Share

Bagian 68

Author: Red Swan
last update publish date: 2026-10-05 00:26:35

"Gue punya proposal bagus, dan lo harus terima ini!"

Suara tegap Nathan menggema tegas di ruang kerja pribadi milik Gideon setahun yang lalu.

Nathan melempar sebuah berkas jilid tebal berkover elegan tepat di atas meja kaca, meluncur hingga berhenti persis di depan Gideon yang saat itu sedang bersantai memainkan ponselnya.

Gideon langsung menaruh ponselnya di meja, menaikan sebelah alisnya heran. Ia menarik berkas tersebut lalu membaca nama yang tertera di kover depan.

"FK Atelier?" cetus Gideo
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Jangan Buat Aku Menginginkanmu   Bagian 90

    "Aku...?" cicit Freya pelan, bibirnya menyunggingkan senyum tipis yang sarat akan rasa heran."Tumben manggil 'aku-kamu'. Biasanya kan selalu 'saya-kamu' sok formal gitu."Nathan terkekeh rendah, suara basnya terdengar teramat hangat dan menenangkan di dalam keheningan ruang tengah yang hanya dipenuhi deru napas mereka yang perlahan menormal.Pria tegap itu makin merapatkan selimut ke tubuh telanjang Freya, lalu menyapu helai rambut yang menempel di pipi halus wanita itu."Kita sudah sedekat ini, Freya," bisik Nathan seraya menatap lurus ke dalam mata wanita itu."Masa iya aku harus bersikap formal terus sama calon istri sendiri?"Freya terkekeh geli mendengarnya, memukul pelan dada bidang Nathan yang hangat. "Terserah kamu aja deh."Namun, tawa kecil Freya perlahan menguap.Ia menghembuskan napasnya panjang, membiarkan dadanya naik turun seraya menyandarkan kepalanya lebih dalam di atas lengan kekar Nathan.Sebuah ganjalan berat yang selama ini mengendap di relung hatinya mendadak me

  • Jangan Buat Aku Menginginkanmu   Bagian 89

    Gelombang pelepasan pertama yang baru saja merenggut kesadaran Freya di atas karpet ruang tengah sama sekali tidak memberi waktu bagi tubuhnya untuk beristirahat.Sisa-sisa kejang nikmat yang masih berdenyut di sepanjang saraf panggulnya mendadak tersengat kembali oleh suhu panas yang kembali merambat naik dengan cepat.Napas Freya masih terengah-engah, dadanya naik turun tak beraturan, dan peluh tipis membasahi seluruh pelipis serta leher jenjangnya.Tanpa memberikan jeda bagi Freya untuk mengumpulkan kesadaran sepenuhnya, Nathan mengubah strategi permainannya.Pria tegap itu meraih pinggang mulus Freya, mengangkat tubuh wanita itu dengan mudah, lalu membalikkan posisinya hingga Freya kini berada dalam posisi menungging di atas karpet berbulu halus.Freya mendengus kaget, kepalanya menoleh ke belakang dengan mata sayu penuh gairah.Belum sempat ia melontarkan protes, Nathan sudah merangsek maju dan menindih bagian belakang tubuhnya."N-Nathan... akh..." desis Freya tertahan saat mera

  • Jangan Buat Aku Menginginkanmu   Bagian 88

    Suasana haru dan pelukan hangat di sofa ruang tengah itu perlahan mencair, berganti dengan gelombang suhu ruangan yang mendadak naik drastis.Sentuhan lembut jemari Nathan yang mengusap punggung Freya berubah menjadi tarikan-tarikan pelan penuh intensitas yang memicu sengatan listrik di setiap ujung saraf Freya.Nathan menarik tubuhnya sedikit, menatap lurus ke dalam iris mata Freya yang kini telah berubah sayu, berkabut oleh gairah yang mendadak tersulut tanpa permisi.Pria itu tidak lagi membuang waktu.Nathan langsung menangkup tengkuk Freya, menarik wajah wanita itu mendekat, dan menyatukan bibir mereka dalam sebuah ciuman yang langsung membakar.Mmmh!Erangan tertahan lolos dari bibir Freya saat ciuman itu berubah menjadi beringas dan menuntut.Bukan lagi ciuman manis penuh kehangatan seperti tadi, melainkan ciuman sarat dahaga yang langsung merenggut napas.Lidah Nathan menyelinap masuk, mengeksplorasi setiap inci rongga mulut Freya dengan gerakan liar yang membuat kepala wanita

  • Jangan Buat Aku Menginginkanmu   Bagian 87

    Mendengar bisikan lantang dan tatapan mata Nathan yang teramat intens, sensasi panas semakin membakar seluruh permukaan wajah Freya.Wajahnya merona merah padam, bibirnya terkatup rapat seraya mencoba mengontrol debaran jantungnya yang menggila.Freya mendehem pelan, memalingkan wajahnya sejenak untuk menetralkan rasa salah tingkah yang membakar.Namun, ingatan saat ia duduk sendirian mengupas jeruk mandarin di meja bar tadi mendadak berputar kembali di kepalanya.Pertanyaan-pertanyaan yang mengganjal hatinya kini kembali membubung tinggi, menuntut jawaban langsung dari pria tegap di sampingnya ini.Freya perlahan memutar tubuhnya, menatap lurus ke dalam iris mata pekat milik sang fotografer."Nath..." panggil Freya pelan, suaranya mengayun lembut namun penuh kesungguhan.Nathan menyandarkan punggung tegapnya di sofa, mengusap punggung tangan Freya dengan ibu jarinya secara telaten."Iya, sayang? Kenapa?"Freya menelan salivanya yang terasa agak berat, meremas jemari Nathan yang berad

  • Jangan Buat Aku Menginginkanmu   Bagian 86

    Bip... bip... bip... klek.Suara tombol sandi digital yang ditagih di pintu depan terdengar memecah keheningan apartemen.Mata Freya seketika membola sempurna.Tanpa berpikir panjang lagi, ia melompat dari atas tempat tidur, mengabaikan penampilannya yang hanya terbalut tank top katun hitam dan celana pendek tipis.Pintu utama terdorong terbuka.Sosok tegap Nathan Sinclair melangkah masuk, lengkap dengan kemeja abu-abu gelapnya yang lengannya sudah digulung rapi hingga ke siku.Namun, yang membuat raut wajah Freya seketika menganga tak percaya adalah dua tangan pria itu yang dipenuhi kantong plastik besar dan beberapa kotak makanan bernuansa mewah."Nathan?!" pekik Freya terperangah, melangkah mendekat. "Kamu... kamu lagi mau bagi-bagi sembako ke satu gedung apartemen apa gimana sih?! Bawaannya banyak banget!"Nathan yang sedang melepas sepatu kulitnya menyunggingkan senyum hangat yang teramat tampan.Pendar lelah di matanya seketika menguap berganti kehangatan saat menatap sosok Frey

  • Jangan Buat Aku Menginginkanmu   Bagian 85

    Sunyinya apartemen membuat setiap langkah kaki Freya terdengar samar di atas lantai kayu.Kaki telanjangnya melangkah menuju area dapur bersih. Perlahan, jemari lentiknya menarik pintu kulkas dua pintu berbalut stainless steel itu.Pendar cahaya kuning hangat dari dalam kulkas langsung menyinari wajah cantiknya.Di dalam sana, deretan buah-buahan segar, botol jus organik, susu gandum, hingga stok bahan makanan tertata sangat rapi dan presisi, semuanya adalah hasil belanjaan Nathan yang sengaja diisi penuh oleh pria itu beberapa hari yang lalu.Freya mematung sejenak, memandangi kerapian isi kulkas itu. Bibirnya menyunggingkan senyum tipis yang sarat akan rasa heran sekaligus hangat."Cowok seromantis dan serepot ini..." gumam Freya lirih pada dirinya sendiri, suaranya menggantung lembut di udara hening. "...kenapa gak pernah mau pacaran sama cewek mana pun sebelumnya, ya?"Pertanyaan itu terus memutar-mutar di benaknya. Bahkan hingga detik ini, rasa heran itu masih sering menyengat da

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status