Short
Janji Diingkari, Tak Ada Lagi Pertemuan

Janji Diingkari, Tak Ada Lagi Pertemuan

By:  YuniKumpleto
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
9Mga Kabanata
3views
Basahin
Idagdag sa library

Share:  

Iulat
Buod
katalogo
I-scan ang code para mabasa sa App

Saat hendak membawa pacarku bertemu orang tuaku, Juliana Finley tiba-tiba menghilang tanpa kabar. Di tengah kegelisahan, ponselku tiba-tiba menampilkan notifikasi siaran langsung pernikahan pasangan influencer yang memiliki jutaan pengikut. [Kalau mengingat pesta pernikahan kita yang meriah hari itu, rasanya itu adalah momen paling bahagia dalam hidupku. Pak Tristan, untuk sisa hidup kita, kita saling menjaga, ya.] [Seperti yang sudah dijanjikan, begitu pengikut kami mencapai satu juta, wajah sang pengantin pria akan diperlihatkan. Janji harus ditepati.] Dalam video itu, Juliana mengenakan gaun pengantin dan bertukar cincin pernikahan dengan pria tersebut dengan penuh kelembutan. Teman-teman mereka yang sama-sama mengenal mereka pun beramai-ramai meninggalkan komentar. [Sudah lima tahun! Akhirnya kami bisa lihat kalian menikah!] [Waktu Kak Tristan membacakan janji pernikahan, benar-benar mengharukan. Hari ini lagi-lagi aku menangis terharu melihat kisah cinta seindah ini!] Sahabat dekatnya dengan bangga menyatakan di depan kamera, “Selama ini aku yang menjaga kisah cinta Tristan. Sekarang akhirnya aku bisa pensiun!” Melihat wajah-wajah yang kukenal di layar, tiba-tiba aku merasa sesak hingga sulit bernapas. Aku dan Juliana sudah berpacaran selama tujuh tahun. Namun, selama lima tahun terakhir, dia justru mencintai pria lain. Sahabatku tahu. Teman-temanku tahu. Hanya aku yang terus dibohongi tanpa mengetahui apa-apa. Semua orang ikut terlibat dalam pernikahan ini. Kecuali aku.

view more

Kabanata 1

Bab 1

Saat aku tiba di lokasi, pernikahan itu baru saja memasuki bagian paling meriah.

Lampu-lampu terus berganti terang dan redup, tetapi aku tetap langsung mengenali pengantin pria.

Dia adalah Tristan Laksana, mahasiswa paling tampan di kampus yang dulu tinggal di kamar asrama sebelah kamarku.

Tepuk tangan dari bawah panggung menggema, disusul sorakan lantang dari wajah-wajah yang kukenal.

“Kak Juliana benar-benar beruntung. Bahkan Tristan, pria paling tampan di kampus pun sampai jatuh hati pada Kak Juliana.”

“Jangan bercanda. Kekayaan Kak Juliana mencapai ratusan triliun. Pria seperti apa yang nggak bisa dia dapatkan?”

“Lihat jam tangan itu? Kak Juliana sampai menaikkan penawaran terus-menerus demi mendapatkannya. Harganya tak ternilai! Tuan muda kaya dan wanita bangsawan, pasangan ini benar-benar bikin iri!”

Aku menatap Juliana di atas panggung dengan tidak percaya.

Dia mengenakan gaun pengantin mewah. Dengan lembut, dia memasangkan jam tangan itu ke pergelangan tangan Tristan, lalu mereka berpelukan dan berciuman mesra.

Kilauan berlian yang memantulkan cahaya bahkan membuat mataku terasa silau.

Padahal, Juliana yang selama ini berpacaran denganku selalu hidup serba hemat. Demi menghemat ongkos taksi, dia rela mengayuh sepeda sewaan selama dua jam. Bahkan setelah pulang kerja, dia masih pergi mengantarkan makanan demi mendapatkan penghasilan tambahan.

Di tengah sorakan yang memekakkan telinga, Juliana tanpa sengaja menoleh. Pandangannya pun tertuju padaku.

Tubuhnya seketika menegang, lalu tanpa sadar dia menjauh dari Tristan.

Aku baru saja hendak membuka mulut. Namun, detik berikutnya, pergelangan tanganku tiba-tiba ditarik kuat.

Farez Bernando, sahabat baikku menyeretku ke sudut ruangan dengan wajah penuh teguran.

“Untuk apa kamu datang ke sini? Mau menghancurkan pernikahan ini?”

Melihat pakaian pendamping pengantin pria yang dikenakan Farez, aku teringat saat baru mulai berpacaran dengan Juliana.

Waktu itu, Farez memakiku dan berkata bahwa seumur hidupku, aku akan celaka karena mencintai seorang wanita.

Namun, diam-diam dia menghabiskan gaji dari pekerjaan paruh waktunya selama dua bulan untuk membelikanku sebuah dasi.

Aku sampai merasa tersanjung sekaligus tidak enak hati, tetapi dia hanya mendengus.

“Sebagai sahabat baikku, tentu kamu harus tampil lebih pantas, ‘kan? Nanti kalau kalian menikah, aku harus jadi satu-satunya pendamping pengantin prianya!”

Namun sekarang, dengan suara gemetar, aku bertanya, “Sebenarnya apa yang terjadi ...?”

Belum sempat aku menyelesaikan kalimatku, Farez sudah memotong.

Wajahnya penuh ketidaksabaran.

“Nathan, kau sudah datang ke pernikahan mereka. Apa lagi yang masih mau kau tanyakan?”

“Sudahlah, lupakan dia. Mereka sudah bersama selama lima tahun.”

Padahal, aku dan Juliana sudah bersama sejak tujuh tahun lalu.

Farez membuka akun pasangan influencer itu. Ribuan video terpampang di sana, seolah tidak ada habisnya.

“Ini waktu Hari Valentine. Tristan lagi tergila-gila sama ski, jadi Juliana langsung membawanya terbang ke Swekordia.”

Hari itu aku sedang bekerja paruh waktu mengantarkan makanan. Pesanannya bahkan sampai membludak.

Dalam perjalanan pulang setelah bekerja, aku mengalami kecelakaan. Berkali-kali aku menelepon Juliana, tetapi tidak sekali pun dia mengangkat.

Ternyata saat itu dia sedang membawa Tristan pergi jauh ke negeri orang.

“Ini waktu ulang tahunmu. Tristan mau lihat kembang api, jadi Juliana langsung sewa seluruh Pelabuhan Peria.”

Hari itu aku pulang kerja lebih awal. Dengan berat hati, aku menghabiskan setengah bulan gajiku untuk membeli lobster Ostralis impor yang sudah lama diinginkan Juliana.

Namun, setelah menunggu sampai larut malam, aku justru menerima telepon dari Juliana yang mengatakan bahwa dia mendapat tugas dinas ke luar kota.

Ternyata malam itu dia sedang menemani Tristan melihat kembang api.

“Ada juga waktu mereka pergi ke Islan buat lihat aurora, ada juga saat mereka menyelam di Bali. Sebenarnya aku sudah tahu semua ini sejak lama. Aku nggak bilang ke kamu karena takut kamu buat keributan.”

Aku menatap video-video di hadapanku dan tiba-tiba merasa sesak hingga sulit bernapas.

Dari belakang terdengar langkah kaki yang tergesa-gesa.

Juliana baru saja menyelesaikan rangkaian acara pernikahannya. Dia bergegas menghampiriku dan meraih tanganku.

“Nathan, dengarkan penjelasanku dulu. Semuanya nggak seperti yang kamu pikirkan.”

“Aku dan Tristan menikah karena pilihan keluarga. Pernikahan ini cuma sekadar formalitas. Kamu harus mengerti aku.”

Dadaku terasa sesak dan nyeri. Aku menahan air mata sekuat tenaga sambil menatap Juliana.

“Menikah karena pilihan keluarga?”

“Jadi, akhirnya kamu mengakui kalau selama ini kamu sengaja berpura-pura miskin untuk menipuku?”

Juliana terpaku di tempat. Tenggorokannya bergerak-gerak, seolah hendak mengatakan sesuatu.

Namun, Tristan sudah lebih dulu berjalan ke hadapanku sambil terkekeh. “Nathan, kalau aku jadi kau, aku nggak akan datang sendiri ke pernikahanku untuk cari gara-gara.”

“Di luar ada 180 wartawan, di dalam ada kamera yang menyiarkan semuanya secara langsung. Apa kau memang mau semua orang tahu kalau kau ini selingkuhan?”

Juliana menatap Tristan dengan tatapan tak berdaya. “Nathan cuma belum pernah menghadapi hal seperti ini. Jangan buat dia takut.”

Dia merendahkan suaranya, membujukku dengan lembut, “Tristan cuma bercanda. Jangan masukkan ke hati.”

Aku mencoba mendorong Juliana menjauh, tetapi dia malah memeluk pinggangku erat-erat.

Air mataku terus mengalir tanpa bisa kutahan. Aku bergumam, “Kenapa kamu tega melakukan ini padaku ...?”

Palawakin
Susunod na Kabanata
I-download

Pinakabagong kabanata

Higit pang Kabanata

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Walang Komento
9 Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status