공유

8

작가: deasy_zen
last update 최신 업데이트: 2026-01-29 18:26:52

Arrabella terperangah, dia tak menduga sama sekali akan kedatangan sang supervisor yang terkenal galak itu.

"Eh, Bu Sonya, a-aku tidak hamil ibu mungkin salah duga," Bella dengan gugup menjawab sembari merapatkan jaket untuk menutupi perutnya.

Sonya cepat berjalan menghampiri Bella sembari menyeringai licik.

SRETT..

Sonya membuka paksa jaket yang menutupi badan atas Bella.

"Hah lihat ini, perutmu sudah buncit seperti ini kau bilang tidak hamil Bella," sentak Sonya sambil sedikit menekan perut Bella.

"Aduhh..hentikan itu, kau akan menyakiti bayiku!" Arrabella berseru menahan kesal.

Sonya yang mendengar ucapan Bella menyunggingkan senyum dingin dan tatap merendahkan.

"Hmm..akhirnya kau mengakui juga kalau sedang hamil, dasar sok centil!"

"Aku akan mengadukanmu pada pimpinan pemilik restoran supaya dia menendangi keluar dari sini," tandas Sonya yang pada dasarnya memang tak menyukai Bella.

Lelaki yang Sonya sukai yaitu Erdy sesama pengawas restoran seringkali memberikan perhatian berlebi
이 책을.
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Jangan Sentuh Anakku CEO!   9

    Sheryl sedang di ruangan kerja ayahnya, gadis itu duduk santai sambil menunggu sang ayah selesai bertelepon."Yah, aku ada permintaan," tukas Sherly manja."Apa yang diinginkan putri ayah ini sekarang hmm..?" Bram menyorot lembut pada anak gadisnya."Aku ingin ayah mampu mengeluarkan seorang mahasiswi fakultas kedokteran dari kampus," ungkap Sherly datar.Bram mengerutkan keningnya, "Siapa nama gadis itu?""Namanya Arrabella, tapi yang benar saja, dia udah bukan gadis lagi, wanita sialan perebut kekasihku itu sudah hamil duluan di luar nikah, pokoknya ayah harus mengusirnya dari kampus kita!" tandas Sherly.Bram menghela panjang lantas memutar otaknya."Ayah harus berunding dulu dengan anggota dewan yang lainnya, tunggu saja ya," tanggap Bram tenang.Dua hari kemudian, Arrabella sedang berada di ruangan tertutup. Gadis cantik yang memiliki rambut bergelombang itu duduk dengan raut wajah tegang sembari berhadapan dengan dua orang, satu orang adalah dosen utama sedangkan pria paruh ba

  • Jangan Sentuh Anakku CEO!   8

    Arrabella terperangah, dia tak menduga sama sekali akan kedatangan sang supervisor yang terkenal galak itu."Eh, Bu Sonya, a-aku tidak hamil ibu mungkin salah duga," Bella dengan gugup menjawab sembari merapatkan jaket untuk menutupi perutnya.Sonya cepat berjalan menghampiri Bella sembari menyeringai licik.SRETT..Sonya membuka paksa jaket yang menutupi badan atas Bella."Hah lihat ini, perutmu sudah buncit seperti ini kau bilang tidak hamil Bella," sentak Sonya sambil sedikit menekan perut Bella."Aduhh..hentikan itu, kau akan menyakiti bayiku!" Arrabella berseru menahan kesal.Sonya yang mendengar ucapan Bella menyunggingkan senyum dingin dan tatap merendahkan."Hmm..akhirnya kau mengakui juga kalau sedang hamil, dasar sok centil!""Aku akan mengadukanmu pada pimpinan pemilik restoran supaya dia menendangi keluar dari sini," tandas Sonya yang pada dasarnya memang tak menyukai Bella.Lelaki yang Sonya sukai yaitu Erdy sesama pengawas restoran seringkali memberikan perhatian berlebi

  • Jangan Sentuh Anakku CEO!   7

    Arrabella sudah sampai kembali dirumah kontrakan dengan menggunakan sepeda motornya sendiri."Bella, kamu baik-baik saja nak?" tanya Arya sewaktu melihat putri tercintanya masuk ke dalam rumah dan Bella menampakkan wajah lelahnya.Bella menampilkan senyuman tipis sembari menghampiri ayahnya yang sedang duduk di kursi sofa sederhana yang sudah lapuk dan usang."Ayah jangan khawatir, Bella ngga apa-apa kok, cuma hari ini ijin tidak masuk kerja, karena ingin istirahat dulu," jawab Bella seraya duduk di kursi disamping sang ayah tercinta."Ayah senang kamu bisa selamat dari gangguan para preman itu, pria yang telah menolongmu begitu baik, apa kamu tidak bertemu dengannya?" Arya mengusap rambut halus anaknya.Arrabela hanya menggelengkan kepalanya, "Tidak Ayah, katanya lelaki itu sulit ditemui," jawab Bella singkat sembari menghela nafas panjang."Ya sudah, sana kamu membersihkan diri lalu istirahat saja, kamu kan sedang hamil," ucap Arya memandangi putrinya dengan penuh kekhawatiran."Iya

  • Jangan Sentuh Anakku CEO!   5

    Arrabella mengernyit sambil bersandar pada tembok didekatnya, rasa pening di kepalanya kembali mendera. Perempuan itu memijit pelipisnya sembari memejamkan mata."Duduk dulu di sofa, Non."Bu Sumi yang melihat Bella segera menghampiri sembari membantunya berjalan."Non, sebaiknya makan dulu, sebab dari sejak semalam dibawa kemari anda belum makan sama sekali," bujuk Bu Sumi merasa khawatir melihat wajah Bella yang tampak pucat."Aku akan bawakan makanannya kesini saja ya," tukas Sumi lantas bergegas ke meja makan.Sementara Bella menyandarkan punggung lemahnya kebelakang sofa, dia masih tak mengetahui siapa yang telah menolongnya, tapi dalam hatinya dia sangat bersyukur bisa selamat dari gangguan para lelaki berengsek."Non, ini dimakan dulu selagi sup nya masih panas."Sumi meletakkan mangkuk berisi sup ayam, hasil masakannya sendiri."Nama saya Bella, panggil saja aku Bella tidak perlu pake Non," sahutnya lirih sembari mengambil mangkuk sop ayam panas yang tampak menggugah selera it

  • Jangan Sentuh Anakku CEO!   Diselamatkan Revan

    Beberapa saat sebelumnya Revan yang sudah selesai berbincang ringan dengan Ares segera keluar dari restoran, hatinya masih merasa agak jengkel teringat dengan insiden kecil tadi, sewaktu celananya terkena tumpahan minuman, ulah keteledoran Bella.Revan adalah keturunan keluarga Sasmita yang cukup terpandang di negaranya karena memiliki beberapa perusahaan serta bisnis yang sukses, selama beberapa tahun terakhir dia berada di luar negeri mengurus bisnisnya sendiri serta tidak tergantung pada orangtuanya dan baru dua minggu ini pemuda tampan itu pulang kembali ke negaranya.Revan yang tadinya akan segera masuk kedalam mobil dan ingin cepat pulang saja tetapi terhenti karena da ingin menghirup udara malam sejenak sekalian melepas penat, pemuda itu membawa langkah kakinya yang lebar serta dengan tubuhnya yang tinggi, dia berkeliling disekitar area restoran.Tempat makan itu terletak di daerah yang memiliki nuansa alam dan udaranya terasa bersih serta sejuk secara bersamaan.Karena meras

  • Jangan Sentuh Anakku CEO!   Pertemuan pertama

    Arya membelalakkan kedua bola matanya, tubuhnya terasa membeku mendengar penjelasan anak perempuan yang sangat disayanginya. "Apa katamu tadi Bella, serius kamu hamil?!" Arya memegangi dadanya yang terasa sakit. "Aakkh.." "Ayah ..!" Bella lekas menghambur menghampiri sang ayah dan memeluknya karena pria paruh baya itu tampak lemah dan wajahnya pucat . "Ayah, maafkan Bella," isak tangis terus meluncur dari bibir Bella. Bella menggunakan kedua lengannya untuk menyangga bahu sang ayah. "Ayo kita ke kamar dan ayah bisa merebahkan diri di kasur," ucap Bella lantas membantu ayahnya berjalan pelan. "Minumlah dulu air putih hangat ini, serta obat dari dokter yang harus rutin dikonsumsi," tutur Bella. Bella hanya bisa melihat ayahnya duduk bersandar pada kepala ranjang dan diam saja tak bicara sepatah katapun. Tak selang berapa lama kemudian Bella masih betah duduk disamping kasur menunggui ayahnya. "Bella, siapa yang telah menghamilimu.. katakan pada ayah, pria br*ngs*k itu harus b

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 책을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 책을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status