Share

Bab 5

Author: Yuni
Sebenarnya, Juliana sudah memperkirakan akan ada pertanyaan-pertanyaan tajam seperti ini di konferensi pers.

Bagaimanapun juga, media memang hidup dari sensasi dan berita yang mengundang perhatian.

Sejak kecil hingga dewasa, Juliana sudah berkali-kali menghadapi hal semacam ini. Dia pun sudah lama memahami bahwa semakin tinggi posisi seseorang, semakin banyak pula mata yang mengawasinya.

Entah itu rumor atau fitnah, selama bisa ikut mendulang popularitas dan menarik perhatian, mereka akan melaku
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Janji Diingkari, Tak Ada Lagi Pertemuan   Bab 9

    Juliana tidak mengatakan apa-apa.Lama setelah Farez dibawa pergi, Juliana akhirnya hanya tersenyum getir.Dia meminta maaf kepada Nathan atas nama Farez?Bahkan Juliana sendiri tidak tahu apakah dia masih bisa menemukan Nathan. Kalaupun berhasil menemukannya, apakah Nathan masih mau memaafkannya?Lantas, apa haknya untuk menyampaikan permintaan maaf Farez?Juliana mulai mengerahkan seluruh kemampuan yang dia punya. Uang, tenaga, koneksi, apa pun yang bisa digunakan, semuanya dikerahkan untuk mencari Nathan.Pada akhirnya, berita tentang kejadian ini tetap tersebar. Dalam waktu singkat, kasus tersebut memenuhi berbagai pemberitaan media.Belum sampai seminggu, saham Finley yang sebelumnya menjadi salah satu perusahaan unggulan di dunia bisnis langsung anjlok.Namun, Juliana sama sekali tidak memedulikan keadaan perusahaan.Seluruh waktu dan pikirannya hanya tertuju pada satu hal, menemukan Nathan.Dia juga tentu saja tidak lagi terlalu memedulikan pengelolaan perusahaan dan tidak ikut

  • Janji Diingkari, Tak Ada Lagi Pertemuan   Bab 8

    Begitu melihat Juliana, Tristan sempat tertegun. Namun, sesaat kemudian, matanya langsung berbinar penuh kegembiraan.Dia mengira Juliana datang untuk menyelamatkannya, lalu buru-buru menghampirinya.“Juliana, akhirnya kamu datang. Farez mau mencelakaiku!”Baru saja Farez melihat sendiri sisi kejam Tristan. Namun, begitu berhadapan dengan Juliana, Tristan seketika berubah menjadi sosok yang lemah dan tidak berdaya. Farez merasa perubahan itu begitu menjijikkan.Dia menahan sakit luar biasa yang menjalar ke seluruh tubuhnya, lalu menatap Juliana. Suaranya terdengar penuh kebencian.“Juliana, kau sudah ditipu! Selama ini kita semua sudah dibohongi Tristan!”“Diam!” Belum selesai berbicara, Tristan sudah memotong ucapannya dengan suara keras.Kalau bukan karena Juliana dan polisi ada di sana, Tristan pasti sudah menggunakan cara apa pun untuk membuat Farez merasakan sendiri akibatnya karena berani membuatnya marah.Namun, sekarang dia tidak bisa berbuat apa-apa.Dia harus tetap menjaga ci

  • Janji Diingkari, Tak Ada Lagi Pertemuan   Bab 7

    Itu Farez.Matanya merah karena dipenuhi urat-urat darah. Rambutnya berantakan, sementara wajahnya tampak tegang. Dia terlihat seperti sudah berada di ambang kehancuran.“Kau sudah janji! Kalau aku mau membantumu menghancurkan Nathan, kau akan hapus semua foto-fotoku itu! Sampai kapan kau mau terus mengancamku?!” teriak Farez.Selama ini, Farez begitu takut pada Tristan karena Tristan menyimpan beberapa foto pribadinya di ponselnya.Awalnya, Farez tidak sengaja mengetahui hubungan Juliana dan Tristan. Dia sangat marah setelah tahu keduanya bekerja sama untuk menipu Nathan.Dia tidak tahan melihat Nathan terus dibohongi, sehingga berniat memberitahukan semuanya kepada Nathan agar dia bisa segera menyelamatkan dirinya dari masalah yang lebih besar.Sayangnya, saat Farez menelepon, Nathan baru saja pulang setelah bekerja paruh waktu selama belasan jam.Karena terlalu lelah, Nathan langsung tertidur begitu sampai di rumah. Farez sudah meneleponnya berkali-kali, tetapi tidak satu pun panggi

  • Janji Diingkari, Tak Ada Lagi Pertemuan   Bab 6

    Tristan dengan cepat menyusul Juliana ke rumah sakit. Yang dia lihat adalah Juliana yang terduduk di lantai dengan tatapan kosong.Tanpa sadar, Tristan mengira tubuh yang baru saja didorong keluar itu adalah Nathan. Sesaat, ada rasa lega yang muncul di dalam hatinya.Namun, wajahnya tetap menunjukkan kekhawatiran saat dia berkata pelan, "Juliana, aku tahu kamu lagi merasa sangat sedih. Tapi kamu harus segera bangkit. Kita baru saja menyangkal semua rumor di konferensi pers. Kalau sampai ada wartawan yang memotret keadaanmu sekarang, kita jadi harus mengeluarkan biaya besar untuk membereskannya.”Dulu, Juliana pasti akan langsung memikirkan kepentingan perusahaan setelah mendengar perkataan seperti itu.Namun sekarang, dia hanya duduk di sana dengan tatapan kosong, seolah jiwanya telah pergi entah ke mana.Apa pun yang dikatakan Tristan, dia tidak memberikan reaksi sedikit pun.Tristan mengulurkan tangan untuk membantunya berdiri. “Lantainya dingin. Jangan duduk di sini ....”Namun, beg

  • Janji Diingkari, Tak Ada Lagi Pertemuan   Bab 5

    Sebenarnya, Juliana sudah memperkirakan akan ada pertanyaan-pertanyaan tajam seperti ini di konferensi pers.Bagaimanapun juga, media memang hidup dari sensasi dan berita yang mengundang perhatian.Sejak kecil hingga dewasa, Juliana sudah berkali-kali menghadapi hal semacam ini. Dia pun sudah lama memahami bahwa semakin tinggi posisi seseorang, semakin banyak pula mata yang mengawasinya.Entah itu rumor atau fitnah, selama bisa ikut mendulang popularitas dan menarik perhatian, mereka akan melakukan apa saja demi mendapatkan sorotan.Karena itulah, selama ini dia terus menyembunyikan identitasnya.Selama lebih dari dua puluh tahun hidupnya, dia tidak pernah bertemu dengan siapa pun yang, setelah mengetahui identitasnya, masih memperlakukannya seperti dulu.Tanpa terkecuali, semua orang akan berubah. Ada yang menjilat, ada yang berusaha mengambil hatinya, dan ada pula yang menyesuaikan diri dengannya.Juliana tidak ingin Nathan menjadi seperti itu. Karena itulah, dia terus menyembunyikan

  • Janji Diingkari, Tak Ada Lagi Pertemuan   Bab 4

    Kepalaku seketika terasa berdengung.Kondisi kesehatan ibuku memang buruk. Beberapa kali sebelum tahun baru, dia bahkan harus masuk ICU.Aku mati-matian ingin membawa Juliana pulang menemui ibuku hanya karena ingin membuatnya merasa tenang.Saat aku sampai di rumah sakit dengan panik, Farez sedang menunggu di luar ruang gawat darurat.Dia mendorongku dengan keras.“Aku sudah pernah mengingatkanmu, jangan jadi selingkuhan! Ibumu hampir mati gara-gara kau!”Orang tua Farez kecanduan alkohol dan judi, sehingga mereka sama sekali tidak punya waktu untuk mengurusnya.Selama ini, justru ibukulah yang selalu menganggap Farez seperti anak kandungnya sendiri.Aku menahan air mata. “Bagaimana kondisi ibuku?”Pintu ruang gawat darurat terbuka. Dokter keluar sambil melepas maskernya.“Kondisinya untuk sementara sudah stabil, tapi dia benar-benar nggak boleh mengalami tekanan lagi.”Ponselku tiba-tiba menampilkan notifikasi transfer. Juliana mengirimiku uang dua miliar.[Aku sudah dengar soal ibumu

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status