หน้าหลัก / Pendekar / Jalan Sunyi sang Pendekar / Bab 97 - Kompetisi Kerajaan Li Part 5

แชร์

Bab 97 - Kompetisi Kerajaan Li Part 5

ผู้เขียน: Rizki Al-Mubarok
last update วันที่เผยแพร่: 2026-08-23 23:51:24

Luo Yi mengangguk, lalu mengikuti Ratu Li Xia yang melompat dengan Ilmu Meringankan Tubuh ke tempat di mana kursi singgasananya berada.

Meski masih berada di Arena Duel, tempat ini terletak di bagian paling tinggi dan dikhususkan untuk sang ratu beserta para petugas yang menemaninya. Jadi, percakapan antara Ratu Li Xia dan Luo Yi di sini tidak akan diketahui siapa pun selain orang yang berada di tempat khusus ini.

Ratu Li Xia duduk di singgasananya. Ia memiringkan kepala dan menopangnya dengan
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 97 - Kompetisi Kerajaan Li Part 5

    Luo Yi mengangguk, lalu mengikuti Ratu Li Xia yang melompat dengan Ilmu Meringankan Tubuh ke tempat di mana kursi singgasananya berada. Meski masih berada di Arena Duel, tempat ini terletak di bagian paling tinggi dan dikhususkan untuk sang ratu beserta para petugas yang menemaninya. Jadi, percakapan antara Ratu Li Xia dan Luo Yi di sini tidak akan diketahui siapa pun selain orang yang berada di tempat khusus ini.Ratu Li Xia duduk di singgasananya. Ia memiringkan kepala dan menopangnya dengan tangan. Tatapannya lurus ke arah Luo Yi. "Setelah mengetahui tingkat kultivasimu, tanpa dilanjutkan pun aku sudah tahu kalau kau yang akan menang."Luo Yi membalas tatapan sang ratu dengan tenang. "Kalau begitu, saya tidak perlu ikut kompetisi."Ratu Li Xia langsung mengangkat kepala. "Tidak ikut kompetisi?" ulangnya.Luo Yi mengangguk. "Ya, Yang Mulia."Ratu Li Xia mengerutkan keningnya. "Lalu apa tujuanmu datang kemari?""Mencegah terjadinya kegaduhan seperti yang baru saja akan terjadi."Ra

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 96 - Kompetisi Kerajaan Li Part 4

    Melihat Wu Zhiruo akan terkena pukulan palu besar Tang Shiya, Luo Yi langsung berdiri dan mengaktifkan Teknik Langkah Tenang Menghanyutkan.Dalam sekejap mata, ia telah muncul di dekat Tang Shiya dan langsung menahan palu besar itu dengan tangan kirinya yang telah ia lapisi energi Yin. Tang Shiya melebarkan matanya. 'Energi Yin? Teknik Teleportasi?' pikirnya. Namun, begitu merasakan aura kultivasi Luo Yi hanya Ranah Tinggi Tahap Lima, gadis itu kembali bergumam dalam hati. 'Tidak, bukan Teknik Teleportasi. Teknik Teleportasi hanya bisa digunakan Kultivator Ranah Legenda. Tapi, ranah kultivasi pemuda ini cukup tinggi dan memiliki energi Yin.'Sementara itu, suasana mendadak sunyi. Beberapa saat kemudian, bisik-bisik mulai terdengar di antara para penonton.Yun Xiao melebarkan mata saat tiba-tiba Luo Yi menghilang di sampingnya. Pandangannya kemudian tak lepas dari Luo Yi yang kini sudah berada di arena pertandingan."Teknik apa yang baru saja digunakan Kakak Yi?" gumamnya.Di arena p

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 95 - Kompetisi Kerajaan Li Part 3

    Setelah Mei Hua kembali ke kursi penonton, Ratu Li Xia kemudian memanggil peserta berikutnya. "Pertandingan ketiga, Wu Zhiruo dari Sekte Bulan Merah melawan Tang Shiya.""Kepada peserta yang disebut namanya, diharapkan segera memasuki arena pertandingan."Wu Hanbing yang duduk di sebelah Wu Zhiruo berbisik pada kakak seperguruannya itu. "Balaskan dendamku, Kakak Seperguruan Wu."Wu Zhiruo hanya merespons dengan berkata, "Gadis itu kuat. Tapi aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk mengalahkannya."Wu Hanbing tersenyum seraya menepuk bahu Wu Zhiruo. "Aku mendukungmu."Pemuda berjubah ungu itu lalu memasuki arena pertandingan dengan Ilmu Meringankan Tubuh. Begitu menginjakkan kakinya di tanah arena, ia langsung disambut dengan senyuman sinis oleh Tang Shiya."Meski kau dari Sekte Bulan Merah, setidaknya kau tidak sombong seperti teman seperguruanmu itu." Tang Shiya mengangkat palu besarnya dan bersiap memasang kuda-kuda.Wu Zhiruo hanya tersenyum tipis menanggapi perkataan Tang Shiya

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 94 - Kompetisi Kerajaan Li Part 2

    Melihat itu, Tang Shiya langsung menepis gelombang energi merah tersebut dengan palunya.Gelombang energi merah itu pecah seketika, karena palu besar Tang Shiya telah dilapisi energi Qi yang cukup besar, membuat Wu Hanbing membelalakkan matanya.Melihat serangannya gagal, Wu Hanbing kembali mengayunkan pedangnya. Kali ini bertubi-tubi.Puluhan gelombang energi merah melesat, semuanya mengarah ke Tang Shiya.Dengan cekatan, Tang Shiya mengayunkan palu besarnya dengan cepat dan presisi, menepis semua serangan itu dengan akurat.Setelah itu, gadis itu memperhatikan Wu Hanbing yang mulai ngos-ngosan."Katanya baru permulaan, tapi kenapa kau kelelahan seperti itu?" tanya Tang Shiya."Ini bukan kelelahan, ini pemanasan," jawab Wu Hanbing sembari mengatur napasnya."Karena aku sudah bosan, akan kuakhiri pemanasanmu." Tang Shiya melesat ke arah Wu Hanbing seraya mengayunkan palu besarnya dengan sekuat tenaga. Wu Hanbing refleks menangkis palu itu dengan pedangnya, tetapi kali ini ia benar-be

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 93 - Kompetisi Kerajaan Li Part 1

    "Pemuda bernama Luo Yi itu tidak punya sekte?" bisik seorang pemuda berjubah oranye kepada temannya. "Lalu, pemuda di sampingnya siapa?""Entahlah," kata pemuda berjubah ungu. Pandangannya menatap lurus ke arah Yun Xiao. "Aura pemuda itu aneh. Aku merasa seperti ada kekuatan besar yang sedang dia tekan."Mendengar bisikan-bisikan di belakangnya, Yun Xiao mengatupkan rahangnya.Menyadari ekspresi wajah Yun Xiao yang berubah, Luo Yi langsung menepuk bahu sahabatnya itu. "Tenang."Yun Xiao segera menarik napas dan menekan auranya kembali. "Maaf, Kakak Yi."Luo Yi hanya merespons dengan senyum tipis, lalu kembali mengalihkan pandangannya ke arah petugas pendaftaran.Setelah menyelesaikan pendaftaran Luo Yi, petugas pendaftaran itu menanyai identitas Yun Xiao. "Nama?""Yun Xiao.""Sekte?""Tidak ada.""Baiklah," kata petugas itu. "Silahkan masuk.""Terima kasih," balas Luo Yi dan Yun Xiao secara bersamaan, kemudian mereka berjalan memasuki lorong menuju Arena Duel.Setelah memasuki Arena

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 92 - Kabar Kompetisi di Kerajaan Li

    Sore itu, setelah Yun Xiao berhasil menguasai Teknik Pedang Langit, Luo Yi memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke Kota Longmen.Dengan Teknik Pedang Langit, mereka terbang ke arah barat. Luo Yi sekarang menggunakan energi Qi Yin-nya untuk mengaktifkan Teknik Pedang Langit, membuat pedangnya memancarkan energi ungu.Mereka pergi ke Kota Longmen karena ingin mencari informasi tentang masalah yang sering terjadi di sana. Jika memang ada kegaduhan, Luo Yi akan berusaha menenangkannya.Setibanya di Kota Longmen, Luo Yi dan Yun Xiao mendarat di depan gerbang masuk kota. Sebenarnya mereka bisa saja langsung memasuki kota melalui udara dengan Teknik Pedang Langit, tetapi karena Luo Yi ingat saat pertama kali masuk Klan Qing hal tersebut memicu kegaduhan, ia memutuskan untuk tidak mengulangi tindakan yang kemungkinan akan dianggap tidak sopan itu.Setelah bernegosiasi dengan penjaga gerbang dan mendapatkan izin untuk memasuki Kota Longmen, mereka pergi ke area pasar spiritual.Saat sedan

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 7 - Pertemuan Tak Terduga

    “Luo Yi, kaukah itu?”Suara lembut namun penuh rasa tak percaya itu membuat langkah Luo Yi terhenti. Ia menoleh perlahan ke arah sumber suara.Sekitar tujuh tombak dari tempatnya berdiri, tampak seorang gadis berdiri di dekat gerbang Klan Qiau. Jubah putih gading yang dikenakannya tampak berkilau s

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 6 - Kembali

    Luo Yi menghela nafas. “Ternyata Anda Guru, saya pikir orang lain,” katanya seraya menatap Hua Lianyi yang muncul dari pintu masuk tangga spiral.“Aku hanya sedang menguji ketenanganmu,” kata Hua Lianyi dengan tenang. “Tetaplah tenang dalam kondisi apa pun, Yi'er.”“Saya benar-benar tidak menduga k

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 5 - Seruling

    “Hutan Lianhua?” Luo Yin melebarkan matanya mendengar itu, sementara raut wajahnya menyiratkan kekhawatiran. “Hutan itu kan ....”“Tidak perlu khawatir!” potong Hua Lianyi dengan tenang. “Aku pastikan putramu aman. Aku ke sini hanya mewakili Luo Yi untuk berpamitan padamu, karena putramu itu mengat

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 4 - Perpustakaan Bawah Tanah

    “Setelah pulang dari menjalankan misi, ibu pasti terkejut ketika melihat aku tidak ada di rumah,” batin Luo Yi seraya melangkah ke arah kursi. Sesampainya di depan kursi, ia duduk dengan santai, tetapi hatinya masih berkata-kata. “Ibu pasti mencariku. Aku ingin pulang, tetapi aku belum menguasai Te

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status