Share

Bab 128

Auteur: Itsmoore
last update Dernière mise à jour: 2026-02-28 18:27:21

"Jelaskan padaku sekarang juga, apa isi makna pesan teks panjangmu itu, menggunakan struktur bahasa lisan murni," perintah Felicia menuntut laporan audio verbal secara langsung, dari rekan kerja pria kekasihnya itu.

"Argan mendobrak masuk ke ruanganku, menggunakan dorongan bahu kanan, yang merusak baut, pada engsel pintuku," jelas Dokter Hadi menceritakan urutan tindakan mekanis agresif Argan, secara gamblang dan runtut.

"Apakah Argan benar-benar menggunakan, kekerasan suara ver

Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Latest chapter

  • Jangan Baca Novel Ini!   Bab 129

    "Aplikasi keamanan ini memberikan peringatan mutlak, bahwa sinyal sistem pemosisi global mobilku, sedang diakses.""Siapa pihak luar yang mencoba mengakses, lokasi titik koordinat kendaraan pribadimu itu, dari jarak jauh?" tanyaku menuntut identitas pelaku pelacakan, secara langsung dan sangat spesifik kepadanya."Sinyal pelacak di mobilku itu, sedang diakses secara ilegal oleh sebuah perangkat komputasi asing."Otot wajah Argan langsung menegang keras, merespons masuknya informasi digital di atas layar ponselnya. Rahang bawahnya terkunci sangat rapat, hingga struktur tulang pipinya menonjol menekan lapisan kulit luar. Pria ini menyadari besarnya tingkat kecerobohannya, yang lupa mematikan fitur pelacak itu, sejak sore hari tadi."Aku melakukan kesalahan prosedur keamanan, karena membiarkan modul pelacak itu, terus menyala memancarkan gelombang aktif," keluh Argan mengakui kelalaian teknisnya, secara terbuka di dalam ruangan privat ini."Siapa manu

  • Jangan Baca Novel Ini!   Bab 128

    "Jelaskan padaku sekarang juga, apa isi makna pesan teks panjangmu itu, menggunakan struktur bahasa lisan murni," perintah Felicia menuntut laporan audio verbal secara langsung, dari rekan kerja pria kekasihnya itu."Argan mendobrak masuk ke ruanganku, menggunakan dorongan bahu kanan, yang merusak baut, pada engsel pintuku," jelas Dokter Hadi menceritakan urutan tindakan mekanis agresif Argan, secara gamblang dan runtut."Apakah Argan benar-benar menggunakan, kekerasan suara verbal, untuk melindungi mahasiswi itu, dari tindakan prosedur medismu?" tanya Felicia memastikan tingkat intensitas ancaman audio, yang Argan berikan secara langsung kepadanya."Argan menarik kerah kemeja kerjaku, dan dia siap menghancurkan, reputasi profesiku, jika aku menyentuh, kulit tubuh mahasiswi itu," lapor Dokter Hadi menyebutkan detail lokasi kontak fisik, beserta susunan kalimat ancaman yang dia terima."Gadis itu sama sekali tidak memiliki, nilai keuntungan finansial apa p

  • Jangan Baca Novel Ini!   Bab 127

    Sementara itu di pusat kota yang jauh dari vila, sebuah ponsel mewah berdering menampilkan pesan masuk.Felicia duduk menyilangkan kedua kakinya, tepat di atas sofa ruang tamu, di dalam apartemen mewahnya. Mesin pendingin ruangan menyala terang, mengatur suhu pada angka enam belas derajat celcius, secara sangat konstan. Jari tangan kanannya memegang kuat, tangkai gelas kaca transparan, yang berisi cairan minuman anggur merah.Perasaan wanita itu terasa sangat gelisah, membuat detak jantungnya memompa darah, lebih cepat dari kecepatan normal. Otaknya terus bekerja memproses skenario, menunggu kabar data visual terbaru, dari area gedung kampus malam ini."Waktu di jam dinding ini, sudah menunjukkan angka, sebelas malam lewat tiga puluh menit," ujar Felicia membaca pergerakan jarum jam, yang menempel pada dinding ruang tamu."Kenapa pria itu, belum juga memberikan, laporan visual kepadaku, sampai detik ini?" tanya Felicia pada dirinya sendiri, dengan ritme n

  • Jangan Baca Novel Ini!   Bab 126

    Aku menghela napas panjang melewati celah bibir, merespons beban tugas dadakan tersebut. Dadaku bergerak naik turun, memompa pasokan oksigen ke dalam paru-paru secara maksimal.Tanganku kembali bergerak mendekati papan ketik, untuk mulai membaca ulang draf skripsiku."Paragraf terakhir di dokumen ini, membahas mengenai gangguan perilaku pada pasien usia dewasa," ujarku membacakan baris teks terbawah, pada layar monitor bercahaya redup ini."Kamu harus menghubungkan gangguan perilaku itu, dengan teori medis yang aku jelaskan tadi," saran Argan memberikan arahan akademis, untuk melengkapi kerangka hipotesis penelitianku."Teori medis mengenai kelainan hiperseksualitas itu, memiliki struktur logika yang sangat rumit," balasku menilai tingkat kesulitan integrasi data, ke dalam naskah akademis formal.Aku mencoba menghubungkan teori medis, yang tadi dijelaskan Argan secara gamblang. Otakku mencari jalur korelasi antara gejala fisik tersebut, dengan hipo

  • Jangan Baca Novel Ini!   Bab 125

    "Seluruh lekuk tubuh jasmanimu hanya boleh dilihat oleh retinaku, dan tidak ada pria lain yang berhak menyentuhmu," Argan menetapkan aturan kepemilikan sepihak, atas keseluruhan anatomi jasmaniku.Dia memindahkan jari kirinya menuju area papan ketik, di bawah layar monitor. Pria ini langsung mengaktifkan mode penyuntingan teks, tepat pada dokumen digital itu. Argan melakukan tindakan pengubahan teknis tersebut, murni tanpa meminta persetujuan lisan dariku terlebih dahulu."Apa bentuk tindakan teknis yang sedang kamu lakukan, pada dokumen asli kontrak kerjaku itu, Dokter Argan?" tanyaku saat mataku melihat kursor hitam berkedip, menghapus banyak teks di layar."Aku sedang memusnahkan pasal promosi konyol ini, secara permanen dari dalam daftar kewajiban kerjamu," jawab Argan menekan tombol hapus secara terus-menerus, tanpa menunjukkan keraguan sedikit pun."Kamu sama sekali tidak memiliki hak secara legal, untuk merubah isi pasal kontrak penerbitanku secara sepihak," protesku merespons

  • Jangan Baca Novel Ini!   Bab 124

    Sebuah kotak kecil berwarna putih muncul, tepat di pojok kanan bawah layar laptopku. Kotak itu menampilkan nama pengirim pesan elektronik, beserta subjek dokumen secara sangat jelas. Cahaya redup dari monitor menyinari wajahku, dan menerangi tubuh telanjang pria yang berdiri di belakangku."Itu pesan masuk dari Mas Vickry, tepat pada menit dan detik ini," ujarku membaca teks di layar."Pria berengsek itu berani mengganggumu lagi, padahal waktu sudah menunjukkan pertengahan malam," balas Argan dengan nada suara yang memberat."Dia mengirimkan pesan dengan subjek mendesak, mengenai draf kontrak penerbitan novel terbaruku," tambahku menjelaskan isi baris subjek pesan tersebut, kepada pria di belakangku ini.Nama pengirim email itu terpampang sangat jelas, tepat di tampilan layar laptopku. Mas Vickry mengirimkan pesan teks tertulis, dengan subjek mendesak mengenai draf kontrak. Draf kontrak penerbitan itu, memiliki status wajib untuk segera aku setujui malam ini juga."Aku sangat membenci

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status