共有

Bab 54 - Energi Hitam

last update 公開日: 2026-01-20 13:54:33

“Baiklah, akan kuceritakan kejadian sebenarnya tentang hutan ini,” kata Yun Xiao. “Namun sebelum itu, ayo kita cari tempat yang nyaman untuk mendengarkan ceritaku, karena ceritaku ini cukup panjang.”

Tanpa menunggu respon dari lawan bicaranya, Yun Xiao membalikkan tubuhnya. Namun, tepat saat ia hendak menggunakan Ilmu Meringankan Tubuh, sebuah suara menghentikannya.

“Sebentar.”

Satu kata yang itu membuat Yun Xiao mengurungkan niat untuk menggunakan Ilmu Meringankan Tubuh.

Ia pun kemudian meno
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター
コメント (1)
goodnovel comment avatar
Sabam Silalahi
makin seru
すべてのコメントを表示

最新チャプター

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 64 - Tanaman Chao Hu Jiao

    Setelah mengirim bayangan untuk mengawasi tubuh Yin Yao, Luo Yi turun dari ranjang dan keluar dari kamar itu. Ia membiarkan Yun Xiao yang masih berkultivasi.Luo Yi mendapat kabar bahhwa orang tua Chen Jia akan datang sore ini.Sebelumnya juga Chen Lao menyuruh Luo Yi dan Yun Xiao untuk menginap di kediamanya malam ini, karena kedua orang tua Chen Jia mengirim pesan bahwa mereka ingin bertemu dengan penyelamat putra mereka.Luo Yi pun menyetujuinya dengan senang hati, karena tugasnya di sini juga belum selesai. Meskipun tugas menyembuhkan Chen Jia sudah selesai, tetapi ia masih harus mengawasi dan menjaga tubuh Yin Yao, karena jiwanya masih berada dalam dunia ilusi.Ia dapat memperkirakan, bahwa iblis yang dulu menyelamatkan Yin Yao itu akan datang untuk membunuh pria itu, karena setelah Yin Yao keluar dari dunia ilusinya, maka ia sudah bukan lagi kultivator aliran gelap.Jika bayangan cahaya yang ia kirim melihat datangnya iblis itu, maka saat itu juga ia akan menyegelnya.Saat melih

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 63 - Cahaya di Balik Bayangan

    Bertepatan dengan Ting Ting Xir yang ingin memainkan seruling hitam, ketujuh bayangan itu membuat segel tangan, mengaktifkan Teknik Ilusi Bayangan Cahaya.Seketika, cahaya yang sangat terang terpancar dari tubuh ketujuh bayangan cahaya itu, membuat Ting Ting Xir tak bisa untuk tidak menutup mata karena saking silaunya. Pria itu bahkan tidak sempat memainkan seruling hitamnya.Merasa cahaya yang sangat terang itu kini telah sirna, Ting Ting Xir membuka matanya perlahan. menyadari tempat ia berdiri kini telah berbeda dari sebelumnya, seketika matanya langsung melebar, karena sejauh mata memandang, yang ia lihat hanyalah padang pasir."Di mana ini?" ujarnya seraya memutar tubuhnya ke segala arah dengan gelisah.Lalu, sebuah suara tanpa rupa tiba-tiba menggema dari arah langit. "Selamat datang di dunia ilusiku."***Siang itu, dalam sebuah kamar di Kediaman Tabib Chen, terlihat Luo Yi sedang duduk bersila di atas ranjang dengan kedua mata terpejam.Di sampingnya, Yun Xiao juga melakukan h

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 62 - Hanya Bayangan yang Ditugaskan

    Luo Yi mengangguk. "Ya.""Di mana kultivator aliran hitam itu sekarang, dan apa yang sedang dia lakukan sekarang?" tanya penjaga gerbang itu. "Kami akan melaporkan kepada Wali Kota agar beliau mengutus para kultivator untuk menangani kasus ini.""Kalian tenang saja," kata Luo Yi. "Bayangan saya bisa menangani masalah ini."Kedua prajurit penjaga gerbang menaikan alisnya. "Bayangan?" ulang keduanya."Ya," kata Luo Yi. "Semalam, aku telah membuat tujuh bayangan di Hutan Xuanyan. Dan kini, salah satu bayanganku sedang berhadapan dengan kultivator aliran hitam itu.""Bayangan saja tidak mungkin cukup untuk mengalahkan kultivator aliran hitam itu," kata salah satu penjaga gerbang. "Kami tetap kan melaporkan masalah ini kepada Wali Kota.""Kami permisi!" Kedua prajurit penjaga gerbang itu langsung berlalu pergi begitu saja tanpa menunggu respon dari Luo Yi, tetapi pemuda itu tetap bersikap tenang seraya memperhatikan kepergian mereka.Chen Lao menoleh ke arah pemuda yang berdiri di sampin

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 61 - Kesembuhan Chen Jia

    Setelah Luo Yi selesai memainkan seruling, Yun Xiao bertanya pada bocah di hadapannya. "Apakah sekarang kau sudah bisa mendengar, Jia'er?" Dalam satu tarikan nafas, mata Chen Jia seketika berbinar-binar. "Aku bisa mendengar!" Ia kemudian menoleh ke arah Chen Lao. "Paman, aku bisa mendengar lagi.""Benar ... kah?" tanya Chen Lao, rasa syukur dan haru tersirat dalam sorot matanya. "Hump." Chen Jia mengangguk-angguk seraya tersenyum. Chen Lao langsung maju dan memeluk keponakannya yang duduk di tepi ranjang itu. "Syukurlah, Nak! Akhirnya ada yang bisa menyembuhkanmu!" Ia kemudian menoleh ke arah Yun Xiao. "Terima kasih banyak."Yun Xiao mengangkat kedua tangannya, lalu ia menoleh ke arah Luo Yi seraya berkata, "Berterima kasihlah pada Luo Yi, tanpa bantuannya, saya juga tidak bisa berbuat apa-apa."Chen Lao beralih menoleh ke arah Luo Yi. "Terima kasih banyak telah menyembuhkan keponakanku. Berapa biaya pengobatan yang harus kubayar untuk kesembuhan keponakanku?"Luo Yi menggeleng pe

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 60 - Kegagalan Ting Ting Xir

    DUAR!"Aaaargh!"Tiba-tiba ada sebuah penghalang tak kasat mata yang membuat Ting Ting Xir terpental. Meski rasa sakit menjalar di sekujur tubuhnya, ia tetap berusaha mengeluarkan energi hitamnya untuk menahan tekanan udara, agar dirinya tidak terpelanting semakin jauh.Setelah berhasil mendaratkan tubuhnya dengan aman di atas tanah padang rumput, sesuatu yang mengganjal naik ke tenggorokannya, membuatnya merasa mual, ada rasa anyir yang aneh. Tak tahan dengan semua perasaan asing itu, ia mengeluarkan seteguk darah, ini membuatnya lega dan rasa sakit di dadanya berkurang, meski nafasnya tersengal-sengal setelah itu.Ting Ting Xir mengeluarkan pil pemulih luka dari cincin penyimpanan dan menelannya, kemudian ia duduk bersila dan membuat segel pemulih sebelum memejamkan mata.Beberapa saat kemudian, ia kembali membuka mata dengan pandangan yang lebih cerah, menandakan bahwa tubuhnya telah kembali pulih. Namun, dalam sorot mata yang cerah itu, ada bara api yang menyala.Ting Ting Xir be

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 59 - Formasi Ketenangan Alam Tahap Menengah

    "Tidak mungkin!" gumam Yun Xiao lirih. Ia tidak menyangka Teknik Pelepas Energinya akan gagal. Luo Yi merasa ada sesuatu yang janggal. Ia pun langsung mengaktifkan Teknik Mata Cakrawala, dan yang ia lihat, ternyata ada aliran energi hitam sangat halus dari arah barat laut, yang terus-menerus merangsak masuk ke dalam indera pendengaran Chen Jia. Sehingga, ketika Yun Xiao melepas energi hitam pada indera pendengaran Chen Jia dengan tekniknya, Chen Jia tetap tidak mendengar apa-apa, karena ada energi hitam baru yang langsung mengikat indera pendengaran Chen Jia lagi. "Jia'er akan sembuh, kan?" tanya Chen Lao dengan penuh harap. "Tentu," jawab Luo Yi dengan tenang. "Tenang dan bersabarlah. Keponakan Anda sebentar lagi akan sembuh." Luo Yi kemudian menatatap Yun Xiao. "Sepuluh tarikan nafas setelah aku memainkan seruling, gunakan Teknik Pelepas Energi lagi." Mendengar kata 'seruling', Yun Xiao mengerutkan kening, dan seketika ia teringat dengan seruling iblis yang digunakan Ting

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 58 - Sampai di Kediaman Tabib Chen Lao

    Di Lembah Batu Hitam yang sepi, seorang pria yang tampak berusia dua puluh tujuh tahun, mengenakan jubah merah, sedang berjalan-jalan dengan santai. Dinamakan Lembah Batu Hitam karena terdapat banyak sekali batu-batu berwarna hitam pekat di daerah ini. Batu-batu tersebut dipercaya memiliki energi

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 57 - Mendatangi Kota Xianglu

    Luo Yi tetap membuka pintu rumah kayu itu dan melangkah masuk ke dalam seraya berkata, "Kau tenang saja. Ketujuh bayangan cahayaku masih aktif dan masih berjaga di setiap sudut hutan. Jika salah satu bayanganku ada yang melihat musuh, maka aku akan langsung mengetahuinya. Sebab, antara aku dan baya

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 56 - Formasi Tujuh Bayangan Cahaya

    Karena penasaran, Yun Xiao pun langsung berdiri dari duduknya dan melangkah keluar dari rumah kayu itu. Setelah Yun Xiao keluar, Luo Yi membuat segel tangan, mengaktifkan suatu teknik, dan seketika itu juga, tujuh cahaya muncul mengelilingi Luo Yi.Cahaya itu membentuk persis seperti replika tubuh

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 55 - Arti di Balik Kata 'Xir'

    Rusa itu berjingkrak-jingkrak dengan ceria seraya berkata, “Ya, aku bisa mendengar lagi! Terima kasih telah menolongku! Kalian benar-benar manusia yang baik.” Yun Xiao mengerutkan keningnya. “Kau bisa bicara dengan rusa?” “Ya.” Luo Yi mengangguk. “Aku bisa bicara dengan hewan apa pun.” Yun Xiao m

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status