jawab Wu Hanbing sembari mengatur napasnya."Karena aku sudah bosan, akan kuakhiri pemanasanmu." Tang Shiya melesat ke arah Wu Hanbing seraya mengayunkan palu besarnya dengan sekuat tenaga. Wu Hanbing refleks menangkis palu itu dengan pedangnya, tetapi kali ini ia benar-be

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 93 - Kompetisi Kerajaan Li Part 1

    "Pemuda bernama Luo Yi itu tidak punya sekte?" bisik seorang pemuda berjubah oranye kepada temannya. "Lalu, pemuda di sampingnya siapa?""Entahlah," kata pemuda berjubah ungu. Pandangannya menatap lurus ke arah Yun Xiao. "Aura pemuda itu aneh. Aku merasa seperti ada kekuatan besar yang sedang dia tekan."Mendengar bisikan-bisikan di belakangnya, Yun Xiao mengatupkan rahangnya.Menyadari ekspresi wajah Yun Xiao yang berubah, Luo Yi langsung menepuk bahu sahabatnya itu. "Tenang."Yun Xiao segera menarik napas dan menekan auranya kembali. "Maaf, Kakak Yi."Luo Yi hanya merespons dengan senyum tipis, lalu kembali mengalihkan pandangannya ke arah petugas pendaftaran.Setelah menyelesaikan pendaftaran Luo Yi, petugas pendaftaran itu menanyai identitas Yun Xiao. "Nama?""Yun Xiao.""Sekte?""Tidak ada.""Baiklah," kata petugas itu. "Silahkan masuk.""Terima kasih," balas Luo Yi dan Yun Xiao secara bersamaan, kemudian mereka berjalan memasuki lorong menuju Arena Duel.Setelah memasuki Arena

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 92 - Kabar Kompetisi di Kerajaan Li

    Sore itu, setelah Yun Xiao berhasil menguasai Teknik Pedang Langit, Luo Yi memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke Kota Longmen.Dengan Teknik Pedang Langit, mereka terbang ke arah barat. Luo Yi sekarang menggunakan energi Qi Yin-nya untuk mengaktifkan Teknik Pedang Langit, membuat pedangnya memancarkan energi ungu.Mereka pergi ke Kota Longmen karena ingin mencari informasi tentang masalah yang sering terjadi di sana. Jika memang ada kegaduhan, Luo Yi akan berusaha menenangkannya.Setibanya di Kota Longmen, Luo Yi dan Yun Xiao mendarat di depan gerbang masuk kota. Sebenarnya mereka bisa saja langsung memasuki kota melalui udara dengan Teknik Pedang Langit, tetapi karena Luo Yi ingat saat pertama kali masuk Klan Qing hal tersebut memicu kegaduhan, ia memutuskan untuk tidak mengulangi tindakan yang kemungkinan akan dianggap tidak sopan itu.Setelah bernegosiasi dengan penjaga gerbang dan mendapatkan izin untuk memasuki Kota Longmen, mereka pergi ke area pasar spiritual.Saat sedan

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 91 - Latihan di Sabana

    Luo Yi dan Yun Xiao sedang terbang menggunakan Teknik Pedang Langit dan Teknik Sayap Baja dengan kecepatan sedang.Yun Xiao menoleh ke arah Luo Yi yang terbang menggunakan Teknik Pedang Langit. "Kakak Yi, ke mana lagi kita akan pergi?" "Kita turun dulu." Luo Yi menukik turun.Yun Xiao mengernyitkan dahi. Belum sempat bertanya alasannya, Luo Yi telah turun lebih dulu. "Eh, tunggu, Kakak Yi!" katanya seraya menyusul Luo Yi yang menukik turun ke sabana yang luas.Setelah mereka mendarat, Yun Xiao menonaktifkan Teknik Sayap Baja sebelum bertanya, "Kenapa kita mendarat di sini, Kakak Yi?"Luo Yi menoleh. "Aku ingin mengajarimu Teknik Pedang Langit.""Teknik Pedang Langit?" Yun Xiao mengerutkan dahinya. "Bukankah aku bisa terbang mengikutimu dengan Teknik Sayap Baja?""Sayap spiritual bangau putihmu itu terlalu mencolok," kata Luo Yi dengan tenang. "Para kultivator jenius kemungkinan besar akan menyadari kalau kau menggunakan manifestasi binatang spiritual seratus ribu tahun. Aku hanya in

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 90 - Berpamitan

    Ketika memasuki ruang utama Paviliun Utama Sekte Melodia, Luo Yi dan Yun Xiao melihat Xuan Lu sedang minum teh bersama para tetua.Melihat kedatangan mereka, Xuan Lu langsung beranjak berdiri dari duduknya, lalu melangkah menghampiri mereka dan menyapa dengan ramah."Oh, kalian ternyata. Mari kita minum teh bersama para Tetua!" tawarnya."Terima kasih, Ketua," kata Luo Yi. "Namun, kami datang kemari karena ingin berpamitan dengan Anda. Kami ingin melanjutkan perjalanan mengembara kami.""Tidak perlu buru-buru," kata Xuan Lu. "Sebaiknya kalian sarapan dulu di sini. Aku akan memerintahkan pelayan menyiapkan makanan untuk kalian."Sebelum Luo Yi sempat menolak, tiba-tiba ia mendengar suara perut Yun Xiao berbunyi. Ketua sekte terkekeh. "Sebaiknya jangan menolak tawaranku. Kasihan temanmu itu."Yun Xiao menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Hehe. Maafkan aku, Kakak Yi."Luo Yi hanya merespons dengan tersenyum tipis. "Baiklah, terima kasih, Ketua. Tawaran Anda, kami terima dengan senang

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 5 - Seruling

    “Hutan Lianhua?” Luo Yin melebarkan matanya mendengar itu, sementara raut wajahnya menyiratkan kekhawatiran. “Hutan itu kan ....”“Tidak perlu khawatir!” potong Hua Lianyi dengan tenang. “Aku pastikan putramu aman. Aku ke sini hanya mewakili Luo Yi untuk berpamitan padamu, karena putramu itu mengat

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 4 - Perpustakaan Bawah Tanah

    “Setelah pulang dari menjalankan misi, ibu pasti terkejut ketika melihat aku tidak ada di rumah,” batin Luo Yi seraya melangkah ke arah kursi. Sesampainya di depan kursi, ia duduk dengan santai, tetapi hatinya masih berkata-kata. “Ibu pasti mencariku. Aku ingin pulang, tetapi aku belum menguasai Te

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 3 - Latihan Ketenangan

    “Baik, Guru. Saya sudah siap!” jawab Luo Yi dengan antusias, dalam hati ia bergumam, “Aku akan mengembalikan kehormatan keluargaku, dan aku juga akan menjadi kuat, agar semua orang mengakuiku!”Hua Lianyi menggenggam lembut kedua lengan Luo Yi. “Duduklah dalam sikap lotus!” katanya tenang, seraya m

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 2 - Hutan Lianhua

    Jantung Luo Yi berdetak kencang saat suara gemerisik dari semak-semak semakin mendekat. Ia berharap yang muncul bukan hewan buas atau makhluk mengerikan.Namun harapannya sirna, ketika telinganya menangkap suara desisan, suara khas seekor ular.Melihat semak-semak di hutan ini setinggi pohon biasa,

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status