Beranda / Pendekar / Jalan Sunyi sang Pendekar / Bab 54 - Energi Hitam

Share

Bab 54 - Energi Hitam

last update Tanggal publikasi: 2026-01-20 13:54:33

“Baiklah, akan kuceritakan kejadian sebenarnya tentang hutan ini,” kata Yun Xiao. “Namun sebelum itu, ayo kita cari tempat yang nyaman untuk mendengarkan ceritaku, karena ceritaku ini cukup panjang.”

Tanpa menunggu respon dari lawan bicaranya, Yun Xiao membalikkan tubuhnya. Namun, tepat saat ia hendak menggunakan Ilmu Meringankan Tubuh, sebuah suara menghentikannya.

“Sebentar.”

Satu kata yang itu membuat Yun Xiao mengurungkan niat untuk menggunakan Ilmu Meringankan Tubuh.

Ia pun kemudian meno
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Sabam Silalahi
makin seru
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 82 - Kisah Pendekar Yin Yang Part 3

    Bola Simfoni Yin Yang itu melesat bagai meteor raksasa yang jatuh dari langit, menerjang Singa Seratus Ribu Tahun itu tanpa ampun.Singa Seratus Ribu Tahun itu langsung menyalurkan seluruh energinya ke tenggorokannya, mengaktifkan Teknik Auman sang Raja Rimba, mencoba menahan serangan itu dengan seluruh sisa energi Qi yang dimilikinya. Hanya ini yang bisa dilakukannya, karena binatang spiritual raksasa itu tidak bisa menggerakkan tubuhnya yang terjerat jaring laba-laba Arachna.GROAAAR!Auman bertekanan tinggi dan Bola Simfoni Yin Yang itu bertabrakan, saling menekan dengan kekuatan yang nyaris seimbang. Hingga dalam waktu tujuh tarikan napas kemudian, terjadilah ledakan dahsyat di udara.DUAAAR!Tekanan dari gelombang ledakan itu membuat tanah yang dipijak Singa Seratus Ribu Tahun itu ambrol, membentuk kawah berdiameter sekitar tiga puluh tombak. Sementara nasib singa raksasa itu mengenaskan sekali. Tubuhnya tergeletak lemas di tengah-tengah kawah yang baru saja terbentuk itu, seola

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 81 - Kisah Pendekar Yin Yang Part 2

    Dengan Ilmu Meringankan Tubuh, Kapten Yu Kai melesat ke arah Singa Seratus Ribu Tahun itu seraya mengayunkan pedangnya secara vertikal.Menyadari serangan itu, singa raksasa itu langsung mengaum. Auman bertekanan tinggi dari binatang spiritual seratus ribu tahun itu membuat tubuh Yu Kai terdorong ke belakang.'Kuat sekali tekanan aumannya!' pekik Yu Kai dalam hati seraya melakukan putaran di udara dan mendarat dengan aman di daratan. Debu-debu yang berterbangan membuat penglihatannya sedikit terhalang.Dari jarak seratus lima puluh tombak di atas daratan, dengan Teknik Pedang langit Luo Han dan Luo Yunxi sedang mengawasi pertarungan antara Yu Kai dan Singa Seratus Ribu Tahun itu, bersiap melakukan serangan Teknik Kombinasi Simfoni Yin Yang ketika mendapat instruksi dari sang kapten.Meski Luo Han kultivasinya hanya Ranah Tinggi Tahap Awal dan Luo Yunxi masih berada di Ranah Lanjutan Tahap Sembilan, kekuatan mereka akan meningkat tujuh kali lipat lebih kuat jika mereka menggabungkan ke

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 80 - Kisah Pendekar Yin Yang Part 1

    Bab 80 - Kisah Pendekar Yin Yang "Terima kasih atas tawarannya, Ketua," kata Luo Yi dengan tenang. "Namun, kami ingin melanjutkan perjalanan mengembara saja, karena saya merasa masih banyak kegaduhan yang belum ditenangkan." "Baiklah kalau begitu," kata Xuan Lu. "Namun, sebelum kalian pergi, bolehkah aku bertanya sesuatu?" Luo Yi mengangguk. "Silahkan, Ketua." "Sebelum menanyakannya, aku ingin memberitahu bahwa pertanyaan ini mungkin akan sedikit menyinggungmu," kata Xuan Lu. "Ketua tidak perlu khawatir soal itu," kata Luo Yi dengan tenang. "Silahkan tanyakan saja." "Baiklah, maaf ...." Xuan Lu lalu mengambil nafas dalam-dalam sebelum bertanya, "Apakah dantianmu cacat?" Alis Yun Xiao terangkat mendengar itu. Luo Yi menatap Xuan Lu beberapa saat, lalu ia mengangguk dengan tenang. "Benar, Ketua. Dantian saya memang telah cacat sejak lahir, karena saya tidak mampu mewarisi kekuatan orangtua saya." Yun Xiao yang sejak tadi hanya diam menyimak akhirnya tak bisa untuk tidak bertany

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 79 - Diterimanya Yin Yao Kembali

    Setelah tujuh pembakaran dupa berlalu, akhirnya Xuan Lu membuka matanya. Ia masih terbaring di lantai bambu gazebo taman Paviliun Tamu dengan kepalanya yang kini telah bertumpu pada bantal.Sesaat pandangannya agak buram, lalu perlahan kembali jernih. Ketika ia menyadari bahwa dirinya telah kembali ke dunia nyata, ia langsung beranjak duduk dan menoleh ke kanan dan ke kiri."Apakah aku sudah kembali?" Xuan Lu langsung mencengkeram bantal yang baru saja digunakannya untuk memastikan. Ketika ia berhasil mengangkat bantal itu, ia bernapas lega. "Akhirnya aku telah kembali."Ia lalu menoleh ke kanan dan ke kiri, tetapi ia tidak mendapati dua pemuda yang sebelumnya bersamanya. Xuan Lu kemudian beranjak keluar dari gazebo, lalu tanpa diduga ia melihat Luo Yi dan Yun Xiao duduk di bawah pohon bunga persik. Ia langsung berjalan ke arah mereka.Luo Yi langsung berdiri, begitu pula dengan Yun Xiao. Mereka menangkupkan tinju di depan dada."Selamat datang kembali, Tuan Xuan," kata Luo Yi dengan

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 78 - Ilusi Nada Masa Lalu

    Ketua sekte mengerutkan kening. "Kenapa kau mengeluarkan seruling?""Karena seruling ini yang akan menceritakannya pada Anda," jawab Luo Yi dengan tenang.Ketua sekte dibuat semakin heran dengan jawaban Luo Yi, bahkan Yun Xiao yang sudah beberapa hari bersama Luo Yi juga merasa heran."Bagaimana mungkin seruling bisa melakukan itu?" tanya ketua sekte."Tentu saja bisa," jawab Luo Yi dengan tenang. "Dalam setiap alunan nada, terdapat jejak masa lalu. Dari situlah Anda dapat melihat masa lalu." "Aku tidak mengerti maksudmu, tapi mungkin aku akan mengerti setelah kau menunjukkannya," kata ketua sekte. "Silahkan tunjukkan saja."Luo Yi mengangguk, lalu ia meniup seruling perak itu, memainkan nada lembut yang menenangkan jiwa.Mendengar permainan seruling Luo Yi, tiba-tiba ketua sekte teringat sesuatu. "Lagu ini ... sepertinya aku pernah mendengarnya," batin ketua sekte. "Kalau tidak salah ...." Ketua sekte membulatkan matanya ketika teringat sesuatu. "Ini lagu yang terakhir yang dimain

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 77 - Sebelum Melodi Dimulai

    Setelah menunggu beberapa dupa terbakar, akhirnya para pasukan pemanah itu terbangun dan keluar dari dunia ilusi Luo Yi."Sekarang, Anda bisa bertanya kepada mereka," kata Luo Yi dengan tenang. "Tanyakan pada mereka, apa yang mereka lihat dan rasakan di dunia ilusi itu."Ketua sekte menatap Luo Yi beberapa saat, kemudian ia mengangguk. "Baiklah."Ketua sekte melangkah mendekati mereka. Pasukan pemanahnya itu langsung menunduk begitu melihat ketua sekte berjalan mendekat. Namun, sebelum mereka menundukkan kepala, ia melihat perubahan ekspresi yang berbeda di wajah mereka.Setelah jarak antara ia dan pasukan pemanahnya hanya terpaut tiga tombak saja, pandangannya menyusuri tubuh mereka satu per satu sebelum berkata, "Katakan padaku, apakah kalian baru saja bermimpi berada di sebuah dunia ilusi?"Hening sejenak, hingga akhirnya salah satu dari mereka angkat bicara, "Yang kami lihat seolah bukan mimpi, Ketua."Ketua sekte menaikkan sebelah alis. "Maksudmu?"Pasukan pemanah yang lain menya

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 53 - Pertemuan antara Dua Pengembara

    “Tidak akan kubiarkan!” kata seseorang yang berada di belakang Luo Yi. “Tiadak akan kubiarkan kau merebut jatahku!”Meski Luo Yi tidak mengerti dengan maksud ucapan seseorang yang di belakangnya itu, ia tetap tenang dan wajahnya tetap datar—tidak ada kerutan sedikit pun di dahinya.“Apa yang kau ma

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 52 - Misteri Hilangnya Indera Pendengaran

    Terlihat pada sebuah Gazebo yang terletak di tengah-tengah taman umum Kota Xianglu, seorang anak kecil memandang ke arah air mancur seraya berkata, “Paman, kenapa aku tidak bisa mendengar suara air mancur itu? Padahal biasanya ketika aku datang ke sini, aku selalu mendengar suara percikan air mancu

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 44 - Dalang di Balik Munculnya Siluman Kijang Serigala

    Di pedalaman Hutan Huoluo, terdapat satu bangunan yang sangat besar. Ada banyak ruangan di dalam bangunan ini. Di salah satu ruangan terdalam, terlihat seorang pria berjubah putih dan mengenakan kacamata tengah sibuk dengan pekerjaannya.Tangan pria itu dengan lincah menekan-nekan tombol keyboard.

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 43 - Arti dari Kekuatan Sejati

    “Tidak mungkin. Anda pasti bercanda.” Qing Yue memperhatikan wajah Luo Yi dengan seksama, mencoba mencari kebohongan di sana. Namun, ia tidak menemukan tanda-tanda kebohongan dalam ekspresi datar yang ditunjukkan Luo Yi.“Saya tidak bercanda,” kata Luo Yi. “Memang seperti itulah kenyataannya.”Qing

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status